
Di rumah minimalis namun terlihat mewah dan elegan, serta sejuk di pandang mata karena begitu banyak bunga bunga cantik di halaman depan rumah itu.
Di dalam rumah tersebut ada tiga pasang pasangan suami istri. Dua pasangan yang sudah paruh baya, dan satu pasangan yang masih muda. Siapa lagi kalau bukan pasangan Breena dan Dayyan.
Malam ini Breena mengadakan makan malam bersama keluarga nya. Dia sudah mengundang semua orang termasuk pasangan pengantin baru Ani dan Brian. Namun karena Brian yang sedang dalam mode manja dengan Ani, sehingga mereka tidak bisa datang.
Ya, Brian sedang mengajak Ani ke Villa nya yang ada di daerah Bogor. Jangan tanya apakah mereka membawa Quin? Dan sudah pasti jawaban nya adalah tidak. Brian hanya ingin berdua dengan sang istri yang sholehah itu.
Kalau di tanya, apa tujuan nya membawa Ani ke Villa nya? Sudah pasti dia akan mengatakan kalau dia dan Ani sedang ada misi rahasia. Yang sudah pasti semua tau dan paham apa misi rahasia nya Brian.
Kembali ke pasangan Breena dan Dayyan. Saat ini Breena sedang menatap suami tampan nya itu yang sedang berjibaku di depan kompor. Breena yang sedari tadi merengek minta di masak kan nasi goreng kampung plus seafood oleh Dayyan, akhir nya permintaan nya itu di penuhi juga setelah menunggu Dayyan menyelesai kan pekerjaan penting nya.
Pada hal Umma Hanum dan Mama Ratih sudah menawar kan agar mereka saja yang memasak nya. Namun langsung di tolak oleh Breena. Dengan alasan kedua anak nya ingin memakan masakan Abi nya. Tentu saja alasan itu tidak bisa di ganggu gugat oleh kedua Ibu paruh baya itu.
Dimana Papa Doni dan Abah Arsya? Jawaban nya kedua calon Kakek itu sedang main catur di gazebo yang ada di halaman belakang. Sehingga mereka tidak mengetahui aksi anak dan menantu nya.
"Mas. Apa masih lama lagi?" tanya Breena yang sudah tidak sabar menikmati hasil masakan suami nya.
"Tunggu lima menit lagi iya sayang" jawab Dayyan lembut dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah tampan nya.
"Cepat Abi, dedek uda laper" ucap Breena menirukan suara anak kecil sambil mengelus perut nya.
"Iya tunggu iya sayang sayang nya Abi. Ini tinggal di pindah kan di piring nasi goreng nya"
Dengan hati hati Dayyan memindah kan nasi goreng nya. Setelah selesai Dayyan pun menghampiri Breena yang menunggui nya di meja makan.
"Taraaaaa nasi goreng kampung + seafood buatan chef Dayyan sudah jadi. Silah kan di nikmati Nona" ucap Dayyan menirukan seorang pelayan di restauran.
Dengan mata yang berbinar, Breena menatap nasi goreng buatan suami nya itu.
__ADS_1
"Terima kasih Abi" ucap Breena sambil mencium pipi suami nya. Yang di balas senyuman manis Dayyan.
Kedua Ibu mereka pun saling menatap. Lalu mereka menatap ke arah anak dan menantu mereka berdua. Dalam benak mereka. 'Sejak kapan Breena mau mempertonton kan kemesraan mereka di depan orang lain? Apakah ini pengaruh hormon kehamilan nya?'
Dan apa yang mereka pikir kan pun memang benar ada nya. Sebab setelah melihat itu, mereka justru melihat Dayyan yang sedang menyuapi Breena. Dengan telaten Dayyan menyuapi istri nya sambil mengelus perut buncit Breena.
"Apa kalian memang seperti ini setiap hari nya?" tanya Mama Ratih yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tau nya.
"Tidak juga Mah. Ini kami lakukan kalau Breena lagi dalam mode manja karena ngidam. Selebih nya iya kami biasa saja seperti pasangan lain nya" jawab Dayyan tanpa melihat kearah mertua nya, sebab tangan nya masih sibuk menyuapi Breena.
"Ian apa ngidam Breena merepotkan mu?" tanya Mama Ratih.
"Mah kenapa nanya begitu? Breena ngidam juga anak nya Mas Dayyan. Kalau bukan sama Mas Dayyan, Breena harus meminta sama siapa? Tidak mungkin kan Breena minta sama suami orang" jawab Breena kesal dengan pertanyaan Mama nya itu.
"Sssttt jangan marah marah sayang. Ingat ada Dedek disini" tegur Dayyan halus, yang masih setia mengelus anak kembar nya.
Breena hanya mengerucut kan bibir nya. Dayyan sungguh gemas melihat Breena yang cemberut.
"Eehh iya juga iya Mah. Hehehe" jawab Breena cengengesan.
Mama Ratih, Umma Hanum dan Dayyan pun hanya bisa menggeleng kan kepala mereka melihat tingkah absurd nya Breena.
"Ian nggak merasa di repotkan kok Mah. Lagian ini juga kan keinginan anak nya Ian. Nggak mungkin kan nggak Ian turuti. Lagian Ian suka kalau lihat Breena lagi mode ngidam Mah" ucap Dayyan menjawab pertanyaan Mama mertua nya tadi.
"Tuh kan Mas Dayyan aja suka lihat Aku mode ngidam gini Mah" jawab Breena dengan senyum bangga nya.
"Maksud kamu suka gimana Nang?" tanya Umma Hanum yang sedari tadi mendengar kan perdebatan antara anak dan Mama nya.
"Ian suka Breena jadi manja Umma. Lihat lah yang kata nya hanya ngidam nasi goreng kampung plus seafood, jadi bertambah ngidam nya juga minta di suapi Umma. Ian selalu nunggu saat Breena lagi ngidam Umma. Itu arti nya anak anak Ian ingin Ian manja kan" jawab Breena lembut dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Umma Hanum dan Mama Ratih juga ikut tersenyum mendengar jawab Dayyan. Umma Hanum bahkan tak menyangka, anak nya yang dingin itu bisa memanjakan istri nya yang sedang hamil.
Umma Hanum pun teringat saat anak nya mengatakan akan mengkhitbah seorang gadis yang di cintai nya. Namun gadis itu tak pernah tau dirinya, bahkan tak mencintai nya. Umma Hanum sempat pesimis sama rumah tangga anak nya. Ia takut anak nya tak bisa membahagia kan istri nya. Atau istri nya yang sejak awal tak mencintai nya itu, tak menganggap nya. Namun pemikiran Umma Hanum dulu terkikis dengan tingkah anak dan menantu nya yang saling menyayangi dan mencintai. Bahkan di pernikahan mereka yang seumur jagung, mereka sudah di berikan kepercayaan untuk mengurus anak anak mereka. Itu arti nya pernikahan yang di takut kan sama Umma Hanum tidak akan pernah terjadi. Sebab mereka sudah saling mencintai.
"Aaahhh terima kasih Abi. We love you" ucap Breena riang sambil menunjuk kan finger heart nya.
Teriakan Breena sampai terdengar oleh kedua calon Kakek yang sedang berjalan menuju ke arah ruang makan. Mereka pun langsung mempercepat langkah kaki mereka.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu teriak begitu?" tanya Papa Doni panik.
"Emang Breena kenapa Pah?" bukan nya menjawab, Breena justru memberikan pertanyaan kepada Papa nya.
"Lah itu kamu jerit jerit gitu. Kenapa?" tanya ulang Papa Doni.
"Oohhh Breena lagi senang aja Pah. Hehehe"
Kedua calon Kakek itu pun menghela nafas mereka lega. Ternyata anak dan menantu nya lagi bahagia rupa nya.
"Terus ini kenapa nasi goreng nya hanya ada satu piring? Apa tidak ada untuk Abah dan Papa?" tanya Abah Arsya yang selera melihat nasi goreng buatan Dayyan.
"Maaf Kakek. Nasi goreng nya hanya ada satu. Soal nya ini nasi goreng permintaan cucu cucu Kakek. Jadi kalau Kakek mau nasi goreng. Iya Kakek masak sendiri aja. Yang ini spesial buatan Abi kami Kek" jawab Breena dengan menirukan suara anak anak.
Ucapan Breena sukses membuat semua yang ada di ruang makan itu tertawa. Bagaimana bisa Breena menyuruh Abah Arsya memasak nasi goreng sendiri. Sedang kan yang lain pada tau kalau sedari kecil Abah Arsya tak pernah menginjak kan kaki nya di dapur. Bahkan Dari sejak kecil Abah Arsya hanya belajar dan belajar saja.
Abah Arsya pun cemberut mendengar jawaban dari Breena.
"Yaahhh pada hal Kakek juga ingin makan nasi goreng" ucap Abah Arsya sedih pura pura merajuk.
Melihat Abah Arsya yang pura pura merajuk pun menjadi kan tawa mereka semakin pecah. Bagaimana tidak, seorang Kyai merajuk hanya karena ingin makan nasi goreng. Bagaimana kalau para santri nya sampai ada yang tau. Jatuh sudah reputasi Abah Arsya.
__ADS_1
"Wahh ada apa ini? Kenapa ketawa nya tidak ngajak ngajak" ucap seseorang dari arah pintu yang menghubung kan ruang makan dan ruang keluarga.