
Anggi yang mendengarkan semua yang diucapakan oleh kekasih nya Dion pun sudah meneteskan air matanya.
Anggi sangat bahagia malam ini. Ia bertemu dengan keluarga nya. Mendapatkan kekasih dan keluarga baru yang juga sangat disayanginya. Harapan nya dulu yang hanya ingin dinikahkan oleh Ayah kandung nya pun akan terwujud dengan dipertemukan nya mereka kembali.
Anggi melihat kearah semua tamu yang sudah berteriak heboh. Memintanya untuk menerima lamaran Dion.
*Terima
Terima
Terima*
Anggi kembali melihat kearah kedua orang tuanya yang tersenyum bahagia menatap nya. Dan sebuah anggukan dari Daddy pun membuat nya meyakinkan hati nya untuk menerima Dion menjadi suaminya.
"Bismillah, saya Anggita Maharani Danuarta. Sungguh sangat sangat berterima kasih kepada Mas Dion yang sudah mau menerima Anggi dengan segala kekurangan Anggi dulu yang belum bertemu dengan keluarga kandung Anggi. Terima kasih untuk cinta yang begitu besar yang telah Mas Dion berikan untuk Anggi. Dan terima kasih sudah mau berbagi Ayah dan Bunda kepada Anggi. Dan untuk malam ini, Anggi bersedia menerima pinangan Mas Dion. Anggi bersedia menjadi istri dan Ibu dari anak anak Mas Dion kelak" ucap Anggi sengan senyum manisnya.
Dion yang mendapatkan jawaban yang memang sudah dinantinya sejak lama pun, tersenyum bahagia. Ia segera bangun kemudian memakaikan cincin yang memang khusus dibelinya untuk Anggi.
Kemudian salah satu staf EO yang tadi berdiri didekat Bunda Aisyah mendekat. Bunda Aisyah pun mengambil cincin yang ukuran lebih kecil, dan memasangkan nya dijari manis Anggi. Begitu pun dengan Mommy Rianti, ia juga memakaikan cincin yang sedikit lebih besar dijari manis Dion.
Tepuk tangan dari para tamu pun menggema diruangan itu. Begitu banyak yang bahagia dengan pertunangan mereka malam ini.
Setelah selesai Daddy Steven pun meminta para tamu untuk menyantap makanan yang telah disedia kan.
Keluarga Danuarta dan Keluarga Dion pun turun dari atas panggung. Mereka berjalan kearah meja para sahabat mereka.
"Selamat Stev, akhirnya putrimu sudah dilamar oleh kekasihnya. Dan sebentar lagi dirimu akan mempunya menantu" ucap Daddy Martin ketika kedua keluarga itu sudah berada didekat para sahabatnya.
"Terima kasih Martin. Sungguh aku sangat bahagia malam ini. Bisa memperkenalkan putri ku dan sekaligus mengadakan pertunangan mereka" ucap Daddy Steven.
"Akhirnya kita akan menjadi keluarga Pak Steven. Dion ini sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri" ucap Abah Arsya.
"Iya Pak Kyai. Dan sebentar lagi sepertinya juga ada yang menyusul Anggi dan Dion" ucap Daddy Steven sedikit menyindir Brian yang terus terusan menatap Mbak Ani dengan lembut.
Brian yang mendengar sindiran itu hanya tersenyum simpul. Ia masih saja menatap kearah Mbak Ani yang begitu menyayangi putrinya itu.
__ADS_1
"Iya semoga saja itu segera terjadi Stev. Sungguh aku sangat berharap akan hal itu. Kita lihat saja bagaimana hasilnya 2 minggu lagi" ucap Mommy Aletha penuh harap.
"Amiiinnn. Semoga yang niat baik kita dibalas juga dengan kebaikan" ucap Umma Hanum.
"Semoga saja nanti cucu cucu kita lahirnya berdekatan. Jadi mereka bisa melanjutkan persahabatan kita. Tapi aku berharap tidak ada diantara mereka yang akan saling jatuh cinta" ucap Papa Doni tiba tiba.
"Kenapa begitu?" tanya mereka kompak.
"Bisa repot ntar. Kalau terjadi cinta segitiga bagaimana. Ribet itu" ucap Papa Doni santai.
Semua orang tua pada saling menantap. Mereka memberikan kode isyarat. Memang benar yang dikatakan oleh Papa Doni.
"Benar juga sih. Tapi itu semua tergantung dengan cucu cucu kita nanti. Takdir siapa yang tau. Kita serahkan saja sama yang diatas. Yang mengatur semua takdir" ucap Umma Hanum.
"Benar Bu Nyai. Kita yang tua tua ini hanya bisa melihat bagaimana perjalanan mereka nantinya. Dan Mama sudah tidak sabar untuk memeriksa bayi bayi kalaian nantinya" timpal Mama Ratih yang sedari tadi hanya menyimak.
"Waahhhh sepertinya Ibu Dokter Kandungan kita ini sudah tidak sabar iya memaikna alat USG nya diperut perut buncit anak anak kita" ucap Mommy Aletha. Yang ditanggapi dengan tawa renyah dari semua orang.
Semua melihat kearah keluarga besar para pengusaha itu. Banyak yang merasa iri dengan persahabatan mereka. Walau pun sempat terjadi kerenggangan diantara beberapa ke keluarga itu. Namun mereka akhirnya saling memaafkan dan saling berhubungan baik kembali.
"Ayah bagaimana kalau kita meminta pendapat dari Abah Arsya, kapan hari baiknya kami menikah?" saran Dion.
"Iya benar. Jadi Pak Kyai. Sebaiknya kapan acara pernikahan mereka diadakan?" tanya Ayah Hermawan lagi.
"Semua hari itu baik Pak Hermawan. Tinggal keputusan dari kedua keluarga aja. Kalau sudah yakin jangan ditunda tunda lagi. Karena niat baik harus segera dilaksanakan. Takut nya akan ada godaan dari syaitan yang iri kepada manusia" ucap Abah Arsya.
"Bagaimana pekerjaan kalian dikantor? Apakah sibuk atau tidak?" tanya Daddy Steven.
"Sepertinya tidak Dad. Pak Bos bagaimana ini?" tanya Dion kepada Dayyan yang sedang menyuapi Breena memakan buah nya.
"Sebulan ini pekerjaan kita tidak padat. Kalau kalian mau bisa nikah dalam waktu sebulan ini dan mengambil cuti honeymoon selama dua minggu" ucap Dayyan memberi saran.
"Apa tidak kelamaan dua minggu Pak Bos untuk kita Honeymoon?" tanya Dion heran.
"Tidak" jawab Dayyan santai.
__ADS_1
"Lalu bagaimana soal pekerjaan kami? Siapa yang akan membantu Pak Bos dikantor?" tanya Dion yang masih penasaran.
"Kamu tenang aja Dion. Masih banyak yang bisa membantuku di kantor. Jadi kalian nikmati saja honeymoon kalian selama dua minggu. Karena setelah itu aku yang akan honeymoon bersama dengan istriku" ucap Dayyan santai sambil menaik turunkan alis matanya, menggoda pasangan yang akan menikah itu.
"Wwwaaaahhh dasar. pantesan mau ngasig cuti dua minggu. Orang dia nya juga mau honeymoon. Curang banget. Kenapa nggak barengan aja honeymoo nya" omel Dion yang sukses membuat semua orang yang ada disana tertawa.
"Terus siapa yang handel kantor kalau kita semua pada honeymoon?" tanya Dayyan sebal dengan tingkah sahabatnya.
"Lahhh iya juga iya. Iya uda dech kami duluan yang honeymoon nya. Baru nanti Pak Bos yang honeymoon"
"Jadi uda deal ini nikah nya bulan depan" tanya Mommy Rianti memastikan lagi.
"Iya Mom, sesuai izin dari Pak Bos"
"Baiklah kalau begitu Mommy akan mulai menyiapkan semua nya" ucap Mommy Rianti antusias banget.
"Bu Aisyah bagaimana kalau besok kita janjian bertemu dengan pihak WO nya?" lanjut Mommy Rianti.
"Bisa Bu Rianti. Tapi saya bisa nya siang. Karena besok saya memiliki jadwal mengajar" ucap Bunda Aisyah sungkan.
"Tidak masalah Bu. Besok biar saya saja yang menjemput Bu Aisyah disekolah. Biar kita langsung berangkat ketemu pihak WO nya"
"Apa tidak merepotkan Bu Rianti?" tanya Bunda Aisyah yang tidak enak hati. Kenapa ia yang harus dijemput. Pada hal ia bisa saja pergi bersama suami nya.
"Tentu saja tidak. Besok Bu Aisyah chat saya saja kalau sudah mau pulang sekolah"
"Iya Bu, besok saya akan chat Bu Rianti kalau sudah mau pulang sekolah"
Semua nya larut dalam pembahasan mereka yang sangat penting.
Sedangkan para wartawan masih sibuk meliput berbagai berita yang bisa mereka dapatkan untuk mereka sirkan berita ini.
Sementara itu oara tamu pun sibuk menyantap makanan kemudian mereka pun memberikan selamat kepada keluarga Daddy Steven dan keluarga Dion.
Dengan senyum yang mengembang diwajah Dion dan Anggi. Mereka sampai tidak tau kau disalah satu sudut ball room hotel itu sedang berdiri seseorang menatap kearag Daddy Steven dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
"Akhirnya kau bisa bertemu dengan putrimu lagi Steven. Kau terlihat sangat bahagia sekarang. Bukan seperti Steven yang kulihat sekitar 26 tahun yang lalu. Maafkan aku Steven, karena ulah sekarah dan tamak ku aku melakukan hal itu. Dan aku sudah mendapatkan balasannya Steven. Semoga kau dan istrimu bisa memaafkan aku yang bersalah ini" ucap nya tulus. Lalu ia pergi meninggalkan ball room hotel mewah itu dengan rasa bersalah nya yang terlalu dalam.