Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pertunangan Anggi dan Dion 2


__ADS_3

Setelah Daddy Steven dan Mommy Rianti sudah berada di atas panggung. Daddy Steven memandangi semua tamu yang datang. Tatapan nya jatuh ke seorang wanita yang sedari tadi duduk bersama seorang pemuda. Daddy Steven pun mengulas senyum ke arah wanita itu.


"Selamat malam semua nya. Terima kasih sudah berkenan hadir meluangkan waktu kalian di acara party saya malam ini" ucap Daddy Steven sambil menundukkan badan nya, begitu pun dengan Mommy Rianti.


"Pada malam ini saya akan menyampaikan sesuatu kepada kalian semua. Dan bisa kah Nona yang duduk didepan, yang menggunakan gaun berwarna baby blue untuk naik keatas panggung ini, bersama dengan Tuan yang duduk disebelah nya?" pinta Daddy Steven.


Anggi dan Thomas yang diminta untuk naik ke atas panggung dengan dipanggil seperti itu pun tertawa geli mendengar panggilan itu dari Daddy nya.


Lalu Anggi dan Thomas pun berjalan ke arah panggung. Tak lupa Anggi yang memeluk lengan Thomas. Menjadi pusat perhatian.


Anggi dan Thomas pun dipersilahkan berdiri ditengah tengah antara Daddy Steven dan Mommy Rianti.


"Kita semua tau peristiwa yang keluarga saya alami dulu 26 tahun yang lalu. Dimana bayi cantik saya yang begitu menggemaskan. Bayi yang gembul dengan pipi bulat nya. Mata yang berwarna biru, yang membuat semua orang terpesona setiap menatap mata nya itu. Bayi saya yang hilang selama 26 tahun. Bayi yang selalu saya cari sampai sekarang. Walau pun saya sudah tak menetap lagi di Indonesia. Lihat lah betapa menggemaskan nya bayi itu" ucap Daddy Steven sambil menunjukkan ke layar proyektor yang menampilkan foto foto bayi Anggi sewaktu masih bersama mereka.


Melihat foto foto itu membuat Anggi meneteskan air mata nya. Dengan cepat ia menghapus air mata itu. Ia tidak ingin mengingat kejadim kelam nya. Yang harus hidup terpisah dengan kedua orang tua nya.


Semua mata menatap kearah foto bayi itu. Dan semua orang menganggukan kepala nya, mereka menyetujui apa yang diucap kan oleh Daddy Steven itu adalah kenyataan nya.


"Selama 26 tahun saya mencari nya diseluruh penjuru negara mana pun. Bahkan sampai saya membawa istri saya menetap di London pun, saya tetap mencari nya. Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan kabar kalau orang suruhan saya telah menemukan jejak dimana putri saya itu berada. Dan Alhamdulillah nya setelah saya mendatangi tempat itu, saya justru dipermudahkan bertemu dengan nya" lanjut Daddy Steven sambil menggenggam tanga kanan Anggi.


"Putri saya diculik dan dibuang oleh rekan kerja saya di sebuah panti asuhan di daerah pinggiran Jakarta. Iya putri saya dibesarkan di panti asuhan itu. Di panti asuhan Ibu Ayu. Terima kasih Bu Ayu karena anda sudah berbesar hati untuk merawat putri saya dari bayi sampai ia berkuliah" ucap Daddy Steven tulus menatap kearah wanita paruh baya yang duduk di kursi khusus tamu VVIP.

__ADS_1


Ibu Ayu pun langsung disorot dengan lampu sorot. Ia bahkan sudah meneteskan air matanya, ketika mengingat malam itu Anggi menangis di depan pintu panti asuhan miliknya.


Mc pun memberikan micropon kepada Bu Ayu.


"Sama sama Tuan. Saya dengan ikhlas membesar kan putri Tuan yang cantik itu. Saya begitu menyayanginya seperti anak saya sendiri. Walau pun saya harus membagi kasih sayang saya kepada anak anak yang lain nya. Namun putri anda hidup dengan layak di panti asuhan saya Tuan" Ucap Bu Ayu dengan tulus.


"Dan malam ini saya akan mengumumkan kalau putri saya sudah ditemukan. Anggita Maharani Danuarta. Putri saya yang hilang saat ini sudah berubah menjadi gadis yang sangat cantik. Sampai sampai Tuan Dion Wijaya asisten pribadi dari CEO Pratama.Corp jatuh cinta sama putri cantik saya itu" ucap Daddy Steven yang mulai terkekeh.


Beberapa pengusaha yang mengenal Dion pun melihat kearah nya. Dapat mereka lihat senyum mengembang diwajah tampan nya.


Memang tidak ada yang tau siapa kekasih seorang Dion Wijaya. Sebab ketika dilingkungan kantor, maka prioritas Dion dan Anggi adalah di pekerjaan mereka. Jadi hanya beberapa orang saja yang mengetahui hubungan mereka.


"Baik lah karena saya tidak ingin membuat kalian semakin penasaran. Dan karena saya juga akan membagikan kebahagiaan keluarga saya. Maka saya akan langsung memperkenal kan bayi kecil saya, yang sudah berubah menjadi gadis yang sangat cantik" jeda Daddy Steven. Kemudian ia menarik Anggi semakin dekat dengan nya.


"Baik lah perkenalkan, gadis yang berdiri disamping saya ini. Gadis yang sangat saya sayangi dan saya cintai ketiga didunia ini selain Mommy dan Istri saya. Dia adalah Anggita Maharani Danuarta. Putri saya. Berlian milik saya yang hilang selama 26 tahun ini" jelas Daddy Steven dengan senyum mengembang nya.


Dan kilatan dari lampu kamera para wartawan pun memenuhi ruangan itu. Mereka akan membuat berita besar esok hari nya. Berita yang sudah ditunggu tunggu selama ini.


Anggi yang di perkenalkan kepada dunia kalau dia adalah putri dari keluarga Danuarta pun mengembangkan senyum nya kepada semua orang.


"Bagi beberapa pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan Pratama.Corp pasti sudah mengenal siapa putri saya ini. Iya dia adalah sekretarisnya Tuan Dayyan Pratama. Kita tidak pernah tau siapa sebenarnya Anggi yang kita kenal. Karena dia hanya menggunakan nama depan nya saja sebagai nama pengenal nya" jelas Daddy Steven.

__ADS_1


"Terima kasih Dion, kamu dan keluarga kamu sudah mau menerima putri Daddy. Dan kalian juga menyayangi putri Daddy seperti putri kalian sendiri" ucap Daddy Steven tulus dengan mata yang berkaca kaca.


Sampai sekarang ia masih merasa sangat bersalah kepada putri nya itu. Ia hidup mewah dengan keluarga nya, sedangkan putri nya yang menghilang harus hidup secukupnya di panti asuhan. Ia sangat berayukur, putri nya bertemu dengan keluarga Dion. Bunda dan Ayah Dion begitu menyayanginya.


"Dan selain kabar bahwa putri saya sudah ketemu. Malam ini juga ada kabar bahagia lain nya yang akan saya sampai kan. Baik lah untuk mempersingkat waktu, saya minta Dion dan kedua orang tua nya untuk naik ke atas panggung" pinta Daddy Steven.


Dion dan kedua orang tua nya pun naik keatas panggung. Tak lupa salah satu pihak dari EO juga mengikuti mereka sambil membawa sebuah kotak berisikan sepasang cincin.


Ketika mereka sudah berdiri diatas panggung. Dion segera mencium tangan kedua orang tua Anggi. Begitu pun dengan Anggi, dia juga mencium tangan kedua orang tua Dion.


"Selamat malam semua nya. Izin kan saya untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting untuk hidup saya"


"Anggita Maharani Danuarta. Sejak awal kita bertemu. Saya sudah menaruh perasaan dengan kamu. Saya yang memang kurang peka dengan kode kode yang diberikan oleh seorang wanita pun, tak menanggapi kode yang pernah beberapa kali kamu berikan kepada saya. Sampai suatu hari, kamu memilih menghindari saya dan tidak lagi memberikan kode kepada saya lagi. Dan hal itu membuat hidup saya seperti kurang akan sesuatu hal. Sampai saya baru menyadari kalau kamu juga mempunyai perasaan yang sama terhadap saya. Kita memilih untuk menjalin hubungan tanpa diketahui oleh siapa pun di kantor, kecuali atasan kita yang bucin itu" ucap Dion sedikit menyindir Dayyan yang memang bucin kepada istrinya.


Semua tamu yang awalnya memandang haru pun justru tertawa mendengar candaan yang dilontarkan oleh Dion. Tetapi berbeda dengan Dayyan dia hanya mendengus melihat tingkah sahabat sekaligus asistennya itu.


"Aku selalu mengajak kamu untuk menikah. Membina rumah tangga kita yang bahagia dilengkapi dengan tawa dan canda dari anak anak kita kelak. Namun kamu selalu menolak nya. Bukan karena kamu tidak ingin menikah dengan ku. Namun kamu menolak dengan penolakan yang terlalu susah untuk ku wujudkan dulu nya. Bukan hanya sekali dua kali aku mengajak kamu menikah tetapi sudah berulang kali. Bahkan Ayah dan Bunda pun juga pernah membujuk kamu untuk mau menikah denganku. Namun lagi dan lagi jawaban kamu tetap sama. Kamu selalu mengatakan "Anggi hanya ingin menikah kalau Ayah kandung Anggi lah yang menikahkan Anggi. Anggi tidak ingin menikah jika diwakil kan oleh wali hakim". Kata kata itu selalu aku ingat, bahkan aku juga berusaha untuk mencari keluarga kandung kamu" jeda Dion. Ia pun menghela nafas nya karena dilanda gugup.


Dion pun berlutut dihadapan Anggi dan orang tuanya. Disaksi kan oleh begitu banyak nya tamu yang hadir disana. Dan wartawan yang selalu merekam kearah mereka.


"Anggita Maharani Danuarta. Dengan disaksikan oleh kedua orang tua kita, dan para tamu di acara party ini. Saya Dion Wijaya ingin meminang kamu untuk menjadi istri ku, menjadi Ibu dari anak anak ku kelak. Anggita Maharani Danuarta, mau kah kamu menikah dengan ku? Mau kah kamu menikah dengan lelaki sederhana ini?" ucap Dion yang masih berlutut dihadapan Anggi sambil mengulurkan tangan nya yang memegang sebuah kotak beludru berwarna merah yang berisikan sebuah cincin bermatakan berlian warna biru.

__ADS_1


__ADS_2