
Setelah kekacauan yang di buat oleh Alya tadi. Hakim memutus kan persidangan di scorsing selama 30 menit. Arsenal dan anak nya Adelio di bawa kembali oleh Polisi ke dalam tahanan.
Sebelum pergi, Arsenal menyempat kan diri nya untuk melihat keponakan nya. Ada senyum tipis yang terlihat tulus ia berikan kepada keponakan nya itu.
Bagaskara dan Brian yang melihat nya pun juga membalas senyuman setipis mungkin.
"Kamu ingin menemui mereka sayang?" tanya Brian lembut.
"Apa boleh Mas?"
"Boleh. Mas akan usahakan kamu bisa bertemu dengan Paman Arsen. Ayo"
Brian pun membawa Ani ke sel tahanan yang ada di dalam pengadilan. Brian meminta izin kepada Polisi yang berjaga disekitaran sel yang di tempati oleh Arsenal. Dengan susah payah akhir nya Brian pun mendapat kan izin itu.
"Ayo sayang"
Ani tak menjawab, ia hanya mengikuti kemana suami nya membawa nya.
"Assalamualikum Paman Arsen" sapa Brian ketika mereka sudah sampai di sel tahanan Arsenal.
"Wa'alaikum salam. Lia" jawab Arsenal dengan suara yang bergetar.
"Paman apa kabar?" tanya Ani
"Seperti yang kamu lihat Lia" ucap Paman Arsenal yang memandang wajah Ani dengan sendu.
Ani hanya diam, ia tak tau mau berbicara apa lagi sama Paman nya ini. Sebab memang mereka yang tak pernah dekat.
"Tuan Brian. Saya selaku Paman nya Lia. Saya ingin meminta satu hal sama Tuan Brian"
"Jangan panggil Tuan, Paman. Panggil saja Brian. Bagaimana pun juga saya adalah suami dari keponakan Paman"
__ADS_1
"Baik lah. Saya mohon untuk menjaga nya Nak Brian. Ia sudah tak memiliki siapa siapa lagi. Saya telah jahat merenggut nyawa kedua orang tua nya. Jadi saya minta dengan sangat untuk menjaga nya dan menyayangi nya" ucap Paman Arsenal memohon.
"Tanpa diminta pun saya akan tetap menjaga dan menyayangi nya Paman. Ani sekarang bagian dari keluarga Amderson. Paman tau sendiri selain keluarga Anderson, ada keluarga Abraham dan Danuarta yang juga akan menyayangi nya. Dan di tambah lagi keluarga Pratama yang selalu ada untuk nya selama ini. Jadi Paman tidak perlu risau"
"Terima kasih"
Setelah mengatakan itu, Ani dan Brian pun pamit untuk kembali ke dalam ruang persidangan. Namun baru beberapa langkah, Ani berbalik dan menatap Paman nya.
"Ani harap setelah ini, Paman hidup lah dengan sesuai hati Paman. Jangan mau ikuti semua perkataan dan menuruti permintaan dari orang yang hanya ingin menikmati harta Paman saya. Semoga di dalam sana nanti nya Paman bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi." ucap Ani dengan senyum tulus nya.
Lalu Ani pun melangkah terlebih dahulu, meninggalkan Brian yang masih terdiam menatap ketegaran sang istri.
Sedangkan Arsenal yang mendapat kan ucapan itu pun menangis haru. Bagaimana bisa anak yang berusaha ingin di lenyapkan nya, begitu terlihat tegar setelah ia kehilangan seluruh keluarga kandung nya.
Persidangan pun di mulai kembali. Arsenal dan Adelio sudah duduuk di kursi terdakwa. Mereka siap menanti kan hukuman yang pantas untuk mereka.
Adelio mendapat kam hukuman penjara selama 15 tahun. Karena merencanakan pembunuhan.
Selanjut nya Hakim membacakan hukuman untuk Arsenal. Hakim memutus kan Arsenal di hukum seumur hidup. Dan dendan 100 Milyar.
Ani meneteskan air mata nya mendengar vonis Hakim. Ia tak menyangka keluarga Paman nya akan menghabis kan waktu mereka di dalam jeruji besi. Terutama Adelio. Ia yang masih terlihat muda harus mendekam di dalam penjara karena hasutan dari Mama nya.
Akhir nya Arsenal dan Adelio pun dibawa kembali ke sel tahanan sebelum di pindah kan ke dalam rutan. Arsenal menatap kearah Ani dan tersenyum tulus kepada nya. Ani pun juga membalas senyuman Arsenal tak kalah tulus.
Akhir nya penantian Bagaskara dan perjuangan nya untuk memberikan hukuman kepada orang yang sudah dengan tega membunuh seluruh keluarga nya itu pun terjadi. Tak sia sia perjuangan nya.
Selesai sidang Brian membawa Ani keluar ruangan persidangan. Di halaman parkiran mereka berpamitan kepada Bagaskara.
Tujuan Brian dan Ani adalah ke makan kedua orang tua nya dan Kakek nya.
Dan disini lah mereka sekarang. Di tempat pemakaman elit yang ada di daerah Jakarta. Ani duduk bersimpuh di antara dua makam. Makam kedua orang tua nya yang tidak pernah ia kunjungi.
__ADS_1
"Maafin Lia Ayah Ibu. Maaf kalau Lia baru bisa datang sekarang. Sungguh Lia sudah ingin kesini dari dulu. Tapi baru sekarang Lia bisa datang nya. Sekali lagi maaf Ayah Ibu" ucap Ani sesenggukan.
"Ayah perkenal kan dia Mas Brian. Dia suami Lia Yah. Dia orang yang baik. Dan sangata menyayangi Lia" ucap nya memperkenal kan suami nya.
"Assalamualaikum Ayah Ibu. Saya Brian. Saya suami nya Ani. Maaf Yah, sekarang Lia sudah di panggil Ani. Jadi Brian tetap akan memanggil nya Ani juga. Bukan karena tidak suka dengan panggilan Lia. Namun nama Lia itu hanya untuk panggilan Ayah dan Ibu saja"
Lama Ani dan Brian di pemakaman itu. Kemudian mereka lanjut ke pemakaman sang Kakek. Disana Ani juga memperkenal kan diri nya dan suami nya.
Setelah menghabis kan waktu hampir 1 jam lebih, Brian memutuskan membawa Ani pulang. Sebab sudah satu harian Ani belum ada istirahat nya.
Sesampai nya di Mansion Anderson. Ani langsung berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai 3. Ia bahkan sampai tak melihat kedua mertua nya yang sudah duduk manis di sofa ruang keluarga bersama dengan Quin.
Brian pun menghampiri kedua orang tua serta anak nya. Ia duduk di samping Mommy nya.
"Bagaimana Bri?" tanya Mommy Aletha.
" Lancar Mom. Iya hukuman nya setimpal lah" ucap Brian lesu.
"Berapa?" tanya Daddy Martin
"Arsenal seumur hidup sama denda 100 Milyar. Istri nya Alya 20 tahun penjara. Dan anak nya Adelio 15 tahun penjara Dad" ucap Brian sambil menghela nafas nya berat.
"Iya cukup memuaskan. Karena selama ini mereka juga sudah menikmati apa yang menjadi hak nya Ani. Kata kan saja itu untuk membayar apa yang sudah mereka lakukan" ucap Daddy Martin.
"Iya Dad. Ya walau pun sebenar nya Brian sedikit kurang setuju dengan hukuman nya Alya Dad. Karena semua ini ia lah yang menjadi otak kejahatan nya Dad. Dia menghasut Arsenal untuk mengambil harta milik keluarga Admaja yang sudah susah payah mereka bangun"
"Mau di kata apa lagi Bri? Putusan Hakim sudah ketok palu. Kalau kita mau banding, yang ada malah hukuman itu bisa jadi semakin berkurang. Jadi ikhlas kan saja" ucap Mommy Aletha.
"Iya Mom. Ani pun sudah ikhlas sama semua nya. Oiya Mom. Mommy masak apa hari ini?" tanya Brian.
"Mommy nggak masak. Kan tadi Mommy pergi ke salon sama Mommy Rianti dan Mama Ratih. Kenapa?"
__ADS_1
"Bri seperti mya ingin makan nasi goreng pete deh Mom" ucap Brian sambil tersenyum membayang kan nikmat nya nasi goreng campur pete. Entah kenapa ia begitu ingin makan nasi goreng itu