Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Penangkapan 2


__ADS_3

Setelah kedatangan Dayyan dan Brian. Rapat pun dimulai. Pemimpin proyek pun menyampai kan hasil dari proyek yang di pimpin nya. Semua berjalan lancar. Ia menjelas kan sesuai dengan yang ia palsu kan berkas nya.


Begitu pun juga dengan penanggung jawab keuangan. Ia juga menjelas kan seperti pemimpin nya minta.


Melihat Dayyan yang hanya diam saja pun membuat mereka tersenyum tipis. Mereka masih beranggapan kalau Bos mereka belum mengetahui kejahatan yang telah mereka lakukan.


"Jadi hanya ini yang kalian laporkan?" tanya Dayyan ketika dua orang bawahan nya itu selesai menyampai kan laporan nya.


"Iya Pak" jawab mereka bersamaan.


"Oke kalian boleh duduk" jawab Dayyan santai.


Kedua bawahan nya itu pun kembali duduk di kursi nya. Lalu Dayyan maju ke depan. Sesampai nya di depan, Dayyan menatap tajam ke arah semua peserta rapat.


Mata nya bertubrukan dengan mata cantik milik istri nya. Ia memberikan senyum manis nya. Yang di balas malu malu oleh Breena.


"Oke baik lah tadi kita sudah mendengar kan apa yang sudah di sampai kan oleh Pak Hasan dan Pak Zainal. Ternyata pemasukan kita sedikit sekali, dan untuk pengeluaran sangat banyak" ucap Dayyan dengan santai.


Lalu jari nya menekan tombol remot yang ada di tangan nya. Dilayar lebar ruang meeting itu terlihat laporan keuangan yang sesungguh nya.


Kemudian Dayyan menekan lagi tombol nya. Dan terlihat lah dua laporan disana. Dimana laporan yang asli yang di perlihat kan Dayyan dan yang palsu yang di lapor kan oleh kedua bawahan nya tadi.


"Apa kalian semua bisa menemukan perbedaan di antara kedua laporan ini?" tanya Dayyan dengan nada Tenang nya.


Semua nya diam. Mereka meneliti kedua laporan yang ada di layar. Salah seorang dari peserta pun membuka suara nya.


"Saya menemukan perbedaan nya Pak" ucap nya.


"Apa yang anda temukan Pak Zaki?"


"Perbedaan nya di laporan Pak Hasan dan Pak Zainal, pengeluaran sangat besar dan pemasukan nya sedikit sekali. Sedang kan di laporan yang Anda perlihat kan tadi, pengeluaran nya sedikit, dan pemasukan yang besar" jelas nya sedikit bingung.


"Anda benar Pak Zaki. Ternyata Anda orang nya sangat teliti. Sehingga dengan cepat Anda bisa menemukan perbedaan di antara dua laporan ini" puji Dayyan dengan senyum ramah nya


"Terima kasih Pak Dayyan" ucap Pak Zaki sambil membungkuk kan badan nya.


"Tapi kenapa ada dua laporan keuangan di bulan ini Pak Dayyan? Dan mana yang benar laporan nya?" tanya Peserta yang lain nya.

__ADS_1


"Pertanyaan yang saya tunggu tunggu sedari tadi" ucap Dayyan tegas.


"Kalau begitu, kita tanya sama Pak Hasan terlebih dahulu" lanjut Dayyan lalu ia menatap ke arah Pak Hasan duduk.


"Pak Hasan, menurut Anda mana laporan yang asli dan mana yang palsu?" tanya Dayyan menatap tajam Pak Hasan.


"Yang asli itu yang pengeluaran nya yang banyak Pak, dan Pemasukan yang sedikit. Sebab semua harga bahan bahan sudah sangat tinggi. Dan yang kita pakai itu bahan yang berkualitas di atas rata rata" jelas Pak Hasan menantang tatapan tajam Dayyan.


"Seperti itu iya Pak Hasan?" tanya Dayyan sambil mengangguk angguk kan kepala nya. Kemudian menatap ke arah Pak Zainal.


"Pak Zainal bagaimana menurut anda?" tanya Dayyan tetap denga tatapan tajam nya yang mengintimidasi.


Dengan menunduk dan takut takut, Pak Zainal menjawab pertanyaan Dayyan pelan.


"Yang Benar yang pengeluaran nya banyak Pak dan pemasukan nya yang sedikit"


"Kamu yakin?" tanya Dayyan memastikan.


"Ya–Yakin Pak" jawab nya terbata.


"Kenapa kalian bisa melakukan ini? Apa gaji kalian itu kurang? Kalian tau, gaji kalian ini uda terlalu besar. Bahkan melebihi gaji dari karyawan di AD Grup. Jadi saya mau Pak Zainal, jawab sekali lagi. Menurut kamu, mana yang benar laporan keuangan nya?" tanya Dayyan lagi.


Ia seperti makan buah simalakama. Kalau ia jujur kepada Dayyan, ia takut Ibu nya yang sedang sakit dan terbaring di rumah sakit akan di celakai oleh Pak Hasan. Dan operasi nya juga tidak akan di lanjut kan. Tetapi kalau ia tetap berbohong pun, ia tetap akan memdapat kan hukuman dari Dayyan.


Lama Pak Zainal terdiam sampai ucapan Dayyan kembali menyadar kan nya.


"Pak Zainal. Saya tanya sekali lagi. Kalau kamu jujur saya akan menjamin apa yang kamu takut kan" ucap Dayyan yang membuat pertahanan Pak Zainal goyah.


Sejujur nya ia melakukan ini itu karena terpaksa. Ia membutuh kan uang banyak untuk biaya pengobatan Ibu nya. Sebab Ibu nya memiliki penyakit Kanker rahim.


"Sebenar nya, laporan keuangan yang saya dan Pak Hasan sampai kan tadi itu palsu Pak Dayyan. Pak Hasan meminta saya untuk mengganti laporan nya. Sebenarnya pemasukan kita sangat besar Pak. Tetapi Pak Hasan meminta saya untuk mengubah nya. Jadi pengeluaran yang besar dan pemasukan yang sedikit" jelas Pak Zainal dengan wajah yang menunduk takut.


"Wow" ucap Dayyan sambil menepuk kedua tangan nya.


"Wow saya tak menyangka Pak Hasan. Hebat sekali kamu" sindir Dayyan.


"Apa yang membuat kamu melakukan itu Pak Hasan." teriak Dayyan yang membuat semua peserta rapat tersentak. Tak terkecuali Breena snag istri yang baru pertama kali melihat kemarahan Dayyan.

__ADS_1


"Hahaha iya saya memang tega melakukan itu. Karena saya merasa gaji saya tak sebanding dengan pekerjaan saya yang sangat melelahkan ini" ucap Pak Hasan tanpa bersalah.


"Tak sebanding? Bahkan gaji di perusahaan saya lebih besar dari gaji di perusahaan AD Grup. Bagaimana kamu bilang tak sebanding?" tanya Dayyan tak percaya.


"Itu memang kenyataan nya" ucap Pak Hasan tak mau kalau.


"Kau yang serakah Pak Hasan. Gaya hidup mu dan istri mu yang membuat gaji mu itu tak cukup. Bahkan kau pun harus membiayai kehidupan selingkuhan mu itu. Kau benar benar manusia yang tak pantas untuk di kasihani Pak Hasan" teriak Dayyan.


"Dion dimana polisi yang ku minta tadi" tanya Dayyan yang sudah tak sabar melihat Pak Hasan.


"Sudah di bawah dan menuju kesini" jawab Dion santai.


Mendengar kata polisi. Pak Hasan segera berdiri dari kursi nya dan ia melangkah menghampiri Breena yang duduk terdiam karena mendengar suara teriakan sang suami dan melihat kemarahan suami nya itu.


Pak Hasan pun mengeluarkan pisau lipat yang ada di saku celana nya. Lalu menghampiri Breena yang masih terdiam. Dia menyeret Breena dengan tangan kiri nya, dan tangan kanan nya ia arah kan ke perut Breena sebagai ancaman.


"Jangan ada yang bergerak. Kalau ada satu orang pun yang bergerak, saya akan menusuk perut nya yang sedang hamil ini" ancam nya.


"Mass" lirih Breena yang sudah ketakutan. Bahkan ia sudah meneteskan air mata nya.


Bukan hanya Breena, Dayyan pun sama. Ia takut akan terjadi sesuatu dengan istri dan calon anak anak nya.


Berbeda dengan Anggi. Ia yang sejak tadi diam dan memperhatikan semua nya pun, dengan perlahan mengambil pistol yang ia simpan di saku blezer nya.


Dengam cepat Anggi mengarahkan pistol yang ia pegang kearah tangan kanan Pak Hasan.


Dor


Tangan Pak Hasan tertembak dan langsung menjatuhkan pisau yang mengarah ke perut Breena. Dengan cepat Dayyan berlari dan memeluk tubuh istri nya yang sudah menangis.


Dor


Tak hanya sekali Anggi menembak Pak Hasan dua kali. Di tangan dan di kaki nya.


Tak lama Polisi datang. Dion langsung meminta para polisi untuk membawa Pak Hasan.


"Silahkan bawa dia Pak. Dan untuk kelengkapan berkas nya nanti akan di antar oleh pengacara kami" ucap Dion.

__ADS_1


"Baik Pak. Kami tunggu kelengkapan berkas nya"


Setelah mengatakan itu Pak Hasan pun dibawa oleh polisi dengan tangan yang sudah terborgol. Mereka akan membawa nya ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tangan dan kaki nya.


__ADS_2