
Hari yang di tunggu pun tiba juga. Hari ini Dayyan dan yang lain nya akan berangkat ke Bandung. Tepat nya ke pondok pesantren Al-Hidayah tempat orang tua Dayyan.
Di rumah Dayyan, Breena sedang sibuk mengurus ketiga bayi kembar nya bersama para pengasuh nya masing masing.
Breena tidak banyak membawa baju mereka. Karena di Bandung pun sudah di sedia kan oleh Umma Hanum. Jadi Breena hanya membawa baju ganti untuk di jalan saja, kalau baju anak anak nya kotor, serta beberapa pempes.
"Mbak apa keperluan kalian sudah di siap kan juga?" tanya Breena yang masih sibuk memasuk kan baju baju untuk ketiga anak nya.
"Nggih Ning, sudah" jawab ketiga pengasuh anak nya.
"Nanti disana kalian mau tidur dimana Mbak? Di ndalem apa di asrama kalian dulu?"
"Kami nurut saja Ning. Dimana saja pun bisa" jawab pengasuh Adga yang di angguki oleh dua pengasuh lain nya.
"Iya uda kalau gitu di asrama aja iya Mbak. Paling kalau malam triple K di kuasai sama Umma dan Abah"
"Nggih Ning"
Setelah selesai Breena pun menggendong Adga yang sejak tadi tangan nya sudah terangkat minta di gendong Umi nya. Sedang kan kedua anak nya di gendong masing masong pengasuh nya. Pengasuh Adga membawa keperluan ketiga bayi itu turun ke bawah.
Di ruang tamu, sudah ada Brian, Ani dan kedua anak nya, serta pengasuh anak nya juga. Jangan di tanya seberapa banyak bawaan mereka. Yang pasti nya ribet. Sebab Mommy Aletha memaksa Brian untuk membawa serta salah satu pelayan nya dan beberapa bodyguard untuk menjaga mereka. Jadi bisa di perkirakan kalau untuk Brian saja sudah membawa tiga mobil.
Saat sedang menunggu yang lain nya, Ansel dan Windy pun datang. Kedua pasangan suami istri itu terlihat kompak menggunakan baju couple. Ansel menggunakan kemeja lengan panjang berwarna maroon yang lengan nya di tarik sampai ke siku, celana chinos panjang berwarna hitam dan sepatu cats berwarna putih. Sementara Windy memakai gamis berwarna maroon dengan hijab berwarna hitam dan sepatu yang sama dengan Ansel cats berwarna putih.
Kedatangan pasangan itu membuat Dayyan dan Brian menggelen g kan kepala. Mereka sudah seperti ingin pergi kencan saja.
"Assalamualaikum sayang sayang nya Papi. Duuhhh cantik banget sih sayang" ucap Ansel begitu dia masuk kedalam rumah Dayyan. Dan langsung menghampiri Deera yang berada di pangkuan Dayyan.
"Wa'alaikum salam. Uda pasti cantik lah Papi. Kan Deera perempuan sendiri" jawab Breena yang bermain dengan Adga dan Andra.
"Hehehehe sayang nya Papi"
__ADS_1
"Baru kita aja yang uda kumpul Mbak?" tanya Windy pada Ani yang sedang memangku Keenan.
"Iya Windy. Yang lain kata nya lagi otw" jawab Ani dengan senyum lembut nya.
Mereka pun kembali berbincang sambil bermain dengan keempat baby K itu. Tak lama suara mobil pun terdengar berhenti di halaman luas rumah Dayyan. Tak hanya satu tapi ada tiga mobil yang berhenti.
Dayyan dan Brian pun melongok kan kepala nya ke arah pintu. Ternyata yang datang adalah pasangan Dion dan Anggi. Dayyan dan Brian pun langsung mengernyitkan alis nya ketika melihat beberapa pria berpakaian hitam yang menunduk hormat kepada Dion dan Anggi yang keluar dari dalam mobil.
"Assalamualaikum" sapa Dion dan Anggi berbarengan begitu masuk ke dalam rumah Dayyan dan Breena.
"Wa'alaikum salam" jawab mereka semua serempak.
Dion pun menuntun Anggi duduk di sofa bersebelahan dengan Ani dan Breena. Setelah nya baru dia duduk di bagian para suami.
"Rame bener yang ikut?" sindir Dayyan yang membuat Dion langsung menghembus kan nafas nya.
"Kalian tau kan bagaimana Daddy sejak Anggi hamil? Biar kalian tau aja iya, begitu kami minta izin, Daddy justru menyuruh kami untuk cek kandungan dulu. Begitu di cek dan aman, Daddy seakan berat kasih izin. Untung nya ada Mama Ratih yang bantu kami menjelas kan sama Daddy. Maka nya Daddy akhir nya kasih izin. Dengan syarat bawa beberapa pelayan dan bodyguard" jelas Dion dengan wajah prustasi nya.
"Kenapa ketawa?" tanya Dion yang tak paham.
"Kalian sama. Sama sama senasib" ucap Dayyan yang masih terkekeh.
"Maksud nya apa?" tanya Dion yang masih tak paham.
"Kau sama Brian sama. Sama sama diauruh bawa pelayan dan bodyguard" ucap Dayyan yang membuat Dion pun akhir nya juga ikutan tertawa.
"Hahhahahaha ternyata penderitaan ku tak seorang diri. Masih ada teman seperjuangan yang sama nasib nya seperti ku" ucap Dion yang tertawa lepas.
"Assalamualaikum"
Suara salam dari arah pintu menghentikan tawa mereka. Semua yang ada di dalam rumah itu pun menatap kearah pintu. Pandangan mereka tak lepas dari dua sosok yang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
Salah seorang pria yang mereka kenal yang tak lain adalah Angga. Sedang berdiri dengan seorang wanita yang berada di samping nya dengan kepala yang menunduk
Semua orang yang ada di dalam rumah saling pandang. Seolah olah dari tatapan mata mereka saling bertanya, siapa perempuan itu? Mereka semua saling menggeleng kan kepala nya.
"Apa aku tak boleh masuk Mas?" tanya Angga yang merasa heran dengan tingkah pemilik rumah dan yang lain nya.
"Wa'alaikum salam. Ayo masuk Angga. Ajak juga perempuan yang bersama mu itu masuk juga" jawab Dayyan.
Angga pun menyuruh Nova untuk masuk terlebih dahulu. Nova duduk di samping Breena. Dia menyapa ketiga bayi kembar Breena lalu menyapa Baby Keen. Terakhir Nova mencium kening Quin.
Interaksi Nova tak lepas dari tatapan semua orang. Lagi lagi mereka saling bertanya melalui tatapan mata. Tapi memang tak ada yang mengenal siapa perempuan itu.
Nova yang sadar sedari tadi di tatap seperti itu pun langsung mengeluar kan suara nya.
"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?" tanya Nova yang heran dengan tingkah mereka.
"Kamu siapa?" tanya Breena dengan polos nya.
"Astafirullah. Bree, kau sudah tak kenal dengan ku lagi?" tanya Nova yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Breena.
"Astaga. Ya ampun. Kalian yakin pada nggak kenal dengan ku?" tanya Nova lagi yang lagi lagi mendapat kan gelengan kepala dari semua nya.
Angga pun berusaha menahan tawa nya, agar tak ketahuan kalau dia lagi menertawa kan mereka semua.
"Quin juga tak mengenal Mommy?" tanya Nova dengan raut wajah sedih nya.
"Mommy?" tanya mereka semua kompak.
"Wwaaahhhh Mommy cantik banget pakai hijab" puji Quin yang langsung tau siapa perempuan yang tadi mencium kening nya.
Quin pun langsung memeluk Nova. Dia menatap takjub dengan kecantikan Mommy nya yang sekarang berhijab.
__ADS_1