
Ansel masih terus mengejar Mama Ratih dan Syeril yang terus berjalan tak menghiraukan ucapan nya.
Di lorong yang sama, Papa Doni yang baru saja selesai melakukan operasi melihat kegaduhan yang di buat oleh keponakan dan istri nya itu. Ia hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
Papa Doni pun menghampiri Ansel yang tak bisa memasuki ruangan operasi.
"El" panggil Papa Doni sambil menepuk pundak keponakan nya itu.
"Papa" ucap Ansel girang.
Ansel langsung memeluk Papa Doni. Ia begitu merindukan Papa nya itu.
"Papa apa kabar? El rindu banget sama Papa" ucap Ansel yang sudah melerai pelukan nya.
"Alhamdulillah Papa sehat. Kamu kapan sampai nya? Kenapa uda ada disini aja?"
"El sampai tadi pagi Pah. GrandMa sama GrandFa juga ikut ke Indonesia"
"Benar kah? Duuhh Papa uda Rindu banget sama Mommy Cloe. Terus kamu ngapain kesini El?"
"El mau jengukin Breena Pah. Tapi kata Mama, El salah rumah sakit. Apa Breena nggak melahirkan disini Pah?"
"Mama kamu benar El. Breena melahirkan di rumah sakit Erlangga's" ucap Papa Doni membenarkan apa yang dikatakan istri nya.
"Kenapa nggak ada yang ngasih tau El sih? Pasti tuh anak uda merajuk sama El Pah"
"Yang sabar iya. Iya uda sana kamu langsung kesana. Sebelum merajuk nya naik level" canda Papa Doni.
"Papa ma bercanda aja. Mana ada merajuk naik level begitu" protes Ansel membuat Papa Doni terkekeh.
"Uda sana kamu pergi. Papa nanti nyusul sama Mama"
"Iya uda, El duluan iya Pah" pamit Ansel sambil mencium tangan Papa Doni.
Kemudian Ansel pun langsung berlalu dari hadapan Papa Doni. Sedangkan Papa Doni menggelengkan kepala mya melihat tingkah Ansel yang tak berubah berubah.
Di lobby rumah sakit, Ansel bertemu dengan Anita yag baru saja memasuki rumah sakit dengan setelan jas dokter nya.
"Kak Ansel" pekik Anita kegirangan. Lalu ia berlari memeluk Ansel.
Ansel yang di tubruk oleh Anita pun sampai mundur kebelakang, sangking kuat nya tubrukan Anita.
Ansel pun juga membalas pelukan nya pada sahabat adik nya itu, yang sudah di anggap nya adik juga.
"Apa kabar Kak? Senang iihh ketemu kakak disini"
"Kakak sehat Dek. Kamu apa kabar? Sekarang uda jadi dokter iya?" tanya Ansel lembut sambil mengelus puncak kepala Anita.
"Kabar baik juga Kak. Nita masih jadi Dokter KOAS kak. Belum jadi dokter beneran" canda Anita.
__ADS_1
"Kamu bisa aja" ucap Ansel gemes.
"Tapi kakak ngapain kesini?"
"Huufft. Kakak tadi maksud nya mau jengukin Breena. Tapi sampai sini malah salah rumah sakit. Ini kakak mau ke rumah sakit Erlangga's. Apa kamu mau ikut?" tanya Ansel.
"Emang boleh?"
"Boleh. Kamu siapa konselor nya?"
"Hehehe Mama Ratih Kak" ucap Anita nyengir.
"Oke sebentar"
Ansel langsung menuju ke resepsionis.
"Saya pinjam telepon kalian dulu" ucap Ansel datar sambil mengambil telepon rumah sakit.
Ansel menghubungi nomor Mama Ratih, tapi sudah beberapa kali di coba tidak ada jawaban.
"Apa Mama uda mulai operasi nya iya" gumam Ansel.
Tak pantang semangat, Ansel langsung menghubungi nomor Papa Doni. Baru deringan pertama telepon nya langsung di angkat.
"Hallo"
"Kenapa El?"
"El ketemu Anita di lobby Pah. El mau ajak Anita jenguk Breena. Boleh?"
Papa Doni tak langsung menjawab, ia memikir kan permintaan keponakan nya itu.
"Pah" panggil El karena tak mendapat kan jawaban dari sang Papa.
"Oke untuk hari ini aja. Dia boleh ikut sama kamu. Tapi lain kali nggak boleh. Karena dia masih Dokter KOAS jadi jatah libur nya nggak bisa sembarangan."
"Makasih Pah. El sayang Papa"
Belum juga menjawab, El sudah menutup telepon nya. Membuat Papa Doni menggeleng kan kepala dengan tingkah anak kakak nya itu.
"Terima kasih" ucap Ansel lalu menghampiri Anita yang sedari tadi menunggu nya.
"Gimana kak?" tanya Anita penasaran.
"Aman. Cus kita ke rumah sakit Erlangga's lihat princess sama keponakan kita" ajak Ansel sambil menggandeng tangan Anita.
...----------------...
Di rumah sakit Erlangga's tepat nya di ruangan Breena, sudah berkumpul keluarga yang lain nya. Semua nya langsung datang ke rumah sakit begitu mendengar kabar kalau kedua orang tua Daddy Calvin datang ke Indonesia.
__ADS_1
Begitu pun juga dengan keluarga nya Selvi. Sebenarnya Juan hanya mengajak Selvi untuk menjenguk Breena. Tapi kedua orang tua Selvi juga ingin ikut menjenguk. Jadi lah saat ini ruangan Breena penuh dengan keluarga mereka.
"Tari, dimana anak mu?" tanya GrandMa Cloe.
Mommy Gantari yang mendapati pertanyaan itu langsung teringat kalau anak nya sampai saat ini belum juga datang. Ia langsung menghubungi nomor anak nya. Namun tetap sama nomor nya tidak aktif juga.
"Nomor nya Nggak aktif Mom. Mungkin masih dijalan. Dan ponsel nya mungkin juga mati. Kita tunggu aja iya Mom" ucap Mommy Gantari menenangkan GrandMa Cloe.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Breena di ketuk dari luar. Dayyan langsung membuka nya. Dan terlihat tiga orang suster yang sedang mendorong tigo buah box bayi.
Ya, yang datang adalah ketiga anak nya Dayyan dan Breena. Dayyan pun langsung membuka lebar pintu ruangan nya.
Begitu ketiga troli box bayi itu memasuki ruangan. Teriakan heboh Mommy Gantari pun terdengar.
"Waahh cucu cucu Oma. Duuhh Kadeera cantik banget sih" ucap Mommy Gantari yang langsung menggendong Kadeera.
"Kamu melahirkan bayi triplet Bree?" tanya Selvi tak percaya.
"Hehehe iya Mbak"
"Bukan nya Twins?"
"Iya kita semua juga ngira nya twins Mbak. Tapi yang keluar malah tiga. Kalau kata Mama bayi nya satu sembunyi. Mungkin dia mau kasih kejutan sama kita semua" jelas Breena.
GrandMa Cloe pun langsung menghampiri kedua bayi tampan yang sedang terlelap tidur. Ia mengamati wajah kedua nya bergantian.
"Mana yang sulung dan mana yang bungsu?" tanya GrandMa Cloe yang tidak bisa bedakan nya.
"Yang sulung Kadga GrandMa. Dia punya lesung pipi di sebelah kanan. Kalau yang bungsu Kalandra, dia punya lesung pipi di kiri dan tahi lalat di bawah mata nya" jelas Breena.
GrandMa Cloe pun langsung mengamati nya dan benar. Kadga tidak mempunyai tand alahir di bawah mata nya. Hal itu memudahkan untuk mengetahui mana yang sulung dan mana yang bungsu.
Satu jam berlalu setelah kedatangan ketiga bayi kembar. Tiba tiba pintu ruangan Breena terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu.
Dayyan yang melihat itu yang awal nya ingin marah namun ia urungkan ketika melihat siapa yang datang. Ya, siapa lagi kalau bukan Ansel dan Anita. Dua double A itu memang sedang mencari masalah.
"Assalamualaikum semua kami datang" ucap Ansel dan Anita berbarengan.
"Wa'alaikum salam" jawab semua nya.
Mereka semua pada melihat kearah kedua orang yang baru saja datang. Berbagai pertanyaan ada di dalam otak mereka. Terutama Breena. Ia tau kalau Anita sudah bertunangan dengan kekasih nya. Tapi kenapa ketika Kakak nya yang baru saja kembali dari Belanda, bisa datang bersamaan dengan nya.
"Kaliaaaannnn....."
__ADS_1