
Di dalam ruang operasi, suasana terlihat sangat serius. Dokter Doni di dampingi Dokter Bedah beserta perawat yang ikut dalam team operasi kali ini sangat sangat serius. Begitu pun dengan Wily. Ia juga sangat serius melihat apa saja yang di lakukan oleh Dokter Doni dalam melakukan penggantian katup jantung.
Ya, operasi kali ini keluarga pasien meminta pengganti katup jantung dengan bahan alami. Setelah menunggu beberapa bulan. Akhir nya keluarga pasien mendapat kan donor jantung yang cocok untuk pasien.
Operasi pun sudah memakan waktu hampir 2 jam. Dan tepat pada pukul 11:00 yang arti nya operasi telah berlangsung selama 2 jam 10 menit telah selesai dan lancar. Dan lampu operasi pun telah di padam kan.
Para Dokter pun keluar dari ruang ruang operasi. Di luar ruangan keluarga yang menunggu pun menghentikan langkah Dokter Doni dan yang lain nya.
"Dokter bagaimana operasi nya?" tanya anak dari pasien tersebut.
"Alhamdulillah operasi nya lancar. Pasien akan di pindah kan keruangan reservasi dulu untuk meninjau bagaiamana keadaan nya selanjut nya. Apakah jantung nya bekerja dengan baik atau tidak. Kita doa kan saja semoga semua nya baik baik saja" ucap Dokter Doni dengan senyum hangat nya.
"Terima kasih Dokter telah menolong Ibu saya" ucap nya tulus.
"Sama sama. Kalau begitu kami permisi dulu"
Setelah mengatakan itu Dokter Doni dan Team nya pun berlalu dari sana, dan menuju ruangan mereka masing masing.
"Wily silahkan kamu buat laporan tentang operasi tadi. Dan kumpul kan dua hari lagi" ucap Dokter Doni ketika mereka sudah sampai di dalam ruangan Dokter Doni.
"Siap Dokter"
Wily pun langsung mengerjakan tugas nya setelah ia terlebih dahulu mengganti baju nya.
Siang hari nya Breena sudah bersiap menunggu kedatangan suami tercinta nya. Calon Ibu itu menggunakan gamis dengan corak bunga Lily berwarna Pink. Membuat Ibu hamil itu semakin cantik. Ini
Sedangkan di kantor Pratama.Corp. Dayyan yang sudah janji dengan Breena pun langsung keluar dari ruang kerja nya. Bertepatan dengan ia yang membuka pintu, Dion sudah berdiri di samping meja Anggi.
"Mau makan siang bareng Bos?" tanya Dion.
"Nggak. Kalian aja. Gue mau pulang" jawab Dayyan santai.
"Masih jam 12 ini Bos. Uda mau pulang aja. Apa uda rindu sama istri?" goda Dion membuat Dayyan mendengus kesal.
"Gue mau jemput Ibu hamil. Mau Chek Up lihat dedek. Uda rindu Gue sama anak anak Gue. Uda ach bye. Gue jalan dulu. Jangan lupa nanti gantiin Gue meeting" ucap Dayyan kemudian ia langsung pergi meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
Anggi yang mendengar kalau atasan nya akan mengantar kan istri nya untuk memeriksa kehamilan nya pun mendadak murung. Ia memikir kan kenapa ia sudah dua bulan menikah tapi belum ada tanda tanda hamil.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Dion khawatir melihat wajah murung istri nya.
"Maafin Anggi Mas" ucap Anggi bergetar.
"Maaf kenapa?"
"Maaf kalau Anggi belum bisa hamil. Anggi tau kalau Mas pasti juga ingin memilik anak. Tapi Anggi belum bisa memberikan nya. Maaf" ucap Anggi dengan air mata yang sudah menetes.
"Kenapa kamu bilang begitu sayang. Jujur Mas juga ingin punya anak. Bukan hanya Mas, semua orang pasti ingin punya anak. Tapi kita serah kan lagi semua nya sama yang di atas sayang. Kalau beliau belum mengizin kan kita memiliki anak. Kita mau bagaimana lagi. Berarti belum rezeki kita. Dan itu arti nya kita harus berusaha lagi sayang" ucap Dion yang awal nya serius berakhir dengan menggoda istri nya.
"Terima kasih Mas, kamu tidak memaksa Aku untuk hamil segera. Maaf. Tapi memang Allah yang belum memberikan rezeki ke kita untuk memiliki anak sekarang" ucap Anggi sendu.
"Tidak apa apa. Jangan di pikir kan lagi sayang. Semua pasti ada waktu nya. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana dna berusaha. Jangan lupa berdoa juga" ucap Dion lembut.
...----------------...
Dayyan telah sampai di rumah nya. Ia sudah melihat kalau bumil nya itu sudah menunggu nya di teras rumah. Dengan cepat Dayyan turun dari mobil nya dan menghampiri sang istri tercinta.
"Assalamualaikum Umi" sapa Dayyan ketika sudah berada di dekat Breena.
"Wa'alaikum salam Abi. Abi mau makan dulu apa kita langsung jalan aja?" tanya Breena sambil menyalami dan mencium tangan Dayyan.
"Iya uda ayo kita jalan Abi. Umi uda nggak sabar mau lihat dedek twins" ajak Breena semangat.
Breena dan Dayyan pun langsung masuk ke dalam mobil. Setelah kedua nya siap. Dayyan langsung melajukan mobil nya meninggal kan rumah nya.
Disepanjang jalan, Breena tak henti henti nya mengelus perut buncit nya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua malaikat kecil nya itu.
Begitu pun dengan Dayyan. Ia juga sesekali mengelus perut buncit Breena, ketika jalanan sedang senggang.
Dan disinilah mereka saat ini, berjalan bergandengan menuju kantin rumah sakit. Banyak pasang mata yang menatap kearah mereka. Bagaimana tidak, Dayyan yang masih menggunakan setelan kantor lengkap dengan jas nya. Begitu pun dengan Breena, walau pun ia hanya menggunakan gamis saja. Tetapi ia juga menenteng jas putih Dokter nya.
Beberapa perawat dan Dokter yang berpapasan dengan mereka pun menyapa dan memberi hormat. Mereka juga balas menyapa dan hanya Breena yang memberikan senyuman nya.
Sesampai nya di kantin, Dayyan langsung menuju ke stand makanan dan memesan makan siang mereka sesuai permintaan Ibu hamil.
Sambil menunggu makanan mereka, Dayyan menyempatkan waktu nya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan nya dari ponsel mahal nya. Sedangkan Breena sedang berbincang dengan Syeril.
__ADS_1
Ketika makanan datang, dengan cepat mereka menghabis kan nya. Agar semakin cepat juga memeriksa dedek twins mereka.
...----------------...
Disinilah mereka sekarang. Duduk di depan poli kandungan menunggu antrian.
Dokter Doni yang kebetulan lewat dari poli kandungan pun tak sengaja melihat anak dan menantu nya yang sedang bercengkrama disana dengan beberapa ibu ibu hamil.
"Princess" panggil Papa Doni.
"Papa" ucap Breena senang. Ia langsung memeluk pria cinta pertama nya itu. Begitu pun dengan Dayyan, ia menyalami dna mencium tangan Papa Doni.
"Kaliam sedang menunggu antrian?"
"Iya Pah. Mau lihat perkembangan cucu cucu Papa" ucap Breena sambil bergelayut manja di lengan Papa Doni.
"Masih lama?"
"Sebentar lagi Pah. Setelah ini kita di panggil. Tadi kan uda buat janji duluan sama Mama"
"Kalau begitu Papa ikut"
Setelah mengatakan itu Papa Doni pun juga ikut duduk di samping putri nya.
Menunggu selama 10 menit akhir nya nama Breena pun dipanggil.
"Nona Aurellia Abreena. Silah kan masuk" ucap perawat itu.
Breena, Dayyan dan Papa Doni pun masuk kedalam ruangan poli kandungan itu. Dan betapa terkejut nya Mama Ratih melihat suami nya juga ikut masuk kedalam.
"Papa ngapain ikut masuk juga?" tanya Mama Ratih heran.
"Iya Papa juga mau ikut lihat cucu cucu kita juga Mah. Emang Mama aja yang boleh lihat cucu cucu kita" protes Papa Doni yang membuat semua orang yang ada didalam ruangan itu menggeleng kan kepala nya. Begitu pun dengan Dokter dan perawat yang membantu Mama Ratih, mereka menahan tawa mereka.
"Hmm baik lah. Jadi sekarang Opa juga mau lihat cucu cucu nya iya. Nggak mau sama Oma iya yang tiap bulan selalu melihat mereka" goda Mama Ratih.
"Iya lah masa Opa nya nggak boleh lihat mereka"
__ADS_1
"Baik lah, sayang kamu di timbang dulu iya. Nanti baru kita USG" ucap Mama Ratih.