Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Tripel K.


__ADS_3

Setelah selesai acara pertunangan Juan dan Selvi. Semua anggota keluarga Anderson yang Danuarta pun segera pergi ke rumah sakit milik Dokter Erlangga.


Mereka sudah mengetahui ruang rawat Breena. Karena Umma Hanum yang memberitahu kan nya kepada Mommy Aletha. Tapi Umma Hanum tidak memgatakan kalau bayi yang di lahir kan Breena tiga bayi.


Sesampai nya di rumah sakit. Mereka langsung menuju kamar Breena.


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum" ucap Mommy Aletha yang membuka pelan pintu ruang rawat Breena.


"Wa'alaikum salam. Masuk Mom" ucap Dayyan mempersilahkan semua nya masuk.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Mommy Aletha yang langsung menghampiri Breena.


"Alhamdulillah baik Mom"


"Selamat iya kamu uda jadi seorang Ibu sekarang" ucap Mommy Aletha sambil memeluk Breena.


"Terima kasih Mom"


"Bree, ini bayi nya kok jadi tiga? bukan nya kamu hamil bayi kembar dua iya?" tanya Brian yang kaget melihat tiga bayi yang sedang tidur.


"Iya Mas. Rupa nya selama ini bayi ku kembar tiga" ucap Breena dengan senyum manis nya. Terlihat kebahagiaan di mata Breena.


"Kok bisa?" tanya yang lain nya kompak.


"Ratih bisa kamu jelas kan?" ucap Mommy Aletha.


"Bayi ketiga berada dalam satu kantung ketuban dengan bayi kedua. Pada kehamilan kembar ada dua kondiai yang mungkin terjadi. Pertama, masing masing janin akan membentuk kantung ketuban sendiri. Meski demikian ada kemungkinan kedua bahwa mereka berada dalam satu kantung ketuban yang sama. Bayi kembar yang berada dalam satu kantung ketuban dikenal dengan istilah monochorionio monoamniotic atau kembar mo/mo. Dalam kondisi ini, salah satu janin bisa saja bersembunyi saat ultrasound di trisemester awal. Dengan demikian di dalam kantung hanya terlihat seperti ada satu bayi"


"Di kasus Breena. Dari awal USG memang terlihat ada dua kantung. Dan ternyata di salah satu kantung ketuban terdapat dua janin. Dan salah satu janin nya bersembunyi. Mungkin dia mau buat kejutan sama kita" jelas Mama Ratih.


"Woooowww ini benar benar kejutan untuk kita semua nya Ratih" ucap Mommy Rianti.


"Wadduuhhh kalau tiga gini gimana aku mau kasih hadiah nya" ucap Brian pusing.


"Nggak perlu kasih hadiah Mas. Hadiah yang kemarin saja uda terlalu banyak. Jangan jadi kan anak ku kaya tanpa harus bekerja Mas" ucap Breena spontan yang membuat semua nya tertawa.


"Itu nama nya bayi sultan Bree. Uda kaya dari sejak embrio" balas Brian.


"Jadi siapa nama mereka?" tanya Abah Arsya yang sedari tadi hanya jadi pendengar saja.

__ADS_1


Breena dan Dayyan pun saling memandang. Kemudian Breena mengangguk kan kepala nya.


"Sebenarnya kami hanya menyiap kan dua nama saja. Kami tidak tau kalau ternyata bayi nya yang lahir tiga. Jadi untuk anak pertama kami nama nya Kadga Bias Bhumantara Pratama. Anak kedua kami Kadeera Bias Shandyakala Pratama" ucap Dayyan.


"Waaahhh nama yang bagus. Lalu siapa nama anak yang ketiga?" tanya Mommy Rianti.


"Kami belum menemukan nama nya Mom" lirih Breena.


"Apa Abah atau Papa bisa bantu carikan nama yang bagus untuk anak ketiga kami?" tanya Dayyan.


"Bagaimana kalau Kalandra?" ucap Abah Arsya dan Papa Doni berbarengan.


"Waaahh kita bisa kompak begini Bah" ucap Papa Doni terkekeh.


"Mungkin karena nama itu untuk cucu kita Pak Doni. Kita jadi kompak mengucapkan nama itu" ucap Abah Arsya yang juga terkekeh.


"Baik lah Kalanda Bias Bhimantara Pratama. Kamu setuju sayang?"


"Iya Mas, Breena setuju"


"Tapi yang mana Kadga dan yang mana Kalandra? Kenapa wajah mereka sama semua seperti kamu Guse?" tanya Brian yang bingung mana bayi pertama dan bayi ketiga nya.


"Kadga yang memiliki lesung pipi di sebelah kanan. Wajah nya 100% wajah Mas Dayyan. Kalau Kalandra yang memiliki lesung pipi di sebelah kiri, dan ada tahi lalat nya di bawah mata sebelah kanan" jelas Breena.


"Kalau tidur gini nggak bisa beda kan nya karena nggak kelihatan lesung pipi nya. Tapi bisa di beda kan dari tahi lalat nya. Kadga nggak punya tahi lalat, kalau Kalandra punya" ucap Dayyan yang mendapat anggukan dari semua nya.


Terlihat di layar ponsel nya tertera nama putra nya melakukan panggilan video. Dengan semangat Mommy Gantari mengangkat nya.


"Hallo sayang. Putra tampan Mommy. I miss you" ucap Mommy Gantari semangat.


"Wa'alaikum salam Mommy cantik nya Ansel. Miss you too" jawab Ansel sambil terkekeh.


"Sayang lihat lah" ucap Mommy Gantari sambil memindahkan kamera nya, sehingga layar ponsel nya berganti menjadi wajah wajah bayi Breena.


"Mom di rumah sakit. Siapa yang melahir kan Mom? Wooww triplet" ucap Ansel antusias.


"Princess kita yang melahir kan. Adik mu sayang. Dan bayi nya bukan dua tapi tiga"


"Waaahhh princeesss. Selamat dek" ucap Ansel senang.


"Rehaaannnnn" teriak Ansel tiba tiba membuat Rehan yang baru saja duduk pun terkejut.


"Ansel jangan teriak teriak" ucap GrandFa yang di balas dengan senyuman nya.


"Rehan pesan tiket ke Indonesia sekarang. Hari ini juga aku mau kembali kesana" ucap Ansel.

__ADS_1


"Jangan bercanda Ansel. Ini uda jam 5 sore. Nanti malam kita akan ada makan malam bersama dengan rekan bisnis kita" ucap Rehan.


"Aku tak peduli. Batal kan acara makan malam nya. Ganti hari nya setelah aku kembali dari Indonesia. Yang jelas aku mau malam nanti aku uda terbang ke Indonesia"


Mau tidak mau Rehan pun memenuhi permintaan Ansel. Ia pun mencari tiket keberangkatan ke Indonesia untuk penerbangan hari itu juga.


Nasib baik berada di tangan Ansel. Ia mendapatkan tiket, dan penerbangan nya pukul 8 malam waktu Belanda.


"Pesan empat Rehan. Untuk mu dan GrandFa dan GrandMa. Kita kembali ke Indonesia" perintah GrandFa.


"Siap GrandFa. Oke sudah selesai. Penerbangan tiga jam lagi. Jadi ayo kita bersiap dan berangkat ke Bandara" ajak Rehan.


GrandFa pun langsung pulang ke mansion nya. Dia juga sudah menghubungi istri nya. Dan betapa senang nya GrandMa di ajak kembali ke Indonesia. Apa lagi ketika ia tau kembali nya mereka untuk melihat cicit mereka yang baru saja lahir.


GrandMa pun meminta GrandFa, Ansel dan Rehan langsung ke Bandar. Nanti dia menyusul diantar supir.


"Ansel" panggil Mommy Gantari ketika anak nya sudah tak bersuara lagi tapi panggilan nya masih tersambung.


"Oohh iya Mom. Maaf Ansel lupa kalau masih tersambung"


"Kalian mau kembali?"


"Yes Mom. Kami kembali ke Indonesia bersama GrandFa dan GrandMa. Tunggu kami Mom." ucap Ansel lembut.


Mommy Gantari pun tanpa sadar meneteskan air mata nya. Ia sangat merindukan putra satu satu nya itu.


"Hati hati sayang"


"Iya Mom. Uda iya jangan nangis. Ansel sehat kok Mom. Iya uda Ansel matikan iya. Ansel mau langsung ke Bandara" ucap Ansel yang juga berkaca kaca melihat wajah cantik Mommy nya.


"Iya sayang salam sama GrandMa dan GrandFa iya"


Setelah mengatakan itu Mommy Gantari langsung mematikan panggilan nya. Ia masih saja menangis. Daddy Calvin pun langsung membawa istri nya kedalam dekapan nya. Ia berusaha menenang kan Mommy Gantari.


"Ansel baik baik saja Mom. Yakin lah kalau dia selalu baik baik saja. Kalau Ansel selalu melihat kamu menangis terus, bagaimana dia bisa menyembuhkan hati nya kalau Mommy nya aja masih suka nangis dan mengingat hal itu? Uda iya jangan nangis lagi" ucap Daddy Calvin yang di angguki oleh Mommy Gantari.


Papa Doni pun juga ikut memeluk kakak nya itu. Ia tau seberapa terluka nya hati sang kakak ketika mengetahui anak nya di sakiti oleh kekasih nya.


"Uda Kak. Kalau kakak seperti ini terus, Ansel nggak akan pernah bisa baik baik aja" ucap Papa Doni.


"Maaf" lirih Mommy Gantari.


"Mom, apa Kak Ansel akan datang?" tanya Breena.


"Iya sayang. Mereka akan datang. Mungkin besok sudah sampai"

__ADS_1


"Kalau begitu Breena mau merampok Kak Ansel besok" ucap nya semangat.


Ucapan Breena membuat tawa mereka keluar. Bagaimana tidak. Tadi dia yang bilang nggak mau hadiah, tapi sekarang dia bilang mau merampok satu satu nya pewaris Bagaskara. Memang Breena sesuatu sekali.


__ADS_2