Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Makan Bersama


__ADS_3

Adzan Magrib pun berkumandang, para pria memilih sholat di masjid utama, sedangkan para wanita memilih sholat di masjid pondok putri.


Para pengasuh bayi dan beberapa pelayan yang di bawa oleh Brian dan Dion pun saling bergantian sholat nya. Karena mereka harus menjaga ke empat bayi Tuan dan Nona mereka.


Di Masjid utama, Dayyan kembali menjadi Imam. Abah Arsya meminta Dayyan untuk memimpin sholat magrib mereka. Karena sudah lama sekali dia tidak di imami oleh putra satu satu nya itu


Sedang kan di masjid pondok putri, Breena lah yang menjadi Imam mereka. Sama seperti Dayyan, Breena pun di minta Umma Hanum untuk menjadi Imam.


Bak satu hati yang tak terpisah kan, ketika sama sama menjadi imam di dua masjid yang berbeda walau pun dekat jarak nya. Mereka berdua membaca kan ayat yang sama di tiga rakaat yang mereka pimpin.


Setelah selesai sholat, Dayyan dan Breena meminta semua para santri putra dan santri putri serta ustadz dan ustadzah untuk berkumpul di aula.


Beberapa santri pun saling bertanya tanya. Mengapa mereka di minta untuk berkumpul di aula. Apa ada acara yang mengharus kan mereka berkumpul. Atau ada yang akan mendapat kan hukuman.


Mereka yang tak mau menebak nebak pun, akhir nya segera menuju ke aula, karena Kyai dan Gus mereka beserta sahabat Gus mereka sudah berjalan terlebih dahulu menuju ke aula. Mereka tak mau membuat Kyai mereka menunggu mereka terlalu lama.


Sesampai nya di aula ternyata beberapa santri putri yang memang memilih sholat di masjid pondok putri sudah berkumpul bersama dengan Umma Hanum, Breena dan yang lain nya.


Santri putri itu menempati bagian mereka. Aula tersebut di bagi menjadi dua bagian. Sebelah kanan untuk putra dan sebelah kiri untuk putri.


Di dalam aula tak ada satu pun meja atau pun kursi. Hanya ada hambal yang terbentang disana. Dan beberapa makanan yang sudah di pisah untuk satu orang satu.


Seperti biasa, para ustadz dan ustadzah akan menempati barisan depan lalu di belakang mereka baru lah para santti yang menempati nya.


Mereka duduk saling berhadapan dengan Abah Arsya dan keluarga nya. Beserta tamu yang datang ke pesantren bersama dengan Gus dan Ning mereka.

__ADS_1


Di hadapan mereka semua sudah tersedia satu mangkuk bakso, satu box makanan cepat saji dan satu box roti atau cake yang sudah di beli oleh Dayyan dan yang lain nya tadi. satu orang mendapat kan tiga menu tersebut.


Dengan memandang heran, ustadz ustadzah serta para santri pun duduk di masing masing tempat ynag sudah di sedia kan.


"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu." ucap Dayyan memulai pembicaraan.


"Wa'alaikum salam warrahmatullahi wabarakatu" jawab semua nya.


"Selamat malam semua nya. Terima kasih untuk ustadz dan ustadzah serta para santri yang sudah datang memenuhi permintaan saya dan istri saya tadi di masjid setelah sholat magrib tadi" ucap Dayyan dengan ramah.


Beberapa santri serta ustadzah yang mendengar suara ramah Gus Dayyan pun terkesiap. Biasa nya Dayyan hanya mengeluarkan suara datar dan dingin nya saja.


"Di depan kita semua sudah tersedia beberapa makanan yang tadi sempat kami beli saat di perjalanan menuju kesini. Niat kami hanya ingin makan bersama dengan kalian semua ustadz ustadzah serta para santri. Agar kekeluargaan di antara kita tetap terjalin dengan baik." jeda Dayyan dengan senyuman manis nya yang baru pertama kali di perlihat kan nya di hadapan para penghuni pondok pesantren Abah nya.


Para santri putri dan ustadzah yang baru pertama kali melihat Gus mereka pun terpesona dengan senyuman yang di berikan oleh Dayyan.


"Maaf Ning" ucap mereka sambil menunduk.


Dayyan tersenyum melihat tingkah istri nya yang sedang cemburu tersebut. Dia pun menggenggam tangan Breena dengan lembut.


Abah Arsya dan Umma Hanum yang melihat tingkah anak serta menantu nya itu hanya bisa menggeleng kan kepala nya.


"Makanan yang ada di hadapan kalian semua itu dari teman teman saya yang ingin makan bersama dengan kalian semua. Maka dari itu kami memutus kan mengajak kalian semua nya untuk makan malam bersama di dalam aula ini. Ayo semua nya silah kan dimakan dan di nikmati hidangan yang telah tersedia" lanjut Dayyan mempersilah kan mereka semua nya untuk makan.


"Terima kasih Gus untuk makan malam nya" ucap semua ustadz dan ustadzah serta para santri sebelum memulai makan nya.

__ADS_1


"Sama sama ayo di nikmati. Kalau tidak habis kalian bebas untuk membawa nya ke dalam kamar kalian. Untuk nanti siapa yang mau manisan, bisa kalian ambil di depan iya." ucap Dayyan lagi.


Setelah itu mereka semua pun memulai acara makan malam bersama nya. Mereka lebih memilih memakan bakso nya terlebih dahulu, karena memangasih panas. Untuk nasi box nya mereka akan membawa nya ke kamar mereka, dan memakan nya nanti kalau mereka merasa lapar lagi.


Di barisan depan para pemilih pesantren dan teman anak anak nya. Terlihat Umma Hanum yang sedang membantu Abah Arsya untuk menambahkan sambal saus dan kecap ke dalam mangkuk bakso milik Abah Arsya.


"Jangan banyak banyak Umma sambel nya" ucap Breena tiba tiba ketika melihat ibu mertua nya akan menambah kan kembali sambal ke dalam mangkuk bakso Abah Arsya.


Umma Hanum menatap ke arah Breena. Dia bingung kenapa menantu nya itu melarang nya menambah kan sambal.


"Bukan nya Abah tak tahan makan makanan yang terlalu pedas Umma?" tanya Breena memberitahu.


"Astafirullah maaf Abah, Umma lupa" ucap Umma Hanum merasa bersalah..


Abah Arsya tersenyum menanggapi nya. Ia tau istri nya itu kalau sudah ada bakso di hadapan nya pasti dia akan kalab dengan sambal nya. Karena memang Umma Hanum kalau makan bakso pasti selalu menambah kan banyak sambal.


"Apa mau di ganti dengan bakso milik Umma aja Abah? Bakso punya Umma belum di tambah sambal. Seperti nya ini sambal nya sudah terlalu banyak" ucap Umma Hanum yang masih merasa bersalah.


"Tidak usah Umma. Ini saja untuk Abah." ucap Abah Arsya lembut.


"Tapi...."


"Tidak apa apa Umma. Lagian ada Ibu dokter yang akan merawat Abah kalau Abah sakit" ucap Abah Arsya menggoda menantu nya itu.


"Asiiiyyyyaaaapppp Abah. Ibu dokter nya 24 jam standby untuk Abah seorang" jawab Breen ayang juga ikut menggoda Ayah mertua nya itu.

__ADS_1


Seketika tawa terdengar dari yang lain nya ketika mendengar jawaban Breena. Sedang kan Dayyan sudah menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Abah dan istri nya itu.


__ADS_2