Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kebahagiaan Abah Arsya


__ADS_3

Tampak sangat jelas raut kebahagiaan di wajah tua Abah Arsya. Melihat anak, menantu dan cucu cucu nya datang mengunjungi nya.


Tak hanya mereka saja. Tapi juga ada keluarga anak angkat nya dan sahabat sahabat mereka juga yang datang ke pondok pesantren nya.


Abah Arsya sangat bahagia. Karena sudah lama tak berjumpa dengan cucu cucu nya. Karena kesibukan nya di pondok pesantren nya. Sehingga dia dalam beberapa bulan ini tidak bisa datang ke Jakarta menjenguk cucu cucu nya.


"Abah apa kabar?" tanya Breena sambil menyalami tangan Ayah mertua nya itu.


"Alhamdulillah Abah sehat nak. Semakin sehat melihat kalian datang mengunjungi pria tua ini" ucap Abah Arsya dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Maaf Abah kalau kami baru bisa datang sekarang" ucap Breena mamandang sedih kearah mertua nya.


"Tak apa Nak. Abah paham kalian pun disana juga sibuk. Abah pun gitu juga. Belakangan ini banyak kajian yang harus Abah datangi. Bahkan sampai ke luar kota juga. Maka nya Abah juga jarang datang kesana" jelas Abah Arsya menenang kan menantu nya yang merasa bersalah.


Kemudian Breena pun beralih ke Ibu mertua nya. Umma Hanum sendiri sudah merentang kan kedua tangan nya menyambut kedatangan menantu kesayangan nya ini.


"Umma" lirih Breena di dalam pelukan Umma Hanum.


"Iya sayang. Umma rindu kalian" ucap Umma Hanum yang sudah tak mampu lagi menahan tangis nya.


"Kami juga rindu Umma. Maka nya kami datang kesini" ucap Breena sambil menghapus air mata Umma Hanum.


Umma Hanum yang mendapat perlakuan seperti itu dari menantu nya pun tersenyum manis.


"Umma tak merindu kan aku?" ucap Ani pura pura merajuk, dengan bibir nya yang sudah mengerucut.


Umma Hanum pun langsung menatap ke arah nya. Lalu merentangkan kedua tangan nya lagi, bersiap menyambut Ani kedalam pelukan nya.


"Umma juga rindu sama kamu sayang. Bagaimana bisa Umma tak merindukan putri Umma yang ini juga" ucap Umma Hanum ketika Ani sudah berada di dalam pelukan nya.


Ani pun langsung mencium pipi Umma Hanum. Dia bahagia, kasih sayang Umma Hanum dari dulu sampai sekarang tak perlu di ragu kan lagi. Walau pun dia bukan anak kandung Umma Hanum tapi kasih sayang Umma Hanum sama besar nya dengan yang dia berikan kepada anak dan menantu nya.

__ADS_1


Satu persatu Anggi, Nova, Windy, Anita dan Syeril menyalami Umma Hanum.


"Uda berapa bulan Anggi? Kenapa uda sebesar ini?" tanya Umma Hanum yang tak percaya perut Anggi sudah besar. Pada hal dulu masih sedikit buncit.


"Uda hampir tujuh bulan Umma." ucap Anggi sambil mengelus perut buncit nya.


"Semoga lancar iya sampai lahiran nanti. Ibu dan anak nya juga sehat."


"Amin. Makasih Umma doa nya" ucap Anggi yang bahagia mendapat kan Doa dari Bu Nyai.


"Ini siapa Breena?" tanya Umma Hanum ketika Nova, Anita dan Syeril menyalami nya.


"Yang ini Nova Umma. Sahabat Breena dari jaman nggak enak. Dia juga Mommy nya Quin. Atau lebih tepat nya mantan istri nya Mas Brian Umma" jelas Breena dengan nada geli nya.


Bagaimana dia nggak geli, sahabat nya yang dulu nya merebut tunangan nya. Bahkan mereka sampai menikah. Lalu bercerai setelah Quin lahir. Brian yang juga sudah menikah dan memiliki anak dari Ani. Justru sekarang mereka terlihat bersama dan bersahabatan.


Umma Hanum melongo tak percaya dengan apa yang di ucap kan oleh Breena. Dia menatap ke arah Ani yang sudah tersenyum menatap nya. Lalu ke arah Brian yang sedari tadi berbincang dengan para lelaki tapi tatapan nya selalu menuju ke arah Ani yang menggendong putra nya. Terakhir ia menatap Nova yang sudah tertunduk malu. Karena mengingat apa yang telah ia lakukan dulu nya.


"Iya Bu Nyai" jawab Nova kikuk.


"Jangan panggil gitu. Panggil Umma aja kaya yang lain nya." pinta Umma Hanum yang menolak di panggil seperti itu.


Nova pun mengangguk kan kepala nya dengan senyum manis nya. Ia tak menyangka kalau orang tua Dayyan begitu menerima nya.


"Terus yang dua ini siapa?" tanya Umma Hanum lagi.


"Kalau yang ini Anita Umma, dia juga sahabat Breena selama kuliah. Sama seperti Windy. Kami bersahabat semasa kuliah. Kalau yang ini Syeril Umma, dia baru jadi sahabat Breena sejak KOAS di rumah sakit Papa" jelas Breena.


"Waaahh berarti anak anak Umma nambah banyak dong" ucap Umma Hanum dengan binar bahagia nya.


"Banyak banget pun Umma" jawab mereka semua.

__ADS_1


Tak berbeda jauh denga para wanita. Di bagian para pria pun, Abah Arsya juga bertanya tentang Angga dan Arya.


"Ian, mereka siapa?" tanya Abah Arsya yang tak pernah melihat kedua pria itu bersama dengan anak nya.


"Yang ini Angga Bah, calon suami nya Nova mantan istri nya Brian. Nova itu sahabat nya Breena. Terus yang ini Arya, tunangan nya Anita sahabat Breena juga" jelas Dayyan.


"Oohh selamat datang di gubuk kami. Ayo ayo kita masuk semua nya. Kenapa jadi berbincang disini" ucap Abah Arsya mengajak semua tamu nya masuk ke dalam rumah nya.


Dan akhir nya mereka semua pun masuk ke dalam rumah Abah Arsya. Para pelayan dan bodyguard menurun kan semua koper koper yang Tuan dan Nona mereka bawa.


"Permisi Tuan. Koper koper ini mau di bawa kemana?" tanya salah satu bodyguard yang sudah berdiri di samping Brian.


Brian pun menatap ke arah Dayyan meminta kepastian mereka akan tidur dimana.


"Ani, kamu mau tidur disini apa di kamar para ustadz atau ustadzah yang sudah menikah?" tanya Brian.


"Mas Brian mau dimana?" bukan nya memberikan jawaban. Tapi Ani justru melempar kan jawaban ke suami nya.


"Kenapa harus ke rumah Ustadz yang sudah menikah? Kenapa nggak tidur disini aja. Kamar disini juga banyak" ucap Abah Arsya.


"Nggak akan cukup Abah. Karena masih ada dua pasangan lagi yang akan menyusul besok" jelas Dayyan.


"Siapa?" tanya Abah Arsya dan Umma Hanum berbarengan.


"Bang Juan dan Selvi. Mereka juga akan mengajak sepupu nya Selvi yang juga sudah menikah Bah, Mma"


"Kami di rumah yang untuk ustadz yang uda menikah aja Mas. Biar rame rame disana nanti nya." ucap Ani memutus kan akan tidur dimana.


"Iya uda kalau itu mau kamu. Mas uda minta beberapa kang ndalem untuk membersihkan rumah nya."


Kemudian Dayyan memanggil salah satu kang Ndalem untuk mengantar kan yang lain nya ke kamar yang sudah di sedia kan oleh Dayyan.

__ADS_1


__ADS_2