Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Penggelapan Dana


__ADS_3

Di sebuah ruangan kerja, seseorang sedang berkutat dengan dokumen dokumen yang ada di tangan nya dan juga laptop di hadapan nya. Ia sedang menyesuai kan laporan keuangan dari sebuah proyek yang sedang di kerjakan oleh bawahan nya.


Sesekali kening nya mengkerut karena ada banyak data pengeluaran dan pemasukan yang sangat janggal di lihat nya. Pemasukan yang sedikit dan pengeluaran yang terlalu besar. Ia pun bingung kemana aliran dana pengeluaran itu pergi nya.


Seorang pria yang menjadi orang kepercayaan Dayyan ketika ia dan asisten serta sekretaris nya pergi berdiri di hadapan pria yang sedang memeriksa dokumen itu. Iya pria itu adalah Dion.


Dion yang tidak jadi berbulan madu karena kecelakaan yang menimpa Bu Ayu kemarin itu. Mendapat kan telepon dari orang kepercayaan yang Dayyan utus untuk mengurus perusahaan nya sementara waktu. Tetapi orang itu justru menemukan kejanggalan dari sebuah laporan keuangan dari sebuah proyek.


"Apa kamu sudah tau siapa dalang nya?" tanya Dion tegas tanpa melihat pria yang ada di depan nya.


"Sudah Pak" jawab pria itu datar, yang tak lain adalah Prima.


"Bagus. Terus awasi mereka. Beberapa hari lagi kita akan eksekusi mereka. Setelah CEO kembali dari Bandung" perintah Dion.


"Baik Pak"


Setelah mengatakan itu Prima pun keluar dari ruangan Dion dan kembali ke ruangan nya. Kemudian Prima meminta anak buah. Ya untuk memgawasi beberapa orang yang telah di curigai nya, yang menjadi dalang dari penggelapam dana itu.


"Semua bukti sudah beres. Sekarang tinggal menghubungi Dayyan dan memberitahu nya tentang penggelapan dana ini"


Dion pun langsung menghubungi Dayyan.


Sedangkan di pesantren, Dayyan sedang duduk bersama dengan Brian. Mantan kekasih dan suami dari Breena, yang sekarang sudah menjadi kakak dan adik ipar itu pun terlihat kompak dan akrab.


Mereka sedang asyik berbincang, membicarakan tentang bisnis dan kerja sama mereka. Iya dua pengusaha muda itu setiap berkumpul selalu membahas masalah pekerjaan.


Ketika sedang asyik berbincang, ponsel Dayyan pun berbunyi. Terlihat di layar ponsel nya nama Dion tertera disana.


"Hallo Assalamualaikum" jawab Dayyan.


"Wa'alaikum salam. Maaf Pak Bos ganggu waktu nya. Ada yang mau saya sampai kan dan ini sangat penting" jawab Dion dengan nada serius nya.


"Hmm. Ada apa Dion?" tanya Dayyan tenang.


"Ada penggelapan dana di salah satu proyek yang sedang kita kerja kan Pak Bos. Dari laporan yang saya miliki dan laporan yang diserahkan Prima dan penanggung jawab proyek itu, ada kejanggalan yang sangat kentara Bos. Pemasukan yang sedikit. Dan pengeluaran dana yang sangat besar. Saya tidak tau aliran dana itu pergi kemana" jelas Dion to the poin.


"Berapa?" tanya Dayyan singkat.


"5M Bos"


"Uda ketemu dalang nya?" tanya Dayyan tenang.


"Uda Bos. Saya juga sudah meminta Prima untuk mengawasi dalang dari penggelapan dana ini"

__ADS_1


"Bagus. Mungkin lusa saya kembali ke Jakarta. Dan besok nya kita akan eksekusi mereka. Jadi awasi terus mereka. Jangan sampai ada yang kabur"


"Siap laksana kan Bos"


Setelah panggilan itu terputus, Brian menatap Dayyan yang sedang diliputi emosi dan amarah. Bagaimana bisa ada tikus rakus di dalam perusahaan nya. Karena selama ini semua karyawan nya itu tidak pernah melakukan hal hal yang sangat merugikan seperti ini.


"Perlu bantuan?" tawar Brian.


"Tidak. Terima kasih. Saya bisa mengatasi nya sendiri. Mereka hanya perlu di basmi sampai ke akar akar nya dengan racun yang mematikan" ucap Dayyan emosi.


"Iya. Tikus memang harus di basmi sampai ke akar akar nya. Biar tidak bisa berkeliaran bebas lagi" ucap Brian membenar kan ucapan Dayyan barusan.


"Maaassss" teriak Breena dari jauh ketika melihat suami nya sedang duduk di teras bersama dengan Brian. Mantan kekasih nya yang menjadi adik ipar nya.


Ini sangat lucu. Mengingat bagaimana dulu Breena bucin dengan Brian. Lalu sakit hati karena di selingkuhi oleh Brian dan Nova. Menikah dengan Dayyan karena perjodohan dan menumbuhkan cinta di dalam hati nya. Dan sekarang mantan kekasih nya itu telah menjadi adik ipar nya.


Mendengar suara sang istri. Dayyan langsung merubah raut wajah emosi nya menjadi lembut.


"Iya kenapa sayang?" tanya Dayyan dengan senyum manis nya.


"Lihat Breena bawa banyak strawberry" ucap Breena sambil menunjuk kan keranjang yang ada di tangan nya penuh dengan buah strawberry.


"Kamu abis ngerampok dimana sayang?" tanya Dayyan bercanda.


"Abah tau?" tanya Dayyan dengan suara pelan nya.


"Hihihi Abah nggak tau Mas. Tau nya tadi Breena bilang mau main ke kebun strawberry" ucap Breena pelan.


"Kalian lagi membicarakan apa? Kenapa berbisik bisik seperti itu?" tanya suara berat dari belakang tubuh Dayyan.


Dayyan dan Breena langsung melihat ke arah sumber suara. Dan betapa terkejut nya Breena melihat Abah mertua nya sudah berdiri di hadapan mereka dengan tangan yang sudah bersedekap di dada nya.


Breena pun langsung menyembunyikan keranjang yang di pegang nya di belakang punggung nya.


"Tidak ada Abah" jawab Breena sambil menunduk.


"Yakin?"


"Yakin Abah" jawab Breena dengan tersenyum kaku.


Sedangkan Dayyan sudah menggelengkan kepala nya melihat tingkah sang istri. Mungkin ini adalah keinginan anak anak nya.


"Lalu apa yang ada di tangan mu itu Nduk?"

__ADS_1


"Tidak ada Abah hanya sebuah keranjang buah saja" ucap Breena takut. Ia takut di marahi oleh mertua nya karena mengambil banyak buah strawberry nya.


"Coba Abah lihat?" pinta Abah Arsya.


"Tidak Abah" tolak Breena.


"Lihat nduk" pinta Abah lembut.


Dengan takut takut Breena menyerahkan keranjang buah yang dia pegang dengan senyum manis nya. Agar mertua nya itu tidak memarahi nya.


Abah Arsya pun langsung melihat isi dari keranjang yang di kasih oleh Breena. Betapa terkejut nya ia melihat buah strawberry yang begitu banyak di dalam keranjang itu. Bahkan keranjang itu terisi penuh strawberry semua.


"Kamu merampok dikebun Abah Nduk?" tanya Abah dengan terkekeh geli mendapati wajah menantu nya yang ketakutan.


"Nggih Bah. Dedek ingin memanen semua strawberry milik Abah. Dan memakan nya" jawab Breena menunduk.


Dayyan langsung mengelus puncak kepala sang istri. Ia paham kalau istri nya sedang mengidam. Begitu pun dengan yang lain nya.


"Ooohhh"


Abah Arsya hanya ber-oohh ria membuat Breena melongo. Ia sudah berpikir kalau mertua nya itu akan marah. Tapi nyata nya tidak.


"Cuma Oohh Abah?" tanya Breena tak percaya.


"Llaaahh terus Abah harus bagaimana Nduk?" tanya Abah Arsya balik.


"Abah nggak marah gitu?"


"Ngapain Abah marah. Orang yang ngambil juga menantu Abah. Dimakan sama menantu Abah untuk calon cucu Abah. Masa iya Abah harus marah" jawab Abah Arsya dengan tawa nya.


"Hiyyaaaa tau gitu Breena nggak sembunyi sembunyi ngambil nya tadi" keluh Breena cemberut.


Keluhan Breena sukses membuat Abah Arsya, Dayyan dan Brian yang ada di teras rumah tertawa cukup keras. Sehingga mengalihkan atensi dari semua orang yang berada di ruang tamu dan ruang keluarga.


"Sungguh kamu sangat lucu Nduk" ucap Abah Arsya yang tak bisa menghentikan tawa nya.


"Nanti kalau kurang kamu bisa petik lagi Nduk. Itu semua milik kamu juga. Kamu bebas untuk memetik nya dan memakan nya" ucap Abah Arsya lembut.


"Terima kasih Abah. Sayang Abah" ucap Breena senang mendengar apa yang di kata kan oleh mertua nya.


"Kamu senang sayang?" tanya Dayyan sambil mengelus perut istri nya.


"Umi dan dedek senang Abi" jawab Breena menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Tanpa malu Dayyan pun mencium perut buncit Breena. Dan mengelus calon anak anak nya sayang.


__ADS_2