Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pernikahan Juan dan Selvi Di Undur?


__ADS_3

Di Indonesia, tepat nya di rumah sakit Anderson, Ani sudah di perboleh kan pulang ke rumah. Karena perkembangan Ani dan anak nya bagus, sehingga Dokter sudah mengizin kan Ani beserta Keena boleh pulang.


Brian di bantu oleh seorang pelayan dari mansion Anderson pun sedang membereskan semua barang barang milik Ani dan Keenan.


Bukan hanya barang milik Ani saja yang ada, tapi juga ada beberapa hadiah dari para dokter di rumah sakit itu. Mereka memberikan hadiah untuk merayakan kelahiran cucu laki laki pertama di keluarga Anderson.


"Sayang yuk kita keluar. Semua nya uda selesai di pindah kan ke mobil" ajak Brian menghampiri Ani yang sedang duduk di sofa menggendong Baby Keenan.


Pelan pelan Ani berdiri. Brian pun membantu Ani. Dia takut Ani jatuh saat berdiri sambil menggendong Keenan.


"Makasih Daddy" ucap Ani memberikan senyum terbaik nya..


"Sama sama Bunda. Mau Daddy aja yang gendong baby Kee"


Ani menggeleng kan kepala nya. Ia menolak tawaran Brian. Sebab Baby Keen baru saja tertidur.


Mendapati penolakan dari istri nya pun, Brian hanya bisa pasrah. Brian dan Ani keluar dari ruang rawat Ani. Tangan Brian langsung merangkul pinggang Ani. Ia tak mau jauh dari istri dan anak nya.


Ya, Brian lagi mode bucin.


Sepanjang jalan, mereka bertiga menjadi pusat perhatian pengunjung rumah sakit.


"Keluarga yang bahagia. Mereka baru saja di karuniai seorang anak" ucap salah satu pengunjung yang tak jauh dari ruangan Ani tadi.


"Kau kenal dengan mereka?" tanya teman nya.


"Siapa yang tak kenal dengan mereka. Pria itu adalah Brian Anderson, adik dari pemilik rumah sakit ini. Dan CEO AD Grup." jelas nya.


Teman nya hanya bisa melongo mendengar nya. Sedang kan pengunjung tadi tersenyum melihat romantis nya Brian kepada istri nya.


......................


Di mansion Anderson, semua sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan anggota baru di keluarga mereka. Tak terkecuali Ayah dan Ibu Selvi juga berada disana.


Semua nya begitu bahagia mendengar Ani dan Baby Keen sudah boleh pulang. Tapi tidak dengan Juan. Wajah nya terlihat begitu muram. Tak ada yang tau apa yang sedang terjadi dengan Juan.

__ADS_1


Mansion mewah itu sudah di hias sebagus dan semeriah mungkin untuk menyambut kedatangan Baby Keen. Bahkan Mommy Aletha sudah mendekor kamar khusus Baby Keen, tanpa sepengetahuan Brian dan Ani.


Pasal nya Brian dan Ani memang sudah sepakat untuk tidur bertiga bersama Baby Keen.


Suara mobil berhenti pun terdengar, Daddy Martin dan Mommy Aletha serta Quin pun keluar menuju ke teras mansion.


"Dedek Keen" teriak Quin begitu antusias melihat kedatangan adik nya.


"Jangan teriak teriak Kak. Adek lagi tidur" tegur Brian lembut sambil membawa tubuh Quin di dalam gendongan nya.


Jujur saja Brian juga merindukan putri nya ini. Brian pun juga menghujani ciuman di seluruh wajah putri nya.


"Geli Daddy" ucap Quin sambil tertawa geli.


"Ayo masuk sayang. Kasihan Baby Keen kena panas" ucap Mommy Aletha membawa Ani masuk.


Daddy Martin, Brian dan Quin pun mengikuti dari belakang.


"Selamat datang Baby Keenan" ucap semua orang yang ada di dalam ruang keluarga.


"Terima kasih" lirih Ani.


Brian langsung membawa Ani kedalam pelukan nya bersama kedua anak nya. Brian tau bagaimana perasaan istri nya. Pasti di dalam hati istri nya sangat ingin kedua orang tua nya juga berada di dalam kumpulan keluarga mereka. Tapi apa mau di kata, kalau kedua orang tua Ani sudah bahagia di surga sana.


"Ayo sekarang kita lihat kamar Baby Keen" ajak Mommy Aletha.


"Mom kenapa ada kamar Baby Keen? Kami kan uda bilang Baby Keen akan tidur barsama kami" protes Brian.


"Nggak usah protes" ketus Mommy Aletha. Lalu mengambil alih Baby Keen dari gendongan Ani.


Dengan terpaksa Ani dan Brian pun mengikuti langkah kaki Mommy Aletha menuju ke lantai tiga dimana kamar Brian dan Ani berada.


Ceklek


Pinta di buka oleh Wilna, ruangan luas tepat berada di sebelah kamar Brian dan Ani yang terhubung dengan kamar mereka. Ruangan yang di cat berwarna biru dan putih itu sangat terlihat mewah seperti awan dan langit. Di dalam kamar itu juga ada pesawat yang tergantung di langit langit kamar.

__ADS_1


"Subhanallah, cantik banget kamar nya Mom. Perpaduan warna yang sangat cantik, seperti awan dan langit" puji Ani.


"Kamu benar sayang. Tapi itu kenapa ada di langit langit kamar ada pesawat yang tergantung Mom. Terus ada bulan bintang juga" tanya Brian yang tak paham.


"Oohh itu ide nya Juan. Kau tanya kan saja sama orang nya." jawab Mommy Aletha santai.


Baby Keenan pun di tidur kan di dalam tempat tidur box nya. Mommy Aletha meminta salah satu pelayan nya untuk menunggui Baby Keenan yang sedang tidur. Sementara itu yang lain nya keluar, dan berkumpul dengan yang lain nya.


"Ju, kenapa kau hias kamar anak ku dengan pesawat, bulan dan bintang seperti itu?" tanya Brian yang sudah duduk di sebelah Juan.


"Karena aku mau anak mu mengikuti jejak ku yang jadi pilot" jawab Juan ketus.


"Kau kenapa?" tanya Brian dengan tatapan aneh nya.


"Ciihh! Kau seperti orang yang tak bersalah saja"


"Emang aku ada buat kesalahan apa?" tanya Brian yang mulai emosi.


"Kau tanya kesalahan mu? Kau waras Brian?"


"Kau memang aneh Juan. Aku baru bertemu dengan mu lagi setelah kau terakhir kali nya ke rumah sakit menjenguk Ani. Itu uda tiga hari yang lalu. Terus apa kesalahan yang ku buat?"


"Kau tau Brian. Pernikahan ku terpaksa di undur. Dan itu karena mu" omel Juan dengan wajah tak bersahabat nya.


Brian mencerna ucapan Juan. Pernikahan nya di undur. Dan itu karena nya. Apa maksud nya ini.


"Kau masih tak paham juga Bri?" tanya Juan yang hanya mendapat kan gelengan kepala Brian.


"Pertama aku lamaran, dan Breena melahir kan, pernikahan ku di undur sampai anak anak nya sedikit besar. Tapi saat acara aqiqah, Ansel dan Windy justru menikah. Yang kedua, disaat aku dan Selvi sedang mengurus pernikahan ku, istri mu justru melahir kan. Dan akhir nya pernikahan ku di undur lagi sampai Baby Keenan berumur empat bulan" omel Juan yang sukses mendapat kan tawa dari semua orang.


"Jadi kau marah pada ku karena pernikahan mu di undur?" tanya Brian tak percaya.


"Iya" ketus Juan.


Seketika Brian pun juga ikut tertawa. Ia merasa lucu dengan tingkah Juan. Sedang kan Selvi dan kedua orang tua nya tak percaya melihat sikap Juan yang seperti ini.

__ADS_1


"Iya sudah kalau begitu kau menikah saja besok. Kalian bisa menikah dulu, lalu resepsi nya belakangan. Apa susah nya sih Ju. Kau seperti orang susah saja. Kau tinggal suruh Daddy untuk mengurus nya. Dan detik berikut nya apa yang kau minta akan terkabul kan" ucap Brian santai yang kemudian mendapat kan keplakan dari Daddy Martin.


__ADS_2