Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kehebohan di Ruang Rawat Breena


__ADS_3

Setelah Calvin keluar dari kamar inap Breena. Dayyan pun sampai. Ketiga Ibu dan Ani pun melihat kearah pintu yang terbuka.


"Assalamualaikum" ucap Dayyan ketika memasuki ruang rawat istrinya itu.


"Wa'alaikum salam. Sudah sampai Nang" jawab Umma Hanum.


"Nggih Umma. Umma sampai jam berapa?" tanya Dayyan sambil menyalami orang tua nya. Kemudian ia juga menyalami mertua nya dan Mommy Gantari.


"Belum lama kok. Mungkin 30 menit yang lalu. Kamu nyari rujak dimana Nang?"


"Dirumah Umma. Breen minta rujak mangga muda sama belimbing. Alhamdulillah dirumah mangga sama belimbing berbuah, jadi nggak perlu nyarik dulu. Bumbu yang Umma bawakan pun masih ada" jelas Dayyan.


Dayyan yang ingin meletakkan rujak nya di dapur yang ada diruang rawat Breena pun langsung diberhentikan oleh Mama Ratih.


"Dayyan kenal kan dulu, ini Mommy Gantari kakak nya Papa. Mbak ini Dayyan menantu ku" ucap Mama Ratih.


Dayyan pun langsung menangkupkan kedua tangan nya di depan dada, begitu pun dengan Mommy Gantari.


"Ganteng Dek mantu mu" puji Mommy Gantari.


"Harus dong Mbak" jawab Mama Ratih sambil tertawa.


"Mama titip ini sekalian iya Dayyan. Letakan aja di meja. Nanti kalau Breena uda bangun baru di hangatkan lagi" pinta Mama Ratih.


Dayyan hanya menganggukan kepala nya. Kemudian ia berjalan ke arah meja makan meletakkan pesanan istrinya tadi. Lalu menghampiri Breena yang sedang tertidur.


Dayyan langsung mencium kening Breena lalu mencium perut istrinya yang masih rata.


Dayyan duduk dikursi samping tempat tidur Breena. Tangan nya mengelus perut Breena sambil membacakan surat Yusuf dan surat Mariam.


Dari ruang tengah para Ibu pun dapat melihat apa yang dilakukan oleh Dayyan.


"Dayyan terlihat banget sangat mencintai Breena iya Dek. Mbak nggak pernah lihat Breena begitu di cintai sama pasangan nya. Apa lagi sama yang ono" sindir Mommy Gantari.


Sementara Mama Ratih sudah menatap Ani dan Umma Hanum dengan wajah yang sungkan.


"Uda Mbak, dia uda berubah. Bahkan kami sudah memaafkan nya. Hubungan kami juga sudah membaik. Mbak tau nggak dia uda melamar seorang gadis. Dan kami juga ikut saat dia melamar gadis itu" ucap Mama Ratih yang tak ingin Kakak ipar nya itu terus membahas masa lalu Breena dan Brian.


"Oiya? Coba cerita sama Mbak, gadis seperti apa yang mau menerima dia?" tanya Mommy Gantari antusias.


"Hmmm gadia yang baik, lembut, penyayang dan sholeha. Dia juga cantik Mbak" ucap Mama Ratih sambil melirik Ani yang tertunduk malu.


"Benarkah?"


"Iya Mbak tau siapa gadia itu?"


"Iya mana Mbak tau lah Dek. Kan Mbak belum pernah lihat" omel Mommy Gantari.


"Tu gadis nya ada di depan Mbak. Lagi yang nunduk menahan malu" goda Mama Ratih.


Mommy Gantari pun langsung melihat kearah Ani dengan pandangan tak percaya.


"Ani jadi benar kamu yang dilamar sama Brian?" tanya Mommy Gantari yang masih tak percaya.


"Benar Tante" jawab Ani malu.


"Jangan panggil Tante iihhh. Berasa tua banget. Panggil Mommy aja iya biar sama kaya Breena" pinta Mommy Gantari.

__ADS_1


"Iya Mom"


"Jadi jawab dulu pertanyaan Mommy. Benar kamu menerima lamaran nya Brian?" tanya Mommy Gantari lagi.


"Iya Mom. Ani juga uda minta petunjuk sama Allah. Dan jawaban nya Mas Brian Mom" jawab Ani malu dengan rona merah dipipi nya.


"Lihat Mbak, ani sampai merah gitu pipi nya jawab pertanyaan Mbak" goda Mama Ratih lagi.


Umma dan Mommy Gantari pun tertawa melihat Ani yang terus di goda.


"Semoga kamu bisa membimbingnya ke jalan yang benar lagi Ani. Brian itu sebenarnya anak yang baik. Hanya saja ia kemarin salah jalan karena di goda sama mantan istrinya itu. Sehingga membuat ia mengkhianati Breena" ucap Mommu Gantari lembut.


"Iya Mom. Semoga Ani jodoh terakhir nya Mas Brian" ucap Ani yang masih menunduk.


...----------------...


Dikantin rumah sakit, Daddy Calvin langsung melihat kearah meja dan mencari keberadaan adik ipar nya itu.


"Don" panggil Daddy Calvin ketika sudah dekat dengan meja adik nya.


"Mas, uda sampai? Dimana Kakak ku Mas?" tanya Papa Doni yang tak melihat keberadaan kakak nya.


"Dikamar Breena, ngobrol sama istrimu dan Ibu nya Dayyan"


"Kenalin Mas ini Abah nya Dayyan Kyai Arsya. Besan ini Mas Calvin suami nya Kakak saya" ucap Papa Doni memperkenalkan besan dan kakak ipar nya.


"Calvin" ucap Daddy Calvin sambil mengulurkan tangan nya yang langsung dijabat oleh Abah Arsya.


"Arsya. Panggil aja Arsya Mas. Jangan pakai Kyai. Karena saat ini kita tidak sedang di pesantren Mas" ucap Abah Arsya bercanda.


"Besan ada ada saja" ucap Papa Doni yang tertawa mendengar candaan Abah Arsya.


"Biasa dia jemput pujaan hatinya dulu" canda Daddy Calvin.


"Jangan di pacarin terus Mas. Windy pasti juga butuh kepastian. Lagian umur nya Ansel juga uda matang untuk menikah"


"Iya Don. Tadi Mas juga nanyak. Kata nya dia akan melamar Windy 2 bulan lagi pas acara wisuda mereka nanti. Terima kasih sudah mau membesarkan putra Mas menjadi anak yang baik Don. Mas sangat berhutang budi dengan mu" ucap Daddy Calvin tulus.


"Mas macam sama orang lain aja. Ansel juga anak ku Mas. Itu juga jadi tanggung jawab ku" ucap Papa Doni yang tak suka mendengar ucapan Daddy Ansel.


Pembicaraan mereka pun terus berjalan. Banyak yang mereka bahas.


Sementara itu di tengah tengah perbincangan para Ibu Ibu, tiba tiba pintu ruangan kamar Breena pun terbuka tanpa diketuk dulu.


Semua wanita yanh ada diruang tengah itu pun melirik kearah pintu. Dan ternyata.


"Assalamualaikum. Ansel yang ganteng datang" ucap Ansel sedikit berteriak memasuki kamar Breena.


Mama Ratih dan Mommy Gantari pun sontak berdiri dan mendekat kearah Ansel dan Windy. Kedua nya dengan kompak menjewer kuping Ansel.


"Aduuhh ya ampun Mom Mah kenapa kuping Ansel dijewer sih. Sakit tau iihhh" protes Ansel sambil berusaha melepas jeweran dari kedua wanita yang sangat disayanginya itu.


"Kamu tau Princess Mommy lagi tidur. Kenapa kamu teriak teriak hah, mau membangunkan Princess Mommy" omel Mommy Gantari dengan wajah galak nya.


"Ampun Mom. Ansel tidak tau" rengek Ansel.


"Kamu iya suka banget jerit jerit kaya dihutan aja" omel Mama Ratih.

__ADS_1


"Nggak malu apa sama Ibu mertua nya Breena" lanjut Mama Ratih.


"Maaf Mah, Mom. Uda iya lepas iya jeweran nya" pinta Ansel memohon.


Kedua Ibu itu pun melepaskan jeweran nya. Kemudian menarik tangan Windy untuk ikut bersama mereka.


"Ayo sayang tinggal kan saja anak itu. Heran uda tua masih saja suka berteriak gitu" sindir Mommy Gantari.


Sedangkan Windy hanya terkekeh melihat kekasihnya yang diserang dua orang Ibu Ibu.


"Mommy apa kabar" tanya Windy sambil menyalami tangan Mommy Gantari.


"Baik sayang. Kamu apa kabar?" tanya balik Mommy Gantari.


"Alhamdulillah sehat Mom. Mommy kok makin cantik aja sih" puji Windy saat melihat wajah Mommy Gantari yang semakin cantik setiap hari nya.


"Aahh kamu bisa aja muji nya. Kamu juga makin cantik. Cocok tuh sama anak Mommy"


"Mommy bisa aja" ucap Windy malu


Kemudian Windy menyalami Mama Ratih, Umma Hanum dan Ani secara bergantian.


Sedangkan Ansel yang diabaikan pun menuju ke tempat tidur nya Breena.


"Adeeekkkk" teriak Ansel ketika melihat Breena dan Dayyan yang sedang tidur sambil berpelukan.


Dayyan yang mendengar suara teriakan pun membuka matanya. Sedangkan Breena hanya menggeliat mencari posisi nyaman dipelukan suaminya.


"Ya Allah Adek, lagi sakit pun masih bisa bisa nya pelukan sama suami. Nggak malu apa sama Kakak mu yang ganteng ini" omel Ansel . Ia sebel karena bukan nya bangun, Breena malah mencari posisi nyaman.


"Kak diam iihhh Breena ngantuk" omel Breena yang masih menutup matanya.


"Bangun iiihhh kalau nggak bangun, kakak makan tuh ayam bakar buatan Mommy. Mau??" ancam Ansel yang sukses membuat Breena membuka mata nya.


"Ayam bakar buatan Mommy. Mana Kak? iihh Breena kan lagi ngidam Kak. Jangan dimakan iihhh" rajuk Breena.


Dayyan malah tersenyum melihat kegaduhan yang dibuat oleh Ansel.


"Ayam bakar nya dimeja makan sayang. Mau Mas hangat kan dulu apa langsung dimakan?" tanya Dayyan sambil mengelus perut Breena.


Iya Dayyan jadi candu mengelus perut Breena yang sudah ada calon anak nya itu.


"langsung makan aja Mas. Breena uda nggak sabar mau makan nya Mas"


"Iya uda biar Mas ambil dulu iya"


Dayyan pun turun dari tempat tidur Breena dan menuju ke meja makan. Ia mengambil ayam bakar buatan Mommy Gantari lengkap dengan nasi nya.


Kemudian Dayyan menyuapi Breena dengan telaten.


Ansel yang melihat kemesraan mereka pun misuh misuh.


"Mesraan terooosss. Nggak dilihat apa ada orang ganteng disini yang belum nikah" sindir Ansel menatap sinis ke kedua pasangan didepan nya itu.


"Iri bilang Bos. Noohhh nikahin tu si Windy biar bisa kaya kita. Iya kan Mas" ucap Breena dengan nada mengejek nya.


"Mom, Breena ngejekin Ansel Mom" teriak Ansel yang mendapat tawa lepas dari para wanita yang ada di ruang tengah.

__ADS_1


Ceklek.....


__ADS_2