Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Prewed Ani dan Brian


__ADS_3

Pagi harinya masih dengan suasana yang masih seperti kemarin. Ansel masih menghindar dari Windy dan apa yang dilakukan nya itu juga diperhatikan oleh beberapa pasangan yang tau hubungan nya dengan Windy.


Mereka pun juga sama, memperhatikan Ansel yang menjaga jarak dari Windy. Ia bahkan tidak ada menyapa Windy. Malah Windy yang masih berusaha mengajak Ansel berbicara.


Berbeda dengan Breena yang sudah tau pokok masalah antara Ansel dan Windy. Breena tak bisa berbuat apa apa. Ia bingung harus membela siapa. Sejujurnya ia pun sama kecewa nya seperti Ansel. Namun ia masih berpikir positif. Mungkin ada alasan lain yang membuat Windy terpaksa memerima nya.


Namun satu hal yang membuatnya sangat kecewa, kenapa Windy tak mau mengatakan yang sejujurnya. Itu lah yang membuat Breena hari ini juga mendiamkan nya. Dan hanya berbicara seadanya aja.


Tepat pukul 11:00 WITA rombongan mereka pun mulai meninggalkan hotel tempat mereka menginap. Mereka akan menyebrang ke pulau pribadi milik Breena dengan naik boat.


Sepanjang perjalanan Breena duduk disamping Ansel dan Dayyan. Ia memegang kedua tangan kedua pria kesayangan nya itu. Tidak ada yang berbicara diantara mereka bertiga. Breena sesekali menyandarkan kepala nya di bahu Ansel. Dan dengan sayang nya Ansel mengelus kepala Breena.


"Jangan sedih princess, Kakak belum pergi loh" canda Ansel.


Ansel sangat tau apa yang dirasakan oleh adik nya itu. Ia pasti merasakan sangat kehilangan kalau ia akan pergi.


"Jangan lama lama iya Kak. Harus rajin rajin nanti telepon Breena" pesan Breena.


"Princess Kakak mu ini belum berangkat loh. Masih beberapa minggu lagi"


"Iya iya" ucap Breena cemberut.


Dayyan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik itu.


Sejam kemudian boat yang membawa mereka sampai ke pulau pribadi milik Breena. Mereka semua terpukau melihat keindahan yang tertampang di pulau pribadi itu.


Bahkan Breena sampai berteriak dan hampir saja memeluk Brian kalau saja tidak diberhentikan oleh Ansel.


"Mas Briii makasih iya, pulau nya cantik banget" ucap Breena melangkah mendekati Brian dan akan memeluk nya.


"Princess ingat dia bukan suami kamu. Dia mantan mu dan calon suami Ani, adik nya suami mu" ucap Ansel dengan kekehan kecilnya.


"Eeehhh lupa. Maaf Mas Dayyan" ucap Breena yang langsung memeluk suami nya.


"Iya Mas paham sayang. Mungkin bawaan twins. Jadi Mas nggak marah" ucap Dayyan lembut dan mengelus perut buncit istrinya yang sudah mulai menonjol.


"Mbak Ani maaf" ucap Breena pelan.


"Nggak papa Dek. Uda jangan sedih gitu. Mbak nggak masalah" ucap Ani lembut.


"Oke karena semua nya uda sampai sekarang ayo kita masuk kedalam. Penjaga villa nya uda menunggu kita" ucap Brian mengajak rombongan mereka masuk kedalam villa nya.


"Selamat datang Tuan Nona" ucap salah satu penjaga menyambut kedatangan rombongan Brian.


"Terima kasih Mang. Apa kamar nya sudah di siapkan?" tanya Brian.


"Sudah Tuan. Ini kunci kunci nya Tuan" ucap penjaga villa itu memberikan kunci kepada Brian.


"Oiya kenalin Mang ini pemilik villa yang sekarang. Namanya Breena dan ini suaminya Dayyan" ucap Brian memperkenalkan Breena dan Dayyan kepada para penjaga Villa.


"Salam kenal Tuan Nona. Saya kepala penjaga disini"

__ADS_1


"Salam kenal juga Mang" ucap Breena dan Dayyan bersamaan.


"Oke ini kunci kamar utama di villa ini. Dan seperti kemarin satu kamar di isi 2 orang" ucap Brian sambil mengulurkan kunci kunci kepada rombongan mereka.


"Oiya Dion. Lo atau Gue yang prewed duluan?" tanya Brian memastikan.


"Sayang kita apa Brian duluan yang Prewed?" bukan nya menjawab, Dion justru bertanya kepada Anggi.


"Kalau Mas Brian duluan gimana Mas? Anggi mau istirahat dulu. Gimana kalau kita besok aja prewed nya?" saran Anggi.


"Oke baiklah. Mas tau kalau kamu terlalu lelah" ucap Dion sambil mengelus kepala Anggi dengan sayang.


"Oke kalau gitu nanti sore kita mulai prewed nya iya Dek. Kamu nggak papa kan?" tanya Brian.


"Iya Mas boleh. Nanti tetap kan prewed nya sama Quin?" tanya Ani memastikan.


"Iya Dek. Nanti ada sesi kita sama Quin. Dan ada yang kita berdua aja. Kamu tenang aja iya nggak ada santuhan kok"


"Iya Mas. jam berapa Mas mulai nya?"


"Abis Ashar aja iya mulai nya biar nanti dapat waktu sunset" saran Brian.


"Iya Mas. Iya uda Ani kekamar sulu iya. Ayo Quin mau ikut Bunda atau Daddy?"


"Quin sama Bunda iya. Mau bobok sama Bunda" ucap Quin manja.


"Oke ayo sayang. Kita masuk kamar. Kita bobok dulu" ajak Ani sambil menggandeng tangan Quin.


"Sialan"


Setelah mengatakan itu Brian pun meninggalkan Juan yang masih tertawa mengejek nya.


Sedangkam yang lain sudah terlebih dahulu memasuki kamar mereka.


Sore pun tiba, Ani sudah bersiap dibantu oleh para wanita dan salah satu kru dari fhotograper.


"Waahh Mbak Ani cantik banget" ucap Breena memuji kecantikan Ani yang selama ini tersembunyi.


Ani yang mendengar pujian Breena pun wajah nya memerah. Iya pun menyetujui apa yang diucapkan oleh Breena.


"Kamu benar Bree, Ani memang cantik. Selama ini kecantikan nya selalu tertutupi" ucap Anggi menimpali pujian Breena.


"Emang selama ini Mbak Ani nggak pernah pakai make up iya?" tanya Selvi polos.


"Nggak pernah Sel. Ani ini besar di pesantren" bukan Ani yang menjawab melain Anggi.


"Maaf Selvi nggak tau" ucap Selvi merasa bersalah.


"Nggak papa. Kamu kan juga baru gabung sama kami. Lagian bisa bisanya Abang nggak ngenalin kamu sama aku" ucap Breena sebel.


"Maaf. Bukan Abang Juan nggak mau kenalin aku ke kalian. Tapi aku nya yang minder kalau bertemu kalian. Karena aku bukan dari kalangan pengusaha" ucap Selvi menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Jangan ngomong gitu. Ani juga bukan dari keluarga pengusaha. Ani dibesarkan sama Abah dan Umma nya Mas Dayyan setelah orang tua Ani meninggal" jelas Ani sambil menggenggam tangan Selvi.


"Mas Dion juga bukan dari kalangan pengusaha. Kamu juga kenal kan sama kedua orang tua Mas Dion" ucap Anggi yang dibalas anggukan Selvi.


"Dan asalkan kamu tau Sel. Aku juga dibesarkan di panti asuhan. Selama 26 tahun aku baru bertemu keluarga kamdungku. Aku diculik waktu umurku masih 3 bulan. dan baru beberapa bulan ini baru bertemu. Dan aku juga nggak nyangka kalau aku ternyata anak dari seorang pengusaha" ucap Anggi dengan senyum manisnya.


"Aku juga bukan anak orang kaya Mbak. Ibu ku hanya berjualan di depan rumah. Aku beruntung bisa masuk ke kedokteran karena beasiswa" ucap Windy.


Selvi pun merasa terharu ia diterima dengan baik oleh teman teman nya Juan.


"Terima kasih sudah menerima ku dengan tangan terbuka. Maaf kalau aku sempat berpikiran kalau kalian tidak akan mau berteman dengan ku" ucap Selvi sambil menyeka air matanya.


"Aduuhhh uda dong jangan ada yang mengeluarkan air mata nya. Disini kita mau senang senang loh" ucap Breena kesal.


"Baik lah sekarang ayo kita keluar. Si pangeran sudah menunggu di luar bersama putri mahkotanya" canda Anggi dan diangguki oleh yang lain nya.


Breena dan Anggi menggandeng tangan Ani keluar dari Villa menuju ke bibir pantai. Disana Brian dan Quin sudah menunggu. Tak lupa juga Dayyan, Dion, Juan dan Ansel yang sedang duduk berbincang dibawah pohon yang rindang.


Brian sangat terpukau oleh kecantikan Ani sore ini. Bahkan ia sampai tak mengedipkan mata nya.


"Jaga mata Mas Brian. Dosa kalau dilihatin terus" teriak Dayyan dari jauh.


"Iya maaf Gus. Nggak di ulang lagi"


"Oke dimaafkan"


"Ingat Mas Brian jangan ada sentuhan sama Mbak Ani. jaga jarak foto nya. Ingat belum halal" ucap Breena memperingati.


"Siap laksanakan Princess" ucap Brian sambil memutar bola matanya.


Breena pun terkekeh melihat tingkah Brian.


Foto prewed pun dimulai dari foto berdua dengan jarak setengah meter berdiri dibawah pohon kepala. Lalu foto berdua yang sedang berjalan bersisian di bibir pantai. Foto bertiga sambil berjalan dan menggandenga masing masing tangan Quin.


Dan ketika sunset sudah kulai terlihat. Mereka pun tak menyia nyiakan kesempatan. Mereka duduk di bibir pantai dengan berjarak menatap kearah sunset. Dan mereka juga foto bertiga bersama Quin. Dengan Quin berada di gendongan Ani dan ditatap Brian dengan penuh cinta.


Tak mau ketinggalan, pasangan halal pun juga ikut berfoto. Breena yang tiba tiba ngidam ingin ikut foto prewed bersama Brian dan Ani. Jadi lah mereka foto berlima.


"Gus boleh nggak sih peluk pinggang Ani. Masa iya foto berlama aku nya jauh dari kalian" protes Brian merasa fose mereka kurang enak dipandang.


Dayyan pun berpikir sejenak sebelum ia menganggukan kepala nya.


"Oke boleh tapi tidak boleh sentuhan kulit. Harus dilapisi dengan kain" ucap Dayyan


Brian pun tersenyum senang.


Mereka pun berfoto berlima dengan posisi Ani dan Breena di tengah. Ani yang menggendong Quin dan pinggang nya di rangkul Brian. Serta Dayyan yang juga merangkul pinggang sang istri.


Fhotograper itu pun memulai memfoto mereka. Dan foto terakhir mereka yang terakhir hanya berempat. Dengan saling menatap pasangan mereka masing masing dengan penuh cinta.


Nanti setelah foto nya jadi Brian akan meminta fhotograper itu untuk memotong foto nya dan Ani beserta Quin. Untuk dipajang nya nanti di kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2