
"Harus hari ini princess?" tanya Daddy Martin yang tak percaya dengan ngidam anak sahabat nya itu.
"I-Iya Dad" jawab Breena terbata.
"Tapi itu sama aja Abang harus terbang ke dua pulau sayang. Apa kamu bisa sabar menunggu nya?" tanya Daddy Martin lagi untuk memastikan.
"Sabar Dad. Yang penting Breena makan itu"
"Oke kalau begitu tunggu sebentar"
Setelah mengatakan itu Daddy Martin melihat sekeliling nya mencari keberadaan anak nya itu. Namun ia tak melihat keberadaan anak nya.
Daddy Martin pun egera menelpon anak angkat nya itu. Untuk menghampiri nya di meja Breena.
"Kau dimana Juan?" tanya Daddy Martin tanpa basa basi setelah Juan mengangkat telpon nya.
"Di lorong mengarah ke toilet Dad. Ada apa?"
"Segera temui Daddy di meja Breena" ucap Daddy Martin tegas.
Huuuffttt
"Baik lah Dad" ucap Juan pasrah.
Juan tau apa maksud Daddy nya menelpon nya. Uda pasti ada hubungan nya dengan ngidam Breena yang super aneh itu.
Bagaimana bisa dia disuruh terbang ke kedua pulau. Yang satu di Timur yang satu di Barat. Sama saja begitu sampai di Jakarta makanan nya sudah pasti dingin.
Sambil menunggu kedatangan Juan. Daddy Martin menatap kearah meja Breena yang di isi dengan perempuan yang bahkan ia pun tak kenal. Namun atensi nya teralihkan saat Selvi mengelus punggung Breena.
"Maaf Mbak. Boleh saya bertanya?" tanya Daddy Martin.
"Iya Tuan. Anda ingin bertanya apa?" jawab Selvi ramah dan dengan suara lembut nya.
"Apakah kamu kenal dengan Breena? Karena sedari tadi saya perhatikan kamu mengelus punggung Breena" tanya Daddy Martin penasaran.
Breena yang mendengar pertanyaan Daddy Martin pun mengernyitkan alis nya.
"Kenapa Daddy bertanya seeprti itu?" tanya Breena heran, bahkan ia menghentikan tangis nya.
"Apa ada yang salah princess? Daddy bertanya karena Daddy tak mengenal nya. Dan baru kali ini bertemu dengan nya" ucap Daddy Martin.
"Apa yang dibilang Daddy mu ada benar nya sayang. Papa juga baru kali ini melihat nya. Sedangkan Papa kenal semua sama sahabat sahabat kamu. Kalau boleh tau, siapa dia sayang?" tanya Papa Doni yang juga penasaran dengan keberadaan Selvi didekat anak nya.
"Ooohhh astaga, apa Abang belum memperkenalkan Kak Selvi sama Daddy dan Mommy?" tanya Breena tak percaya dengan kelakuan Abang nya itu.
"Belum. Kau tau sendiri Abang mu itu tidak mau tinggal di mansion lagi. Ia lebih memilih tinggal di apartemen nya yang sempit itu" ejek Daddy Martin sambil terkekeh.
"Sempit dari mana? Itu apaertemen mewah Dad. Oohh Tuhan. Ada apa denganmu Dad? Bahkan itu apartemen kau yang membelikan nya untuk Abang Dad saat dia lulus saat masuk ke sekolah penerbangan nya" protes Breena.
__ADS_1
"Baik lah iya itu apartemen mewah Princes. Sekarang jawab pertanyaan Daddy. Siapa dia princess?" tanya Daddy Martin lagi.
"Baik lah kalau begitu. Perkenalkan Dad. Dia Kak Selvi. Kekasih nya Abang" ucap Breena dengan senyum manis nya.
"Ke-Kekasih?" tanya Daddy Martin tak percaya, yang hanya dibalas anggukan kepala Breena.
"Kak kenal kan ini Daddy Martin Anderson. Dia orang tua nya Mas Brian dan Abang. Pasti Kakak uda tau kan. Adek yakin kalau Abang uda cerita sama Kakak" ucap Breena memperkenalkan Daddy Steven.
"Kalau yang ini cinta pertama nya Breena. Dia Bapak Doni Abraham" lanjut Breena dengan senyum manis nya.
Selvi pun langsung menyalami dan mencium kedua tangan pria paruh baya itu sambil memperkenalkan nama nya.
"Kau beneran kekasih dari anak nakal itu?" tanya Daddy Martin yang masih tak percaya. Bagaimana ia mau percaya kalau yang ada di depan nya ini gadis cantik dengan tubuh mungil nya.
"Benar Tuan" ucap Selvi sambil menunduk.
Pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar suara Juan dari belakang tubuh Daddy Martin dan Papa Doni.
"Daddy. Papa" panggil Juan.
Daddy Martin langsung berbalik dan menatap tajam kearah Juan.
"Kau" ucap Daddy Martin dengan mata yang sangat marah.
"Kenapa Dad?" tanya Jaun takut takut.
Daddy Martin mendekat dan langsung menjewer telinga Juan, membuat nya memekik kesakitan.
Pekikan Juan pun sampai membuat Mommy Aletha melihat kearah mereka. Ia membulatkan matanya melihat kelakuan suami nya itu.
"Adduuhhh sakit Dad. Kenaoa Daddy menjewer telinga ku?" adu Juan yang kesakitan.
"Kau masih bertanya lagi kenapa?" ucap Daddy Martin dengan nada dingin nya.
"Iya...."
"Daddy. Kenapa Daddy menjewer nya?" tanya Mommy Aletha yang tiba tiba saja datang dan memotong ucapan Juan.
"Mommy tanya saja sama anak satu ini. Lama tak pulang ke mansion, tau tau uda punya kekasih dan tidak memperkenalkan nya pada kita" omel Daddy Steven.
"Kau punya kekasih Juan?" tanya Mommy Aletha dengan mata yang memicing tajam.
Juan hanya bisa menganggukan kepala nya sambil menatap Mommy Aletha yang dalam mode galak nya.
"Lantas dimana kekasih mu itu?"
"Tuuuu" tunjuk Juan ke arah belakang Breena.
Mommy Aletha pun langsung mengalihkan pandangan nya. Ia melihat seorang wanita muda dan cantik berada di belakang Breena.
__ADS_1
"Siapa nama mu nak?" tanya Mommy Aletha yang sudah berada di depan Selvi.
"Selvi Nyonya" ucap Selvi sambil menyalami dan mencium tangan Mommy Aletha.
Mendapat perlakuan baik dari Selvi, Mommy Aletha tersenyum sangat manis.
"Kau kekasih nya Juan?"
"Iya Nyonya" jawab Selvi takut takut.
"Jangan panggil Nyonya, panggil Mommy juga biar sama seperti yang lain nya" ucap Mommy Aletha seraya membawa Selvi kedalam pelukan nya.
Selvi menatap ke arah Juan yang sudah tersenyum kearah nya. Mendapati anggukan kepala Juan, Selvi memberanikan diri membalas pelukan Mommy Aletha.
"Iya Mommy" ucap Selvi.
"Kau sudah besar Juan. Anak dari orang kepercayaan Daddy sudah besar sekarang. Kenapa kau cepat sekali besar nya Juan. Bahkan Daddy masih menganggap mu anak kecil yang Daddy rawat dulu" ucap Daddy Martin dengan mata berkaca kaca.
"Juan besar karena di rawat dan dijaga oleh Daddy. Terima kasih sudah membesarkan Juan Dad" ucap Juan tulus. Tanpa terasa air mata nya sudah menetes.
Suasa haru itu pun harus berubah berakhir dengan seruan dari seorang princess dari 4 keluarga pengusaha.
"Dad, terus gimana sama ngidam Breena. Kenapa jadi bahas Abang sama Kak Selvi?" protes Breena yang sudah menghentakkan kaki nya.
"Oohh sorry princess, Daddy lupa" ucap Daddy Martin sambil terkekeh geli.
Anak Doni Abraham tak pernah berubah. Ia selalu manja dengan sahabat sahabat Papa nya.
"Kenapa kau tak mau menuruti permintaan Adik mu Juan?" tanya Daddy Martin yang sudah berkacak pinggang.
"Permintaan yang mana Dad?" tanya Juan pura pura lupa.
"Ngidam nya Juan. Adik mu sedang ngidam makanan Lombom dan Aceh. Apa susah nya kau terbang kesana. Jet ada, pilot nya dirimu. Co-Pilot , Pramugari juga ada. Terus apa lagi yang jadi masalah nya Juan?" omel Daddy Martin.
"Abang capek Daddy, abis flight dari Bali ngantar Mas Ibra, langsung kesini. Apa tak bisa ngidam nya besok saja?" keluh Juan lirih.
"Tidak bisa. Harus hari ini. Daddy tak mau iya cucu cucu Daddy ileran karena ngidam nya tak terturuti"
"Mohon maaf iya Tuan Martin Anderson yang terhormat. Mereka cucu cucu ku. Kenapa jadi cucu cucu mu?" protes Papa Doni.
"Sama saja" jawab Daddy Martin ketus.
"Masalah nya yang Abang bawa itu jet kosong Dad. Hanya ada Abang, Co-Pilot sama Pramugari"
"Terus kau mau bawa apa emang nya?" tanya Daddy Martin dan Papa Doni bersamaan.
"Penumpang lah Dad" jawab Juan santai.
"Oke kalau begitu, Breena. Dayyan, Selvi kalian juga ikut kesana. Sekalian ajak juga Brian, Ani sama Quin" ucap Daddy Martin tegas.
__ADS_1
Selvi terdiam mendengar nya. Tak mungkin ia pergi begitu saja. Ia belum izin sama orang tua nya.