Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Menuntaskan Masalah


__ADS_3

Sudah tiga hari Dayyan dan Dion berada di Jepang. Meninggal kan istri dan anak nya di Indonesia. Jujur saja Dayyan sangat sangat merindukan ketiga buah hati nya.


Walau pun setiap hari selalu video call hanya untuk melihat wajah wajah tampan dan cantik anak anak nya. Tapi itu semua belum bisa membunuh rasa rindu nya.


Apa lagi Dayyan baru saja mengetahui kalau anak nya sudah bisa tengkurep alias membalik kan badan nya. Itu membuat Dayyan benar benar ingin segera menuntas kan pekerjaan nya dan kembali ke Indonesia.


Begitu pun dengan Dion. Dia juga sudah sangat merindukan istri nya. Bahkan Dion sudah berbicara dengan istri nya untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan program hamil.


Awal nya Anggi tak setuju. Tapi begitu dia mendengar semua penjelasan Dion, akhir nya Anggi pun setuju. Mereka tinggal membicarakan hal ini kepada kedua keluarga mereka.


Saat ini Dayyan dan Dion sedang sarapan di restauran hotel. Hari ini mereka berniat akan menuntaskan semua masalah yang ada di perusahaan nya.


"Apa kau jadi meminta istri si pengkhianat itu datang ke kantor hari ini?" tanya Dayyan memastikan.


"Tentu saja. Aku sudah merindu kan istri tercinta ku" jawab Dion semangat.


"Yeeee, emang situ doang yang rindu sama istri, Gue juga kali. Apa lagi Trio K, gue uda rindu banget sama mereka. Kau tau Iyon, mereka sudah bisa tengkurep dan mulai angkat kepala juga. Duuhh nggak sabar Gue mau lihat langsung atraksi mereka bertiga" ucap Dayyan dengan mata berbinar nya.


"Yang Lo pikir anak Lo itu pesulap, bisa atraksi. Aneh Lo. Anak masih umur tiga bulan kok di bilang bisa atraksi" omel Dion yang hanya di tanggapi Dayyan dengan mengedik kan bahu nya.


Setelah sarapan Dayyan dan Dion keluar menuju ke parkiran. Ternyata mobil jemputan mereka sudah ada di depan lobby.


Hanya membutuh kan waktu 10 menit untuk sampai di perusahaan nya. Dayyan dan Dion berjalan menuju lift khusus yang akan membawa mereka berdua ke lantai paling atas.


"Apa istri nya Rendra sudah mengabari mu?" tanya Dayyan ketika ia sudah menghempas kan pantat nya di kursi kebanggaan nya.


"Iya, sekitar 15 menit lagi dia sampai"

__ADS_1


"Kumpul kan mereka semua di looby. Dalam waktu 15 menit semua sudah harus berkumpul" perintah Dayyan.


"aahh siiyyyaaaappp"


Dion pun langsung menuju ke ruangan nya. Ia menelpon semua ketua divisi untuk meminta semua karyawan nya berkumpul di Lobby dalam waktu 15 menit.


Lima belas menit kemudian, semua karyawan sudah berkumpul di lobby. Para karyawan yang tidak hanya asli orang Jepang itu pun sudah mulai berkasak kusuk.


"Ada apa kita diminta berkumpul disini?" tanya salah satu manager di divisi keuangan.


"Aku tak tau. Yang jelas Tuan Dion meminta kita berkumpul disini" jawab teman nya yang bekerja di divisi perencanaan.


"Kita tunggu saja. Lihat lah Tuan Dayyan dan Tuan Dion sudah berjalan menuju kesini" ucap teman lain nya.


Di lobby sudah tertampang sebuah layar besar yang sudah tersambung dengan proyektor.


"Apa istri nya sudah sampai?" tanya Dayyan.


"Sudah. Dia berada di barisan paling belakang" jawab Dion sambil melihat ponsel nya.


"Kalau begitu ayo kita mulai pertunjukan nya"


Dion pun berjalan menuju ke podium yang ada di dekat layar besar itu.


"Selamat pagi semua nya. Terima kasih karema kalian sudah on time berkumpul disini. Saya disini akan memyampai kan sesuatu kepada kalian semua. Sesuatu yang sangat penting untuk kita semua. Silah kan di lihat di layar besar tersebut" pinta Dion.


Kemudian Dion pun bergabung bersama dengan Dayyan. Seketika layar besar itu pun menampil kan sebuah ruangan yang mana ruangan itu adalah ruangan Direktur Utama.

__ADS_1


Setelah itu masuk lah seorang wanita dengan pakaiam sexy nya. Mereka terlibat perbincangan. Di dalam video itu terlihat jelas apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka rencanakan.


Dan aksi terlarang mereka pun juga terekam. Seketika semua orang menatap jijik ke arah Rendra dan Laura. Para wanita memandang jijik dan senyum meremeh kan terlihat jelas di bibir mereka saat menatap Laura.


Sedangkan para Pria menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Rendra. Apa lagi ketika mereka mendengar semua rencana Rendra yang akan mengambil alih perusahaan.


Setelah video itu selasai. Langsung di sambung dengan video saat Laura memasuki ruangan CEO mereka. Tatapan jijik dan meremehkan itu semakin lekat di wajah wajah para karyawan wanita.


Mereka tak menyangka kalau sekretaris Direktur begitu hina dan murahan nya.


Selesai semua video yang di putar oleh Dion. Dayyan maju dan naik ke podium. Menatap tajam ke arah Rendra.


"Kau tau Rendra, apa alasan ku mengutus mu dan menjadi kan mu orang kepercayaan ku di perusahaan ku yang ada disini?" tanya Dayyan dengan suara dingin nya.


Rendra hanya bisa menunduk dan menggeleng kan kepala nya.


"Karena kau adalah santri Abah ku. Santri kesayangan Abah ku pada masa nya. Kau begitu jujur. Karena itu lah aku menempatkan mu disini. Tapi apa balasan mu? Kau mengkhianati kepercayaan ku. Kau korupsi di perusahaan ku untuk menyenangkan wanita mu itu. Sedangkan istri mu, yang di rumah susah payah mengurus anak anak mu dan mengurus rumah. Bahkan dia harus memikir kan gizi anak anak mu agar semua kebutuhan anak anak mu seimbang. Apa kau memikir kan bagaimana istri mu setiap hari mengurus rumah beserta anak anak mu Rendra?" tanya Dayyan dengan tatapan tajam nya.


Lagi lagi Rendra hanya bisa menggeleng kan kepala nya. Dia kembali mengingat bagaimana lelah nya istri nya setiap dia pulang kerja. Istri nya yang selalu mengurus anak anak nya sendiri dan mengurus rumah mereka. Bahkan tengah malam pun istri nya masih juga berkutat di dapur untuk menyiap kan bahan bahan masakan untuk besok pagi.


"Kau lihat wanita yang ada di belakang sana Rendra. Kau perhatikan wajah serta tubuh nya sebelum dan sesudah kau nikahi dia nya. Apa di wajah nya ada kebahagiaan?"


Rendra mematung. Dengan kaku ia membalik kan tubuh nya. Menelisik penampilan istri nya yang sehari hari selalu menggunakan daster rumahan. Dan di lihat Rendra, wajah lelah istri nya, tatapan kekecewaan istri nya. Seketika Rendra tersadar dengan apa yang telah di perbuat nya.


Rendra berjalan menghampiri istri nya. Namun suara Dayyan menghentikan langkah nya.


"Kau sudah melihat nya Rendra. Tanpa perlu di jelas kan, bisa kita semua lihat bagaimana kehidupan istri yang kau nikahi itu. Sekarang coba kau lihat wanita simpanan mu itu. Lihat wajah nya. Apa kau bisa membandingkan wajah kedua wanita mu itu? Kau lihat bagaimana cantik nya wanita simpanan mu setelah hidup bersama mu. Yang awal nya dia yang seperti gembel, bisa secantik itu. Kau lihat barang barang yang di gunakan nya. Apa istri mu pernah menggunakan barang barang mahal itu? Bukan itu pertanyaan nya, tapi apa kau mau membeli kan istri mu barang barang mewah itu untuk nya?"

__ADS_1


__ADS_2