Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Berkumpul


__ADS_3

Daddy Sreven yang mendengarkan suara Brian pun mengernyitkan kedua alis nya. Kenapa Anggi bisa bersama dengan Brian. Lalu kenapa ada Breena juga.


"Daddy" panggil Anggi yang tak mendengar suara Daddy nya.


"Aaahhh iya sayang. Ada apa?" tanya Daddy Steven terbata.


"Kenapa Daddy diam?"


"Daddy lagi mikir sayang. Kenapa ada Brian disitu? Terus tadi kamu juga bilang kalau Breena ngidam pingin naik jet pribadi. Apakah Breena juga bersama dengan kalian berdua?" tanya Daddy Steven ragu.


"Iya Dad. Anggi lagi sama Mas Dion, Mas Brian, Mbak Ani, Breena sama Mas Dayyan Dad. Kita abis feeting baju bersama. Terus ini lagi makan di Mall di restauran Jepang" jelas Anggi.


Mendengar penjelasan anak nya. Daddy Steven merasa lega


"Iya uda sampaikan sama Breena. Maaf jet pribadinya mau Daddy pakai nanti sore ke Amerika. Jadi nggak bisa minjamkan ke Breena" ucap Daddy Steven merasa bersalah.


"Nggak papa Dad. Nanti kami cari jet pribadi yang lain nya" jawab Breena.


"iya uda Daddy matiin dulu iya sayang. Karena Daddy masih menyiapkan dokumen yang mau dibawa nanti sore" pamit Daddy Steven.


Panggilan pun terputus. Breena langsung menatap ke arah Brian. Brian yang ditatap oleh Breena pun sontak melihat kearah Breena.


"Apa?" tanya Brian santai.


"Mas, mas nggak ada niat gitu pinjemin Breena jet pribadi keluarga Anderson?" tanya Breena selembut mungkin.


"Laaahhh kirain ada apa. Bentar kita telepon dulu pilot nya"


Brian pun langsung menghubungi Juan pilot jet pribadi keluarga Anderson.


"Ada apa bro?" tanya Juan to the point setelah mengangkat telepon Brian.


"Lo dimana? Kenapa rame banget?"


"Gue lagi di Mall. Ada apa?" tanya Juan kesal karena pertanyaan nya tak langsung jiwaba Brian.


"Kebetulan. Gue juga lagi di Mall. Jadi Lo nyusul aja ke tempat Gue di restauran Jepang. Gue tunggu 10 menit harus uda sampai" jawab Brian tegas dan langsung mematikan ponsel nya.


"Loohh uda gitu aja?" tanya Dion heran.


"Iya belum lah. Kita tunggu aja, pilot nya lagi jalan kesini" jawab Brian santai.


Tak lama pelayan restauran pun datang membawa semua makanan yang di pesan oleh Breena tadi.


Melihat beberapa jenis menu udon pun mata Breena berbinar. Dengan cepat dia langsung memakan olahan udon itu.


Ia tak mempedulikan tatapan aneh dari yang lain nya.


Tepat di menit ke delapan, Juan pun masuk kedalam ruangan VIP yang dipesan Dayyan tadi.


"Ada apa sih nyuruh nyuruh Gue kesini. Lo tau nggak Bro, Gue ini lagi quality time sama pacar Gue" omel Juan tanpa melihat keberadaan Breena yang sedikit tertutup tubuh Dayyan.


"Nggak usah ngomel. Uda ayo duduk dulu. Nikmatin makanan yang uda dipesan. Ajak pacar Lo gabung juga" ucap Brian santai.


Juan pun langsung menarik kursi yang ada disebelah Ani untuk pacar nya. Lalu ia duduk di sebelah Brian sambil ngomel ngomel.


"Iiihhh ngomel mulu sih dari tadi. Twins jadi nggak nikmat kan makan nya" omel Breena tiba tiba.

__ADS_1


"Princess" panggil Juan tiba tiba. Ia sangat terkejut melihat keberadaan Breena disana.


"Mas Juan rupa nya. Pantas ribut" ucap Breena tanda dosa dan melanjutkan lagi makan nya.


"Lahh cuma gitu doang" ucap Dion.


"Gue mau nanyak. Besok jet free kan?" tanya Brian langsung.


"Iya free. Maka nya Gue nyantai aja. Jalan sama pacar Gue. Lah malah Lu yang gangguin kencan Gue" omel Juan tak kesudahan.


"Ngomel mulu" ucap Anggi pelan.


"Kalau free berarti nanti Lu minta teknisi untuk mengecek tu kondisi pesawat. Besok Gue mau ke kalimantan timur. Mau prewed disana. Di pulau pribadi Breena" jelas Brian sombong.


Ia Brian bisa sombong sama Juan. Karena dia akan segera melepas masa duda nya. Sedangkan Juan masih betah dengan status nya.


"Kok mendadak sih" omel Juan semakin menjadi.


"Lu tanyak noh sama yang lagi makan udon. Kenapa mendadak" tunjuk Brian dengan dagu nya.


"Princess nggak rindu abang?" tanya Juan pelan.


"Rindu banget Abang. Abang apa kabar?" tanya Breena lembut.


"Abang sehat. Kenapa Princess nanyain jet pribadi nya si Brian?" tanya Juan yang tak henti hentinya menatap Breena dengan senyuman.


"Breena pengen naik jet pribadi ke pulau yang dikasih sama Mas Brian Bang. Suami Breena uda bilang nyewa aja tapi Mbak Anggi nyusulin naik jet pribadi milik Daddy Steven. Tapi rupa nya jet nya mau dipakai sama Daddy nanti sore ke Amerika. Terus Mas Brian langsung bilang mau nanyakin ke Abang. Jadi Breena tanyak apa bisa besok pakai jet pribadi nya keluarga Anderson kesana?" ucap Breena menjelaskan yang baru saja terjadi akibat ngidam nya.


"Princess ngidam? Jadi princess nya Abang uda mau punya anak?" tanya Juan tak percaya.


"Iya Abang. Langsung dikasih 2" jawab Breena sambil tersenyum mengelus perutnya.


"Laaahh apa hubungan nya dia yang ngidam sama kalian semua yang ada disini?"


"Wwaaahhh Lu mah nggak tau gimana ngidamnya Breena. Dia itu ngidam sultan. Belum lahir aja anak nya uda ngerampok Gue. Gimana nanti kalau uda lahir bisa bisa Gue bangkrut"


"Lah masa?" tanya Juan tak percaya.


"Noh tanyak sama Dion. Hari ini Gue uda abis berapa untuk dia" ucap Brian kesal karena Juan tak juga percaya padanya.


Juan hanya menatap Dion bingung.


"Dia abis dirampok 251 juta sama Breena di butik tadi pas kita lagi feeting baju" ucap Dion santai.


"Segitu banyak?"


Pertanyaan Juan hanya dijawab anggukan kepala dari 2 orang yang ada dimeja itu.


"Nggak biasa nya princess nya Abang mau belanja segitu banyak"


"Dedek yang mau Abang. Bukan Breena. Breena hanya ngambil yang dedek mau aja. Kan nggak salah kan" ucap Breena polos tanpa merasa bersalah.


"Nggak princess Abang nggak pernah salah. Princess abang uda benar. Kalau nggak kaya gitu, uang nya si Brian nggak akan habis habis. Kalau bisa princess minta yang lain aja lagi sama dia nya" ucap Juan menprovokasi Breena.


"Uda Abang tapi Mas Brian nggak mau ngasih" ucap Breena sengaja dibuat wajah nya sesedih mungkin.


"Princess minta apa?"

__ADS_1


"Jet pribadi juga Abang" ucap Breena santai.


"Itu bisa bangkrut Mas Breena. Kamu kan tau Mas mau nikah. Terus kalau Mas jatuh miskin , mas ngidupin Ani pakai apa Dek?" tanya Brian gemes.


"Iya juga iya"


"Terus gimana Abang? Bisa kan kita besok ke Kalimantan Timur nya?" tanya Breena lagi memastikan.


"Bisa princess. Apa pun permintaan princess akan Abang kabulkan. Mau berangkat jam berapa besok?" tanya Juan lembut.


"Mas besok mau berangkat jam berapa?" tanya Breena kepada suaminya yang sedari tadi menyimak pembicaraan istrinya dengan laki laki yang baru dikenal nya.


"Mas jam berapa aja bisa sayang. Yang penting sayang nya Mas dan baby twins bahagia. Coba tanya sama yang lain nya dulu" ucap Dayyan lembut.


Breena pun menatap satu persatu yang ada disana.


"Gimana kalau kita berangkat nya jam 11 aja?" usul Anggi


"Nggak bisa Mbak Anggi. Besok jum'at. Yang laki laki pasti ke Masjid sholat jum'at. Bagaimana kalau sehabis sholat jum'at aja?" ucap Dayyan.


"Iya deh abis sholat Jum'at aja. Kita ngumpul di rumah siapa? Apa kita ngumpul di Bandara aja?" tanya Dion.


"Kita langsung ketemu di Bandara aja. Lagian kan kita kesana bukan untuk liburan aja. Tapi untuk prewed kalian juga" ucap Dayyan.


"Mas jet pribadi nya muat berapa orang?" tanya Breena.


"Sekitar 20 orang deh kaya nya" jawab Brian.


"Berarti boleh iya Mas ajak Kak Ansel sama Windy dan Anita sama pacar nya?" tanya Breena kepada Brian.


"Boleh. Kita baru 7 orang sama Quin. kalau tambah 4 lagi baru 11 orang. Terus nanti 4 orang nya lagi dari fotograper nya. Jadi masih 15 orang" jelas Dayyan.


"Wait. Kalau kalian berpasangan. Terus Gue sama siapa? Iya kali Gue sendirian jadi nyamuk. Ogah Gue"


"Iya Lo bawa pacar Lo lah. Gimana sih" ucap Brian kesal dengan ucapan Juan.


"Eehh iya juga. Sayang kamu besok ikut juga iya. Masa kamu tega biarin aku sendirian kaya nyamuk liatin mereka mesra mesraan" ucap Juan memelas.


Kekasih Juan hanya tersenyum iya tak menyangka kalau ia juga diajak. Pada hal mereka baru aja berkenalan.


"Iya besok aku ikut. Tapi izin ke Ibu sama Ayah dulu iya Mas. Mas kan tau gimana posesif nya Ayah. Besok juga kan aku ngajar juga Mas. Tapi cuma pagi kok jam nya" ucap kekasih Juan.


"Iya Mas yang akan minta izin sama Ayah. Kamu tenang aja iya" ucap Juan yang hanya dibalas anggukan oleh kekasihnya.


"Mbak guru iya?" tanya Breena.


"Iya Mbak. Saya guru di SMA Negeri 1 di Jakarta" ucap Kekasih Juan yang bernama Selvi.


"Mas bukan nya itu tempat Bunda dan Ayah ngajar juga iya?" tanya Anggi yang langsung dijawab anggukan oleh Dion.


"Mbak Selvi kenal sama Ibu Aisyah dan Pak Hermawan guru disana juga?" tanya Anggi


"Kenal Mbak. Orang tua nya Mbak iya?" tanya Selvi lembut.


Pembawaan Selvi memang lembut. Itu lah yang membuat Juan jatuh cinta pada nya.


"Bukan Mbak. Mereka orang tua saya Mbak" ucap Dion.

__ADS_1


Dan berlanjutlah pembicaraan mereka.


__ADS_2