Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
KRC (Kebun Raya Cibodas)


__ADS_3

Lelah bersepeda, Brian memutuskan untuk berhenti sebentar di warung pinggir jalan yang berjualan jajanan khas puncak Bogor dan menikmati minuman hangat.


"Mas, nanti kita ke Kebun Raya Cibodas mau nggak?" tanya Ani hati hati. Ia takut suami nya itu tidak mau diajak pergi kesana.


"Emang mau lihat apa disana sayang?" bukan nya menjawab, Brian justru memberikan pertanyaan balik.


"Ani pengen ke taman sakura Mas. Kaya nya sekarang lagi berbunga. Ani pengen lihat bunga sakura Mas. Kalau lihat nya ke Jepang ke jauhan Mas. Kan disini juga ada" lirih Ani sambil menunduk.


"Ke Jepang bukan kejauhan sayang. Tapi kamu nya yang takut minta kesana kan?" tanya Brian sambil terkekeh.


Ani pun tersenyum malu. Suami nya itu tau aja kalau ia takut minta pergi kesana.


"Iya uda nanti setelah bersepeda kita kesana iya. Kita kelilingi Kebun Raya Cibodas nya. Kamu mau?"


"Mau Mas mau" jawab Ani antusias.


"Oke kalau begitu ayo kita pulang. Kita siap siap dulu baru kita pergi kesana" ajak Brian yang di angguki oleh Ani.


Setelah membayar makanan nya, Brian kembali mengayuh sepeda nya. Dibelakang nya Ani memeluk nya dengan erat. Ia bahkan menempel kan wajah nya di punggung sang suami, dengan senyum yang mengembang.


Tanpa menunggu nunggu lagi, Ani langsung mandi dan bersiap. Sedang kan Brian memilih mandi di kamar yang lain nya.


Setelah selesai bersiap, Brian dan Ani pun sarapan terlebih dahulu. Lalu setelah itu mereka berangkat ke Kebun Raya Cibodas.


.....................


Dan disini lah mereka sekarang, di Kebun Raya Cibodas setelah menempuh beberapa menit dari Villa mereka. Ani dengan semangat menggenggam tangan Brian berjalan ke arah Taman Sakura.


Brian tersenyum melihat tingkah istri nya see ini. Bagaimana tidak, sejak mobil mereka memasuki kawan Kebun Raya Cibodas, senyum Ani selalu mengembang. Ia terlihat sangat bahagia.


Sesampai nya di Taman Sakura, Ani melihat begitu banyak pohon sakura dengan bunga berwarna pink yang identik dengan matahari terbit ini sudah ditanam sejak tahun 1971 untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas.


Tak kurang ada 435 pohon bunga sakura yang dapat di temukan di gaman yang di kelilingi oleh penorama gunung gede - pangrango ini.

__ADS_1


"Kamu senang sayang?" tanya Brian sambil memeluk pinggang Ani.


"Sangat Mas. Terima kasih sudah mau membawa Ani kesini" ucap Ani dengan senyum manis nya.


"Apa pun permintaan kamu akan Mas teruti sayang. Selagi kamu tidak minta Mas membawakan bulan dan bintang yang ada di langit" ucap Brian dengan kekehan kecil nya.


"Mas tau nggak apa hebat nya bunga sakura yang ada di sini dari pada di negara asal nya?" tanya Ani sambil memandang bunga sakura di hadapan nya.


"Apa itu hebat nya?"


"Kalau di Jepang, bunga sakura hanya bermekaran sekali setahun saja setiap musim semi. Tapi kalau disini kita bisa menyaksikan keindahan bunga sakura sebanyak dua kali setahun. Yaitu sekitar bulan Januari - Februari dan Juli - Agustus" jelas Ani.


"Kenapa bisa berbeda begitu sayang? Mas pikir sama dengan negara asal nya" jawab Brian yang heran.


"Itu karena disebabkan oleh perbedaan iklim dan kontur tanah nya Mas"


Brian hanya mengangguk angguk kan kepala nya. Ia pun juga ikut menikmati keindahan bunga sakura yang ada di hadapan nya.


"Berarti kita beruntung dong datang nya sekarang sayang"


"Mau berfoto?" tanya Brian tiba tiba memberikan ide.


"Mau banget Mas. Ayo Mas kita foto foto" ajak Ani antusias.


Brian dan Ani pun berfoto foto ria di hamparan bunga sakura itu. Banyak foto yang mereka ambil. Ani terlihat puas melihat hasil foto mereka yang begitu cantik. Sedang kan Brian langsung mengunggah foto mereka di grup keluarga dan sahabat keluarga mereka.


"Abis ini kita mau kemana sayang?"


"Emmhh ke Taman Rhododenron mau nggak Mas?" tanya Ani ragu.


"Ayo kalau gitu. Kita ke Taman Rhododenron"


Brian langsung menggenggam tangan Ani dan membawa nya ke area Taman Rhododenron.

__ADS_1


Taman Rhododenron atau biasa disebut dengan Azalea memiliki bunga berwarna oranye dengan tekstur yang cantik dan tahan rontok hingga satu minggu meskipun telah di potong.


Sesampai nya disana, Ani berdecak kagum melihat bunga yang ada disana.


"Waahh subhanallah cantik banget bunga nya Mas" puji Ani


"Iya sayang tapi tetap cantikan kamu menurut Mas" jawab Brian dengan senyum jahil nya.


"Mas gombal" ucap Ani dengan rona merah yang menghiasi pipi nya.


"Kamu tau bunga Rhododenron ini berasal dari mana sayang?" tanya Brian ketika berada di belakang Ani yang sedang melihat bunga itu dengan kekaguman nya.


"Ani nggak tau Mas. Yang Ani tau di Kebun Raya Cibodas ini ada Rhododenron Javanicum (Azalea Jawa) yang termasuk jenis tanaman endemik di Pulau Jawa" jawab Ani sedikit berpikir.


"Kamu benar sayang. Rhododenron itu sebagian besar hidup di Asia Timur dan Amerika Utara"


Setelah menjelaskan itu Brian membawa Ani mengelilingi Taman Rhododenron. Setelah puas berkeliling. Brian dan Ani pun memutuskan untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka makan siang. Dan kembali berkeliling lagi. Tapi tujuan Ani hanya satu yaitu ke rumah kaca.


Satu harian ini mereka habis kan di Kebun Raya Cibodas. Di rumah kaca Brian membeli kan Ani semua jenis bunga kaktus dan sukulen yang ada disana. Sebab bukan tanpa alasan, Brian membeli kan nya karena ia akan membuat kan Ani rumah kaca di mansion mereka nanti. Jadi untuk membuang rasa bosan, Ani bisa merawat bunga bunga yang ada di rumah kaca itu. Tak hanya Kaktus dan sukulen saja. Tetapi nanti Brian akan membeli semua bunga kesukaan istri nya itu.


...----------------...


Sementara itu di Jakarta. Tepat nya di kantor Admaja Corporation. Di dalam ruangan CEO nya terdapat seorang pria paruh baya yang merupakan anak tiri dari Leo Admaja pemilik Admaja Corporation sedang menatap tajam seorang pria paruh baya juga yang merupakan pengacara dan saudara sepupu nya, yaitu Bagaskara Admaja.


Bagaskara menatap Arsenal dengan tatapan meremehkan nya, dan menantang Arsenal.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan putri Jonathan, Arsen? Sudah berapa tahun kau mencari nya, namun seluruh anak buah mu gagal untuk menemukan nya. Apa kau tak tau dimana Jonathan menyembunyikan putri nya itu?" tanya Bagaskara dengan senyum meremehkan.


Arsenal mengepalkan kedua tangan nya yang ada di atas meja. Terlihat sekali kalau dia sedang emosi. Benar kata Bagaskara, ia selalu gagal menemukan putri dari saudara tiri nya itu. Yang merupakan pemilik sah perusahaan dan semua harta yang di kuasai nya ini dari keluarga Admaja.


"Mau sampai kapan kamu mencari nya terus Arsen? Apa kau tak punya malu. Kau menikmati harta yang bukan milik mu dan Ibu mu. Kau menikmati hati milik Admaja. Dan itu adalah harta sah milik Lia. Menyerahlah Arsen, kembali kan semua hak nya Lia. Jangan jadi orang tamak yang ingin menguasai apa yang bukan milik mu. Ingat lah kau dulu nya hanya lah seorang anak cleaning service yang di angkat derajat nya oleh pemilik perusahaan ini. Dan tanpa tau malu kau dan Ibu mu itu mengambil dan menguasai harta mereka. Kau dan Ibu mu memfitnah nya dan membuat ia di usir oleh Ayah nya sendiri. Dan setelah di usir, kau membunuh nya beserta istri nya. Kau sungguh orang yang tak punya hati Arsen. Karena harta kau tega melakukan itu. Dan ingat lah beberapa hari lagi akan ada rapat pemegang saham. Dan di saat itu lah penentuan kau, apakah kau masih tetap berada di atas angin atau kau akan berada di penjara dengan baju tahanan"


Setelah mengatakan itu Bagaskara keluar dari ruangan CEO tanpa menunggu jawaban dari Aesenal.

__ADS_1


Sementara Arsenal mengepal kan tangan nya dan menghancur kan semua yang ada di dalam ruangan nya itu.


"Bagaskara, apa yang kau rencanakan" teriak nya


__ADS_2