
Sesuai dengan janji nya kemarin, Juan dan Selvi akan mengunjungi mansion Anderson. Dan disini lah mereka sekarang. Sedang bersantai di gazebo halaman belakang.
Tak hanya Juan Selvi, Mommy Aletha dan Daddy Martin saja. Tapi ada Quin, Anna dan baby Keen yang sedang tertidur di atas bouncer milik nya.
"Kenapa kalian sudah kembali dari honeymoon kalian? Bukan nya kamu bilang akan honeymoon selama dua minggu Juan?" tanya Mommy Aletha yang menatap bingung pasangan baru itu.
"Rencana nya memang seperti itu Mom. Tapi nggak bisa. Soal nya Selvi kan masih jadi guru honorer Mom. Jadi nggak bisa ambil curi banyak banyak" jelas Selvi dengan senyum lembut nya.
"Oohhh jadi karena itu. Terus kalian jadi nya kemana semalam, Sabang apa Danau Toba?" tanya Mommy Aletha yang masih penasaran.
"Di Sabang Mom. Kami belum jadi datang ke Danau Toba. Pada hal Juan benar benar ingin sekali kesana" ucap Juan lesu.
"Lain kali kita kesana Bang. Nunggu libue semester iya" bujuk Selvi.
"Benar kata Selvi, Bang. Kita kesana nanti bareng bareng aja liburan nya. Anna juga ingin kesana. Kata nya disana bagus tempat nya Bang. Apa lagi daerah pinggiran Danau Toba nya. Uda banyak buka destinasi wisata." ucap Ana yang menyetujui usulan Selvi.
"Oke kita kesana kalau libur semester. Tapi kasihan Anggi kalau kita kesana. Pasti dia nggak bisa ikut" ucap Juan yang juga menyetujui usulan istri nya.
"Kenapa?" tanya Mommy Aletha bingung.
"Kan Anggi lagi hamil Mom. Gimana mau ikut? Kasihan lah kalau dia di ajak perjalanan jauh" jelas Juan.
"Kan liburan semester sebulan lagi Abang. Jadi masih bisa naik pesawat" ucap Selvi memberi tahu.
"Iya uda gini aja nanti kalau kalian mau pergi, kalian ajak aja mereka. Pasti Mommy Rianti menyaran kan untuk periksa kandungan nya dulu sebelum berangkat. Kemungkinan kandungan Anggi baru sekitar lima bulanan pas libur sekolah nanti. Jadi masih bisa di ajak terbang. Tapi kalau uda tujuh bulan itu uda nggak boleh" ucap Mommy Aletha.
"Baik lah Mom. Nanti di bicarakan lagi. Oiya Mom, mana Daddy?" tanya Juan yang sedari tadi tak melihat keberadaan Daddy nya.
"Daddy mu ada di ruang kerja nya. Kalau kamu ada perlu datang aja kesana"
"Hmm nanti aja lah Mom. Juan nggak mau ganggu kerjaan Daddy"
Obrolan mereka pun berlanjut. Terkadang terdengar canda tawa mereka. Membuat beberapa pelayan dapat mendengar nya.
Satu jam berlalu, akhir nya Daddy Martin pun datang dan ikut berganbung bersama mereka.
__ADS_1
"Yaaa ini yang di tunggu sedari tadi. Tuan Besar Anderson. Akhir nya datang dan bergabung juga sama kita" canda Juan yang membuat ketiga wanita yang disana tertawa.
"Dasar anak kurang ajar. Di tungguin dari tadi bukan nya nyusul ke ruang kerja Daddy nya. Malah ikut ngumpul disini sama para ciwi ciwi" omel Daddy Martin sambil menepuk lengan Juan. yang membuat para wanita pun kembali tertawa.
"Iissshhh sakit Dad. Iihh Daddy KDRT sama anak. Nanti Juan lapor ke KPAI biar Juan dapat perlindungan dari mereka"
"Terlambat Juan. Kamu uda dewasa. Uda nikah juga. Jadi kamu nggak perlu lapor kesana. Lagian juga kan kamu cuma di tepuk lengan nya. Nggak ada yang terluka. Mana mau mereka melayani kamu" ucap Daddy Martin yang terkekeh dengan tingkah anak nya itu.
"Hmm baik lah Daddy menang" pasrah Juan.
"Oiya Dad, ada yang mau Juan sampai kan sama Daddy dan Mommy"
"Apa itu nak. Dari tadi kamu mau bilang sama Mommy"
"Juan sama Selvi memutus kan untuk tinggal di rumah Papa, Dad" ucap Juan dengan mata nya yang berbinar bahagia.
"Kalian serius?" tanya Mommy Aletha yang tak percaya.
"Iya Mom. Kami serius" ucap Selvi agar Mommy Aletha percaya sama mereka.
"Sudah Dad. Alhamdulillah Ayah dan Ibu setuju kami tinggal disana. Walau pun dengan persyaratan" ucap Selvi.
"Syarat? Apa syarat nya?" tanya Mommy Aletha yang bingung.
"Syarat nya setiap weekend kami disuruh ke rumah Ayah, Mom. Tapi kalau kami tidak sempat, maka Ayah dan Ibu yang akan datang ke rumah kami" jelas Juan yang tak mau Daddy nya salah paham dengan kedua orang tua Selvi.
Daddy Martin mengangguk kan kepala nya. Dia setuju dengan syarat yang di berikan oleh kedua orang tua Selvi.
"Ide yang bagus" ucap Daddy Martin.
"Tapi kamu juga jangan lupa untuk mengunjungi kami sayang" ucap Mommy Aletha yang menyetujui syarat dari orang tua Selvi.
Pembicaraan mereka terputus karena salah satu pelayan mereka datang.
"Maaf Tuan Besar, jam makan siang sudah tiba. Kami sudah menyedia kan makan siang nya di meja makan"
__ADS_1
"Iya terima kasih Mbak. Kami akan segera kesana" ucap Mommy Aletha dengan senyum ramah nya.
Setelah pelayan itu pergi, Daddy Martin membawa semua anggota keluarga nya untuk makan siang besrsama.
Ani menyerah kan baby Keen sama pengasuh nya. Baby Keen yang sedang tidur pun dibawa ke kamar oleh pengasuh nya.
Begitu pun dengan Quin. Quin yang sedari tadi bermain bersama pengasuh nya dibawa ke kamar untuk membersih kan diri nya dulu.
Selesai makan siang, Juan tidak langsung mengajak Selvi pulang. Ia justru mengajak Selvi ke kamar nya. Di dalam kamar, Juan menatap ke sekeliling kamar nya. Kamar yang sudah dua puluh tahun lebih dia tempati.
"Kenapa Bang?" tanya Selvi sambil memeluk tubuh Juan dari belakang.
"Rindu kamar ini sayang. Boleh nggak kalau kita nginap disini malam ini?" tanya Juan balik
"Boleh Bang. Lagian setelah kita menikah, kita belum pernah nginap disini" ucap Selvi menyetujui permintaan Juan.
Juan membalik kan tubuh nya. Ia membawa tubuh Selvi ke dalam pelukan nya. Juan sangat sangat bersyukur bisa bertemu dengan Selvi. Wanita sederhana yang begitu lembut dan penyayang. Dia juga bisa menerima bagaimana keadaan nya Juan dulu. Sungguh Juan sangat sangat bersyukur akan hal itu.
"Mau coba ranjang itu sayang?" tanya Juan sambil mengerlingkan mata nya.
"Abang iihhh" ucap Selvi malu sambil memukul dada Juan.
"Kita belum pernah loh disini" goda Juan lagi yang semakin membuat wajah Selvi memerah.
"Tapi kan ini masih siang Abang. Nanti kalau kedengeran orang lain gimana?" tanya Selvi malu malu.
Juan tersenyum mendengar jawaban dari Selvi. Itu arti nya istri nya pun juga mau.
"Tenang sayang. Nggak akan ada yang tau kok. Kan kamar nya kedap suara. Kamu bebas berteriak sayang" goda Juan yang tangan nya sudah mulai nakal.
"Emm tapi Bang. Masa siang siang gini sih"
"Nggak masalah sayang. Mereka akan mengira kalau kita tidur siang saja"
Selvi pun akhir nya mengangguk kan kepala nya walau pun dia sedikit malu. Juan yang mendapat kan persetujuan itu pun langsung menggendong Selvi dan membawa nya ke kasur nya yang sangat luas itu. Dan disiang hari itu terjadi lah ibadah halal mereka.
__ADS_1