Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Membaiknya Hubungan Dua Sahabat


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Papa Doni membuat Daddy Martin tidak bisa lagi membendung tangisnya. Ia lantas kembali memeluk sahabatnya itu. Sahabat yang sudah dianggapnya sebagai kakak nya. Sahabat yang telah banyak membantunya.


Daddy Martin begitu malu pada keluarga Papa Doni. Mereka sudah dibuat kecewa oleh kelakuannya. Anak nya sudah dibuat sakit hati. Tetapi mereka masih berbesar hati untuk memaafkan keluarganya.


"Terima kasih Doni. Terima kasih. Aku sungguh menyesal dengan sikapku Doni" ucap Daddy Martin yang masih terisak dipelukan sahabatnya itu.


"Apa pun yang telah terjadi diantara kita. Mari kita lupakan semua nya Martin. Kami semua sudah memaafkan mu. Tidak ada lagi rasa yang mengganjal dihati kami. Dari dulu hanya satu yang kami inginkan. Hanya permintaan maaf dari kalian. Tidak ada yang lain yang kami inginkan. Namun kalian seolah olah tidak menyadari itu. Jadi mari kita perbaiki hubungan kita. Bagaimana pun kau sudah ku anggap adik ku Martin" ucap Papa Doni sambil menepuk punggung Daddy Martin.


Brian hanya menyaksikan semuanya. Ia menatap sendu kearah Breena yang berada dalam dekapan suaminya.


"Aku begitu bodoh telah menyia nyiakan mu dulu Bee. Aku memang lelaki bodoh. Hanya karena bujuk rayu wanita itu, aku telah mengkhianatimu. Kau memang wanita yang tulus Bee. Hati mu tulus kepada semua orang. Kau wanita yang sangat baik. Kau berhak berbahagia Bee. Beruntung suami mu mendapatkan kamu Bee. Lelaki soleh mendapatkan wanita yang soleha juga. Semoga kau selalu bahagia bersamanya Bee. Sekarang aku ikhlas melupakanmu Bee. Aku bahagia melihat mu bahagia bersama dengan suamimu" ucap Brian dalam hati. Ia begitu bahagia melihat Breena yang dimanja oleh suaminya.


Setelah melapaskan pelukannya dari Papa Doni. Daddy Martin pun melihat kearah Breena.


"Breena, boleh Om memeluk mu?" tanya Daddy Martin yang melihat Breena masih dipeluk oleh suaminya.


Dayyan yang mendengar permintaan Daddy Martin pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf Tuan Martin. Breena hanya boleh dipeluk oleh dua lelaki saja. Saya dan Papa nya" tolak halus Dayyan. Ia tak rela istri cantiknya dipeluk oleh lelaki lain.


"Ckk, posesif sekali" sindir Daddy Martin mencebikkan bibirnya.


Semua yang ada disana justru tertawa dibuat oleh jawaban Dayyan.


"Bagaimana kalau aku yang memeluk nya?" goda Brian yang sudah menaik turunkan alisnya.


"Dari dulu sampai sekarang aku tak pernah memeluknya. Bahkan memegang tangan nya saja pun tak boleh. Jadi aku ingin sekali bisa memeluk nya" goda Brian lagi yang justru mendapatkan pelototan mata tajam oleh Dayyan.


"Kau lebih tak boleh memeluknya. Kau bukan muhrimnya" ucap Dayyan dengan posesifnya. Bahkan ia sampai memeluk Breena dengan erat.

__ADS_1


"Pelit sekali pengantin baru ini" cebik Brian yang semakin menggoda Dayyan.


"Masa bodoh" ucap Dayyan ketus.


"Mas lepas. Breena susah nafasnya kalau gini. Ini terlalu erat Mas" protes Breena yang berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Maaf sayang. Mas tidak mau dia memelukmu" rengek Dayyan manja. Lalu ia sedikit melonggarkan pelukannya.


"Jangan bermesraan didepan ku. Aku ini uda lama menduda. Jadi kasihanilah duda anak satu ini. Dirumah tidak ada yang bis aku peluk selain guling" protes Brian membuat semua orang tertawa.


"Makanya nikah lagi sana. Biar bisa ada yang dipeluk lagi" ucap Breena memberi saran.


"Aku masih mencari Ibu baru yang baik untuk Quin. Dan itu belum ketemu juga"


"Usaha dong jangan nyarik nya diam aja. Kalau nunggu bidadari jatuh ia sampai kapan pun nggak akan dapat" sindir Ibra. Karena ia tau adik nya itu tidak bersungguh sungguh mencari istri lagi.


"Lagi pula aku tak mau memberikan Ibu baru untuk Quin seorang bule. Aku mau Ibu baru untuk Quin itu yang baik, tulus, penyayang dan berhijab juga" lanjut Brian memberitahukan istri yang dicarinya.


"Breena punya yang seperti itu Mas" ucap Breena yang sukses membuat semua orang beralih menatapnya.


"Siapa sayang? Sahabat kamu di kampus? Bukannya mereka sudah punya kekasih iya?" tanya Dayyan.


"Bukan Mas. Mereka mah uda paten itu. Bisa bisa Breena digorok sama pasangan mereka"


"Lalu siapa sayang?" tanya Mama Ratih.


"Mbak Ani Mah. Dia khadamah di pesantren nya Umma. Orang nya baik, tulus, penyayang, juga cantik. Breena rasa cocok untuk Mas Brian" ucap Breena santai. Ia tak melihat bagaimana reaksi suaminya.


"Mbak Ani yang waktu itu memberikan rekaman video kepada Dayyan itu iya?" tanya Mama Ratih mengingat ingat yang mana namanya Mbak Ani.

__ADS_1


"Iya Mah. Cantikkan Mah. Pasti cocok untuk Mas Brian. Dia juga ke Ibuan Mah orang nya" ucap Breena yang masih mempromosikan Mbak Ani kepada Brian.


"Iya Mama ingat sekarang. Mbak Ani memang cantik orang nya. Pasti cocok itu untuk Brian Letha" ucap Mama Ratih yang setuju dengan usulan Breena.


"Sayang, apa kamu sudah tau kehidupan Mbak Ani?" tanya Dayyan.


"Belum sih Mas. Mbak Ani nggak pernah mau cerita sama Breena Mas" ucap Breena memanyunkan bibirnya.


"Ada dengan nya Dayyan?" tanya Papa Doni.


"Mbak Ani itu asli orang Jakarta Pah. Dia dari keluarga sederhana. Ia masuk kepesantren dari umur 12 tahun. Ia tak hanya belajar dipesantren saja. Tetapi ia juga mengabdi di ndalem menjadi khadamah. Alasan kedua orang tuanya menyuruhnya mengabdi di ndalem itu agar ia bisa belajar bagaimana nanti jika menjadi seorang istri untuk melayani suaminya. Kami semua menerimanya dengan baik. Beberapa bulan dia tinggal di pesantren, kami mendapat telepon dari rumah sakit mengabarkan kalau orang tuanya berada dirumah sakit. Abah dan Umma menemani Mbak Ani kerumah sakit. Sampai dirumah sakit, kedua orang tuanya berada diruang ICU. Keadaan mereka cukup parah. Ternyata mereka ditabrak oleh seseorang. Orang tua Mbak Ani berpesan agar dia selalu berada dilingkungan pesantren dan terus mengabdi di pesantren. Dia tidak diperbolehkan keluar dari pesantren itu oleh kedua orang tuanya" jelas Dayyan.


"Kenapa begitu nak?" tanya Papa Doni lagi.


"Sebenarnya ada seseorang yang ingin mencelakai keluarga mereka. Terutama Mbak Ani Pah. Setelah kami usut sebenarnya Mbak Ani ini mereupakan pewaris tunggal dari keluarga Ayah nya. Namun karena ada perebutan harta yang dilakukan oleh saudara tiri Ayah nya. Jadi Ayah nya Mbak Ani pergi dari rumah orang tuanya, bersama istri dan anaknya. Dia tak mau adanya permusuhan di keluarga nya. Apa lagi perebutan harta. Ternyata saudara tirinya itu masih tidak terima jika Ayah Mbak Ani hanya keluar dari rumah orang tuanya saja. Jadi ia merencanakan pembunuhan kepada keluarga Mbak Ani. Target mereka adalah Mbak Ani. Tapi sayang nya sebelum mereka melakukan pembunuhan itu, Ayah dan Ibu Mbak Ani sudah menitipkan Mbak Ani terlebih dahulu kepada Abah dan Umma. Makanya sampai sekarang Mbak Ani itu tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan pesantren oleh Abah dan Umma. Mereka sampai saat ini masih mengincar Mbak Ani" jelas Dayyan.


"Maaf sayang, sebenarnya Abah dan Umma sudah menganggap Mbak Ani anak mereka. Itu maka nya Mbak Ani begitu di istimewakan oleh Abah dan Umma disana. Dan kamu mau tau apa alasan Abah dan Umma hanya menyuruh Mbak Ani saja untuk menemani kamu?" tanya Dayyan menatap Breena.


Breena hanya menggelengkan kepalanya.


"Karena Abah dan Umma ingin Mbak Ani bisa dekat dengan seseorang sayang. Ia terlalu pendiam dan menyendiri. Maka nya Umma sangat senang ketika melihat kalian bisa berteman dengan baik dan sedekat itu" jelas Dayyan menatap sendu kearah istrinya.


"Jadi kalau memang Mas Brian mau menjadikan Mbak Ani istri nya Mas Brian. Aku mohon dengan sangat tolong jaga dia sebaik mungkin. Nyawa nya masih diincar oleh seseorang yang ingin menguasai harta Kakek nya. Karena sampai saat ini harta itu masih dipegang oleh pengacara keluarga Kakek nya. Karena pengacara itu tau dimana keberadaan Mbak Ani. Jadi dia bersikeras akan memberikan harta itu kepada saudara tiri Ayah nya kalau dia bisa menunjukkan mayat Mbak Ani" jelas Dayyan lagi.


Semua orang memandang kearah Brian. Menunggu jawaban dari Brian.


"Aku harus memikirkan ini dulu. Aku tak mengenal nya juga. Jadi jangan menunggu jawaban dari ku. Aku juga butuh pendekatan dengan nya. Juga dengan Quin. Kalian tau kan Dad kalau Quin ingin bertemu dengan Mommy nya itu. Jadi aku tak ingin terburu buru Dad" jelas Brian kepada semua orang.


"Tenang Mas, nanti aku ajak Mbak Ani ke Jakarta dan tinggal di rumah ku. Jadi suatu saat kalian bisa bertemu walau itu bertemunya hanya di rumah ku" ucap Breena semangat menjodohkan Mbak Ani kepada mantan kekasih nya itu.

__ADS_1


__ADS_2