Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Nova Cemburu


__ADS_3

Selepas ngumpul dengan Brian dan yang lain nya. Nova dan Angga saat ini masih berada di restaurant milik Nova. Mereka saat ini berada di ruangan kerja Nova.


"Sayang, tadi Gus Dayyan ngajakin kita kita ke Bandung. Tepat nya ke rumah orang tua nya Gus Dayyan. Kamu mau ikut nggak?" tanya Angga tiba tiba.


"Kamu sendiri gimana Mas? Aku ikut kamu aja. Kalau kamu memang mau ikut, aku ikut juga" jawab Nova pasrah.


"Kalau kita ikut juga gimana?"


"Sebenar nya aku masih malu kalau kumpul sama mereka Mas. Walau pun itu sudah terjadi sekitar lima tahun yang lalu. Tapi rasa bersalah itu masih ada di hati ku. Aku semakin merasa menyesal setelah melihat bagaimana baik nya hati mereka semua yang memaaf kan aku begitu saja" jawab Nova menunduk kan kepala nya.


"Jangan terus terusan merasa bersalah sayang. Mereka juga sudah melupakan nya. Lihat lah sekarang mereka hidup bahagia bersama pasangan mereka masing masing. Breena yang hidup bahagia bersama suami dan ketiga anak nya. Brian yang bahagia setelah menemukan Ani dan memberikan nya seorang putra. Kamu pun juga harus bahagia sayang. Apa lagi sekarang ada aku yang selalu ada untuk kamu" ucap Angga yang mencoba menghilang kan rasa bersalah Nova.


"Lagian kamu juga belum pernah kesana kan. Mas yakin kamu pasti suka kalau kesana. lagian Bang Juan juga ngajakin kita nginap di Villa nya juga yang ada disana. Giman kamu mau kan?" tanya Angga memastikan.


"Siapa aja yang ikut Mas?"


"Seperti nya semua nya bakalan ikut. Tapi untuk Abang Juan dan Selvi, mereka akan menyusul. Karena Jum'at Selvi masih harus kerja. Terus tadi Abang Juan juga akan ngajakin sepupu nya Selvi. Kalau Mas Dion kata nya tunggu minta izin dulu sama Daddy Steven. Kamu tau sendiri kan begitu mereka tau Mbak Anggi hamil. Keluarga Danuarta semua kata nya lebih posesif sama Mbak Anggi" jelas Angga yang membuat Nova mengangguk kan kepala nya menyetujui apa yang di ucap kan Angga.


"Jadi gimana?" tanya Angga lagi.


"Iya uda kita ikut kesana Mas. Tapi....."


"Tapi?"


"Temani aku cari baju muslim dulu iya Mas. Nggak mungkin kan aku kesana pakai rok span sendiri. Aku malu Mas" ucap Nova yang tiba tiba ingin memakai pakaian muslim.


"Kamu yakin mau pakai pakaian muslim dan berhijab?" tanya Angga dengan mata yang berbinar.


"Insya Allah aku yakin Mas" jawab Nova tegas .


"Alhamdulillah. Mas senang sayang. Semoga istikomah iya. Kita belajar pelan pelan aja" ucap Angga yang bahagia.

__ADS_1


"Amin Mas. Bimbing Nova terus iya Mas. Semoga Nova bisa memperbaiki diri Nova lebih baik lagi" ucap Nova dengan senyum manis nya.


"Iya uda besok kita ke butik muslimah iya. Kita cari baju yang cocok dan sesuai sama kamu iya sayang"


"Iya Mas"


Angga sangat bahagia. Selama ini dia selalu ingin melihat Nova berhijab. Tapi Angga tak berani mengutarakan apa keinginan nya. Tapi hari ini, Nova sendiri lah yang mengatakan ingin mulai berhijab.


...****************...


Ke esokan hari nya. Sesuai janji nya kepada Nova. Pagi pagi sekali Angga sudah datang ke apartemen Nova yang tak jauh dari restauran milik Nova.


Entah apa yang ada di pikiran nya, jam masih menunjuk kan pukul 07:00 pagi. Tapi Angga sudah berada di apartemen Nova.


Sedang kan Nova sendiri pun baru saja selesai masak untuk sarapan nya. Bahkan dia masih menggunakan piama tidur nya.


Angga yang melihat Nova menggunkan piama tidur pun merasa kan panas di tubuh nya. Bagaimana tidak, piama tidur Nova itu terlalu pendek dan tanpa lengan.


"Sayang" panggil Angga dengan suara serak nya.


"Iya. Kenapa Mas?" tanya Nova yang masih dengan santai nya memakan sarapan nya.


"Sayang. Kita hanya berdua di tempat ini. Apa kau tak takut aku akan melakukan hal yang tidak di ingin kan sebelum kita menikah?" tanya Angga dengan tatapan sayu nya.


"Apa maksud kamu Mas?" tanya Nova yang tak paham arah pembicaraan Angga.


"Ganti baju mu sayang. Kalau kau tak mau aku memakan mu sebelum kita menikah" ucap Angga dengan suara rendah nya.


Nova pun langsung menatap ke arah tubuh nya. Dia pun baru tersadar kalau dia hanya memakai piama yang pendek. Nova secepat mungkin lari ke arah kamar nya. Dia mengganti baju nya dengan yang lebih sopan lagi.


Sedang kan Angga, dia mati matian menahan hasrat nya.

__ADS_1


Huufffttt


"Sabar Angga. Sabar. Sebentar lagi kalian akan sah. Tinggal tunggu beberapa minggu lagi" gumam Angga yang terus berusaha mengatur nafas nya.


Kini jam sudah menunjuk kan pukul 09:00 pagi. Nova dan Angga pun sudah berada di dalam mobil menuju ke butik milik sepupu nya Angga. Mereka akan mencari baju muslim untuk Nova gunakan mulai hari ini.


Sesampai nya di butik milik sepupu Angga. Nova dan Angga pun langsung di sambut oleh sepupu nya.


"Hay Syila sayang" ucap Angga sambil memeluk Syila.


"Abang rindu" ucap Syila manja.


Angga justru tertawa melihat tingkah sepupu nya itu. Walau pun Syila sudah memiliki suami. Tapi tetap aja adik sepupu nya itu masih bersikap manja dengan nya.


Nova sendiri yang melihat itu justru menganga tak percaya. Angga calon suami nya memanggil sayang sama perempuan lain. Bahkan perempuan itu pun dengan manja nya mengatakan rindu dengan nya dan memeluk nya. Sedang kan Angga hanya menanggapi nya dengan tawa saja.


Sungguh hati Nova seperti di sayat sembilu. Nova yang masih terdiam di belakang Angga pun pelan pelan memilih mundur. Dia akan pergi dari sana. Rasa nya sangat sakit melihat orang yang kita sayang berpelukan dengan perempuan lain.


"Apa seperti ini sakit yang dulu di rasakan Breena. Sungguh ini sangat sakit" lirih Nova dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Syila yang menyadari kehadiran Nova dan melihat mata Nova pun baru teringat kalau Abang nya datang ke butik nya bersama calon istri nya.


"Bang bang, cepat kejar bang. Lihat Kak Nova uda pergi Bang. Cepat bang" ucap Syila tiba tiba yang langsung melepas kan pelukan nya Angga.


Angga yang tersadar pun langsung melihat ke arah Nova yang sudah berjalan pelan meninggal kan mereka berdua.


"Duuhh dek pasti dia salah paham ini" ucap Angga yang panik.


"Maka nya bang, cepat kejar. Sebelum kesalah pahaman ini berakhir dengan batal nya pernikahan abang. Cepat bang" bentak Syila.


Angga langsung secepat nya berlari mengejar Nova. Dengan cepat Angga menarik tangan Nova dan membawa nya kedalam pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2