Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
4 Bulanan Ani dan 7 Bulanan Breena


__ADS_3

Sejak tadi keluarga Paman Aska hanya diam dan menyimak semua yang terjadi di depan mata mereka bertiga.


Saat ini keponakan nya mendapat kan begitu banyak hadiah dari sahabat sahabat mertua nya. Bahkan dari keluarga Angkat nya juga.


Ani mendapat kan saham, butik, apartemen, satu set berlian yang di pesan khusus untuk nya. Bahkan yang membuat nya lebih tercengang adalah, keponakan nya itu mendapat kan satu buah pulau pribadi di daerah Aceh.


Paman Aska pun berpikir. Apa alasan mereka memberikan keponakan nya itu hadiah sepantastis itu. Begitu pun dengan istri nya. Ia bahkan sampai melongo melihat hadiah yang di dapat keponakan nya.


Kebingungan di wajah mereka terlihat jelas ketika Daddy Martin tak sengaja menatap mereka.


"Pak Aska, apa ada yang ingin kalian tanya kan?" tanya Daddy Martin membuat lamunan Paman Aska sirna.


"Maaf Pak Martin. Ini ada apa iya? Kenapa Lia keponakan saya mendapat kan hadiah sebanyak itu?"


"Oohhh itu hadiah untuk menyambut anggota keluarga baru di keluarga kami Pak. Di setiap keluarga yang akan menambah anggota keluarga baru, selalu mendapat kan hadiah. Jadi ini sudah seperti tradisi di circle persahabatan kami" jelas Daddy Martin.


Paman Aska masih mencerna ucapan dari setiap kata kata yang terlontar dari mulut Daddy Martin.


"Apa Ani sedang hamil Pak Martin?" tebak Bibi Mayang.


"Iya benar Bu Mayang. Ini hadiah karena Ani sudah hamil. Dan usia kehamilan nya sudah 7 minggu." ucap Mommy Aletha dengan senyum manis nya.


"Selamat sayang. Selamat atas kehamilan kamu. Maaf kalau Bibi dan Paman tidak tau kabar kehamilan kamu." ucap Bibi Mayang yang langsung memeluk Ani.


"Terima kasih Bi. Maaf belum sempat kasih kabar ke Bibi. Karen baru tadi pagi kami tau nya. Rencana nya kami besok akan ke rumah Bibi untuk kasih tau kabar bahagia ini. Tapi Bibi, Paman dan Mas Dendy uda datang duluan kesini. Ani pikir Bibi uda tau maka nya Ani diam aja"


"Sekali lagi selamat sayang. Dan maaf kalau kami datang tidak membawa hadiah" ucap Bibi Mayang dengan wajah sendu nya.

__ADS_1


"Tidak apa apa Bibi. Yang penting kita semua sehat dan bisa berkumpul bersama. Itu uda lebih dari cukup untuk Ani." ucap Ani lembut.


"Kalau begitu hadiah nya menyusul aja iya. Nggak papa kan sayang"


Ani hanya mengangguk kan kepala nya. Ia tak tau mau berkata seperti apa lagi. Bagi nya malam ini adalah malam yang paling bahagia di hidup nya setelah kedua orang tua nya meninggal dunia. Ani bersyukur bertemu dengan orang orang yang sangat menyayangi nya.


"Hey Martin, apa kau tak akan memberikan hadiah untuk calon cucu mu?" tanya Papa Doni sinis.


"Aku sudah menyiap kan nya. Tapi besok baru selesai. Jadi besok saja aku kasih mereka hadiah" ucap Daddy Martin cuek.


"Apa apaan itu. Mana bisa begitu" protes Daddy Steven.


"Iya bisa lah dia cucu ku. Jadi besok aja aku berikan hadiah untuk nya. Kenapa justru kalia. Yang protes"


"Karena kau tak memberikan nya malam ini"


"Dasar nyebelin" ucap Papa Doni dan Daddy Steven berbarengan.


"Dad, dimana Abang?" tanya Breena tiba tiba.


"Oohh Abang lagi terbang ke Paris princess. Daddy menyuruh nya kesana mengantar kan dokumen untuk perusahaan yang di sana. Kenapa?" jawab Daddy Martin.


"Oohhh dia naik jet atau pesawat biasa Dad?"


"Daddy uda minta dia naik jet. Tapi kata nya dia mau naik pesawat biasa aja. Malas nyetir kata nya" ucap Daddy Martin terkekeh di akhir kalimat nya.


"Dasar manusia aneh. Baik lah nanti Breena mau nelpon Abang. Mau minta di beli kan oleh oleh dari sana"

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan pembahasan mereka. Tak terasa waktu juga sudah menunjuk kan larut malam. Akhir nya satu persatu tamu pun pulang ke rumah mereka masing masing.


...----------------...


Tiga Bulan Kemudian.


Tak terasa sudah tiga bulan. Itu arti nya kehamilan Breena sudah memasuki bulan ke tujuh. Sedangkan Ani kehamilan nya sudah memasuki bulan ke empat.


Breena sendiri perut nya sudah semakin membesar. Bukan hanya perut tapi bentuk tubuh nya pun juga sudah mulai membesar. Sejak hamil nya masuk trisemester kedua, Breena lebih banyak ngemil dan makan buah. Sehingga perut nya sudah seperti hamil usia sembilan bulan. Apa lagi memang Breena hamil anak kembar.


Untuk jenis kelamin nya sendiri, mereka juga sudah mengetahui nya. Iya anak nya adalah sepasang, perempuan dan laki laki. Maka dari itu Dayyan langsung mendesign kamar khusus untuk putra dan putri nya sesuai jenis kelamin mereka.


Berbeda dengan Ani. Iya Ani yang memiliki postur tubuh mungil pun, sejak dia hamil justru semakin berisi badan nya. Iya juga tidak tau mengapa. Pada hal selama kehamilan nya yang selalu merasakan ngidam itu suami bukan dia. Brian mendapat kan jatah ngidam dan mual muntah.


Hari ini adalah hari untuk mengadakan acara syukuran empat bulanan kehamilan Ani dan tujuh bulanan kehamilan Breena. Mereka berdua sepakat mengadakan acara nya di pondok pesantren Al-Hidayah.


Bukan tanpa alasan kenapa mereka mengadakan nya di pondok pesantren. Iya tentu saja karena Umma Hanum yang meminta hal itu di adakan disana. Selain itu juga banyak santri serta Uztadz dan Uztadzah yang akan ikut mendoakan mereka berdua nanti nya.


Ani dan Breena sedang bersiap di kamar merekaasing masing. Breena memilih memakai gamis berwarna coklat yang di lapisi dengan kain brukat yang berwarna putih. Senada dengan kemeja batik Dayyan yang berwarna coklat. Dayyan kini mengenakan sarung berwarna putih. Pasangan Gus dan Ning ini memang selalu mencuri perhatian para santri.


Sedangkan Ani memakai gamis berwarna baby blue. Senada dengan gamis yang di pakai oleh Quin. Begitu pun Brian ia memakai batik berwarna baby blue juga. Mereka satu keluarga yang terlihat sangat bahagia.


Acara di adakan di halaman pondok pesantren. Abah Arsya memilih di halaman luas pondok karena banyak tamu yang di undang. Dari pengampu pondok pondok yang lain nya. Kolega bisnis nya dan anak nya. Juga kolega bisnis dari perusahaan Brian dan Daddy Martin. Juga beberapa staf dari rumah sakit Papa Doni.


Acara di mulai dari membaca kan surat surat al-Qur'an. Dan di isi ceramah langsung oleh Abah Arsya selaku pemilik pondok dan calon Kakek dari menantu dan anak gadis nya yang sedang hamil. Kemudian di lanjut lagi dengan membaca kan doa doa untuk kesehatan dan keselamatan kedua Ibu hamil.


Acara berjalan lancar, semua santri serta Ustadz dan Ustadzah menyambut bahagia kehamilan dari Ning mereka. Sebentar lagi pondok pesantren mereka akan di meriah kan oleh tangisan tangisan dari cucu Kyai mereka.

__ADS_1


Hingga tiba tiba suara keributan pun menghentikan acara yang sedang berlangsung. Salah satu anak buah Daddy Martin menyampai kan kalau ada seorang wanita yang sedang mencari Gus Dayyan. Dan memaksa masuk ke dalam area pondok pesantren.


__ADS_2