
Sesuai janji tadi malam. Pagi ini Ansel beserta Mommy Gantari akan menemui Windy. Mereka yang tidak tau shift nya Windy pun, memilih pergi ke kost nya Windy terlebih dahulu.
Butuh waktu satu jam lebih untuk mereka sampai di kost nya Windy. Begitu sampai, mereka melihat rumah kost Windy yang bisa dibilang sangat sederhana.
Mobil sport mewah yang di gunakan Ansel, berbanding terbalik dengan lingkungan tempat Windy tinggal sekarang.
Rumah kost sederhana. Jauh dari kata mewah. Bahkan tak ada lebih baik dari tempat kost Windy yang sebelum nya.
"Kamu yakin ini tempat nya El?" tanya Mommy Gantari yang tak percaya, Windy memilih tinggal di tempat yang seperti ini.
"Ini sesuai alamat yang di berikan sama Anita Mom. Dari pada kita penasaran, lebih baik ayo kita tanyakan langsung sama pemilik kost nya Mom" ajak Ansel yang di angguki oleh Mommy Gantari.
Ansel dan Mommy Gantari pun berjalan menuju ke rumah pemilik kost.
"Assalamualaikum, permisi" ucap Ansel.
"Wa'alaikum salam"
Keluar lah seorang wanita paruh baya dari dalam rumah pemilik kost. Wanita itu menatap Ansel dan Mommy Gantari secara bergantian. Lalu ia menatap mobil yang terparkir cantik di depan rumah nya.
"Iya ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu lembut.
"Begini Bu, maaf sebelum nya. Kami kesini ingin mencari seseorang. Saya dengar saat ini dia sedang kost di tempat Ibu" ucap Mommy Gantari.
"Kalau begitu silahkan masuk dulu Bu"
Setelah di persilahkan masuk, Mommy Gantari dan Ansel pun juga masuk ke dalam rumah nya.
"Kalau boleh tau siapa iya yang Ibu cari?"
"Kami mencari yang nama nya Windy Bu. Apa kah ada anak kost Ibu yang bernama Windy? Dia seorang Dokter KOAS di rumah sakit umum dekat sini Bu" jelas Mommy Gantari.
__ADS_1
Si Ibu kost pun berpikir. Ia mengingat siapa anak kost nya yang bernama Windy dan seorang dokter. Lalu ingatan nya pun tertuju pada seorang gadis yang tengah malam datang mencari kost yang bernama Windy. Apakah orang yang di cari tamu nya ini sama dengan yang di ingat nya.
"Apakah kalian memiliki foto nya, agar saya mudah mengingat nya?"
Ansel pun langsung mengeluarkan ponsel nya dan mencari foto nya dulu dengan Windy. Setelah bertemu, Ansel langsung menunjuk kan ke Ibu kost tersebut.
"Oohh mbak Windy ini. Kalau dia yang kalian cari, benar dia memang kost disini. Tapi seperti nya dia belum kembali. Karena kemarin dia masuk shift malam. Sebentar lagi juga di kembali" jelas Ibu kost tersebut.
"Gimana El, apa mau nunggu? Kalau shift malam sebentar lagi memang pulang" tanya Mommy Gantari.
"Kita tunggu aja Mom" ucap Ansel gelisah.
"Jangan gelisah El. Kita tunggu sebentar lagi iya"
Ansel hanya mengangguk kan kepala nya. Ansel yang sedari tadi duduk nya tak tenang pun, membuat Ibu kost itu bertanya tanya.
"Maaf sebelum nya Bu, kalau saya boleh tau, ada keperluan apa iya Ibu sama Mas nya dengan Windy?"
"Emm saya mantan kekasih nya Windy Bu. Saya baru tau dari sahabat nya Windy kalau Windy sekarang tinggal disini"
Ibu kost itu pun tersenyum mendengar nya. Ia pun menemani Ansel dan Mommy Gantari berbincang sambil menunggu Windy.
Sementara itu Windy yang sudah selesai shift malam nya pun segera pulang. Sebelum ke kost, Windy memilih untuk membeli sarapan nya terlebih dahulu. Windy memilih sarapan di kost nya saja.
Sesampai nya di kost, Windy di kejut kan dengan sebuah mobil mewah yang sangat dia hafal pemilik nya. Iya Windy memang sangat hafal mobil nya Ansel. Tak hanya model nya, tapi plat nomor nya pun Windy memang hafal.
Dengan ragu Windy pun masuk ke dalam lingkungan kost nya. Ia berjalan pelan sambil sesekali menatap mobil mewah itu. Hati nya kembali merasakan sakit, ketika ia menyakiti si pemilik mobil.
Ansel yang kebetulan duduk nya menghadap ke arah pintu pun dapat melihat kedatangan Windy. Dengan cepat Ansel keluar dan berlari menghampiri Windy yang sedang berjalan menuju kamar kost nya.
Begitu sudah sangat dekat, Ansel langsung menarik tangan Windy dan memeluk Windy erat. Windy yang terkejut pun hanya bisa diam dalam pelukan Ansel.
__ADS_1
Begitu ia tersadar kalau yang memeluk nya Ansel pun ia langsung membalas pelukan itu. Windy menangis di dalam pelukan Ansel.
"Kak Ansel" lirih Windy.
Ansel semakin erat memeluk Windy. Ia berulang kali menghujani ciuman di puncak kepala Windy.
"Jangan nangis lagi. Kakak sakit lihat kamu nangis. Uda iya nangis nya. Ada kakak disini. Kamu nggak sendirian lagi" ucap Ansel setelah melepas pelukan nya.
Windy hanya bisa mengangguk kan kepala nya.
"Sayang" panggil Mommy Gantari sambil merentangkan kedua tangan nya.
Windy yang mendengar suara lembut Mommy nya Ansel pun langsung menubruk tubuh Mommy Gantari. Lagi dan lagi Windy menangis di pelukan Mommy Gantari.
Mommy yang sangat menyayangi nya, walau pun dia hanyalah kekasih dari anak nya dulu.
"Maafin Windy Mom" lirih Windy.
"Kamu nggak salah. Semua karena takdir. Kamu juga harus memenuhi perjanjian orang tua kamu. Uda iya jangan nangis lagi" ucap Mommy Gantari lembut sambil mengusap punggung Windy.
Ibu kost Windy yang tak tau apa apa tentang hubungan mereka bertiga pun hanya bisa diam. Lalu ia meminta mereka bertiga masuk ke dalam rumah nya. Karena para tetangga sudah mulai menonton aksi ketiga nya.
Didalam rumah Ibu kost, Windy masih berada didalam pelukan Mommy Gantari.
"Cerita sama Mommy sayang. Apa yang terjadi? Kenapa kamu kembali ke Jakarta lagi? Dan kenapa nggak ke mansion?" tanya Mommy Gantari dengan suara lembut nya.
"Windy batal nikah Mom. Di saat ijab kabul di mulai, disaat itu lah wanita itu datang. Windy yang tidak tau apa apa, di caci maki sama wanita itu. Kata kata begitu menyakitkan Mom. Disitu Windy dan Ibu sudah menangis karena tak tahan dengan makian nya. Sementara Mas Andri hanya diam saja melihat itu semua. Dia duduk santai di kursi nya menatap kami di permalukan seperti itu"
"Sampai akhir nya salah seorang tetangga menanyakan siapa dia sebenar nya. Dia jawab kalau dia adalah istri siri nya Mas Andri. Dia juga sedang mengandung anak nya Mas Andri. Windy pun bertanya kepada kepada Mas Andri dan kedua orang tua nya, dan jawaban mereka membuat hati Windy sakit Mom."
"Mereka mencari Windy memang karena janji perjodohan. Sebenarnya Mas Andri sudah menolak. Tapi karena orang tua nya terus memaksa, Mas Andri pun mengajukan syarat" jelas Windy. Ia menangis sesegukan mengingat kejadian Enam bulan yang lalu disaat ia mau menikah dengan lelaki pilihan Ayah nya.
__ADS_1
"Apa syarat nya Sayang?"
"Dia mau menikah dengan Windy dengan syarat kalau istri siri nya juga mendapat kan tempat yang layak sebagai istri nya juga Mom. Dengan kata lain status kami harus sama. Sama sama istri sah nya Mas Andri. Dan mendapat kan apa pun yang sama dengan Windy"