
Nova yang baru mendapat kabar dari Breena kalau Ani sudah melahir kan anak nya pun, langsung membeli kan kado atas kelahiran anak kedua mantan suami nya itu.
Nova datang ke mansion Anderson bersama dengan seorang pria. Karena ia datang masih terbilang sangat pagi, dan bertepatan dengan jam sarapan nya keluarga Anderson. Jadi Nova dan teman pria nya itu pun harus menunggu terlebih dahulu.
Saat sedang menunggu, Nova mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah nya. Ia melihat mantan suami nya yang berhenti ketika melihat nya. Sedang kan istri nya justru tersenyum lembut menyambut kedatangan nya.
"Mbak" panggil Nova ketika melihat Ani.
"Waaahhh ada siapa ini yang datang. Mommy Nova" sapa Ani dengan candaan nya.
"Maaf iya Mbak baru bisa datang sekarang. Nova baru tau dari Breena kemarin pas ketemu di mall" ucap Nova tak enak hati.
"Nggak apa Nova. Lagian kami juga belum buat acara aqiqahan nya kok. Maksud nya nanti ngundang nya sekalian acara aqiqahan aja. Nggak tau nya malah uda datang duluan" balas Ani.
Ani pun mengajak Nova duduk kembali. Nova duduk di samping pria yang datang bersama nya. Begitu pun dengan Brian ia duduk di samping Ani.
Nova celingak celinguk mencari keberadaan putri nya yang tak terlihat. Gerak gerik Nova pun terbaca oleh Brian.
"Quin masih sarapan. Sebentar lagi juga selesai" ucap Brian datar.
Nova yang ketahuan pun tersenyum canggung. Sedang kan pria yang datang bersama nya justru menepuk punggung tangan nya.
"Bun, seperti nya kita mau makan enak ini" sindir Brian tiba tiba.
Ani yang tak paham dengan maksud suami nya pun justru mengernyit kan alis nya.
"Maksud Daddy apa?"
"Tuuhhh" tunjuk Brian pad Nova yang tangan nya sedari tadi di genggam oleh pria tersebut.
Nova yang sadar pun tersenyum malu.
"Kenalin Mas Mbak. Dia Angga. Calon suami aku" ucap Nova malu malu.
"Angga"
"Brian"
Angga dan Brian pun saling menjabat tangan. Brian memperhatikan wajah Angga yang sedari tadi duduk dengan tenang.
"Angga Lesmana. Teman SMA nya Nova dan Breena. Betul?" tanya Brian tiba tiba.
Angga yang mendapat pertanyaan seperti itu pun terdiam. Ia menatap lekat wajah Brian. Lalu menatap ke arah Nova. Nova yang paham arti tatapan Angga pun tersenyum.
__ADS_1
"Dia Brian Anderson. Mantan kekasih nya Breena. Kamu tau kan kisah ku dulu antara Breena dan Mas Brian?" tanya Nova yang di angguki oleh Angga.
Angga pun tak mau melanjut kan apa yang ada di pikiran nya. Tak lama Quin datang. Ia berlari menghampiri Mommy nya.
"Mommy" teriak Quin.
"Sayang"
Nova langsung berdiri dan sedikit berlari menghampiri Quin yang juga berlari. Nova langsung memeluk erat tubuh kecil Quin. Ia sangat sangat merindukan putri nya ini.
"Quin rindu Mommy"
"Mommy juga sangat merindukan Quin. Putri Mommy apa kabar? Duuhhh kok makin berat iya" ucap Nova yang menggendong Quin.
"Huuuaaaa Bundaaaa. Mommy sama Daddy jahat" tangis Quin yang membuat Nova gelagapan.
Sedangkan Ani dan Brian sudah tertawa. Bagaimana tidak pertanyaan Nova sama dengan apa yang di ucap kan Brian tadi malam.
"Loohh loohh kenapa sayang?" tanya Nova yang merasa bersalah karena sudah membuat putri nya menangis.
"Quin itu sebel Nova. Tadi malam pun Daddy nya juga bilang begitu" ucap Ani yang masih terkekeh.
"Benar kah tadi malam Daddy juga bilang begitu sayang?" tanya Nova tak percaya. Yang di angguki oleh Quin.
"Berarti benar putri Mommy sudah bertambah berat badan nya. Pasti Bunda mengurus makan Quin dengan baik. Berarti Quin juga sehat. Lihat lah perut putri Mommy sudah mulai buncit. Apa Bunda mu memasak kan makanan enak enak terus sayang?" ucap Nova lembut agar putri nya tak menangis lagi.
"Tuh kan berarti putri nya Mommy sehat. Uda iya jangan nangis lagi. Bilang apa sama Bunda yang uda masakin Quin makanan yang enak enak"
"Terima kasih Bunda. Quin sayang Bunda sama Mommy"
"Sama sama sayang. Bunda juga sayang sama Quin" ucap Ani merasa terharu.
"Mommy juga sayang Quin. Eemmm Quin ada yang mau Mommy kasih tau sama Quin" ucap Nova takut takut.
"Apa Mom?"
"Quin kan uda punya Daddy, Mommy dan Bunda baru. Emm Quin mau tidak kalau punya Papi baru?" tanya Nova hati hati.
Quin pun terdiam. Ia menatap Nova lalu menatap pria yang duduk di hadapan kedua orang tua nya.
"Apa Om itu yang akan jadi Papi nya Quin Mom?" tanya Quin yang di angguki oleh Nova.
"Apa Mommy mau menikah lagi, seperti Daddy yang menikah degan Bunda?"
__ADS_1
"Iya sayang. Apa boleh?"
Quin terdiam. Dia pun memandang semua orang tua nya yang ada disana. Ani yang tersenyum pun di sambut senyuman juga oleh Quin.
"Yeeeeyyyy Quin akan punya Papi baru" ucap Quin senang.
Nova yang melihat Quin yang antusias dan mau menerima Angga sebagai Papi nya pun tersenyum bahagia. Bahkan ia sempat menetes kan air mata nya.
Quin langsung berlari mencari Opa dan Oma nya yang berada di ruang keluarga.
"Opa Oma. Quin mau punya Papi baru" teriak Quin yang membuat Daddy Martin dan Mommy Aletha melihat Quin yang berteriak.
"Kenapa sayang?" tanya Mommy Aletha.
"Quin mau punya Papi baru Oma. Ayo Oma kita lihat Papi baru Quin" ajak Quin yang menarik tangan Mommy Aletha.
Daddy Martin dan Mommy Aletha pun mengikuti Quin membawa mereka ke ruang tamu. Disana mereka melihat Nova yang terisak karena bahagia. Nova tak menyangka kalau Quin akan seantusias itu menerima Angga sebagai Papi baru nya.
"Nova kenapa?" tanya Mommy Aletha.
"Mom"
Nova langsung memeluk Mommy Aletha. Sampai sekarang Nova masih merasa bersalah dengan Mommy Aletha yang sudah baik dengan nya dulu.
"Apa benar yang di bilang Quin?"
"Benar Mom. Kenal kan Mom, dia Angga calon suami Nova" ucap Nova memperkenal kan Angga pada Mommy Aletha.
"Aletha Mommy nya Brian dan ini suami saya Martin" ucap Mommy Aletha.
"Angga Nyonya"
"Selamat iya Nova, akhir nya kamu menikah lagi. Semoga pernikahan kamu kali ini sakinnah mawaddah warrahmah. Jangan di ulangi lagi yang dulu iya. Mommy berharap kamu bahagia bersama suami mu yang ini" ucap Mommy Aletha memberi sedikit nasihat.
"Terima kasih Mom. Maaf kan Nova yang dulu Mom" ucap Nova yang kembali terisak.
"Uda jangan nagis lagi. Jadi kapan kamu menikah sayang?"
"Dua bula lagi Mom. Mommy datang iya" pinta Nova
"Pasti. Pasti Mommy akan datang"
"Oke kalau gitu, Mas ke kantor dulu iya sayang." ucap Brian yang langsung berdiri begitu pun dengan Ani.
__ADS_1
"Bentar iya Nova, Angga. Saya tinggal dulu"
Ani pun mengantar kan Brian ke depan pintu utama. Brian kembali pamit, sebelum pergi Ani mencium tangan Brian dan Brian pun tak tinggal diam, ia mencium kening Ani lembut.