Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kejutan Di Sidang Skripsi


__ADS_3

Pagi hari dirumah keluarga Doni Abraham masih terlihat ramai.


Mama Ratih dan Umma Hanum yang sibuk membuat sarapan untuk orang yang disayangi mereka.


Breena yang juga sibuk mengurusi segala keperluan suaminya.


Dan tentu saja juga ada Mbak Ani yang juga sibuk mengurus si gadis kecil Quin. Ia begitu manja dengan Mbak Ani.


Diruang makan mereka semua sudah berkumpul dan memulai sarapan mereka masing masing.


"Breena hari ini kamu mau kemana?" tanya Mama Ratih ketika ia melihat putrinya yang memakai baju kemeja putih dan rok hitam nya.


"Breena lupa ngasih tau sama semua nya, kalau hari ini jadwal Breena sidang" ucap Breena menatap semua yang ada dimeja makan.


"Mas, kamu bisa datang nggak?" tanya Breena. Dapat Dayyan lihat ada sebuah harapan di sorot mata istri nya itu.


"Hmm maaf sayang. Mas hari ini ada jadwal meeting, terus ada ngisi pengajian juga. Kemungkinan Mas nggak bisa datang ke sidang kamu" ucap Dayyan dengan mimik wajah yang dibuat nya merasa bersalah.


"Yyyaaahhh kirain kamu nggak sibuk hari ini Mas" ucap Breena lesu.


"Maaf sayang. Mau gimana lagi jadwal Mas uda lama dibuat ini" ucap Dayyan yang masih mempertahan kan wajah bersalahnya.


"Jadi nggak ada yang bisa datang ke sidang nya Breena?" tanya Breena lagi sambil menatap kesemua orang.


Dan harapan yang tak di inginkan Breena pun akhirnya keluar juga. Semua orang menggelengkan kepalanya tanda kalau mereka hari ini sibuk semua.


"Iya uda dech nggak papa. Tapi doain Breena iya Mas. Semoga Breena lulus sidang nya" ucap Breena penuh permohonan.


"Itu pasti sayang. Mas selalu mendoakan kamu". Ucap Dayyan sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.


"Assalamualaiku." ucap salam seseorang ditengah obrolan mereka.


"Wa'alaikum salam" jawab semua nya kompak.


"Daddyy" panggil Quin yang langsung turun dari pangkuan Mbak Ani ketika melihat Daddy nya datang sepagi itu.


"Jangan lari lari princess" ucap Dayyan lembut sambil menggendong anak nya. Dan berjalan menuju ke arah meja makan.


Brian pun langsung menyalami semua para lelaki, dan ia mengatupkan tangan nya kepada semua wanita disana. Lalu ia duduk tepat disebelah Mbak Ani.


"Breena kenapa Gus. Kok wajah nya sedih gitu?" tanya Brian saat ia melihat wajah sedihnya mantan nya itu.


"Breena baru aja bilang Mas kalau dia hari ini sidang. Dia mau saya datang di sidang nya. Tapi karena jadwal saya hari ini padat, jadi saya tidak bisa datang. Begitu pun dengan yang lain nya." jelas Dayyan.


"Waaahh sayang sekali Gus. Kalau saya punya waktu saya juga akan datang ke sidang nya. Tapi karena hari ini saya akan bersama anak saya dan Mbak Ani, jadi saya juga tidak bisa datang"


"Tidak apa apa Mas. Doain Breena iya" ucap Breena dengan senyum terpaksa nya.


Semua yang ada di meja makan itu berusaha untuk menahan tawa nya ketika melihat wajah Sedih Breena.


"Ayo sayang kita berangkat" aja Dayyan, lalu ia berdiri dari duduk nya.


Dayan dan Breena pun menyalami kedua orang tua dan mertua mereka.


"Ning" panggil Mbak Ani.


"Iya Mbak. Ada apa?"


"Semoga sidang nya lancar Ning. Maaf kalau saya tidak bisa hadir kesana. Saya masih takut keluar dari rumah tanpa ada yang menjaga saya Ning" ucap Mbak Ani lembut.


"Tidak apa apa Mbak. Saya mengerti posisi Mbak. Terima kasih doa nya" ucap Breena dengan senyum lembutnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap Dayyan dan Breena berbarengan.


"Wa'alaikum salam"


Dayyan dan Breena pun berangkat ke kampus Breena. Sebenarnya Dayyan tidak mempunyai jadwal penting hari ini. Namun ia mengatakan itu untuk memberikan kejutan pada istri tercinta nya.


Setelah kepergian Dayyan dan Breena. Kini tinggallah Papa Doni, Mama Ratih, Umma Hanum, Abah Arsya, Mbak Ani, Brian dan Quin yang berada diruang makan itu.


"Ayo kita pindah ke ruang keluarga. Biar enak ngobrol nya" aja Papa Doni ketika ia melihat semua orang sudah selesai dengan sarapan nya.


Tiba diruang keluarga.


"Apa besan mau datang ke kampus nya Breena nanti?" tanya Papa Doni.


"Iya Pak Doni. Saya ingin memberikan kejutan juga untuk menantu saya" jawab Abah Arsya.


"Apa Mama ada jadwal hari ini?"


"Mama hari ini libur Pah. Kalau Papa?"


"Papa masuk shift malam Mah. Jadi bagaimana kalau kita ke kampus nya Breena aja. Kita berikan ia kejutan sebelum memasuki ruang sidang" saran Papa Doni.


"Boleh juga Pak Doni. Saya kasihan lihat wajah nya tadi yang bersedih itu" ucap Abah Arsya.


"Oke kalau gitu kita bersiap dulu. Lalu kita berangkat ke kampus nya Breena"


"Tunggu dulu Om" cegah Brian karena ia dari tadi masih fokus dengan ponsel nya.


"Ada apa Bri? Kamu mau ikut juga?" tanya Papa Doni.


"Apa boleh Om?"


"Terus bagaimana dengan Mbak Ani Om? Tidak mungkin kan kita tinggalkan dia di rumah sendirian"


"Umma. Apa Ani boleh ikut juga?" tanya Mbak Ani sambil menunduk.


"Boleh sayang. Tapi pakai masker iya. Jangan dilepas selama disana. Mau kan?"


"Iya Umma. Ayo Quin kita bersiap" ajak Mbak Ani antusias.


"Aunty, Quin mau seperti Aunty perginya pakai penutup kepala itu"


"Iya sayang. Ini uda Daddy bawain" ucap Brian sambil menyerahkan paper bag kepada Mbak Ani.


"Terima kasih Daddy"


Kemudian semua orang bersiap mengganti baju mereka. Karena mereka mau ke kampus Breena.


...----------------...


Sementara itu Dayyan saat ini tengah membeli bucket bunga untuk istri nya. Dayyan memilih bunga mawar merah, pink dan putih.


Selesai menerima bucket bunga nya. Dayyan segera melajutan mobilnya ke Mall. Ia akan mencari hadiah untuk istri nya. Dan tujuan nya adalah toko perhiasan.


Didalam toko Dayyan melihat satu set perhiasan. Ia pun memilih perhiasan itu dan segera membayar nya.


Sesampainya di mobil, dayyan meletakkan kotak perhiasan itu ditengah tengah bucket bunga nya.


Kemudian Dayyan pun melajukan mobilnya kembali ke kampus nya Breena.


...----------------...

__ADS_1


Dikampus nya Breena bersama sahabat nya duduk didepan ruang sidang. Kedua sahabat nya ditemani oleh kekasih nya masing masing. Hal itu semakin membuat Breena cemberut.


"Kenapa Dek?" tanya Ansel lembut sambil mengelus kepala adik sepupu nya itu.


"Sebel Kak. Masa nggak ada satu pun yang mau temeni Breena sidang" omel Breena.


"Suami kamu kemana Dek?"


"Meeting terus ada jadwal pengajian juga" ucap Breena yang semakin cemberut.


"Iya kan ada Kakak juga disini Dek. Uda iya jangan cemberut lagi. Nanti cantiknya Kakak jelek loh" rayu Ansel yang sukses membuat Breena sedikit tersenyum.


Iya Ansel adalah sepupu Breena. Ia datang ke kampus Breena untuk menemani kekasihnya yang juga sahabat Breena sidang juga. Windy akhirnya menerima Ansel sebagai kekasih nya.


Sampai jadwal sidang nya Breena pun tak juga melihat satu orang pun keluarga nya yang datang.


Ia berdiri dan menghembuskan nafas nya untuk menahan sesak dan kegugupan yang melandanya sebelum memasuki ruang sidang.


"Semangat Dek. Kakak doain kamu lancar menjawab pertanyaan para penguji" ucap Ansel memberikan semangat.


Dengan senyum paksa Breena mulai melangkahkan kaki nya memasuki ruang sidang.


"Sayang"


Suara seseorang yang sangat familiar ditelinganya menghentikan langkah Breena.


Dengan cepat ia melihat kesumber suara itu. Dan ternyata suami nya yang ditunggu nya dan yang diharapkan nya datang sedari tadi akhirnya datang juga.


Dengan cepat Breena berlari menuju kearah suami nya. Ia pun langsung memeluk sang suami.


"Mas jahat. Mas bilang nggak bisa datang. Tapi ini Mas datang juga nya" protes Breena sambil memukul dada bidang suaminya.


Dayyan yang mendapati sikap Breena itu pun hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Breena sayang.


"Kejutan sayang. Uda mau masuk iya?"


"Iya Mas. Mas masih punya banyak waktu kan? Mas nggak akan pergi lagi kan?"


"Nggak sayang. Mas akan menunggu mu sampai kamu selesai sidang. Ayo masuk sayang. Sudah ditunggu itu" ucap Dayyan sambil mengarahkan tatapan nya ke pintu ruang sidang yang sudah berdiri disana seorang dosen.


"Doain Breena iya Mas" pinta Breena manja.


"Pasti sayang"


Breena pun kemudian mencium punggung tangan suami nya. Tak lupa Dayyan juga mencium kening Breena.


Adegan mereka berdua pun di video kan oleh beberapa orang yang ada disana. Dan mengupload video itu di media sosial mereka dengan caption So Sweet banget pasangan suami istri.


Breena pun melangkahkan kaki nya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Dayyan kemudian menghampiri Ansel.


"Mas" sapa Dayyan.


"Kenapa baru datang Gus. Itu dari tadi istri kamu merajuk terus. Wajah nya di tekuk. Sampai sampai Mas nggak enak melihat wajah nya" ucap Ansel sambil terkekeh geli mengingat wajah cemberut adik nya itu.


Dayyan tersenyum dan menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan kakak sepupu istrinya itu.


"Mau buat kejutan Mas. Dan sukses kan buat dia cemberut"


Dan terjadilah obrolan mereka mengenai bisnis disana.

__ADS_1


__ADS_2