
Setelah berunding dengan pihak WO dan mendapati kesepakatan, akhir nya acara akad nikah dan aqiqahan nya baby triplet akan di laksanakan dalam waktu seminggu lagi. Pihak Wo yang dikebut kerjaan pun meminta bantuan dari WO yang lain nya untuk membantu pekerjaan mereka.
Walau pun awal nya terjadi perdebatan tentang tempat yang akan di gunakan pun, akhir nya dengan kesepakatan bersama, acara akan di laksana kan di ball room hotel milik keluarga Bagaskara.
Setelah selesai perdebatan, tiba tiba Ani dan Brian masuk ke dalam rumah Breena.
"Assalamualaikum. Deera, Bunda kangen" ucap Ani memberi salam.
"Wa'alaikum salam Bunda. Kalau kangen gendong dong"
Ani tak langsung menjawab, ia malah melirik suami nya yang sedang berbincang dengan para pria.
Brian yang merasa di lirik pun, menatap ke arah istri nya. Seolah paham. Ia mengangguk kan kepala nya.
Dengan senang hati Ani langsung mengambil alih Kadeera. Tapi belum sempat memegang suara Dayyan menghentikan pergerakan tangan nya.
"Stooopp dek. Cuci tangan dulu. Kamu abis dari luar" ucap Dayyan lembut.
Hehehehe
Ani langsung berjalan ke kamar mandi belakang dekat dapur. Ia mencuci tangan nya.
"Sini Deera, Bunda uda kangen banget"
Breena pun langsung memberikan baby Kadeera ke gendongan Ani. Senyum manis Ani mengembang melihat wajah cantik nya Deera.
"Nanti kalau uda besar jadi mantu Bunda iya sayang. Jangan mau sama laki laki lain iya. Sama anak Bunda aja" ucap Ani sambil mengelus pipi cubby nya Deera.
"Astaga Deera. Apa Bunda mu itu tak tau kalau kau saja baru beberapa hari lahir nya. Dan apa Bunda mu tak merasa bersalah menjodoh kan dirimu dengan anak nya yang masih di dalam kandungan nya itu" protes Breena membuat yang mendengar nya tertawa.
Ani mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Jangan dengerin Umi mu sayang. Dengerin Bunda aja iya. Yang penting nanti kalau uda besar jadi mantu nya Bunda aja iya sayang" ucap Ani lagi tak mengindahkan protesan nya Beeena.
...----------------...
Hari yang di tunggu tunggu pun akhir nya datang juga. Hari ini bertempat di ball room hotel Bagaskara. Terlihat begitu ramai dengan para tamu undangan.
Tak hanya rekan bisnis dari Dayyan dan Papa Doni saja yang di undang. Tetapi dari rekan bisnis nya Ansel, Daddy Calvin dan Daddy Bagaskara Putra pun juga di undang yang dari luar negeri.
Ball room hotel yang dapat menampung lebih 10.000 orang itu pun penuh. Bahkan para undangan pun di bagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pada pukul 09:00 - 12:00, sesi keduan akan di mulai pada pukul 13:00 - 15:30. Dan sesi terakhir akan di mulai pada pukul 19:00 - 22:00.
Saat ini Windy sedang di hias di dalam salah satu kamar hotel. Ia di temani oleh Anita dan Ani, Anggi dan Selvi.
Brian memang sengaja meminta Ani untuk menemani Windy, karena Brian tak ingin Ani kelelahan.
"Deg degan nggak Win?" tanya Anita.
"Banget. Malah Gue juga gugup Nit" jawab Windy yang masih di make up.
"Apa semua pengantin akan seperti ini Mbak Ani?" tanya Windy.
"Iya kebanyakan pasti gugup dan deg degan. Tapi setelah akad selesai semua terasa akan plong gitu" jawab Ani.
"Kalau Mbak Anggi gimana?"
"Sama sih pasti gugup dan deg degan juga. Apa lagi waktu itu Mbak baru bertemu sama keluarga Mbak kan. Rasa nya kaya yang aneh gitu. Bahagia nya juga double double."
"Kamu nanti juga akan merasakan hal yang sama Nita, Selvi" lanjut Anggi dengan senyum misterius nya.
"Jangan nakutin Mbak" rengek Anita.
Sedang kan Selvi hanya membalas nya dengan senyuman. Ia sebenar nya sudah sangat siap untuk menikah dengan Juan. Tapi karena rencana pernikahan nya memang menunggu kelahiran anak anak Breena terlebih dahulu. Jadi ia pun juga harus sabar menunggu.
__ADS_1
"Oiya Win. Gimana kabar nya si beliau itu?" tanya Anita yang tiba tiba mengingat mantan calon suami nya Windy.
"Ntah lah. Yang ku dengar Kak Ansel menurun kan jabatan nya" jawab Windy acuh.
"Jadi apa?"
"OB. Office Boy"
"Serius?" tanya Anita tak percaya yang hanya di tanggapi dengan anggukan.
"Malang sekali. Dari direktur pemasaran turun derajat jadi OB. Dari yang pakaian rapi dan setelan jas. Jadi pakaian seragam bertuliskan OB"
"Menurut Mbak iya, itu hukuman yang sangat mudah yang di berikan Ansel. Kalau dia mau, dia bisa aja langsung memecat mantan kamu Win dan memblacklist nama nya di perusahaan mana pun. Tapi karena dia ingat kalau ada anak istri yang harus di cukupi kebutuhan nya. Jadi Ansel hanya menurun kan jabatan nya saja" ucap Anggi menanggapi.
"Mbak benar. Kita semua tau kan bagaimana kekuasaan kekuarga mereka. Semua bisa mereka lakukan. Aku bersyukur bisa masuk kedalam keluarga mereka Mbak. Mereka orang orang kaya tapi mau menerima kita yang hanya dari keluarga sederhana" ucap Windy yang sangat bersyukur.
"Kamu bener Win. Mbak pun juga seperti itu. Bahkan hadiah yang mereka kasih semua membuat Mbak jadi sangat sungkan dengan mereka. Kalian tau, Ibu Mbak sampai tak percaya anak nya di berikan hadiah seperti itu" ucap Selvi yang sedari tadi hanya diam.
"Itu memang uda tradisi di sircle keluarga kami Mbak. Dan Mbak akan terkejut ketika nanti tau hadiah apa aja yang akan di dapat oleh Windy dan ketiga anak nya Breena. Hamil aja Breena uda mendapatkan banyak hadiah. Apa lagi ini nanti Mbak, hadiah nya di ganda kan menjadi tiga. Hahahhaha" ucap Ani sambil tertawa.
"Dan aku juga begitu, mendapat kan hadiah yang mewah juga ketika tau kalau aku hamil" lanjut Ani dengan senyum manis nya.
"Haduuhh nggak kebayang sih, seberapa banyak uang mereka iya"
MUA yang di utus untuk menghias Windy hanya bisa tertegun mendengar pembicaraan mereka. Bahkan mendengar mereka mendapat kan hadiah mewah. Ia pun merasa iri. Mereka yang menikah dengan keluarga konglomerat, dengan mudah nya mendapat kan hadiah yang bahkan bukan mereka yang meminta nya.
Hampir satu jam, akhir nya make up nya Windy pun sudah selesai. Mereka memang sengaja mengajak Windy untuk berbincang, agar dapat menghilangkan rasa gugup nya. Dan itu pun berhasil. Windy sudah tak terlalu gugup lagi.
Sedangkan di dalam kamar hotel yang lain nya, Breena sedang di sibuk kan dengan mengurus ketiga bayi nya. Di bantu oleh masing masing pengasuh nya.
Breena dan Dayyan sengaja memesan baju seragam dengan ketiga anak mereka. Dayyan, Kadga dan Kalandra memakai baju batik. Sedangkan Breena dan Kadeera, memakai baju berbahan brokat yang dikombinasi dengan kain batik sama dengan yang di gunakan oleh Dayyan dan kedua anak kembar lalaki nya.
__ADS_1