
Mommy Aletha dan Daddy Martin saling berpandangan ketika mendengar permintaan anak bungsu nya itu. Seakan mereka sama sama saling bertanya 'apakah anak nya tidak salah meminta nasi goreng pete'.
Kemudian mereka sama sama menoleh ke arah Brian yang sedang mengkhayal sambil senyum senyum sendiri. Tatapan aneh itu pun terlihat jelas di wajah Mommy Aletha.
"Bri are you okey?" tanya Mommy Aletha yang sudah tak sanggup melihat anak bungsu nya itu terus senyum senyum sendiri.
"Bri oke Mom. Tapi memang Bri pengen makan itu Mom. Apa Mommy bisa membuat kan nya untuk ku?" tanya Brian dengan mata yang berbinar.
"Hmm oke Mom buat kan. Tunggu sebentar iya"
Mendengar perkataan Mommy nya yang akan membuat kan nya nasi goreng pete pun, Brian langsung memeluk Mommy nya dan mencium pipi sang Mommy.
"Terima kasih Mom. Kalau gitu ayo kita ke dapur. Bri mau lihat langsung kalau Mommy yang membuat kan mya bukan pelayan" ajak Brian dengan semangat menarik tangan Mommy nya.
"Bri kalau kau berjalan sseperti itu sambil menarik tangan istri Daddy. Daddy pasti kan kalau nasi goreng itu tidak akan pernah di buat kan oleh Mommy mu" ancam Daddy Martin.
Bagaimana tidak. Brian menarik tangan Mommy nya dan berjalan cepat menuju ke dapur. Sampai Mommy Aletha kesusahan mengikuti jalan nya Brian.
Mendapat kan ancaman dari Daddy nya. Brian pun langsung meminta maaf pada sang Mommy.
"Maaf Mom sudah menyakiti mu" ucap Brian dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"It's okey Boy. Ayo sekarang kita buat nasi goreng nya" ajak Mommy Aletha sambil menggandeng lengan anak nya.
Sesampai nya di dapur, para pelayan menunduk hormat pada Mommy Aletha dan Brian. Sementara Koki yang memang bekerja di mansion itu mendekati kedua majikan nya itu.
"Ada yang bisa saya bantu Nyonya, Tuan Muda?" tanya Koki tersebut.
"Tidak ada Pak, saya hanya ingin membuat kan nasin goreng pete untuk Brian. Apa kita ada menyimpan pete Pak?"
"Ada Nyonya"
"Iya uda Bri kamu bisa duduk di meja makan dulu. Mommy mau masak kan yang kamu minta tadi"
__ADS_1
Brian pun menurut. Ia tidak duduk di meja makan tapi dia duduk di kursi pantry. Ia melihat semua yang di lakukan Mommy nya dengan mata yang berbinar binar.
Keanehan Brian itu pun juga membuat si Koki bertanya tanya. Selama ia bekerja di mansion Andreas sudah lebih dari 30 tahun. Baru kali ini ia melihat Brian yang meminta makanan yang terdapat pete nya. Karena setau nya Brian memang tidak menyukai pete.
20 menit menunggu akhir nya di hadapan nya Brian terdapat satu piring berisi nasi goreng pete sesuai permintaan nya tadi. Mata Brian berbinar senang melihat piring itu.
"Silah kan di nikmati Boy." ucap Mommy Aletha.
Brian pun langsung menyendok kan nasi goreng itu. Ia makan dengan sangat lahap nya. Bahkan ia tak sekali pun menawari Mommy nya.
Mommy Aletha yang melihat Brian memakan lahap masakan nya itu pun menganga mulut nya. Tak sampai 10 menit, nasi goreng pete yang masih panas itu sudah habis semua nya masuk ke dalam perut nya Brian.
"Alhamdulillah. Kenyang Mommy. Terima kasih sudah membuat kan nya untuk Brian. Kalau gitu Brian mau kekamar dulu Mom" ucap Brian lalu ia beranjak dari duduk nya. Sebelum pergi ia menyempat kan mencium pipi Mommy kesayangan nya.
Huuufftt
"Ada apa dengan Brian. Kenapa dia tiba tiba ingin makan nasi goreng pete iya? Pada hal kan dia tidak menyukai makanan itu. Aneh banget jadi anak. Mana makan nya lahap banget lagi. Uda kaya nggak makan satu bulan aja" gerutu Mommy Aletha sambil menatap punggung Brian yang sudah menjauh.
Brian pun sampai di kamar nya. Begitu iya membuka pintu terlihat istri nya yang hanya menggunakan handuk. Seketika mata Brian pun berbinar melihat nya.
"Iya Mas. Kenapa?" tanya Ani polos.
"Kau sedang menggoda ku sayang?"
"Menggoda? Apa maksud nya Mas?" tanya Ani bingung.
"Tuuuhhh" tunjuj Brian menggunakan bibir. Ani pun mengikuti arah pandang suami nya. Dan dia baru menyadari kalau dirinya sedang menggunakan handuk. Sebab ia baru saj selesai mandi.
"Ani baru selesai mandi Mas. Bukan niat menggoda kamu Mas" ucap Ani sambil menunduk.
"Tapi Mas tergoda sayang" ucap Brian jujur.
Ani menatap tak percaya ke arah suami nya. Ia pun secepat kilat melarikan diri nya ke walk in closed nya. Namun bagaimana pun cepat nya Ani berlari tetap saja ia kalah cepat oleh Brian.
__ADS_1
"Mas" lirih Ani.
"Temani Mas mandi yuk" ajak Brian.
"Tapi Ani uda mandi Mas. Mas mandi sendirian aja iya" tolak Ani halus.
Brian pun akhir nya hanya bisa pasrah. Ia menunduk dan jalan ke kamar mandi. Sesampai nya di kamar mandi. Brian pun menangis.
Ani yang mendengar suara tangisan Brian pun terkejut. Kenapa suami nya itu tiba tiba saja menangis. Ia pun lantas berjalan ke kamar mandi.
Untung nya pintu tak di kunci, sehingga Ani bisa masuk tanpa harus menunggu suami nya keluar.
"Mas" panggil Ani khawatir melihat Brian yang ada di pojokan sedang menangis.
"Mas kenapa?" tanya Ani lagi.
"Nggak tau. Mas sedih kamu nolak ajakan Mas tadi hiks.. Hikss.." ucap Brian dengan isak tangis nya.
Ani pun semakin di buat keheranan. Kenapa suami tampan nya ini jadi cengeng begini. Ada apa dengan nya?"
"Oke kalau gitu, Mas mandi dulu aja iya. Ani tunggu di kamar. Ingat jangan lama lama mandi nya" ucap Ani dengan senyum manis nya tetapi hal itu terlihat menggoda oleh Brian.
Dengan semangat Brian mengangguk kan kepala nya. Ani pun keluar dari kamar mandi. Ia kembali ke walk in closed untuk memakai baju dinas. Baju itu akan di lapisi nya dengan gamis nya. Jadi Brian tidak akan tau kalau di dalam baju gamis Ani ada baju dinas yang biasa nya ia gunakan di malam hari.
Brian mandi dengan cepat, cukup menghabis kan waktu 10 menit saja. Dan sekarang ia sudah berada di dekat Ani dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dari pinggang ke lutut nya.
Tanpa membuang buang waktu Brian pun langsung mengeluarkan jurus nya. Dan ketika ia membuka gamis sang istri. Ia di kejut kan dengan pemandangan yang ada di depan nya.
Dengan semangat empat lima Brian memulai aksi nya untuk memberikan Quin adik. Dan di siang hari yang panas itu, terjadi lah ibadah halal mereka.
...----------------...
Di rumah sakit milik Doni Abraham yaitu rumah sakit milik orang tua nya. Breena sedang berkutat dengan data data pasien yang akan melakukan operasi besok hari.
__ADS_1
Di operasi besok. Breena akan mengikuti jalan nya operasi untuk pertama kali nya. Dan ini kasus pertama juga untuk nya..
Engan semangat Breena terus mempelajari apa yang menjadi penyebab penyakit ini.