
Dion memanggil para bodyguard nya untuk mengangkat plastik berisi manisan yang di beli para istri dan meminta nya untuk menyusun di bagasi mobil.
Para bodyguard pun melakukan nya. Mereka mengisi di beberapa bagasi mobil yang masih kosong. Dan berayukur nya bagasi itu masih muat.
"Besok besok kalau mau liburan lagi dan pakai mobil. Kalau bisa bawa satu atau dua mobil untuk menyimpan semua belanjaan jajanan kalian. Lihat lah, semua bagasi mobil kita pada penuh jajanan kalian semua. Ini masih di dua penjual. Belum lagi nanti kalau ada lagi yang di beli. Mau di taruh dimana lagi jajanan nya" keluh Brian yang menatap nanar bagasi mobil nya yang penuh jajanan.
"Yeee santai aja kali. Baru juga segitu uda ngeluh aja. Lagian itu semua untuk orang yang ada di pondok dan beberapa tetangga juga. Masa iya kita mau kesana ramai ramai nggak bawa oleh oleh. Kan nggak lucu" balas Ansel.
"Eeehhh iya juga iya. Duuhh kok nggak ingat sih. Nnati kita singgah dulu deh ke resto cepat saji sama toko kue. Iya kali kita cuma bawa ini. Malu maluin iiihh. Pengusaha masa bawa nya Bakso sama manisan doang" ucap Angga yang membenar kan ucapan Dion tadi.
"Terserah kalian aja. Uda iya ayo kita lanjut lagi. Setelah ini kita mau kemana dulu?" tanya Dayyan.
"Emmm kita ke resto cepat saji aja terus lanjut ke toko kue. Baru deh kita ke Bank nya. Gimana?" ucap tunangan Anita memberi saran.
"Boleh juga. Tapi biar mempersingkat waktu. Gimana kalau kita bagi dua aja, ada yang ke toko roti, sama ke restauran cepat saji. Biar nggak lama di perjalanan nya. Nanti kita baru ketemu nya di Bank. Gimana?" tanya Dayyan.
"Tetap aja nggak efisien juga. Gimana kalau Mas Dayyan sama Mas Dion yang ke restauran cepat saji dan toko kue nya. Terus yang lain nya ke Bank. Biar cepat" ucap Angga memberi saran.
"Nggak bisa dong nanti mereka juga yang akan bayar makanan nya. Enak aja nggak bagi bagi kita untuk bayar makanan nya" tolak Brian.
"Terus mau nya gimana?" tanya Breena yang jengah dengan para lelaki.
"Gini aja kita yang ke reatauran dan ke toko kue tapi sini siapa yang mau bayar, kasih ke kita kartu nya" tanya Dayyan menengahi perdebatan mereka di pinggir jalan itu.
"Boleh juga. Ini kartu gue untuk bayar makanan cepat saji nya" ucap Brian sambil menyodor kan black card nya.
"Ini kartu gue untuk bayar di toko roti" ucap Ansel yang juga menyodor kan black card nya.
Angga dan tunangan nya Anita pun menatap tak percaya melihat kecepatan tangan Brian dan Ansel yang langsung menyodor kan kartu nya.
"Kalah cepat lagi" keluh Angga yang mendapat kekehan dari mereka semua.
__ADS_1
"Oke kalau gitu ayo kita berpencar" ajak Ansel.
Mereka semua pun langsung memasuki mobil mereka masing masing. Namun suara panggilan dari belakang mereka menghentikan pergerakan mereka.
"Ada apa Ibu?" tanya Dion penasaran.
"Tidak Tuan. Saya hanya perlu dengan Nona yang tadi membantu saya menyiap kan pesanan Tuan dan Nona tadi" ucap si ibu penjual manisan.
Syeril pun mendekati si Ibu.
"Ada apa Bu?" tanya Syeril ramah.
"Ini Nona untuk Nona karena sudah membantu saya tadi" ucap si ibu penjual manisan sambil menyerah kan satu plastik manisan nya.
"U–untuk saya?" tanya Syeril tak percaya.
"Iya Nona. Ini untuk Nona sebagai ucapan terima kasih saya karena kalian sudah membeli semua manisan saya dan membantu saya tadi" ucap si Ibu dengan senyum bahagia nya.
"Tapi..."
"Saya terima iya bu. Terima kasih" ucap Syeril.
"Sama sama Nona. Hati hati di jalan" ucap Ibu itu.
Setelah nya semua orang pun langsung masuk kedalam mobil masing masing dengan senyum bahagia nya.
Mereka bahagia telah membantu penjual bakso dan penjual manisan tadi menghabis kan jualan mereka.
Kini mobil Dayyan menuju ke restauran cepat saji yang ada di dekat tempat mereka saat ini. Begitu pun dengan Dion mobil nya menuju ke toko kue yang terkenal di daerah Bandung. Sedangkan mobil yang lain nya menuju ke Bank terdekat.
Di restauran cepat saji. Dayyan dan Breena pun memilih turun berdua. Karena ketiga anak nya sedang tidur. Jadi mereka tinggal di dalam mobil dengan para pengasuh nya.
__ADS_1
Dayyan dan Breena oun langsung masuk dan menuju ke meja kasir dan pemesanan.
"Selamat siang, selamat datang. Mau pesan apa Mas Mbak?" tanya seorang kasir.
"Emm Mbak disini bisa pesan banyak nggak iya? Dan di antar siang ini juga?" tanya Breena.
"Bisa Mbak"
"Kalau gitu kita pesan paket komplit iya mbak 1.000 kotak, dan di antar ke pondok pesantren Al-Hidayah. Bisa Mbak?" tanya Breena lagi.
"1.000 kotak paket komplit iya mbak. Bisa mbak nanti kami antar kan sesuai alamat iya Mbak" ucap kasir itu .
"Iya mbak terima kasih iya. Jadi total nya berapa mbak?" tanya Breena.
Si kasir pun langsung melakukan pemesanan di mesin kasir nya. Lalu menyebut kan jumlah pembayaran nya. Breena langsung menyerah kan black card milik Brian kepada sang kasir.
"Kamu nggak pesan sekalian sayang untuk cemilan di mobil?" tanya Dayyan ketika mereka sedang menunggu proses pembayaran selesai.
"Nggak deh Mas, aku kenyang banget ini" tolak Breena.
Setelah pembayaran selesai, dan sang kasir pun sudah menyerah kan black card nya Brian juga. Breena dan Dayyan pun memilih langsung keluar. Mereka akan menyusul yang lain nya ke Bank.
Tak berbeda jauh dengan Dayyan dan Breena. Dion dan Anggi pun memilih semua jenis roti yang ada di dalam toko roti tersebut. Namun mereka harus membeli dua toko roti yang berbeda. Karena stok di toko roti yang memang tidak banyak. Jadi mengharus kan mereka membeli di dua toko roti yang berbeda.
Setelah itu mereka juga menyusul ke Bank dimana yang lain nya sedang menarik uang mereka.
Sementara itu di Bank yang di tuju oleh Brian, Ansel, Angga dan tunangan Anggi pun tampak ramai oleh nasabah.
Kedatangan mereka membuat heboh nasabah Bank tersebut. Bagaimana tidak, enam mobil mewah memasuki halaman sempit sebuah Bank. Sehingga membuat parkiran Bank tersebut menjadi penuh.
"Kita masuk semua atau bagamana ini?" tanya Brian.
__ADS_1
"Kita masuk saja. Biar menjadi kehebohan para nasabah. Lagian gue kenal sama kepala cabang Bank disini" ucap Ansel dengan senyum jahil nya.
Akhir nya semua nya pun masuk. Yang tertinggal di luar hanya beberapa bodyguard dan pelayan saja. Sedangkan beberapa bodyguard juga ikut masuk untuk menjaga keamanan Tuan dan Nona mereka.