Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Cemburu Dan Nasehat Dari Daddy Steven


__ADS_3

Saat ini Anggi dituntun oleh Mommy Rianti dan Bunda Aisyah menuju ke ball room hotel tempat dimana Dion sedang menunggunya. Di belakang mereka bertiga, ada Breena dan Ani yang berjalan sambil bergandengan tangan.


Begitu mereka memasuki ball room hotel, semua mata memangdang terpesona kearah kelima wanita yang sedang berjalan.


Banyak pasang mata yang menatap takjup kearah Anggi, Breena dan Ani.


"Cantik" ucap seorang pria yang berada tak jauh dari posisi duduk Dayyan dan Brian.


"Yang mana nya yang cantik?" tanya teman nya.


"Yang pakai kebaya green sage di belakang pengantin nya" ucap nya.


"Yang disebelahnya juga nggak kalah cantik" puji yang lain nya.


"Kira kira uda punya pasangan belum iya?"


"Emang kenapa?" tanya teman nya heran.


"Mau gue deketin. Kali aja bisa diajak kenalan" ucap nya percaya diri.


"Coba aja. Mana tau pawang nya belum ada"


Mendengar istri dan calon istri nya mau didekatin, membuat Dayyan dan Brian memasang wajah dingin nya. Mereka menatap tajam kearah lima pria yang memuji kecantikan kedua wanita tadi.


"Rasa nya aku mau bunuh mereka Gus" ucap Brian


"Iya kau benar Mas. Tapi aku lebih suka mengurunh istri ku di dalam kamar, dari pada harus menjadi pusat perhatian para lelaki buaya itu" keluh Dayyan.


"sabar Gus. Tunggu sesaat lagi. Kita bungkam mulut mereka dengan status kita" ucap Brian penuh semangat. Ia sudah memiliki ide untuk membuat harapan kelima lelaki tadi pupus.


Anggi pun telah sampai di hadapan Dion dengan senyuman manisnya. Mommy Rianti menyerahkan tangan Anggi ke tangan Dion sambil menyeka air mata nya.


Anggi langsung mencium punggung tangan Dion. Sedangkan Dion meletakkan tangan kirinya di puncak kepala Anggi, lalu tangan kanan nya mengadah keatas. Dion pun membacakan doa. Setelah selesai Dion mencium kening Anggi.


Setelah nya dilanjutkan dengan seserahan mahar dan penandatanganan buku nikah mereka.


Sementara itu Breena dan Ani menghampiri Dayyan dan Brian. Di tengah jalan Ani di kejutkan dengan suara Quin.


"Bunda" panggil Quin yang berada di gendongan baby sitter nya.


"Sayang nya Bunda" ucap Ani sambil mengelus kepala Quin.

__ADS_1


"Mau sama Bunda" rengek Quin meminta turun dari gendongan baby sitter nya.


"Gendong Bunda" pinta Quin.


Ani menggendong Quin dan mereka melanjutkan jalan nya menuju ke arah lelaki terhebat mereka.


Sesampainya Breena dan Ani serta Quin yang ada digendongan Ani. Dayyan langsung memeluk pinggang istri nya. Kelakuan Dayyan sempat membuat Breena terkejut. Pasal nya suami nya itu tidak pernah mau menunjukan kemesraan nya di tempat umum.


"Kamu cantik banget sayang. Ini perut nya apa nggak sesak pakai kaya gini? Dedek didalam aman kan?" tanya Dayyan sambil mengelus perut istrinya yang mulai menonjol.


"Nggak Mas. Aman kok. Ini kan rok nya nggak ketat Mas" ucap Breena tersenyum manis. Senyum yang bisa menenangkan Dayyan.


Breena tau kalau suami nya itu sedang dilanda rasa cemburu. Dan itu membuat Breena senang. Karena akhirnya suami nya itu mencemburui dia juga.


Sedangkan Ani yang sudah berdiri dihadapan Brian hanya bisa tertunduk. Berbeda dengan Brian yang menatap nya dengan tatapan cinta.


"Daddy, Bunda cantik tidak?" tanya Quin karena melihat Daddy nya hanya terdiam.


"Cantik sayang. Bunda kamu memang cantik" puji Brian yang sukses membuat rona merah dipipi Ani.


"Bunda kamu malu sayang dipuji gitu sama Daddy. Lihat pipi nya uda merah" goda Brian.


"Terima kasih sayang nya Bunda" ucap Ani sambil mencium pipi calon anak sambung nya itu.


"Quin aja yang di cium, Daddy nya nggak?" goda Brian yang semakin membuat Ani malu.


"Malu Mas. Jangan godain Ani terus" rengek Ani.


Beberapa pria yang memuji kecantikan Ani dan Breena pun terkejut melihat interaksi mereka berlima.


"Waahh ternyata uda ada pawang nya semua" ucap mereka dengan wajah lesu nya.


Acara terus berlanjut. Saat ini Anggi dan Dion sedang bertukar baju mereka. Karena setelah akad, acara resepsi langsung diselenggarakan.


"Sayang" panggil Dion ketika melihat Anggi sudah selesai berganti baju.


"Iya kenapa Mas?" tanya Anggi tanpa melihat suami nya.


"Kamu cantik" puji Dion.


"Apa selama ini aku nggak cantik Mas?" rajut Anggi.

__ADS_1


"Cantik. Tapi hari ini kamu lebih cantik dari hari biasa nya"


"Terima kasih Mas. Mas juga tampan banget hari ini" balik puji Anggi.


Tiba tiba Daddy Steven masuk kedalam ruangan yang digunakan Anggi dan Dion.


"Mbak bisa tinggalkan kita bertiga sebentar?" tanya Daddy Steven.


"Bisa Tuan. Ini juga uda selesai" ucap sang MUA. Lalu ia keluar dari ruangan itu ketika sudha selesai membereskan barang barang nya.


"Selamat untuk kalian berdua. Daddy do'akan semoga pernikahan kalian selalu dilimpahi kebahagiaan. Sakinnah mawaddah warohmah sampai ke jannah nya Allah. Aminn" ucap Daddy Steven dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.


Anggi langsung memeluk tubuh gagah Daddy nya. Ia bahkan juga ikutan meneteskan air mata nya.


"Dion, Daddy harap kamu selalu menyayangi putri Daddy ini. Daddy mau kamu menjaga nya dengan sangat baik. Tidak seperti Daddy yang hanya bisa menjaga nya sampai umur nya tiga bulan. Kamu tau nak, Anggi adalah permata kami. Kami menunggu kehadiran nya selama 8 tahun. Tapi Allah punya rencana lain. Setelah ia hadir, kami hanya diberi kesempatan merawat nya hanya 3 bulan. Jadi Daddy mohon sama kamu Dion. Tolong jaga baik baik permata Daddy ini. Jika kamu suatu saat nanti tidak lagi mencintainya. Tolong kembalikan dia kepada Daddy secara baik baik juga. Jangan pernah kamu sakiti hatinya. Apa lagi kamu menduakan nya. Hanya itu yang Daddy minta dari kamu Dion. Apa kamu sanggup memenuhi permintaan Daddy?"


"Insya Allah Daddy. Dion akan selalu menjaga Anggi. Mencintai Anggi sampai Dion tutup usia. Dion tidak akan pernah menduakan Anggi Dad. Ini janji Dion kepada Daddy" ucap Dion mantap tanpa ada nya keraguan.


"Sayang. Terima kasih tidak membenci Daddy dan Mommy atas kejadian yang lalu. Ketahui lah nak, kami begitu menyayangi mu dan mencintai mu. Selamat buat putri Daddy. Sekarang surga mu ada di suami mu Nak. Berbakti lah kepada suami mu iya sayang. Jangan pernah melawan nya. Apa pun masalah yang akan kalian hadapi nanti nya, Daddy harap kalian menyelesaikan nya dengan kepala dan hati yang dingin jangan terbawa emosi" ucap Daddy Steven sambil memeluk putri nya.


"Anggi tidak pernah membenci Mommy dan Daddy. Bahkan Anggi sedari dulu sangat sangat ingin bertemu dengan kalian. Anggi bahagia Dad, walau pun hidup sederhana di panti asuhan tapi Anggi bahagia. Anggi mempunyai banyak saudara di panti asuhan dan tidak sendirian. Terima kasih sudah berusaha terus mencari Anggi sampai ketemu. Dan terima kasih sudah mewujudkan keinginan Anggi. Anggi sayang sama Daddy" ucap Anggi sambil menghapus air mata Daddy nya.


Dion tersenyum melihat interaksi ayah dan anak ini. Ia bangga memiliki Anggi. Gadis sederhana, yang memiliki hati yang baik dan tulus. Ia bahkan tak pernah membenci orang yang telah menculik nya. Bahkan ia bersyukur. Ia di culik dan dibuang di panti asuhan. Setidak nya ia tidak di bunuh waktu diculik.


"Oiya satu lagi. Putri Daddy sangat cantik hari ini" puji Daddy Steven membuat senyum manis Anggi semakin lebar.


"Terima kasih Daddy. Anggi cantik karena mempunyai Daddy yang tampan dan Mommy yang cantik juga" puji Anggi balik.


"Iya uda ayo kita keluar. Para tamu sudah memenuhi ball room hotel. Tinggal menunggu pengantin nya saja" ucap Daddy Steven sambil membawa Anggi keluar dan meninggalkan Dion sendirian didalam kamar.


"Dad, dia istri ku. Aku yang jadi pengantin nya. Kenapa Daddy yang menggandeng nya. Seharus nya aku yang menggandeng nya Dad bukan Daddy. Apa Daddy mau berdiri di pelaminan lagi jadi pengantin?" protes Dion karena kelakuan Ayah mertua nya itu.


"Kau sembarangan kalau bicara. Kalau Daddy jadi pengantin lagi bisa bisa Daddy di suruh tidur diluar sama Mommy mu dan Daddy tidak dikasih jatah. Rugi Boy" ucap Daddy Steven bercanda.


"Hahahaha kalau begitu kembalikan pengantin ku Dad. Daddy sama Mommy saja" pinta Dion.


"Oke baiklah Daddy mengalah" ucap Daddy Steven lalu menyerahkan tangan putri nya sama Dion.


"Berbahagia lah kalian berdua. Daddy berharap kalian secepatnya di beri momongan" doa Daddy Steven.


"Amiiiin doa kan kami Dad"

__ADS_1


__ADS_2