Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Meminta Izin Orang Tua Selvi


__ADS_3

Dua minggu berselang, Juan dan Selvi pun sudah kembali dari acara honeymoon mereka yang ke Sabang,


Juan yang awal nya ingin mengajak Selvi honeymoon selama dua minggu agar ia bisa membagi waktu, seminggu di Sabang dan seminggu di Danau Toba pun tidak jadi. Karena jatah cuti Selvi yang tidak bisa sampai dua minggu lebih. Sebab Selvi masih terhitung guru honorer.


Selama di Sabang, Juan memilih menginap di Sabang Hill yang terdapat di Desa Barat, Sukakarya. Bukan tanpa alasan Juan memilih menginap di Sabang Hill. Sebab di Sabang Hill kita dapat menyaksi kan secara langsung keindahan kota dan teluk Sabang dari atas ketinggian. Karena Sabang Hill terletak di kawasan perbukitan. Namun masyarakat setempat akhirnya berinisiatif membuat gardu pandang yang bisa di gunakan masyarakat untuk menyaksikan keindahan kota Sabang.


Juan juga membawa Selvi berlibur ke beberapa tempat. Dari Tugu Nol Kilometer di Desa Iboih Ujong Ba'u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Ke Pulau Weh. Ke Pantai Ujung Kareung di Desa Ie Meulee, kota Sabang, Pulau Weh. Ke Pantai Kasih di Kota Ateueh, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Dan masih banyak lagi pantai pantai yang di datangi Juan dan Selvi. Tak lupa di setiap pantai Juan selalu mengajak Selvi untuk melakaukan Diving dan Snorkeling. Karena di setiap pantai yang mereka datangi memiliki keindahan bawah laut yang berbeda beda.


Saat ini Juan dan Anggi sedang berada di Bandara Maimun Saleh - Sabang.


Ketika Juan dan Selvi masuk ke dalam pesawat, tanpa di duga kalau pesawat yang mereka naiki salah satu pramugari nya adalah Nindi sepupu nya Selvi dan yang menjadi pilot adalah Devano suami nya Nindi.


Selvi dan Nindi pun saling berpelukan karena sudah dua minggu tak bertemu.


"Duh yang lagi Honeymoon, ngapain aja?" gode Nindi yang membuat pipi Selvi merona seperti tomat.


"Apa sih Mbak. Kami cuma liburan aja kok, keliling Sabang ke pantai pantai, uda itu aja" ucap Selvi malu malu.


"Iya deh percaya. Tuh merah merah di leher di tutupin lah. Kelihatan tau itu" ucap Nindi tersenyum jahil.


Selvi langsung refleks memegang leher nya. Ia takut kalau apa yang di bilang Nindi beneran ada.


"Hahhaahaa Mbak bercanda Dek" Nindi puas tertawa melihat tingkah Adik sepupu nya itu.


Sedang kan Juan yang melihat bercandaan Nindi menggeleng kan kepala nya. Lalu Juan meminta izin untuk masuk ke dalam kokpit bertemu Devano.


"Duuhh Capt. Sibuk banget kelihatan nya" ucap Juan ketika ia sudah berdiri di belakang Devano.


"Biasa Capt. Lagi cek mesin. Duuhh pengantin baru yang lagi honeymoon. Uda kelar Capt. Honeymoon nya?" goda Devano yang membuat Juan terkekeh.

__ADS_1


"Uda dong. Kan ini uda di pesawat mau balik ke Jakarta. Masa iya honeymoon nya di lanjut di pesawat. Kan nggak mungkin Mas" ucap Juan penuh dengan candaan.


"Bahagia banget yang abis honeymoon. Kapan nih kita pergi bareng bareng?" tanya Devano yang menagih janji Juan.


"Ntar deh belum di tanya sama mereka Mas. Lagian tau sendiri si Brian baru lahiran tuh istri nya. Belum ada sebulan juga umur nya kan. Uda gitu si Anggi lagi hamil juga. Nggak mungkin lah kita ngajak mereka liburan."


"Yaaahhh gagal dong naik jet pribadi nya keluarga Anderson. Kapan lagi ngerasain di bawa terbang sama Captein Juan" ucap Devano pura pura lesu.


"Akting mu nggak cocok Devano. Ntar kapan kapan gue ajak lu berdua sama bini lu naik jet pribadi nya keluarga Anderson. Tapi izin dulu sama Daddy. Mana tau jet nya di pakai kan"


"Oke deh"


"Daaahh aahh gue mau balik ke kursi gue. Kapan lagi gue duduk santai sambil ngerasain di bawa terbang sama Captein Devano" canda Juan.


"Dasar"


Juan tak mempedulikan ucapan Devano. Ia langsung pergi menuju ke kursi nya di class bisnis.


Beberapa jam kemudian akhir nya pesawat mereka sampai di Bandara Internasional Soekarna Hatta. Juan dan Selvi pun sebelum keluar dari pesawat berpamitan dengan Nindi dan Devano.


Di parkiran Juan sudah melihat anak buah Daddy Martin yang sudah menunggu kedatangan nya. Juan pun langsung menyerah kan koper nya kepada anak buah Daddy Martin untuk di masuk kan kedalam bagasi.


"Kita pulang kemana Tuan Muda?"


"Kita langsung ke rumah Ayah Galih saja" jawab Juan.


Anak buah Daddy Martin pun langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah orang tua Selvi.


Selvi yang masih merasa lelah pun memilih tidur kembali di bahu Juan. Ralat bukan bahu. Tapi di dada Juan. Karena ketika Juan melihat istri nya memejam kan mata nya, Juan langsung merangkul bahu istri nya dan membawa Selvi bersandar di dada nya.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah Selvi, Ayah dan Ibu Selvi sudah menunggu kedatangan kedua nya. Begitu Selvi sudah turun dari mobil. Ibu Sisil langsung berlari dan memeluk anak nya. Ia begitu merindukan putri nya itu.


"Ayah" sapa Juan menyalami dan mencium punggung tangan Ayah mertua nya.


"Akhir nya kalian pulang juga. Kamu tau Juan, Ibu mu ini sudah seperti cacing kepanasan karena di tinggal oleh anak nya" canda Ayah Galih yang berhasil membuat Ibu Sisil mwngerucut kan bibir nya.


"Nama nya juga baru pertama kali di tinggal Selvi pergi jauh Yah. Maklum lah" rajuk Bu Sisil.


"Uda ayo kita masuk dulu. Malu tuh di lihatin sama tetangga yang pada kepo" ajak Ayah Galih yang sudah melihat beberapa tetangga nya yang berdiri di salah satu rumah untuk bergosip.


Sisil dan kedua orang tua nya pun langsung masuk ke dalam rumah. Mereka malas menyapa tetangga nya. Karena kalau sudah di sapa pasti ucapan nya tak jauh jauh dari mengomentari kehidupan mereka.


Sedang kan Juan membantu anak buah Daddy Martin untuk menurun kan koper koper nya.


"Terima kasih iya Pak. Dan tolong sampai kan sama Daddy Martin kalau saya besok akan berkunjung ke mansion." ucap Juan sopan.


"Baik Tuan Muda. Kalau begitu saya permisi Tuan" ucap anak buah Daddy Martin sambil menunduk hormat.


Setelah mendapat kan jawaban dari anak buah Daddy Martin, Juan pun langsung masuk ke rumah mertua nya.


Malam hari nya ketika keluarga Juan, Selvi dan kedua orang tua nya sudah selesai makan malam. Juan meminta mereka untuk mengobrol sebentar di ruang keluarga.


Dan disini lah saat ini mereka. Di ruang keluarga duduk bersantai sambil menikmati oleh oleh yang di bawa oleh Juan dan Selvi.


Juan melirik ke arah Selvi untuk meminta pendapat, Selvi yang paham dengan lirikan suami nya pun mengangguk kan kepala nya.


"Yah ada yang ingin Juan sampai kan sama Ayah dan Ibu"


"Apa itu?" tanya Ayah Galih.

__ADS_1


"Emm. Sebenar nya Juan ingin meminta izin sama Ayah dan Ibu untuk membawa Selvi tinggil bersama Juan di rumah peninggalan orang tua Juan Yah" ucap Juan ragu. Juan takut kalau Ayah dan Ibu Selvi tak mengizin kan nya.


__ADS_2