
Malam semakin larut, Dayyan pun mengajak Breena untuk beristirahat. Ia tak mau Breena kedinginan dan berakibat ke kehamilan nya.
Walau pun Breena sempat menolak ajakan Dayyan karena ia masih ingin berada diluar. Namun ketika Dayyan mengatakan udara malam tidak baik untuk Ibu hamil. Akhirnya dengan terpaksa Breena menuruti suami posesif nya itu.
Dengan bibir yang cemberut dan maju kedepan, Breena berjalan menuju ke kamar nya yang di ikuti dari belakang dengan menggelengkan kepala nya.
"Sayang bersih bersih dulu" pinta Dayyan ketika melihat istrinya langsung naik ke tempat tidur mereka.
"Gendong" ucap Breena manja yang membuat Dayyan gemes melihat nya.
Dayyan pun menuruti permintaan Breena. Ia menggendong Breena ke kamar mandi. Setelah selesai Dayyan membaringkan Breena kembali di tempat tidur. Kemudian ia yang membersihkan tubuhnya.
"Mas"
"Iya sayang kenapa?"
"Breena kasihan lihat Kak Ansel" ucap Breena sedih.
"Mas juga sayang. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin mereka tidak jodoh. Atau bisa jadi mereka berjodoh namun harus melewati berbagai ujian dan rintangan terlebih dahulu" ucap Dayyan lembut.
"Tapi kenapa Windy tidak mau langsung jujur iya Mas?" tanya Breena penasaran.
"Mungkin Windy mencari waktu yang tepat sayang. Bisa jadi juga karena dia belum siap untung mengungkapkan nya. Kamu bisa lihat sendirikan bagaimana Windy tadi ketika menatal Kak Ansel?"
"Iya Mas. Breena juga bisa lihat tatapan sendu Windy dan tatapan bersalah nya. Breena juga bisa lihat kalau Windy seperti tertekan gitu Mas"
"Gimana kalau besok kamu tanyakan sama Windy sayang. Kamu ajak dia bicara berdua dulu. Kamu tanya baik baik sama dia. Jangan langsung marah ketika mendengar penjelasan dari nya" ucap Dayyan menasehati istri kesayangan nya itu.
"Iya Mas. Besok Breena ajak dia bicara di gazebo belakang aja"
"Iya uda yuk tidur?" ajak Dayyan.
"Massss" panggil Breena manja.
"Kenapa lagi sayang?"
"Eeemmm anu Mas eemm"
"Iya kenapa sayang? Mau apa?" tanya Dayyan lembut.
"Mas, dedek pengen dikunjungi Abi nya" ucap Breena pelan dan menunduk menahan malu. Baru kali ini dia duluan mengajak Dayyan berhubungan.
Dayyan mengulum senyum nya. Lalu mensejajarkan kepala nya dengan perut sang istri.
__ADS_1
"Dedek kangen Abi iya? Mau Abi kunjungi iya?" ucap Dayyan lembut.
"Iya Abi" lirih Breena.
"Istri Mas mulai nakal" ucap Dayyan gemes.
Tak menunggu waktu lama, Dayyan langsung menyerang istri nya. Tak memikirkan waktu yang sudah cukup malam. Tetapi Dayyan dan Breena masih bersemangat mengarungi lautan cinta mereka. Dayyan melakukan nya dengan pelan dan lembut. Hingga waktu menunjukan pukul 02:30 WITA. Dayyan dan Breena baru selesai melakukan nya.
"Selamat tidur sayang sayang nya Abi" ucap Dayyan lembut sambil mengelus perut Breena yang mulai menonjol.
Dayyan pun membawa Breena kedalam dekapan hangat nya. Dan ikut bersama Breena menuju alam mimpi indah mereka.
...----------------...
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Anggi dan Dion sudah bersiap menyambut sunrise. Mereka berencana akan berfoto sambil menatap sunrise.
Kalau Ani dan Brian memilih berfoto dengan sunset kalau Anggi dan Brian lebih memilih berfoto bersama sunrise.
Dengan setelan casual, Dion hanya mengenakan kemeja putih tangan panjang yang ditarik sampai ke siku dan celana panjang chinos warna coklat. Sedangkan Anggi memakai rok plisket panjang warna coklat dan blouse warna putih.
Anggi dan Dion berdiri menghadap kearah matahari yang sedang malu malu menampakkan sinar nya. Anggi dan Dion berdiri saling berpegangan tangan.
Foto yang kedua mereka duduk di pasir pantai saling berdampingan dengan Dion yang menatap Anggi penuh cinta.
Matahari pun mulai meninggi, Anggi dan Dion beserta team fhotograper memilih menyudahi sesi foto mereka untuk pagi ini. Dan dilanjut nanti siang.
"Wwaaahhh yang abis prewed sambil liat sunrise bahagia banget iya" sindir Juan yang sedang menikmati sarapan pagi nya.
"Iri bilang Bos" canda Dion disertai kekehan kecil.
Bukan nya membalas Juan malah mencebikkan bibir nya.
"Ansel, Breena , sama Dayyan kemana?" tanya Dion yang tak menemui ketiga orang itu.
"Ansel lagi keliling kata nya. Terus pasangan halal yang bucin dan posesif itu masih didalam kamar" jelas Brian.
"Windy nggak ikut sama Ansel keliling?" tanya Dion.
Windy yang ditanyai seperti itu hanya bisa tersenyum paksa. Pasal nya dia tak di ajak keliling oleh Ansel. Bahkan mereka sudah tidak berkomunikasi lagi.
Anggi yang paham suasana hati Windy pun menyikut perut Dion. Sambil memberi kode agar tak menanyakan tentang Ansel pada Windy.
"Selamat pagi" sapa Breena yang baru saja masuk ke ruang makan.
__ADS_1
"Pagi princess" jawab mereka semua.
"Waaahhh dedek ada sandwich toast" ucap Breena antusias.
"Kamu ngidam sayang?" tanya Dayyan.
"Iya Mas. Tadi maksudnya mau minta dibuatkan ini. Tapi uda ada duluan. Jadi aku makan ini aja. Kamu mau sarapan pakai apa Mas?"
"Samain aja sayang"
Breena dan Dayyan pun mulai sarapan nya. Begitu pun dengam Anggi dan Dion. Sedangkan yang lain hanya duduk sambil berbincang di meja makan itu. Sebab mereka sudah sarapan terlebih dahulu.
Diam diam Breena melirik kearah Windy yang lebih banyak diam nya. Ia pun juga memilih diam. Nanti siang dia akan berbicara dengan Windy.
...----------------...
Siang hari nya Anggi dan Dion pun kembali melakukan foto prewed. Kali ini mereka akan berfoto diatas sebuah perahu di atas pantai.
Dion mengenakan setelan rapi dan memakai jas. Sedang kan Anggi mengenakan dress sebetis. Masih dengan warna yang senada antara setelan jas Dion dan dress nya Anggi.
Sesi foto pun dimulai perahu yang digunakan Dion dan Anggi sudah dihias dengan bunga mawar putih yang sengaja diletakkan di ujung perahu.
Anggi duduk di depan dengan kepala yang mengarah kesamping. Dan menebarkan senyum yang sangat manis. Sedangkan Dion duduk dibelakang Anggi menatap Anggi dengan tatapan penuh cinta nya.
Di lanjut dengan duduk berdampingan saling menatap dan menyatukan hidung mereka. Kemudian masih dengan duduk berdampingan. Anggi yang dengan manja nya menyandarkan kepala nya dibahu Dion dan memeluk lengan Dion. Sedang kan Dion mencium pelipis Anggi.
Tak sampai disitu foto mereka berlanjut dipantai dan sedikit kebangian tengah. Mereka berdiri saling berhadapan. Satu tangan Anggi digenggam Dion dan satu tangan lagi memegang bucket bunga lavender. Mereka sengaja memilih berfoto ketengah agar ketika difoto ombak datang dan menerjang tubuh mereka.
Akhirnya setelah hampir 3 jam foto prewed mereka pun selesai. Dion dan Anggi segera masuk kedalam dan mengganti baju mereka.
Sesampai nya didalam Villa, mereka melihat villa yang sepi. Ntah kemana semua nya pergi.
Sementara itu di gazebo belakang villa, Breena mengajak Windy untuk bercerita. Ia ingin mengetahui semua cerita dari Windy. Dan bagaimana kelanjutan hubungan Kakak nya dengan sahabatnya itu.
"Win" panggil Breena setelah mereka berdua duduk sedari 30 menit yang lalu hanya terdiam.
Windy tak menyahut. Ia memilih menundukkan kepala nya.
"Windy" panggil Breena lagi. Namun tetap sama Windy masih bungkam.
Breena yang geram dengan tingkah Windy pun akhir nya memanggil Windy dengan nada yang tinggi.
"WINDY!!" bentak Breena.
__ADS_1
Windy terkesiap. Selama mereka bersahabat dari awal kuliah baru kali ini ia mendapati bentakan dari Breena.