
Setelah mengambil cincin milik Mama nya dan memakai kan nya di jari manis Selvi. Juan kembali memasuk kan semua aset milik nya ke dalam koper.
Setelah selesai, Daddy Martin pun membawa Juan ke dalam ruang kerja nya, untuk menyimpan aset tersebut kedalam brangkas milik Daddy Martin. Di ikuti oleh masing masing istri mereka yang berjalan di belakang para suami.
Begitu sampai di ruang kerja nya. Daddy Martin menggeser rak buku di dalam ruang kerja nya. Lalu ia menekan beberapa password. Seketika terbuka lah sebuah pintu yang ternyata itu adalah ruang rahasia Daddy Martin.
Di dalam ruang rahasia, kembali Daddy Martin memasuk kan beberapa password di sebuah pintu besar. Ketika pintu itu terbuka, Selvi tercengang melihat apa isi di balik pintu tersebut.
"Apa ini nyata?" gumam Selvi pelan tapi masih bisa di dengar oleh yang lain nya, terutama Mommy Aletha yang memang berdiri disamping nya.
"Ini nyata sayang. Daddy memang menyimpan dokumen dokumen penting yang tidak bisa sembarangan orang melihat nya. Dan sekarang semua aset Juan akan di simpan disini juga" jelas Mommy Aletha.
"Woooowww" ucap Selvi tak percaya setelah melihat lebih dekat lagi apa yang di lihat nya.
Di dalam brangkas itu banyak sekali tumpukan uang dolar dari beberapa negara. Serta emas batangan yang sangat besar besar.
Daddy Martin memgambil lima gepok uang dolar.
"Ini untuk kalian. Pakai lah uang ini untuk biaya kalian honeymoon" ucap Daddy Martin sambil menyerah kan tumpukan uang dolar itu.
"Tapi Dad"
"Ambil lah Juan. Kau tau Daddy mu itu tidak suka nama nya penolakan bukan?" ucap Mommy Aletha memotong ucapan Juan.
Dengan berat hati Juan mengambil nya. Lalu ia menyerahkan nya pada sang istri. Selvi menerima nya dengan tangan yang bergetar.
__ADS_1
"Tolong simpan sayang. Semua keperluan kita akan Abang serah kan sama kamu. Kamu yang akan mengurus semua pengeluaran kita mulai saat ini" ucap Juan dengan senyum manis nya yang hanya di angguki oleh Selvi.
"Ayo ikut sama Mommy sayang" ajak Mommy Aletha yang langsung menggandeng tangan Selvi keluar dari ruang rahasia Daddy Martin.
Mommy Aletha membawa Selvi kedalam kamar pribadi nya.
"Kamu tunggu disini dulu iya" pinta Mommy Aletha menduduk kan Selvi di sofa dalam kamar nya.
Mommy Aletha pergi ke walk in closed nya, dan mengambil satu set berlian milik nya.
"Ini untuk mu sayang. Hadiah spesial dari Mommy" ucap Mommy Aletha menyerah kan satu set berlian tersebut ke tangan Selvi.
Kembali tangan Selvi bergetar lagi. Belum cukup keterkejutan nya setelah tahu kalau suami nya ternyata seorang sultan. Sekarang ia di kejut kan lagi oleh pemberian Daddy Martin dan Mommy Aletha untuk nya dan Juan.
"Tidak sayang. Kamu pantas mendapat kan nya. Ambil lah. Ini khusus Mommy beli untuk hadiah pernikahan kalian. Maaf kalau Mommy hanya bisa kasih ini untuk kalian" ucap Mommy Aletha yang tak mau pemberian nya di tolak oleh Selvi.
"Terima kasih Mom. Terima kasih" ucap Selvi sambil memeluk Mommy Aletha.
Selvi bahagia sekali. Dia di terima dengan baik di keluarga angkat Juan.
Selepas makan siang bersama dengan keluarga Anderson. Juan membawa Selvi ke pemakaman elit di daerah Jakarta.
Juan menggandeng tangan Selvi menuju ke blok makam kedua orang tua nya.
Disini lah mereka sekarang, di depan dua buah Makam yang saling berdampingan. Dengan nama Arhan Arsenal dan Anastasya Sativa di atas batu nisan mereka.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mah Pah. Juan datang. Maaf baru bisa mengunjungi kalian lagi hari ini. Hari ini dan seterus nya Juan tidak datang sendirian lagi Mah Pah. Uda ada Selvi, istri Juan yang akan menemani Juan setiap mengunjungi kalian" ucap Juan dengan suara bergetar nya.
Selvi yang paham bagaimana perasaan Juan hanya bisa mengusap punggung Juan.
"Pah. Kenapa Papa meninggal kan semua aset Papa tanpa setahu Juan? Kenapa Papa melimpah kan semua nya sama Juan? Bagaimana Juan akan mengelola nya Pah? Apa yang akan Juan lakukan nanti setelah ini Pah?" tanya Juan putus asa. Karena memang Juan tak tau ia harus melakukan apa dengan semua aset yang dia punya saat ini.
Juan yang biasa nya hanya terbang dari satu kota ke kota lain. Atau ke negara lain pun tak paham dengan masalah bisnis. Lalu bagaimana dia akan mengurus nya? Mengembangkan usaha peninggalan kedua orang tua nya.
"Assalamualaikum Mah Pah. Kenalin saya Selvi. Istri nya Abang yang baru kemarin Abang nikahin. Maaf kalau sebelum menikah Selvi belum pernah kesini. Karena Abnag tak pernah mau mengajak Selvi kesini Mah Pah" adu Selvi yang membuat Juan terkekeh di sela tangis nya.
"Lihat lah Mah, Abang justru tertawa. Menyebalkan sekali dia nya Mah" lanjut Selvi pura puraerajuk.
"Mah, Pah. Mungkin ini terlambat tapi Selvi ingin meminta restu kepada kalain berdua. Tolong restui pernikahan kami. Abang orang yang baik Mah Pah, orang baik yang mau menerima Selvi yang sederhana ini. Sekali lagi tolong restui pernikahan kami Mah Pah" pinta Selvi sambil mengelus batu nisan Mama Juan.
Setelah meminta restu, Juan dan Selvi pun sama sama membacakan surat yasin di depan makam kedua orang tua Juan. Setelah selesai mereka menabur kan kelopak bunga mawar merah, tak lupa menyiram air mawar juga di makam kedua nya.
Juan juga menaruh satu pot bunga anggrek kesukaan Mama nya.
"Juan sama Selvi pamit pulang dulu iya Mah Pah. Juan sayang kalian. Sebisa mungkin kalau Juan ada waktu luang, Juan dan Selvi akan datang mengunjungi kalian lagi. Juan mau bawa Selvi kerumah kita Mah Pah. Rumah yang sudah lama sekali tidak Juan datangi setelah kepergian kalian berdua" ucap Juan yang sudah berdiri di depan makam kedua orang tua nya.
Begitu pun dengan Selvi. Selvu yang masih berjongkok di samping makam Mama Tasya pun membisik kan sesuatu.
"Mah, Selvi pamit iya. Selvi akan sering sering kesini mengunjungi kalian walau pun tak di ajak Abang. Oiya Mah, tadi Abang uda kasih Selvi cincin pernikahan Mama. Cincin nya sangat pas di jari Selvi Mah. Selvi janji akan menjaga dan memakai cincin ini setiap hari Mah. Agar Selvi dan Abang bisa selalu merasakan kehadiran Mama di antara kami. Mama jangan takut, mulai sekarang Selvi yang akan menjaga dan merawat Abang Mah. Selvi pamit iya Mah, Assalamualikum" bisik Selvi sangat pelan sehingga Juan tidak bisa mendengar nya.
Akhir nya Juan dan Selvi pun meninggal kan makam kedua orang tua Juan. Senyum mengembang di wajah mereka berdua.
__ADS_1