Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Rencana Yang Ketahuan Dari Penyadap Suara


__ADS_3

Perempuan tadi terus saja berjalan menuju meja sekretaris Direktur Utama. Siapa lagi kalau bukan Rendra, lelaki yang baru saja di temui oleh Dayyan.


Perempuan itu adalah Laura, sekretaris Rendra. Laura adalah sahabat istri nya Rendra. Perempuan itu mengadu kepada istri nya Rendra, kalau dia baru saja di cerai kan oleh suami nya yang ketahuan selingkuh. Dengan derai air mata, ia menangis di hadapan Cintya, istri nya Rendra untuk mendapat kan simpati dari Cintya.


Dan benar saja. Cintya yang mudah tersentuh hati nya pun, meminta bantuan suami nya untuk mencari kan Laura pekerjaan di perusahaan tempat nya bekerja. Laura mendapat kan tempat sebagai sekretaris Rendra.


Awal iya bekerja, ia masih malu malu dan menganggap Rendra sebagai suami sahabat nya yang telah menyelamatkan hidup nya. Namun lama kelamaan, Laura memiliki hati kepada Rendra. Karena Rendra sangat perhatian kepada nya. Bahkan ia juga menggoda Rendra.


Rendra yang memang tidak bisa di goda oleh keseksian pun, terbuai oleh godaan Laura. Laura terus menggoda Rendra, sampai akhir nya Laura tau kalau perusahaan itu bukan milik Rendra.


Dari situ lah Laura mulai menghasut Rendra untuk berkhianat kepada pemilik perusahaan. Ia meminta Rendra dari memalsu kan laporan keuangan perusahaan serta laporan keuangan setiap proyek yang ada.


Karena keserakahan Laura, yang selalu tidak puas dengan apa yang menjadi milik nya. Laura kembali menghasut Rendra untuk menguasai perusahaan. Terakhir Laura menghasut Rendra untuk membalik nama perusahaan menjadi nama nya.


Namun sayang seribu sayang. Dion yang selalu memantau semua perusahaan milik Dayyan, mengetahui semua rencana mereka. Maka dari itu lah Dion dan Dayyan berangkat ke Jepang dadakan. Mereka akan merencanakan bagaimana membasmi pengkhianat di perusahaan mereka. Sebelum pwngkhianat itu melakukan aksi nya.


Laura memasuki ruangan Rendra tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Honey" panggil Laura dengan suara menggoda nya.


"Yes Baby. Kenapa hmm?" tanya Rendra sambil mendekat ke arah selingkuhan nya itu.


"Aku melihat dua pria yang baru saja keluar dari ruangan mu ini. Siapa mereka?" tanya Laura penasaran.


"Mereka Tuan Dayyan dan Tuan Dion. Pemilik Pratama.Corp dan Asisten kepercayaan nya" jawab Rendra sambil memeluk pinggang kekasih nya.


"Untuk apa mereka kesini? Apa mereka sudah mengetahui tentang hubungan kita?"

__ADS_1


"Aku pun tak tau. Mungkin mereka hanya sekedar singgah saja. Karena mereka jarang sekali memeriksa perusahaan ini. Mereka terlalu percaya kepada ku. Hahahhaaha" jswab Rendra di sertai tawa mengejek nya.


"Mereka memang bodoh. Mau saja mempercayai orang lain untuk mengurus perusahaan besar seperti ini. Lalu bagaimana dengan rencana kita?" tanya Laura sambil meliuk kam tubuh nya menggoda Rendra.


"Sudah 50%. Aku juga membutuh kan tanda tangan dari Tuan Dayyan. Setelah itu semua nya sudah menjadi milik kita" ucap Rendra disertai seringai jahat.


"Mumpung mereka ada disini. Bagaimana kalau kita menjalan kan rencana kita itu?"


"Kau benar Baby. Mumpung mereka ada disini. Jadi kita harus bergerak cepat untuk mendapat kan tanda tangan nya. Tapi siapa yang akan meminta tanda tangan nya? Kalau aku, seperti nya tidak mungkin. Dia bisa saja curiga dengan ku"


"Kau tenang saja Honey, aku yang akan melakukan nya" ucap Laura percaya diri.


"Kau yakin? Aku dengar Tuan Dayyan tidak suka berdekatan dengan lawan jenis nya" ucap Rendra sedikit tak percaya.


"Kau tenang saja. Serahka semua nya kepada ku. Kalau memang dia tak suka berdekatan dengan lawan jenis nya, itu tak masalah. Mungkin mereka memang tak menarik di mata nya. Tapi lihat lah aku. Aku memiliki body yang sexy dan montok. Semua orang pasti akan tergoda denga tubuh ku" ucap Laura yang semakin percaya diri.


"Lalu bagaimana dengan Cintya. Wanita kampungan itu. Walau pun sudah tinggal di Jepang tapi tetap saja di seperti wanita kampungan"


"Kau benar. Aku heran dengan nya. Gaji ku yang besar, pasti bisa membuat nya sedikit lebih cantik dan menarik. Tapi yang ada, dia selalu memakai daster di rumah. Bahkan wajah nya sudah tak secantik dulu. Aku bahkan muak melihat nya selalu menggunakan pakaian itu itu saja setiap hari. Daster lusuh yang menutupi seluruh tubuh nya" ucap Rendra dengan raut wajah jijik nya mengingat istri nya yang selalu menggunakan daster.


"Terus bagaimana nasib ku setelah ini" ucap Laura sambil mengelus dada bidang Rendra, berusaha membangkitkan nafsu nya.


"Kau akan menjadi istri ku, setelah aku menceraikan nya. Aku juga sudah mulai mendaftar kan perceraian kami di pengadilan. Dan mungkin sebentar lagi surat dari pengadilan akan sampai di rumah kami" jawab Rendra sambil memejam kan mata nya, menikmati godaan dari Laura.


"Kalau begitu, apa yang akan kita lakukan sekarang ini Honey?" tanya Laura dengan suara mendayu nya.


"Seperti biasa Baby. Aku selalu merindukan sentuhan mu ini. Bahkan kau sudah menjadi candu ku" jawab Rendra dengan suara serak serta mata sayu nya.

__ADS_1


Laura pun menuruti apa yang di ingin kan oleh Rendra. Sebelum memulai, Laura terlebih dahulu mengunci pintu ruangan Rendra. Kemudian ia mendekati Rendra dengan tatapan menggoda nya.


Rendra yang memang sudah tergoda dengan Laura sejak ia memasuki ruangan nya pun langsung menikam tubuh Laura.


Di atas meja kerja nya, ia dan Laura melakukan hubungan terlarang mereka. Melampias kan nafsu mereka. Suara suara erotis pun keluar dari bibir mereka.


Tanpa mereka ketahui semua yang mereka lakukan sudah di dengar oleh Dayyan dan Dion.


...----------------...


Di ruangan Dayyan.


Dayyan dan Dion menampilkan raut wajah jijik nya ketika mendengar suara suara erotis mereka. Bukan nya bernafsu, mereka justru jijik mendengar nya.


"Dion, apa kau juga menyelip kan kamera tersembunyi di ruangan nya?" tanya Dayyan penasaran.


"Iya. Selain penyadap suara, aku juga menyelip kan kamera tersembunyi yang bentuk nya sangat kecil"


"Apa hasil gambar nya terlihat jelas?"


"Benar sekali. Hasil nya terlihat jelas. Bahkan wajah mereka pun juga terlihat sangat jelas"


"Lalu, apa kau sudah mengganti surat yang mereka buat dengan yang baru?" tanya Dayyan memastikan.


"Sudah Tuan. Surat surat yang mereka buat semua nya sudah bersama saya. Saya juga sudah mengganti surat mereka dengan surat yang saya buat" jelas Dion santai


"Apa isi surat yang kau buat?" tanya Dayyan penasaran dengan aksi asisten nya itu.

__ADS_1


"Hehehhe. Aku buat surat pengalihan harta pribadi milik nya sebelum dia terhasut oleh wanita gila itu, kepada anak anak nya. Karena harta itu murni hasil jerih payah nya. Jadi ku alih kan ke anak anak nya" ucap Dion yang di balas anggukan oleh Dayyan.


__ADS_2