Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Mengajak Bunda Aisyah Ke Bandung


__ADS_3

Sesampai nya di parkiran, Selvi dan Bunda Aisyah mencari dimana keberadaam suami mereka.


Bunda Aisyah mencari keberadaan Ayah Herman. Begitu pun juga dengan Selvi. Terakhir tatapan kedua wanita beda usia itu tertuju ke arah tiga mobil yang ternyata saling bersisian itu.


Bagi Selvi tak sulit menemukan mobil suami nya. Karena mobil sang suami sudah terlalu mencolok di kalangan sekolah nya.


Setelah menemukan dimana keberadaan para suami. Mereka pun segera menghampiri nya.


"Assalamualaikum" ucap salam Bunda Aisyah dan Selvi bersamaan.


"Wa'alaikum salam"


Bunda Aisyah dan Selvi langsung mencium tangan suami mereka. Lalu Juan mencium tangan Bunda Aisyah. Begitu pun dengan Devano dan Nindy.


"Kalian mau ke Bandung?" tanya Bunda Aisyah.


"Iya Bunda. Dayyan ngajakin ke rumah nya Umma sekaliam liburan. Jadi sekalian aja Juan ajak mereka nanti nginap di villa Juan yang ada disana." jelas Juan.


"Semua nya ikut ke Bandung?" tanya Bunda Aisyah lagi.


"Iya Bunda, semua nya" jawab Juan yang tak paham.


"Dion sama Anggi juga ikut?" tanya Bunda Aisyah kembali yang mendapat anggukan dari Juan dan Selvi.


"Huufftt"


Bunda Aisyah menghembus kan nafas nya. Ia sangat khawatir dengan kehamilan menantu nya itu. Tapi kalau sudah begini mau bagaimana lagi.


"Maaf Bunda, apa Dion nggak bilang sama Bunda?" tanya Juan Hati hati.


"Bilang. Tapi Bunda nggak yakin kalau mereka pun akhir nya juga ikut. Apa lagi mereka naik mobil kesana nya. Pasti Anggi sangat lelah di perjalanan" ucap Bunda Aisyah khawatir.

__ADS_1


"Nggak ada yang kelelahan Bunda. Orang mereka lebih banyak berhenti nya" ucap Juan geli mengingat cerita nya Brian kemarin.


"Maksud nya gimana Juan?" tanya Ayah Hermansyah.


"Satu jam perjalanan mereka berhenti di tukang bakso pinggir jalan Bunda. Disana mereka lama. Karena Dayyan sekalian membungkus kan untuk orang pondok. Terus mereka jalan lagi. Uda masuk di Bandung mereka berhenti lagi di penjual manisan. Alhasil mereka pun kembali membeli semua manisan nya. Terus mereka ke Bank mencair kan uang mereka. Karena mereka nggak bawa uang cash kesana Bun Yah. Mereka lama di Bank. Karena pempinan cabang Bank tersebut sahabat nya Kak Ansel. Mereka baru sampai di pondok itu ba'da Ashar Bun Yah" jelas Juan.


"Iya ampun. Ada ada aja mereka itu" ucap Bunda Aisyah menggeleng kan kepala nya.


"Ayah sama Bunda nggak ikut?" tanya Selvi tiba tiba.


Kedua orang tua Dion itu saling pandang. Lalu mereka kompak menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa?" tanya Selvi.


"Takut ganggu kalian yang mau liburan." lirih Bunda Aisyah.


"Nggak ada yang ganggu Bunda. Kita semua keluarga. Ayo Yah Bun, kita susul mereka sekarang. Kita kasih sureprise untuk mereka" ajak Juan semangat.


Kedua orang tua Juan itu kembali saling menatap satu sama lain. Mereka seperti berbicara lewat tatapan mata mereka.


"Beneran Bunda. Semakin banyak yang ikut kan semakin rame. Bunda nggak tau kan kalau Mama Ratih sama Papa Doni uda ada disna. Mereka juga nyusul kesana loh Bun. Tadi pagi sampe nya" ucap Juan yang sengaja memprovokasi Bunda Aisyah dan Ayah Hermansyah agar mau ikut bersama mereka.


"Tapi Bunda nggak bawa baju ganti. Ayah pun pasti sama" ucap Bunda Aisyah pelan sambil melirik suami nya.


"Nggak usah bawa ganti Bunda. Nanti kita beli disana. Bagaimana?" tanya Juan sambil menaik turun kan alis nya.


"Yah gimana?" tanya Bunda Aisyah menatap ke arah suami nya yang sedari tadi hanya diam.


Ayah Hermansyah pun hanya diam. Dia belum mau mennaggapi rengekan sang istri.


"Bun, lihat lah. Menantu cantik Bunda itu sedang memetik strawberry loh. Lihat lah bahagia nya dia saat memetik nya Bunda" ucap Selvi yang ikut memprovokasi Bunda mereka.

__ADS_1


Bunda Aisyah pun semakin ingin pergi kesana. Menyusul anak dan menantu nya. Dia melihat bagaimana semangat nya Anggi memetik strawberry. Bahkan ia juga melihat wajah bahagia menantu cantik nya itu.


"Yah" rengek Bunda Aisyah.


Ayah Hermansyah pun menghembus kan nafas nya. Ia yang tak pernah tega melihat istri nya merengek pun dengan berat hati mengangguk kan kepala nya.


"Oke ayo kita susul mereka liburan. Kita juga butuh healling seperti nya Bun" putus Ayah Hermansyah.


"Bener Yah. Kalau kata anak zaman sekarang itu. Healling dulu biar nggak penat" canda Bunda Aisyah yang membuat yang lain nya tertawa.


"Oke kalau gitu ayo kita berangkat. Keburu masuk waktu sholat Jum'at" ajak Juan yang di turuti oleh yang lain nya.


Akhir nya mereka pun masuk ke mobil masing masing. Mereka sepakat untuk tidak memberitahu Dion dan yang lain nya yang sudah berkumpul di Bandung, kalau kedua orang tua Dion pun juga ikut ke Bandung bersama Juan dan Selvi.


Di perjalanan mereka memutus kan untuk berhenti terlebih dahulu untuk sholat jum'at. Selvi, Nindy dan Bunda Aisyah memilih menunggu Juan, Devano dan ayah Hermansyah di warung dekat masjid sambil menikmati makan bakso nya.


Selvi dapat melihat raut wajah bahagia di wajah nya Bunda Aisyah yang sedari tadi senyuman nya tak luntur sedikit pun.


"Bunda senang?" tanya Selvi.


"Banget sayang. Bunda senang banget bisa ikut liburan sama kalian" ucap Bunda Aisyah yang sangat antusias.


"Kenapa bisa sesenang itu Bu" tanya Nindy yang penasaran.


"Sebenar nya Bunda uda lama banget ingin ngajakin Dion dan anggi liburan. Tapi nggak pernah dapat waktu yang pas. Kalau nggak Ayah yang nggak bisa. Pasti Dion yang nggak bisa. Jadwal mereka selalu bentrok. Bund juga takut mau ngajakin Anggi liburan. Apa lagi saat ini Anggi sedang hamil. Dan Daddy nya itu begitu ketat melarang Anggi melakukan apa aja. Maka nya begitu kalian ajak menyusul mereka, Bunda jadi mau ikut" jelas Bunda Aisyah.


"Kita semua juga tau Bun gimana Daddy Steven sekarang sama Anggi. Maka nya kita harus memaklumi nya Bun" ucap Selvi.


Bunda Aisyah pun hanya tersenyum menanggapi nya. Mungkin kalau Anggi anak nya pun, dia akan seperti itu juga mungkin.


Hampir satu jam mereka menunggu para suami mereka sholat Jum'at. Setelah selesai dan menyusul dimana keberadaan istri istri nya. Mereka pun bergantian dengan para istri.

__ADS_1


Para suami menikmati makan siang mereka. Sedang kan para istri menjalan kan kewajiban mereka.


Setengah jam menunggu akhir nya para istri pun sudah selesai menjalan kan kewajiban nya. Mereka pun memutus kan untuk melanjut kan perjalanan mereka menuju ke Bandung.


__ADS_2