Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Cintya Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

"Terima kasih Tuan, Terima kasih. Karena telah memberikan saya kesempatan kedua. Saya janji, saya tidak akan mengecewakan Tuan lagi. Terima kasih Tuan" ucap Rendra dengan suara bergetar nya.


Dayyan pun hanya mengangguk kan kepala nya. Kemudian dia menatap semua karyawan nya yang masih setia berada disana.


"Bubar. Dan kembali bekerja" ucap Dayyan tegas.


Setelah mengatakan itu Dayyan pun berlalu dari Lobby di ikuti Dion di belakang nya menuju ruangan Dayyan.


Selepas kepergian Dayyan dan Dion, salah satu teman Rendra menghampiri Rendra. Ia menepuk bahu Rendra memberikan semangat.


"Ini pelajaran paling berharga untuk mu Ren. Kau lihat bos kita begitu baik dengan keluarga mu. Tapi ketika kau ingin mencuri perusahaan nya, dia justru memberimu kesempatam kedua untuk mu berubah dan bertanggung jawab kepada anak anak mu. Kau beruntung, karena kau tidak ikut di lapor kan kepolisi" ucap Denis.


"Kau benar Denis. Aku beruntung bertemu dengan nya. Dia anak guru ku. Keluarga mereka memang orang orang baik"


"Kau harus bukti kan sama Tuan Dayyan kalau kau memang pantas untuk mendapat kan kesempatan kedua. Selain itu kau juga harus membukti kan sama Cintya dan anak anak mu, kalau kau masih pantas untuk menjadi suami dan Ayah yang baik dan Ayah yang bisa mereka bangga kan kelak" ucap Denis memberikan Rendra semangat.


"Iya kau benar Denis. Aku harus membuktikan sama mereka semua" ucap Rendra kembali semangat.


Denis kembali menepuk bahu Rendra. Ia tau bagaimana perjuangan Rendra ketika mendapat kan kedua anak nya dulu.


......................


"Dion lakukan rapat sekarang juga dengan para petingga perusahaan. Aku ingin hari ini juga selesai semua masalah disini. Karena aku sudah merindukan istro dan anak anak ku" ucap Dayyan setelah mereka sudah sampai di ruangan Dayyan.


"Baik lah. Bukan hanya kau saja yang rindu istri. Aku pun juga sama. Aku merindukan istri cantik ku."


"Kalau begitu lakukan sekarang. Biar kita cepat pulang nya"


Dion segera melakukan perintah Dayyan. Dia menghubungi semua petinggi perusahaan itu.


30 menit berselang. Semua nya sudah berkumpul di dalam ruang rapat. Dayyan duduk di kursi pemimpin nya. Sedang kan Dion duduk di sebelah kanan Dayyan.


"Oke saya tidak akan berlama lama. Kita langsung ke inti nya saja. Saat ini posisi Direktur Utama dan sekretaris nya sedang kosong. Dan disini saya akan memberi tahu kan beberapa hal kepada kalian semua para petinggi perusahaan ini" ucap Dayyan sambil menatap satu persatu peserta rapat.


"Pertama. Rendra, saya akan menempat kan kamu di bagian pemasaran. Kamu akan menjabat sebagai karyawan biasa disana" ucap Dayyan sambil menatap Rendra.

__ADS_1


Rendra yang mendapati diri nya di pindah kan di divisi pemasaran pun hanya bisa mengangguki keputusan Dayyan.


"Terima kasih Tuan. Karena masih memberi saya satu kesempatan lagi" ucap Rendra tulus.


"Bukti kan sama saya kalau keputusan saya memberi kan kamu kesempatan itu tidak salah Rendra"


"Yang kedua, saya akan mengenal kan kepad kalian siapa pengganti Rendra yang akan menduduki posisi Direktur Utama disini beserta sekretaris nya. Dia adalah Wahyu dan sekretaris nya"


Wahyu dan sekretaris nya pun berdiri lalu membungkuk, memberi kan hormat pada semua peserta rapat.


"Wahyu adalah Direktur Utama di salah satu cabang Pratama.Corp di Indonesia" jelas Dayyan.


"Dan yang ketiga. Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Ini untuk yang pertama dan yang terakhir hal seperti ini terjadi. Kalau ada kejadian yang sama, maka saya tidak akan segan segan menyeret nya ke kandang singa milik mertua Dion" ucap Dayyan memberi peringatan.


"Siap Tuan" jawab semua peserta rapat.


"Baik lah rapat kita tutup. Dan Wahyu selamat bergabung di pusat Pratama.Corp yang ada di Jepang" ucap Dayyan menyambut Wahyu yang akan bergabung di perusahaan Jepang milik nya.


"Terima kasih Tuan. Suatu kebanggan buat saya bisa bergabung di perusahaan yang ada disini" ucap Wahyu.


Satu persatu petinggi perusahaan itu mengucap kan selamat bergabung ke pada Wahyu dan sekretaris nya. Setelah itu mereka semua kembali ke ruangan masing masing.


Begitu sampai di ruangan nya, kembali Dayyan meminta Manager HRD untuk menemui nya.


"Masuk"


"Permisi Tuan. Apa Tuan memanggil saya?" tanya Manager HRD tersebut.


"Iya. Silah kan duduk"


"Baik lah saya akan membuat peraturan baru di perusahaan ini. Untuk karyawan wanita yang beragama Islam, saya mau mulai sekarang dan seterus nya, mereka semua menggunakan pakaian yang sopan dan berhijab. Dan untuk yang Non Islam, cukup dengan berpakaian sopan. Saya tidak mau melihat karyawan wanita menggunakan pakaian sexy lagi di perusahaan ini" ucap Dayyan tegas.


"Baik lah Tuan, kalau boleh tau mulai kapan peraturan itu di laksanakan?"


"Saya beri waktu seminggu untuk melaksanakan nya"

__ADS_1


"Baik Tuan. Nanti saya akan mengirim kan email ke karyawan perempuan untuk memperbaiki pakaian kerja mereka. Kalau begitu saya permisi Tuan"


Setelah kepergian Manager HRD tersebut, Dayyan menyandarkan punggung nya ke kursi kebanggaan nya. Ia memejam kan mata nya, membayang kan wajah cantik istri nya dan putri kecil nya serta wajah tampan kedua anak nya yang lain.


"Abi sangat merindu kan kalian kesayangan Abi" gumam Dayyan sambil memandangi foto keempat kesayangan nya.


......................


Sementara itu di Bandara Osaka Jepang, Cintya dan kedua anak nya sedang menunggu keberangkatan pesawat mereka.


Cintya di depan kedua anak nya selalu menampilkan senyum manis nya. Ia tak mau kedua anak nya melihat kesedihan di wajah nya.


"Umi kita mau kemana?" tanya anak sulung nya.


"Kita akan kembali ke Indonesia sayang. Apa kamu suka?"


"Apa kita akan ketempat Abah pondok Umi?"


"Iya sayang. Kita akan ke tempat Abah pondok. Apa kamu senang ke tempat Abah pondok?"


"Iya Umi. Disana banyak teman nya" jawab anak sulung nya dengan senyum manis nya.


"Tapi Umi. Kenapa Abi nggak ikut sama kita juga?" tanya anak bungsu nya.


Cintya pun terdiam. Ia tak tau harus mengatakan apa kepada kedua anak nya. Tidak mungkin dia mengatakan kalau dia dan Rendra sudah berpisah. Kedua anak nya masih kecil. Mereka belum tau apa itu masalah orang dewasa.


"Abi kerja sayang. Pekerjaan Abi banyak. Jadi Abi nggak bisa ikut kita ke tempat Abah Pondok. Apa Kalian tidak mau ikut Umi ke tempat Abah Pondok, kalau Abi nggak ikut?" tanya Cintya dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Mau Umi mau. Kita mau ikut sama Umi. Kita liburan disana kan Umi iya kan?" tanya anak Sulung nya semangat.


"Iya kita akan liburan disana. Umi dengar, Om ganteng uda punya adik bayi. Apa kalian mau melihat adik bayi nya Om ganteng?"


"Mau Umi mau" jawab kedua nya semangat.


Cintya memandang sendu kearah ke dua anak nya. Ia merasa bersalah telah memisah kan anak anak nya dengan Ayah mereka. Tapi ini lebih baik untuk nya.

__ADS_1


Tak lama suara pemberitahuan keberangkatan dari Jepang menuju Bandung, Indonesia pun terdengar. Cintya membawa kedua anak nya melakukan boarding dan menuju ke pesawat.


"Selamat tinggal Jepang. Selamat tinggal Mas. Semoga kamu bahagia bersama wanita pilihan mu, walau pun ini terlalu menyakiti hati ku. Doa kan kami selamat sampai tujuan" ucap Cintya dalam hati


__ADS_2