Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Rapat Pemegang Saham Admaja Corporation


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun akhir nya datang juga. Hari ini adalah hari dimana rapat pemegang saham akan di laksana kan di Admaja Corporation.


Hari ini juga akan di penuhi dengan begitu banyak kejutan untuk keluarga Arsenal Ezio. Sebab bukan hanya dia aja yang akan menghadiri rapat itu. Tetapi anak dan istri nya juga ikut ke dalam ruang rapat.


Rapat tahun ini akan membahas tentang kepemilikan sah Admaja Corporation. Karena sudah bertahun tahun perusahaan ini hanya di pimpin oleh anak tiri dari Leo Admaja. Jadi para pemegang saham ingin mengetahui siapa pemilik sah perusahaan ini.


Yang mereka tau, Jonathan Admaja memiliki seorang putri. Sewaktu ia kecelakaan dengan istri nya, mereka hanya berdua. Dan yang menjadi pertanyaan adalah dimana putri nya Jonathan Admaja sekarang. Apakah masuh hidup, atau sudah meninggal? Kalau meninggal mereka semua ingin tau dimana ia dimakam kan.


Di mansion mewah Arsenal sedang melakukan diskusi dengan anak dan istri nya sebelum mereka berangkat ke kantor.


"Pah, bagaimana ini? Apa yang akan kita lakukan? Kita belum memiliki bukti dimana makam nya Lia Pah. Ini gimana nanti kita disana Pah? Apa yang akan kita katakan sama para pemegang saham dan investor lain nya?" tanya Alya istri nya Arsenal panik.


"Benar kata Mama Pah, sampai sekarang kita belum menemukan titik terang tentang keberadaan Lia. Bagaimana pun perusahaan itu diwariskan oleh keturunan sah nya Pah. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Lio yang juga ikutan panik.


Arsenal melihat kepanikan anak dan istri nya. Ia tau anak dan istri nya itu tidak mau hidup susah dan miskin. Maka nya ia berusaha membunuh Jonathan dan keluarga nya, agar seluruh harta Admaja jatuh ke tangan nya.


"Papa tau apa yang akan kita lakukan. Kalian berdua nanti diam saja selama di ruang rapat. Papa akan bilang sama mereka semua kalau Lia ada di Bandung. Karena dari informasi yang Papa dapat kan dari anak buah Papa. Lia ada di daerah Bandung. Mereka masih mencari dimana keberadaan Lia selama tinggal di sana" jelas Arsenal.


Alya dan Lio pun bernafas lega, setidak nya mereka ada alasan untuk membohongi para pemegang saham dan yang lain nya.


...----------------...


Sementara itu di rumah minimalis yang terlihat sederhana namun sebenar nya mewah itu.


Breena sedang membantu suami nya untuk bersiap menghadiri rapat pemegang saham di perusahaan milik Kakek nya Ani. Breena sedang memakai kan dasi di kerah baju nya Dayyan. Dengan iseng Dayyan tiba tiba mencium bibir Breena. Mengganggu konsentrasi Breena memakai kan nya dasi.


"Bisa diem nggak sih Mas? Lihat tuh uda jam berapa? Kamu mau telat datang ke rapat hari ini?" omel Breena yang hanya di tanggapi dengan senyuman lebar nya Dayyan.


"Umi galak iya Dek. Abi dimarahin sama Umi terus" adu Dayyan yang membuat Breena geleng geleng kepala.


"Oke uda selesai. Sekarang ayo kita turun. Abah dan Umma sudah menunggu kita di ruang makan" ajak Breena sambil menggandung tangan suami nya.


Dayyan dan Breena pun melakukan serapan terlebih dahulu bersama dengan Abah Arsya dan Umma Hanum yang masih betah di Jakarta. Mereka sama sekali tidak memikir kan keadaan di pesantren. Karena masih banyak yang akan membantu Abah Arsya untuk mengurus pesantren itu.


Di tengah tengah sarapan mereka. Suara ponsel Dayyan berbunyi. Dan terlihat jelas di layar nya tertera nama Brian disana.


"Hallo Assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikum salam Mas"


"Ada apa Bri? Kenapa sepagi ini uda nelpon aja?" tanya Dayyan penasaran.


"Ani mau bicara sama Umma Mas. Apa Mas Ian lagi sama Umma?"


"Ada. Bentar ia Mas alihkan dulu telpon nya jadi Video" ucap Dayyan sambil mengalihkan panggilan nya ke video, lalu iya memberikan ponsel nya ke Umma Hanum.


"Assalamualikum Umma" sapa Ani lembut.


"Wa'alaikum salam sayaang. Kamu apa kabar? Duh yang baru aja bulan madu, aura nya beda iya" goda Umma Hanum membuat pipi Ani merah merona.


"Umma bisa aja iihhh" rengek Ani membuat semua orang tetkekeh.


"Umma"


"Iya Nduk. kenapa?"


"Ani minta doa nya iya Umma. Agar semua nya terselesai kan dengan baik baik saja" pinta Ani dengan menunduk kan kepala nya.


"Umma selalu mendoa kan kamu sayang. Semoga masalah kali ini terselesai kan semua nya. Kamu berhak atas warisan dari Kakek kamu yang uda di serah kan atas nama kamu sayang. Kamu berhak merebut nya"


"Mas akan datang Dek. Mas akan melindungi kamu dari mereka yang sudah berbuat jahat kepada mu Dek. Yakin lah sama Mas mu dan suami mu ini" ucap Dayyan meyakin kan Ani.


"Iya Mas. Terima kasih untuk semua nya Mas. Ani sayang sama kalian semua" ucap Ani dengan wajah sendu nya.


"Kami semua juga menyayangi mu nak. Kamu sudah seperti anak kami sendiri"


"Iya Umma. Uda dulu iya Umma. Assalamualaikum" Pamit Ani.


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang.


Setelah panggilan nya terputus. Umma Hanum kembali memberikan ponsel Dayyan. Mereka juga melanjut kan sarapan nya.


...----------------...


Di mansion Anderson, setelah Ani menelpon keluarga yang sudah menjaga dan merawat nya. Perasaan nya kembali tenang. Ia begitu tenang mendengar suara lembut dari keluarga angkat nya itu.

__ADS_1


"Sudah siap sayang?" tanya Brian sambil memeluk tubuh mungil Ani.


"Sudah Mas. Tapi Ani gugup Mas"


"Itu wajar sayang. Karena kamu adalah bintang nya hari ini. Kamu yang akan di bahas hari ini disana. Nanti selama disana kita hanya cukup diam dan memperhatikan Paman Aska. Setelah kita di berikan waktu bicara, baru kita bicara iya"


"Iya Mas. Oiya Mas., menurut Mas, Ani pakai cadar tidak?" tanya Ani memastikan.


"Tidak udah Dek. Biar kan mereka melihat wajah mu"


Ani pun menurut. Ia tak memakai cadar nya hari ini. Setelah itu Ani dan Brian pun keluar dari kamar nya dan bergabung dengan yang lain nya di ruang makan.


"Brian bagaimana dengan keamanan di Admaja Corporation?"


"Sejauh ini aman Dad"


"Terus kamu sudah membuat penjagaan kan untuk Ani?"


"Sudah Mom. Semua aman terkendali. Disana nanti juga ada anak buah dari kita dan Daddy Steven. Juga ada Mas Ian Dad. Jadi Daddy dan Mommy jangan khawatir iya"


"Oke pulang lah segera dan bawa kabar bahagia nya"


...----------------...


Di perusahaan Admaja Corporation. Semua orang sedang sibuk melakukan pekerjaan nya. Ketika Arsenal datang bersama istri dan anak nya. Membuat beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya pun tersenyum dan menyapa mereka. Namun satu pun tak ada yang mereka jawab.


Di ruang rapat, semua para pemegang saham dan investor lain nya sudah memenuhi ruangan itu.


Mereka saling membicarakan masalah tentang kepemilikan peruhaan ini. Dan menerka nerka apakah benar putri dan Tuan Jonathan sudah meninggal, seperti yang di ucap kan oleh Arsenal.


Ceklek!


Pintu terbuka dan masuk lah Arsenal berserta anak dan istri nya ke dalam ruangan itu . Arsenal pun duduk di kursi kepemimpinan. Sedang kan anak dan istri nya duduk di samping kiri dan kanan nya.


"Apa semua peserta rapat sudah datang?" tanya Arsenal sambil menatap kesekeliling ruangan.


"Belum Tuan. Masih ada 4 orang lagi yang belum datang" jawab salah satu pemegang saham.

__ADS_1


"Baik lah kita tunggu mereka"


__ADS_2