Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Dugaan Breena


__ADS_3

Dayyan yang melihat tingkah istri dan Umma nya pun jadi penasaran. Istri nya yang tiba tiba kegirangan membuat nya semakin penasaran.


"Umi kenapa? Kenapa kamu kegirangan gitu? Apa ada yang salah?"


Breena yang di cecar banyak pertanyaan dari suami nya pun hanya tersenyum.


"Abi, Mas Brian itu tidak suka sama yang nama nya pete. Jadi ketika Daddy mengatakan kalau Mas Brian beberapa hari ini selalu minta nasi goreng pete buatan istri nya. Itu bisa aja karena sesuatu" jelas Breena. Ia sengaja menggantung kan ucapan nya, agar beberapa orang disana juga ikut berpikir.


"Sesuatu apa?" tanya mereka berbarengan.


"Bisa jadi lagi ada calon Anderson di dalam rahim nya Ani, tapi kita nggak tau" jawab Breena santai.


Semua yang ada di atas pelaminan itu pun terdiam, mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Breena.


Brian yang sedari tadi lemas pun, ia justru duduk tegak. Dia sedang berpikir apa yang terjadi dengan nya belakangan ini. Terkadang dia suka mual, muntah dan kepala nya pusing. Dia juga suka meminta dimasak kan makanan dengam olahan pete.


"Mumpung lagi ada Mama. Nanti setelah makan saran Breena ya di periksa aja. Atau kalau mau besok pagi pakai test peck dulu. Setelah yakin baru ke dokter kandungan"


"Selamat Dad, kemungkinan akan ada calon Anderson yang akan lahir beberapa bulan lagi. Dan selamat Mas, uda mau punya anak dua" ucap Breena jahil.


Melihat tidak ada yang menyauti ucapan nya pun membuat Breena heran. Apa mereka tidak bahagia kalau Ani hamil? Itu lah yang ada di dalam pikiran nya.


"Apa kamu nggak bahagia Mas?"


"Kalau memang Ani hamil. Aku benar benar sangat bahagia Bree. Tapi apa mungkin bisa secepat ini?" tanya Brian.


"Kenapa nggak mungkin? Kamu lupa bagaimana dengan dedek twins Mas? Kami juga baru menikah satu bulan lebih tapi mereka berdua sudah hadir disini" ucap Breena sambil mengelus perut buncit nya.


"Semua sudah menjadi ketetapan Allah Mas, kalau Allah sudah mempercayai kita memiliki mereka. Pasti Allah akan langsung memberikan nya. Mau sebentar atau pun lama itu hanya Allah yang tau dan berhak memberikan kita rezeki itu" jelas Dayyan.


"Kalian berdua jangan berkecil hati. Kalau memang Ani sudah mendapat kan amanah itu tetapi kalian belum, pada hal pernikahan kalian lebih dulu di gelar tetapi kalian belum mendapat kan amanah itu. Saran ku jangan menyalah kan siapa pun. Rezeki, Jodoh dan Maut itu semua sudah menjadi ketetapan dari Allah. Mungkin saat ini kalian masih harus berusaha dulu" ucap Dayyan menatap Dion dan Anggi bergantian.


Dapat Dayyan lihat wajah murung Anggi yang mendengar kalau Ani kemungkinan hamil. Iya sudah berusaha, tapi memang belum mendapatkan rezeki itu.

__ADS_1


"Kamu dengar kan sayang. Kamu tidak boleh berkecil hati seperti itu lagi. Mungkin memang belum rezeki kita. Dan mungkin saja kalau Allah mau kita pacaran halal dulu, dan memperbaiki hidup kita. Jadi jangan nangis lagi karena memikir kan hal itu iya" ucap Dion lembut berusaha menghibur hati istri.


Anggi hanya bisa mengangguk kan kepala nya.


"Maaf" lirih nya pelan dengan wajah sendu nya.


"Nggak apa sayang. Kita masih bisa berusaha kan. Jangan beban kan pikiran kamu ke hal yang satu itu. Kalau memang sudah waktu nya mereka pasti ada disini" ucap Dion sambil mengelus perut Anggi.


"Oke kalau gitu kita turun dulu. Bumil mau makan lagi. Ayo Abi, dedek uda laper mau makan bakso" ajak Breena.


Dayyan dengan pasrah mengikuti istri nya yang sudah kelaparan lagi. Pada hal mereka baru saja selesai makan.


...----------------...


Sedangkan di dapur hotel mewah milik keluarga Anderson itu, terlihat dua Nyonya Anderson sedang berkutat di depan kompor membuat nasi goreng pete sesuai permintaan Brian.


"Mom, apa Ani boleh bertanya?"


"Mau nanya apa sayang?"


"Iya itu memang benar sayang. Suami mu itu paling anti sama pete dan jengkol. Alasan nya klasik. Dia cuma bilang tidak suka karena bau nya yang tak sedap. Pada hal kedua bahan itu kalau sudah diolah enak nya minta ampun" ucap Mommy Aletha sambil membayang kan kedua olahan makanan dari pete dan jengkol.


Ani menganga melihat mertua nya yang sedang membayangkan hal itu.


"Mom apa di keluarga Anderson hanya Mas Brian saja yang tak menyukai itu?"


"Iya sayang. Hanya dia yang tak mau makan itu. Kalau bibi sudah masak itu, dia pasti makan nya di dalam kamar"


Ani hanya mengangguk angguk kan kepala nya. Dia pun kemudian mematikan kompor. Lalu menata nasi goreng buatan nya di atas piring.


"Apa kamu hanya membuat untuk suami mu saja sayang?" tanya Mommy Aletha.


"Iya Mom. Apa Mommy juga mau?" tanya Ani gelagapan.

__ADS_1


"Hmm sebenar nya Mommy juga mau. Tapi karena cuma ada satu porsi jadi Mommy mau besok aja deh. Tapi kamu yang masakin iya sayang" ucap Mommy Aletha semanis mungkin.


"Iya Mom. Nanti Ani masakin kalau kita uda kembali ke mansiom ya Mom"


"Aaahhh terima kasih mantu Mommy yang cantik. Cup cup cup"


Sangking bahagia nya akan di masak kan nasi goreng pete juga. Mommy Aletha sampai menciumi wajah menantu nya itu.


"Oke kalau gitu ayo kita kembali ke ball room"


Kedua Nyonya Anderson itu pun kembali berjalan menuju ke ball room tempat mereka mengadakan resepsi.


Ani membawa nampan berisi sepiring nasi goreng pete sesuai permintaam suami nya.


Begitu memasuki ball room hotel, para tamu menatap heran kearah Ani. Bagaimana bisa wanita yang jadi pengantin hari ini justru mengganti gaun nya dengan sebuah gamis. Mereka juga melihat Ani membawa nampan.


Ani tak menghirau kan mereka semua. Tujuan awal nya adalah suami nya.


Sesampai nya di atas pelaminan, Ani langsung membuka penutup piring nya. Brian yang melihat isi nya itu langsung memakan nya dengan lahap.


Semua gerak gerik nya tak lepas dari pandangan para keluarga. Termasuk juga para tamu undangan. Mereka menatap heran dan tak percaya seorang CEO AD GRUP makan dengan sangat lahap seperti orang yang sudah beberapa hari ini tak makan.


Sedangkan di sebuah meja yang di tempati oleh keluarga Breena dan orang tua nya pun juga seperti itu. Tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Bree, itu benar Brian makan seperti itu?" tanya Mama Ratih tak percaya.


"Iya Mah. Itu memang Mas Brian. Dan Mama tau nggak apa yang di makan nya itu?"


"Memang nya apa sayang. Kenapa dia makan seperti itu. Yang Papa kenal, Brian itu makan nya pasti pelan dan tak terburu buru seperti itu" ucap Papa Doni yang juga penasaran.


"Itu nasi goreng pete Mah Pah" ucap Breena dengan santai sambil memakan makanan yang baru saja di ambil nya lagi.


Memang bumil satu ini mood nya jadi sering lapar dan akhir nya membuat tubuh nya lebih berisi sekarang.

__ADS_1


Mama dan Papa Breena pun tersedak mendengar apa yang dikatakan anak nya. Mereka tak percaya. Brian memakan pete. Makanan yang tak di sukai nya.


__ADS_2