Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kalap


__ADS_3

Dion yang di tinggal kan oleh Dayyan pun akhir nya memilih menghampiri istri nya yang sedang kalap memetik buah strawberry itu. Bahkan kini sudah ke keranjang yang ke tujuh. Itu arti nya sudah enam kerangjang besar penuh dengan buah strawberry milik Anggi. Ntah apa yang ada di pikiran nya Anggi sampai dia kalap memetik nya sebanyak itu.


"Sayang" panggil Dion ketika dia sudah berada di samping Anggi yang masih setiap memetik strawberry nya.


"Kenapa Mas? Mas butuh sesuatu?" tanya Anggi tanpa menoleh ke arah Dion.


"Kamu masih ingin metik strawberry nya?" tanya Dion hati hati.


Anggi yang mendapati pertanyaan seperti itu pun langsung menghentikan tangan nya yang hendak memetik strawberry yang ada di tangan nya.


"Kenapa Mas?"


"Emmm bukan Mas mau melarang kamu sayang. Tapi...." jeda Dion. Dia ragu untuk mengatakan nya. Ia takut istri nya itu akan tersinggung.


"Tapi?"


"Sayang lihat lah keranjang kamu sudah hampir penuh. Terus lihat lah disana sayang" tunjuk Dion ke arah bodyguard yang sedang berdiri di antara enam keranjang yang penuh dengan strawberry.


Anggi pun menolah. Ia menatap tak percaya ke arah enam keranjang itu. Anggi meringis melihat banyak nya buah yang telah di petik nya.


"Maaf Mas" lirih Anggi.


"Tak apa sayang. Nanti buah nya bisa kita kirim ke panti nya Bunda. Gimana?" tanya Dion dengan senyum manis nya.


"Beneran nggak papa?" lirih Anggi. Dia takut kalau suami nya itu akan marah.


dion menangkup kedua pipi istri nya yang sudah menahan isak tangis nya itu. Dia mencium pipi Anggi. Lalu memberi kan senyuman yang selalu membuat Anggi tenang.


"Bener sayang. Nggak papa kok. Kan uda kamu petik juga. Nanti kita minta salah satu bodyguard kita untuk mengantar kan nya ke panti asuhan nya Bunda Ayu, gimana?" tanya Dion lembut.


Anggi pun tersenyum, dia langsung mengangguk kan kepala nya antusias.


"Iya uda ayo kita penuhi keranjang yang ini. Abis itu kita bayar. Biar nanti yang lima keranjang bisa langsung di antar ke tempat Bunda Ayu" ajak Dion.


"Ayo Mas"

__ADS_1


Anggi pun kembali bersemangat memetik buah asam manis itu. Begitu oun dengan Dion. Mereka memetik nya sambil tertawa. Sesekali mereka juga berebut buah yang akan mereka petik.


Kelakuan pasangan itu tak luput dari pandangan semua mata yang ada disana. Bukan hanya dari Dayyan dan yang lain nya saja. Tapi juga dari pengunjung yang lain nya.


"Itu mereka kenapa?' tanya Anita yang penasaran.


"Rebutan buah kali" jawab Nova santai.


"Lah kaya anak anak aja rebutan buah. Lagian itu buah sebanyak itu untuk apa coba sama mereka. Uda kaya mau jualan aja" ucap Anita sambil menunjuk ke arah bodyguard yang sedang menjaga keranjang buah milik Anggi.


"Astafirullah" ucap Nova dan Syeril berbarengan. Mereka berdua kaget melihat banyak nya keranjang buah yang penuh dengan strawberry.


"Itu punya siapa?" tanya Syeril polos.


"Itu punya Mbak Anggi, Syer" jawab Anita sambil memakan buah nya.


"Sebanyak itu?" tanya Syeril tak percaya.


"Perasaan gue yang pemilik resto aja nggak segitu banyak deh nyetok strawberry. Lah ini untuk apa coba sama mereka segitu banyak" ucap Nova menatap tak percaya.


Sedangkan disisi Dayyan, Breena pun ternyata juga memetik banyak buah strawberry nya. Bahkan Dayyan sampai terkejut melihat nya.


"Astafirullah, Umi. Kenapa banyak sekali?" kaget Dayyan.


"Abi diam aja deh. Tugas Abi itu cuma bayar aja disini. Lagian ini kan semua nya bukan u tuk kita aja" ucap Breena kesal.


"Terus untuk siapa aja.?"


"Untuk mbak pengasuh aja uda 3 Abi. Nggak mungkin kan kita nggak kasih mereka juga. Mereka kan uda jagain anak anak kita. Terus untuk Abang Juan, tadi Abang bilang minta di petik kan dua keranjang. Terus yang 5 keranjang lagi untuk kita. Untuk di bagi bagi kan juga sama mbak khadamah sama kang ndalem" jelas Breena.


Dayyan menganga tak percaya dengan pemikiran istri nya ini. Disaat yang lain sedang asyik memetik buah untuk diri nya sendiri, berbeda dengan sang istri. Dia justru memetik buah untuk orang lain. Bukan diri nya saja. Dayyan bangga dengan istri nya itu.


"Terus ini uda semua belum?" tanya Dayyan.


"Tanya Umma sama Mama deh Mas. Kalau Umi uda. Nggak tau kalau Umma sama Mama"

__ADS_1


"Emang Umma sama Mama mana?"


"Tuuuhhhh" tunjuk Breena ke arah dua wanita paruh baya yang sedang asyik menikmati strawberry yang ada di keranjang mereka masing masing.


Dayyan kembali menganga kan mulut nya tak percaya. Pasal nya ada empat keranjang di dekat Umma dan Mama nya.


"Astafirullah. Kenapa para wanita jadi kalap seperti ini" ucap Dayyan prustasi.


"Heheheheh yang sabar iya Abi" ucap Breena sambil mengelus dada suami nya.


Dayyan pun meminta bantuan bodyguard nya Brian untuk membantu nya mengangkat keranjang buah ke tempat kasir. Dayyan merasa uda cukup ketiga wanita kesayangan nya itu memetik strawberry sebanyak 14 keranjang.


Begitu pun dengan Dion dan Anggi. Dion mengajak Anggi langsung ke kasir untuk menimbang dan membayar buah yang sudah di petik nya.


Dion yang melihat keberadaan Dayyan pun lantas mendekat.


"Mau jualan Pak?" tanya Dion dengan senyum mengejek nya.


"Iya nggak lah. Ini untuk orang yang ada di rumah. Iya kali kita petik buah, sedang kan ketiga pengasuh nya baby triple K nggak di beli kan juga. Ini juga ada punya Bang Juan" jelas Dayyan sewot.


"Ooohhhh" jawab Dion yang hanya ber oohh ria.


"Terus itu untuk siapa?" tanya Dayyan sambil menunjuk kearah keranjang milik Dion.


"Awak nya aku juga nggak tau. Tapi setelah di pikir pikir, lebih baik kasih ke Bunda Ayu aja. Untuk adik adik yang ada di panti." jelas Dion santai.


"Siapa yang mau ngantar kesana?"


"Ntar gue minta salah satu bodyguard ngantar kan ini ke panti nya Bunda Ayu. Biar nanti malam bisa langsung di nikmati sama adik adik panti"


Tak lama Anita, Nova , Syeril, Angga dan arya pun datang ke tempat kasir. Nova membawa hasil petikan nya empat keranjang. Anita tiga keranjang dan Syeril hanya memetik satu keranjang besar yang akan ia kirim untuk keluarga nya dan satu keranjang kecil yang akan di makan nya sendiri.


"Lahh mau jualan kalian Mas?" tanya Angga ketika melihat keranjang milik Dayyan dan Dion.


"Enak aja. Di kira kita kekurangan uang" sewot Dayyan n Dion berbarengan.

__ADS_1


"Lahhh terus itu?" tanya Angga sambil menunjuk ke arah keranjang milik mereka.


__ADS_2