
Dion tak menyangka kalau Ayah mertua nya itu ternyata sudah memenuhi keinganan istri nya. Dion yang awal nya masih memikir kan bagaimana cara meminta izin untuk mengubah halaman belakang mansion Danuarta menjadi kebun strawberry. Ternyata justru sudah di ubah duluan oleh Ayah mertua nya itu.
Dion benar benar bersyukur memiliki mertua yang sangat baik hati. Mertua nya walau pun seorang konglomerat tapi tetap rendah hati. Tak pernah sekali pun mertua nya itu memandang rendah diri nya yang berasal dari keluarga sederhana.
Sedang kan di bagian para wanita. Mereka saat ini sedang berpesta memakan strawberry yang mereka petik tadi pagi.
Anggi yang sedang duduk di atas sofa bersama dengan Mommy nya pun menikmati buah strawberry yang di petik langsung oleh nya.
"Mom buatin Anggi jus strawberry dong. Sama salad strawberry kaya nya juga enak" pinta Anggi tiba tiba.
"Hanya strawberry aja? Kamu nggak mau buah lain nya untuk camburan salad?" tanya Mommy Rianti.
"Boleh deh Mom buah lain nya. Tapi lebih banyak strawberry nya iya Mom"
"Oke kalau gitu biar Mommy buat dulu" ucap Mommy Rianti yang langsung memenuhi keinginan putri nya itu.
Mommy Rianti di temani oleh Umma Hanum dan satu orang pelayan dari mansion Danuarta membuat permintaan Anggi yang tiba tiba itu.
Mommy Rianti tak hanya membuat kan untuk Anggi saja. Tapi untuk semua orang yang ada di sana.
"Mbak tolong potong kan buah buahan nya iya. Saya mau buat jus nya dulu." ucap Mommy Rianti.
"Baik Nyonya Besar"
Pelayan nya itu pun langsung mencari buah buah yang biasa di buat untuk salad. Dengan cekatan dan cepat, pelayan itu memotong buah yang di minta Mommy Rianti. Umma Hanum yang melihat nya pun sampai menganga tak percaya.
"Kenapa Umma?" tanya Mommy Rianti yang melihat Umma Hanum melihat ke arah pelayan nya itu.
"Itu beneran pelayan kalian Bu Rianti?"
"Iya kenapa?"
"Kenapa bisa cepat sekali memotong buah nya?"
__ADS_1
Mommy Rianti pun langsung melihat ke arah pelayan nya. Ia tersenyum ke arah Umma Hanum.
"Di mansion kami memang seperti itu Umma. Pelayan yang kerja di mansion kami semua nya harus lewat seleksi dulu. Setelah lulus seleksi, mereka juga akan di latih sama pelatih khusus. Jadi tujuan nya itu agar mereka bekerja dengan cepat." jelas Mommy Rianti.
Umma Hanum tak percaya ada pelayan yang seperti itu. Untuk menjadi pelayan saja pun harus melewati seleksi dan pelatihan.
"Kami juga melihat latar belakang pelayan yang bekerja di mansion kami Umma. Bukan kami tak percaya. Tapi kami hanya jaga jaga. Takut kejadian Anggi terulang kembali Umma. Maka nya kami semakin selektif kalau menerima pelayan baru di mansion" jelas Mommy Rianti.
Umma Hanum pun jadi semakin paham. Kenapa keluarga Danuarta itu begitu selektif mencari pelayan. Walau pun kejadian itu sudah sangat lama dan mereka juga sudah bertemu dengan anak mereka. Tapi ketakutan itu masih ada di hati mereka.
30 menit berselang, jus buatan Mommy Rianti sudah siap. Mommy Rianti membuat jus itu dalam wadah besar, agar siapa pun yang ingin meminum jus tersebut tidak perlu membuat lagi.
"Buah nya sudah siap Nyonya Besar" ucap pelayan tersebut.
Umma Rianti menatap kagum dengan kinerja si pelayan. Dalam waktu tiga puluh menit dia bisa menyiap kan potongan buah yang banyak untuk di buat salad. Tidak hanya satu atau dua jenis buah yang di potong nya. Tapi lebih dari lima jenis buah.
Mommy Rianti pun langsung mengambil alih buah buah yang sudah di potong potong itu. Lalu Mommy Rianti menambah kan yougurt yang sudah di blender dengan strawberry dan susu kental manis. Tak lupa Mommy Rianti menabur kan parutan keju juga.
Setelah selesai, Mommy Rianti mengambil terlebih dahulu untuk Anggi jus dan salad buah nya.
"Baik Nyonya"
"Ayo Umma kita ke depan" ajak Mommy Rianti sambil membawa segelas jus strawberry dan semangkuk sedang salad buah permintaan putri nya itu.
"jus strawberry dan salad buah datang. Silah kan di nikmati tuan putri" ucap Mommy Rianti menirukan seorang pelayan dan menaruh jus dan salad nya di meja yang ada di hadapan Anggi.
Anggi dengan semangat langsung meminum jus nya. Lalu memakan salad buah nya. Mata nya terpejam merasakan asem manis nya buah strawberry yang lebih dominan itu.
"Bagaimana tuan putri?"
"Perfect. Ini nikmat banget Mom." ucap Anggi senang.
Anggi pun langsung menghabis kan salad buah nya. Tak butuh waktu lama semangkuk besar salad buah nya sudah habis dalam waktu sepuluh menit.
__ADS_1
Anggi yang makan dengan lahap nya itu membuat para wanita disana jadi ingin juga menikmati salad buah tersebut.
"Mom, apa Mommy cuma buat untuk Anggi saja?" tanya Breena yang sudah ingin sekali memakan salad tersebut.
"Nggak sayang. Di belakang masih banyak. Tapi masih di tempati sama pelayan. Kenapa? Kamu mau juga?" tanya Mommy Rianti.
Breena pun langsung mengangguk kan kepala ny. Ia sungguh sangat ingin memakan salad buah itu.
"Tunggu iya biar Mommy ambil kan" ucap Mommy Rianti.
"Nggak usah Ri, biar aku aja" cegah Mama Ratih.
Mama Ratih pun langsung menuju ke dapur. Dan melihat seorang pelayan keluarga Danuarta yang sedang menempati salad buah itu ke dalam mangkuk.
"Mbak saya bawa iya yang sudah selesai" ucap Mama Ratih.
"Tidak usah Nyonya. Biar saya saja. Ini juga sudah mau selesai" tolak pelayan tersebut.
"Nggak apa Mbak, saya bawa dua iya" ucap Mama Ratih yang mengambil dua mangkuk salad.
Mama Ratih pun berjalan menuju ke ruang tengah sambil membawa dua mangkuk salad buah nya. Satu dia berikan ke Breena satu lagi dia berikan ke Windy.
"Makasih Mah" ucap Breena dan Windy bersamaan.
Tak lama pelayan Danuarta tadi pun datang sambil membawa nampan berikan mangkuk salad. Dia llau membagi nya ke pada para wanita yang ada di ruang tengah tersebut.
Lalu pelayan itu pergi ke ruang tamu sambil membawa salad buah itu juga.
"Siapa yang buat Mbak?" tanya Daddy Steven.
"Nyonya Besar, Tuan. Tadi Nona Muda minta di buat kan jus strawberry dan salad buah sama Nyonya Besar. Jadi Nyonya Besar sekalian buat banyak Tuan" jelas si pelayan.
"Baik lah. Kamu boleh kembali" ucap Daddy Steven.
__ADS_1
"Ayo silahkan di nikmati, salad buah buatan Rianti memang tidak ada tandingan nya. Rasa salad nya akan berbeda dengan salad salad yang orang lain buat" ucap Daddy Steven membangga kan salad buatan istri nya.