
Sepulh mwnit menunggu, akhir nya Dayyan dan yang lain nya pun sampai di rumah Abah Arsya.
"Assalamualaikum" ucap salam mereka semua ketika uda sampai di depan rumah Abah Arsya.
"Wa'alaikum salam"
Mama Ratih pun langsung beranjak mendekati cucu cucu nya.
"Duuhh si tampan dan si cantik nya Nenek" ucap Mama Ratih sambil mencium pipi ketiga cucu nya.
Deera dan Andra pun tersenyum mendapat kan pujian dari Nenek nya. Sedang kan Adga, dia diam saja. Wajah nya datar, tak ada senyum sedikit pun dari wajah tampan nya itu.
Tangam Deera dan Andra pun langsung terangkat minta di gendong. Mereka berebut mau di gendong oleh Nenek nya.
"Duuhh tangan Nenek cuma dua sayang. Nggak bisa gendong kalian berdua sekali gus. Satu satu iya" ucap Mama Ratih.
Seakan mengerti apa yang di kata kan oleh Nenek nya. Andra berubah haluan menatap ke arah Papa Doni. Dia merelakan Nenek nya menggendong Deera.
Papa Doni yang melihat Andra yang sedang menatap nya dengan kedua tangan yang terangkat pun langsung menyambut tangan bayi tampan itu.
"Kenapa sayang nya Kakek? Kamu ngalah iya sama Kakak kamu?" tanya Papa Doni yang hanya mendapat kan ocehan dari Andra.
Mereka semua pun berkumpul di ruang tengah rumah Abah Arsya. Sebab hanya di ruangan itu yang ada karpet bulu untuk tempat cucu cucu nya tidur ketika mereka sedang berkumpul.
"Bu Ratih sudah sarapan?" tanya Umma Hanum.
"Sudah Umma. Tadi sebelum kesini kami sarapan dulu di rumah"
"Waahhh sayang sekali. Pagi ini menu sarapan nya yang masak orang spesial Bu Ratih"
"Oh ya? Siapa?" tanya Mama Ratih penasaran.
"Menantu saya dong" ucap Umma Hanum bangga.
Jawaban Umma Hanum sontak mendapat kekehan dari semua orang. Terutama Mama Ratih.
"Kalau menantu Umma, berarti anak saya dong Umma."
__ADS_1
"Oohh iya juga iya. Kita kan besanan iya" canda Umma Hanum semakin membuat tawa yang lain nya pecah.
"Uda uda. ini uda semakin siang, dan kita semua belum sarapan. Kalau gitu ayo kita sarapan bareng bareng semua nya" ajak Abah Arsya.
Semua nya pun menyetujui ucapan Abah Arsya. Mereka menuju ke halaman belakang. Karena mereka akan sarapan di sana pagi ini.
Para bayi pun langsung di serah kan kepada pengasuh nya. Mereka akan menjaga para bayi itu agar tak mengganggu orang tua nya makan.
Mereka makan dengan canda dan tawa. Ini baru terjadi saat ini. Sebelum nya Abah Arsya akan selalu marah kalau ada yang makan sambil berbicara. Tapi untuk kali ini nggak. Ia membiar kan mereka sarapan sambil membahas masalah masalah yang ada.
"Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Umma Hanum ketika mereka sudah selesai sarapan nya.
"Kita mau ke kebun strawberry Umma. Apa Umma mau ikut?" ucap Ani.
"Kebun strawberry" gumam Umma Hanum.
Umma Hanum menatap ke arah besan nya, sebelum ia menatap ke arah suami nya.
"Bu Ratih juga ikut?"
"Pah boleh ikut nggak?" bukan nya menjawab Mama Ratih justru meminta izin kepada suami nya.
"Saya ikut Umma. Uda dapat izin barusan" ucap Mama Ratih.
"Abah. Umma boleh ikut?" tanya Umma Hanum manja.
Abah Arsya yang melihat sikap manja sang istri pun akhir nya hanya bisa mengangguk kan kepala nya. Mana bisa dia menolak permintaan istri nya itu.
"Kalian mau pergi jam berapa?" tanya Mama Ratih dan Umma Hanum berbarengan.
"Jam 10:00 Mah, Umma. Setelah sarapan kita langsung mandi dan siap siap." ucap Dayyan.
"Terus para baby gimana?" tanya Mama Ratih.
"Para baby kita tinggal sama pengasuh nya Umma. Nggak mungkin kita bawa kesana. Mereka masih terlalu kecil." jelas Brian.
"Iya uda ayo kita semua siap siap. Dan kalian para Busui, segera persiap kan ASIP kalian." perintah Mama Ratih.
__ADS_1
"Siap laksanakan komandan" jawab mereka semua kompak sambil hormat sama Mama Ratih dan Umma Hanum.
Mereka semua pun akhir nya membubar kan diri mereka, dan menuju ke kamar mereka masing masing.
Satu jam berselang, akhir nya mereka semua uda berkumpul di halaman depan rumah Abah Arsya.
Seperti ketika datang kesana. Mereka akan menggunakan delapan mobil. Karena mobil yang di pakai pelayan Anderson dan Danuarta tidak ikut. Yang ikut hanya para bodyguard saja.
Sedangkan Mama Ratih dan Umma Hanum memilih ikut di mobil Dayyan dan Breena. Dayyan memimpin mobil di barisan depan dan di ikuti oleh mobil lain nya.
Tiga puluh menit berselang, mereka telah sampai di depan pintu masuk kebun strawberry tersebut. Kali ini Arya yang bertugas membayar tiket masuk ke dalam perkebunan strawberry.
Di dalam kebun, mereka sengaja berpencar. Karena kebun nya memang sangat luas. Mereka semua berpencar bersama pasangan masing masing.
Berbeda dengan Anita, Nova, Syeril, Angga dan Arya. Mereka pergi bersama. Dengan Nova, Anita dan Syeril yang berada di barisan depan. Yang di kawal oleh Angga dan Arya di belakang mereka.
Ketiga wanita itu begitu asyik dan antusias memetik buah strawberry yang sudah merah merah dan sangat besar.
"Waaahhh ini besar banget" ucap Syeril lalu memetik buah yang di pegang nya. Lalu ia pun langsung memakan buah strawberry tersebut.
"Uuwaaahahhh manis banget" ucap Syeril girang.
Syeril baru kali ini memakan buah strawberry yang rasa nya manis, biasa nya ia pasti dapat strawberry yang sedikit asam.
Nova dan Anita yang penasaran pun juga ikut memetik dan memakan buah strawberry tersebut.
"Wahh benar, strawberry nya manis banget" ucap Anita dan Nova berbarengan.
"Ayo kita petik yang banyak. Untuk nanti persediaan kita di villa nya Abang Juan" ajak Nova yang langsung di angguki oleh Anita dan Syeril.
Walau pun Syeril mengangguk kan kepala nya. Namun dia memetik hanya sedik. Dia takut uang nya nggak akan cukup untuk membiayai liburan nya kali ini.
Berbeda dengan ketiga wanita itu, kedua pria yang sedari tadi mengikuti ketiga nya pun juga asyik berbincang. Apa lagi yang mereka bahas kalau bukan masalah bisnis.
"Sayang kamu nggak mau petik buah nya juga untuk keponakann kamu?" tanya Nova tiba tiba.
"Kamu aja yang metik kan nya sayang. Nanti aku yang bayar" jawab Angga santai. Lalu ia pun langsung kembali berbincang lagi dengan Arya.
__ADS_1
"Laki laki kalau uda bahas bisnis, apa pun yang di tanya pasti jawaban seperti" omel Nova sambil memetik buah strawberry yang ada di depan nya dan langsung memakan nya dengan kesal.
"Iya kamu macam nggak tau aja. Kan dulu juga uda pernah kan sama CEO. Pasti pembahasan nya iya tetap itu juga kalau uda ketemu sama sesama CEO" jawab Anita santai.