
Tanpa Dion dan Anggi sadari. Sedari tadi Daddy Steven dan Mommy Rianti sudah mendengar percakapan kedua nya. Karena Mommy Rianti yang menelpon salah satu bodyguard nya untuk mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh anak nya itu.
Dan ternyata apa yang di ucap kan Anggi di dengar langsung oleh Daddy dan Mommy nya. Mereka juga bangga dengan keputusan yang di ambil oleh Dion.
Walau pun dia menantu di rumah itu. Tapi tetap saja Dion sangat menghargai mertua nya. Jawaban yang di berikan Dion tadi menerbit kan senyum di wajah Daddy Steven.
Didikan kedua orang tua nya Dion tidak salah. Walau pun Dion bisa saja meminta tukang kebun di mansion Daddy mya untuk membuat kebun strawberry sesuai dengan keinginan istri nya. Tapi Dion tidak mau melakukan itu.
Dion masih sadar kalau dia disana hanya menantu yang menumpang di mansion mertua nya. Sebenar nya Dion ingin sekali mengajak Anggi tinggal berdua dengan nya di rumah mereka sendiri. Tapi Daddy dan Mommy Anggi menolak keinginan Dion itu. Alasan nya cukup sederhana, mereka hanya ingin tinggal bersama dengan Anggi. Karena selama 26 tahun mereka hidup terpisah. Jadi sebagai penebus nya. Anggi tidak boleh kuar dari mansion itu, walau pun Anggi sudah menikah.
Mommy dan Daddy nya ingin menghabis kan waktu bersama dengan nya. Apa lagi saat ini Anggi hamil cucu pertama mereka. Maka mereka pun akan semakin ketat menjaga dan mengawasi Anggi dan Dion.
Daddy Steven pun langsung memanggil tukang kebun di mansion nya. Ia mengumpul kan empat tukang kebun itu, di halaman belakang mansion.
"Ada apa iya Tuan Besar?"
"Begini Pak Mun, saya mau membuat kebun strawberry untuk Anggi. Apa masih ada lahan untuk membuat kebun tersebut?" tanya Daddy Steven sambil mencari tempat yang kosong di halaman belakang mansion nya.
Keempat tukang kebun itu pun saling pandang. Tumben sekali majikan nya ini yang langsung turun tangan untuk mengatasi masalah kebun strawberry.
"Ada Tuan Besar. Tapi tak lebar. Tuan ingin buat kebun nya seberapa luas nya?" jawab Pak Mun.
"Apa 400 m² ada Pak Mun?"
"Ada Tuan."
"Iya uda kamu siap kan kebun nya iya Pak Mun. Saya mau begitu Anggi pulang dari liburan nya, kebun nya sudah jadi iya. Kamu juga yang beli bibit buah nya iya. Dan cari jenis strawberry nya yang bagus dan yang besar. Bisa Pak Mun?" tanya Daddy Steven.
"Bisa Tuan. Akan saya kerjakan. Tapi Tuan strawberry nya mau di tanam langsung di tanah atau di pot ita Tuan?"
"Di pot saja Pak Mun. Biar Anggi gampang memetik nya. Dan usahakan cari yang sudah mulai berbuah iya Pak Mun." pinta Daddy Steven.
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Pak Mun.
Lalu Daddy steven pun kembali ke dalam mencari sang istri. Rencana nya mereka akan menyusul Anak dan menantu nya itu ke Bandung. Rasa nya ia begitu merindu kan putri nya itu.
"Dimana Nyonya?" tanya Daddy Steven sama salah satu pelayan yang sedang berjalan menuju ke dapur.
"Nyonya Besar ada di taman samping Tuan Besar" jawab si pelayan sambil menunduk kan kepala nya.
"Hmm"
Setelah mengetahui keberadaan istri nya, Daddy Steven pun langsung menghampiri sang istri. Ia bisa melihat istri nya itu sedang memandangi bunga bunga cantik dan langka yang di tanam nya.
"Lagi apa Mom?" tanya Daddy Steven yang sudah duduk di samping sang istri.
"Lagi lihatin bunga Dad. Apa sudah selesai?" tanya Mommy Rianti dengan senyum meneduh kan nya yang selalu bisa membuat Daddy Steven merasa nyaman berada di dekat nya.
"Sudah sayang. Daddy sudah minta sama Pak Mun untuk membuat kan nya. Rasa nya Daddy uda nggak sabar melihat keterkejutan nya nanti Mom" ucap Daddy Steven.
"Bukan kita yang nunggu Mom. Tapi kita yang akan menyusul mereka kesana. Ayo, heli kita uda siap dan menunggu kita" ajak Daddy Steven sambil mengulur kan tangan nya.
"Daddy serius?" tanya Mommy Rianti tak percaya.
"Serius Mom. Ayo kita berangkat"
"Baju kita gimana Dad?"
"Semua uda aman Mom. Sudah di siap kan sama pelayan. Dan kita tinggal pergi saja. Ayo sayang jangan di lama lamain lagi. Daddy sudah kangen sama putri kita itu" ajak Daddy Steven dengan rengekan nya yang tak ingat umur.
Mommy Rianti pun terkekeh melihat rengekan suami nya ini seperti anak kecil yang meminta di beli kan mainan oleh orang tua nya.
"Ayo Dad"
__ADS_1
Akhir nya Mommy Rianti dan Daddy Steven pun berjalan meninggal kan halaman samping mansion mereka. Dan menuju ke landasan heli yang ada di lantai atas mansion nya.
Disana satu buah heli sudah bertengger cantik dengan seorang pilot yang tak lain adalah Thomas.
Ya, kali ini Thomas yang akan menerbangkan helikopter milik nya. Helikopter mewah yang di hadiah kan oleh Daddy Steven ketika Thomas berulang tahun ke 20.
Awal nya helikopter ini berada di London. Tapi begitu mereka akan menetap di Indonesia. Maka Thomas meminta Daddy nya untuk membawa serta helikopter milik nya.
Sebenar nya dulu Daddy Steven ingin membeli kan jet pribadi untuk Thomas. Tapi Thomas menolak nya. Jadi Daddy Steven oun membeli kan helikopter ini.
"Let's go Mom Dad." ajak Thomas dari dalam heli nya.
Mommy Rianti dan Daddy Steven pun langsung menaiki helikopter nya. Setelah mereka sudah duduk dan menggunakan sabuk pengaman nya. Thomas pun langsung mengendari helikopter nya menuju ke Bandung. Menyusul kakak dan kakak ipar nya yang sedang liburan kesana.
Di kebun strawberry, Anggi sudah memetik buah strawberry yang sangat banyak. Bahkan ini uda di keranjang yang ke enam. Dion yang melihat tingkah kalap sang istri tak bisa berkata apa apa. Bagi nya yang penting istri nya itu bahagia.
"Itu kenapa Anggi sampai kalap seperti itu Dion?" tanya Dayyan yang tiba tiba sudah ada di belakang nya.
"Ngagetin aja" ucap Dion kesal.
Hehehhehe
"Anggi kenapa?" tanya Dayyan lagi.
"Nggak tau. Lagi senang mungkin. Atau memang keinginan anak gue yang pengen strawberry. Lihat lah uda enam keranjang. Dan itu masih kurang untuk nya" ucap Dion sambil menunjuk kan keranjang yang berisi strawberry yang sudah di petik oleh Anggi.
"Eehhh buset banyak banget. Kalian mau jualan?" tanya Dayyan tak percaya.
"Lo pikir kami kekurangan uang" ucap Dion sewot.
"Yeee sewot." ucap Dayyan yang langsung meninggal kan Dion dan menuju ke arah istri serta Umma dan Mama nya.
__ADS_1