
Di dalam rumah terlihat suasana yang sangat ramai karena canda tawa dari tiga keluarga itu. Bahkan tawa nya sampai terdengar keluar rumah.
Seorang pria yang baru saja turun dari mobil bersama dengan kekasih nya pun saling menatap. Mereka merasa heran sebab ini sudah hampir jam 09:00 malam. Tapi dari dalam rumah itu masih saja terdengar suara tawa.
"Seperti nya sedang ramai iya Bang?" tanya sang kekasih.
"Iya sayang. Apa ada tamu iya?" tebak si pria yang mendapat kan gelengan kepala dari kekasih nya.
"Iya uda kita masuk aja yuk. Biar tau apa yang terjadi di dalam itu" ajak si pria.
Mereka tidak memencet bell sebab ada salah satu pelayan yang sedang berada di teras rumah.
"Selamat malam Mbak" sapa si wanita.
"Selamat malam. Ada yang bisa di bantu Nona?"
"Kami ingin bertemu dengan Breena. Apa dia ada Mbak?" tanya si wanita lembut.
"Ning Breena dan Gus Dayyan ada di dalam Nona. Mereka sedang berada di ruang makan bersama dengan kedua orang tua mereka. Apa mau saya panggil kan saja Nona?"
"Tidak usah Mbak. Biar kami aja yang langsung masuk" ucap lelaki itu datar.
"Silah kan Tuan Nona"
Setelah mendapat izin dari pelayan tersebut. Sepasang kekasih itu pun masuk ke dalam rumah sederhana Dayyan dan Breena namun tampak elegan dan mewah di dalam nya.
Semakin mereka masuk ke dalam. Semakin terdengar pula lah suara tawa yang terus masuk ke indera pendengaran pasangan itu.
Dan begitu mereka tiba di ruang makan. Dapat mereka lihat Breena dan Dayyan sedang menggoda Ayah nya Dayyan yang sedang merajuk.
"Wah ada apa ini? Kenapa ketawa nggak ngajak ngajak" ucap pria itu yang membuat semua orang beralih menatap nya.
"Abaaannggggg" seru Breena girang. Ia pun kemudian berdiri dan berjalan tergesa menghampiri lelaki itu.
__ADS_1
Pria itu langsung merentangkan kedua tangan nya. Menunggu Breena memeluk nya. Dan benar saja. Ketika Breen sudah berada di dekat nya, Breena langsung memeluk pria itu.
"Selamat Princess. Selamat atas kelulusan nya. Semoga ilmu nya bermanfaat untuk membantu menyembuhkan semua orang yang membutuhkan pertolongan kamu princess nya Abang" ucap pria itu lembut dengan senyum yang mengembang.
"Makasih Abang. Kenapa Abang tadi nggak datang?" rajuk Breena.
"Maaf kan Abang princess. Abang ada penerbangan tadi ngantar Mas Ibra ada seminar di Yogja. Ini Abang baru balik. Terus langsung jemput Kakak mu bawa dia kesini juga. Karena Abang tau kalau Kakak mu pasti tadi nggak ikut ke acara wisuda mu tadi princess" jelas Juan. Karena ia tak mau princess nya akan merajuk kalau dia tidak menjelaskan yang sebenarnya.
"Hmm baik lah di maaf kan"
Lalu Breena pun beralih memeluk Selvi yang sedari tadi berdiri di samping Juan menatap kedua nya dengan senyum manis nya.
"Selamat iya Dek. Uda lulus jadi Dokter. Semoga kamu bisa membantu menyembuhkan orang orang yang membutuhkan pertolongan mu iya" ucap Selvi.
"Makasih iya Kak. Tapi kenapa Kakak tadi nggak datang? Pada hal Bunda Aisyah sama Ayah Hermawan datang juga" ucap Breena dengan bibir yang kembali mengerucut.
"Maafin Kakak iya Dek. Jadwal Kakak hari ini penuh banget dari pagi sampai sore. Jadi Kakak nggak bisa datang. Sekali lagi maaf iya. Ini ada hadiah dari Kakak"
Selvi menyerahkan Hadiah yang sudah di persiap kan nya sejak lama ke pada Breena. Dengan senang hati Breena menerima nya. Ia bahkan langsung membuka nya saat itu juga.
"Terima kasih Kak. Ini cantik banget baju nya" puji Breena dengan senyum yang mengembang.
"Kamu suka Dek?"
"Pasti Kak. Ini baju nya cantik banget nggak mungkin Aku nggak suka"
"Kakak pikir kamu nggak bakalan suka Dek. Maaf iya cuma bisa ngasih itu. Soal nya Kakak nggak tau mau ngasih apa sama kamu"
"Ini pun uda cukup Kak. Makasih iya Kak" ucap Breena lagi sambil memeluk Selvi kembali.
"Kamu tau Princess. Itu baju nya buatan tangan Kakak kamu sendiri loh" ucap Juan tiba tiba memberitahu kan hal yang di minta Selvi di rahasia kan itu.
"Abang serius?" tanya Breena yang terkejut mendengar itu.
__ADS_1
"Iya. Kalau nggak percaya tanya kan saja sama Kakak mu itu. Lihat lah wajah nya sudah memerah seperti udang rebus" ledek Juan.
Juan pun meninggal kan kedua wanita itu dan menghampiri para orang tua yang menatap mereka sedari tadi.
"Pah apa kabar?" tanya Juan sambil menyalami dan mencium tangan Papa Doni.
"Alhamdulillah Papa sehat nak. Kamu kenapa nggak pernah kelihatan lagi? Apa uda nggak anggap Papa mu ini Papa mu lagi?" tanya Papa Doni merajuk.
"Jangan gitu dong Pah. Kalau bukan Papa siapa lagi Papa nya Juan? Maaf iya kalau Juan uda jarang main kerumah. Juan lagi banyak terbang saat ini Pah" jelas Juan sambil memeluk Papa Doni.
Papa Doni pun menepuk punggung Juan. Dia tersenyum melihat Juan yang tumbuh dengan sehat.
"Jangan terlalu capek Juan. Papa nggak mau lihat kamu sakit. Dan segera lah menikah agar ada yang merawat mu setiap hari nya" pinta Papa Doni.
"Papa bujuk dong dia nya biar mau terima lamaran Juan" rengek Juan sambil menggoyang kan tangan Papa Doni seperti anak kecil yang meminta di beli kan Ice cream.
"Biar nanti Mama mu dan Umma yang bicara sama dia" ucap Mama Ratih dan di angguki juga oleh Umma Hanum.
Sedang kan Breena yang tau kalau baju yang di hadiah kan untuk nya adalah hasil tangan nya Selvi justru memekik kesenangan. Ia bahkan memeluk Selvi erat tanpa ingat kalau perut nya sudah menonjol.
"Sayang hati hati ada dedek di perut mu" ucap Dayyan memperingati kelakuan Breena yang tidak bisa tenang kalau sedang bahagia.
"Maaf Mas. Breena lagi senang" ucap nya cengengesan.
"Kak. Nanti buat kan Breena baju lagi iya. Yang couple. Soal nya untuk acara resepsi nya Mas Brian sama Mbak Ani. Mau iya Kak" bujuk Breena.
"Tapi kan Kakak bukan desainer Dek. Nggak mungkin Kakak bisa membuat baju yang bagus untuk acara besar seperti itu" tolak Selvi halus.
Bagaimana ia bisa percaya diri membuat kan Breena dan Dayyan baju couple untuk acara resepsi dari pengusaha yang sangat terkenal. Yang ada ia akan malu, saat nanti baju nya tidak sesuai dengan harapan.
"Breena nggak mau tau. Yang penting buat kan Breena baju couple untuk acara resepsi Mas Brian nanti" paksa Breena.
"Kakak usaha kan iya Dek. Tapi kalau hasil nya nggak memuas kan, kamu jangan marah iya. Kamu juga pesan baju di butik lain juga iya. Biar nggak kelimpungan nanti nya kalau baju yang Kakak buat kan hasil nya nggak sebagus buatan butik"
__ADS_1
"Iya Kak. Makasih iya" ucap Breena senang.
Kebahagiaan kedua wanita muda berbeda status itu pun membuat para pasangan mereka dan empat orang paruh baya disana juga ikut merasakan kebahagiaan mereka.