
Mendengar Breena yang dengan santai nya mengatakan minta pulau pribadi kepada Brian pun membuat semua orang yang masih berada diruangan inap nya menatap kearah tempat tidur Breena.
Dayyan dengan tegas menegur istrinya. Menurutnya Breena bukan meminta hadiah tetapi merampok Brian. Dan apa yang diminta oleh istrinya itu tidak masuk diakal oleh nya.
Bagaimana bisa sang istri meminta pulau pribadi dengan sangat santai.
"Waaahhh permintaan mu nggak masuk akal Dek. Kau seperti perampok handal" sindir Ansel menggelengkan kepala nya.
"Iya kan aku hanya ngasih masukan aja" ucap Breena cemberut.
Walau pun cemberut tapi ia tetap menikmati rujak mangga muda nya dengan belimbing. Ia tak mempedulikan tatapan dari semua orang.
Berbeda dengan Brian. Ia justru sedang terdiam. Berpikir pulau di daerah mana yang akan diberikan nya untuk Breena. Dan tidak mungkin ia hanya memberikan nya satu pulau. Sedangkan Breena hamil anak kembar.
Ansel yang melihat Brian terdiam pun, akhirnya membuka suara.
"Lihat lah Dek. Brian pun terdiam mendengar permintaan aneh mu itu" sindir Ansel menatap sinis kearah Breena.
"Iya kan aku nggak maksa Kak" bela Breena.
"Uda Mas Brian jangan dipikirkan apa yang dibilang sama Breena. Dia hanya becanda kok. Jangan dibawa serius Mas" ucap Dayyan yang tidak enak hati dengan Brian. Karena Brian hanya terdiam tanpa mengatakan apa pun.
Tiba tiba Brian mengambil ponselnya yang sedang berdering. Ia lihat ternyata Mommy nya yang menelpon.
"Iya Mom. Uda selesai chek up nya?" tanya Brian langsung.
"Uda, kamu dimana Bri?" tanya Mommy Aletha. Ia bingung ketika keluar ruangan dokter, ia sudah tak menemukan anak dan cucu nya diluar ruangan.
"Brian di lantai 5 Mom. Lagi jenguk Breena. Mommy kesini aja iya" pinta Brian.
"Iya uda Mommy jalan kesana"
Setelah itu telepon pun terputus. Namun Brian kembali menempelkan ponsel nya ditelinga nya.
"Hallo. Ada apa Bro?" jawab Rangga.
"Ngga coba Lo cari pulau pribadi di dekat daerah Wakatobi. Ada yang dijual nggak iya?" pinta Brian.
__ADS_1
"Ngapain Lo nanyak soal pulau pribadi. Lo mau beli apa?"
"Uda cari aja dulu. Kalau nggak ada nanti Lo cari yang di dekat sama kepulauan Derawan, Berau" ucap Brian lagi.
"Lo ngapain sih nyuruh Gue cari pulau pribadi di daerah sana. Aneh banget Lo mah Bri" kesal Rangga.
"Uda cari aja dulu. Apa nggak Lo cari di kedua tempat yang Gue bilang tadi. Gue tunggu 5 menit, harus uda ada kabar pasti dari Lo" paksa Brian.
"Iya bentar Gue cari tau dulu" ucap Rangga malas.
panggilan pun langsung dimatikan.
"Lo yakin Bri mau belikan tu pulau untuk si Breena?" tanya Ansel menatap tak percaya.
"Iya yakin lah. Kalau nggak yakin ngapain Gue nyuruh asisten Gue buat cari info nya"
"Waahhh Daebaaakkk. Lo hamil, anak Lo langsung jadi sultan Dek. Bentar lagi apa lagi yang akan Lo dapat Dek?"
"Mas Brian uda nggak usah di tanggapi serius apa yang dikatakan Breena tadi. Dia hanya becanda Mas" ucap Dayyan. Iya tak mau kalau Brian membelikan nya pulau pribadi karena terpaksa.
Belum sempat menanggapi ucapan Dayyan. Ponsel ditangan nya kembali berdering.
"Ada nih. Tapi harga nya tinggi banget. Jadi nggak Lo beli nya?" tanya Rangga memastikan.
"Jadi lah. Lo beli di setiap tempat yang Gue bilang tadi satu pulau. Dan buat atas nama Aurellia Abreena di kedua tempat itu. Gue mau hari ini juga siap dokumen nya" ucap Brian dengan santai nya.
"Oke Gue usaha kan hari ini siap. Tapi ada syarat nya"
"Apa?"
"Gue mau libur seminggu. Gue mau pergi liburan sama pacar Gue. Gimana?" tantang Rangga.
"Oke tapi harus siap hari ini juga. Kalau nggak siap. Lo nggak bakalam Gue kasih jatah libur lagi"
"Oke deal" pangggilan pun diputus oleh Brian.
"Oke hadiah pulau pribadi akan datang sebentar lagi. Dokumen nya masih di urus sama Rangga" ucap Brian santai. Lalu duduk tepat disebelah Ani yang sedang memangku Quin yanh sedang tertidur. Tak lupa Brian mencium kening anak nya itu.
__ADS_1
"Waaahhh anak mu belum lahir uda jadi sultan aja Dek. Tadi saham dari Daddy, sekarang pulau pribadi dari Brian. Bentar lagi Lo dikasih apa lagi Dek" ucap Ansel antusias. Ia sudah melupakan misuh misuh nya tadi.
"Mas, nggak perlu sampai segitunya Mas. Saya jadi tidak enak sama Mas Brian" ucap Dayyan dengan wajah gelisah nya.
"Nggak papa Gus. Hitung hitung ini juga termasuk hadiah kalian menikah kemarin. Kan saya tidak ada ngasih hadiah untuk kalian" ucap Brian tenang.
"Tapi...."
"Uda nggak papa Gus. Saya juga nggak terima penolakan" ucap Brian tegas.
"Terima kasih banyak Mas Brian" ucap Dayyan tulus.
Setelah masalah yang kemarin selesai. Hubungan antara Breena, Dayyan dan Brian pun mulai membaik. Tak ada lagi kecanggungan diantara mereka.
Disisi Ani. Ia sedari tadi hanya mendengar kan. Tetapi terlihat dari raut wajah nya kalau ia sedang berpikir. Dan itu dapat dilihat oleh semua orang.
"Mas Brian tau Ning Breena hamil aja rela ngasih pulau pribadi. Apa mungkin memang Mas Brian seperti itu dari dulu dengan Ning Breena. Ia selalu memanjakan Ning Breena dengan kemewahan. Apa memang Mas Brian orang yang sangat royal? Aku belum pernah melihat seorang lelaki yang begitu royal dengan pasangan nya. Berbeda kalau itu suami istri, sudah pasti suaminya akan royal sama istrinya. Tapi ini kan Mas Brian mantan nya Ning Breena. Apa setelah menikah dengan ku Mas Brian juga seroyal itu? Tapi aku juga nggak suka sama kemewahan. Atau apa mungkin Mas Brian masih memiliki perasaan dengan Ning Breena" ucap Ani bertanya tanya dalam hati nya.
"Kenapa Dek?" lamunan Ani buyar ketika mendengar pertanyaan dari Brian yang duduk disebelahnya.
"Nggak papa Mas" ucap Ani sambil menunduk.
"Mas tau apa yang ada di pikiran kamu Dek"
Ani mendongak untuk beberapa detik setelah mendengar ucapan Brian. Brian pun hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.
"Percaya lah Dek. Mas sudah tidak memiliki perasaan apa pun lagi dengan Breena. Mas sekarang hanya menganggap nya sebagai seorang adik. Iya dari dulu memang semua orang begitu menyayangi Breena. Jadi tak heran kalau Breena bisa mendapatkan apa pun yang ia ingin kan. Bukan hanya yang inginkan saja. Tetapi yang tak pernah di inginkan nya pun bisa ia dapatkan dari orang orang terdekat nya. Bagi kami semua, Breena itu tetap bayi kecil kami. Karena dari pertemanan Daddy dan Papa nya, hanya Breena yang perempuan. Ada pun Anggi tapi kamu tau sendiri, Anggi hilang saat umur nya 3 bulan. Dan baru ketemu setelah 26 tahun lama nya. Maka dari itu Breena menjadi anak yang sangat dimanjakan di circle persahabatan Papa Doni dan Daddy Martin" jelas Brian dengan lembut.
Ani masih menunduk mencerna ucapan Brian.
"Daddy Martin punya 2 orang anak, dan keduanya cowok semua. Daddy Danuarta punya 2 orang anak. Anggi dan Thomas. Namun seperti yang Mas bilang tadi, Anggi hilang saat umur 3 bulan. Thomas lahir setelah 6 tahun Anggi hilang. Daddy Calvin hanya memiliki satu orang anak cowok, yaitu Ansel. Jadi hanya Papa Doni yang memiliki anak perempuan Dek" jelas Brian lebih terperinci.
Ani menganggukan kepala nya. Membenarkan apa yang dikatakan oleh Brian.
"Jadi kamu jangan merasa iri. Karena kamu juga akan mendapatkan apa saja nanti dari Mas. Dan yang harus kamu ingat , Mas sudah tidak punya perasaan lagi sama Breena. Sekarang Mas hanya mencintai kamu Dek. Percaya lah sama Mas" pinta Brian dengan sungguh sungguh.
Ani menatap mata Brian. Ia ingin mencari kebohongan dimata itu. Tetapi tak ada dilihat nya kebohongan disana. Ani hanya bisa menjawab dengan senyum manis nya. Ia sungguh tak tau harus menjawab dengan kata kata apa.
__ADS_1
"Memang seharusnya aku tak cemburu dan iri dengan Ning Breena. Dia wanita yang sangat baik. Tentu saja banyak yang suka dan memanjakan nya. Aku sudah bersyukur keluarga Abah Arsya mau merawat dan menjaga ku selama ini. Kalau tidak pasti nyawaku sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Maaf kan hamba ya Allah yang sudah merasa iri dengan makhluk ciptaan-Mu yang lain nya"