Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Ani Yulia Admaja


__ADS_3

Setelah mengatakan rapat akan segera dimulai. Dayyan dan yang lain nya pun mulai menduduki kursi mereka kembali. Termasuk Dion yang mendapat kan tambahan kursi yang telah di berikan oleh seorang OB.


Rapat pun di pimpin langsung oleh Arsenal. Dia berusaha meyakin kan para pemegang saham agar tetap menjadikan nya CEO di perusahaan itu.


"Tuan Arsenal, setelah meninggal nya Tuan Lea dan Tuan Jonathan bersama istri nya karena kecelakaan, lalu dimana kah sekarang putri nya Tuan Jonathan itu berada?" tanya salah seorang peserta rapat.


"Selama ini saya terus mencari nya Tuan Tuan. Tetapi saya selalu gagal untuk mendapat kan kabar dimana ia berada. Tetapi kemarin anak buah saya yang saya utus untuk mencari nya telah menemukan titik terang. Mereka sudah tau dimana keponakan saya itu berada. Lia putri nya Jonathan tinggal di Bandung. Dan anak buah saya sedang berusaha mencari nya" jelas Arsenal dengan wajah nya yang pura pura sedih.


Ani langsung menggenggam erat tanggan suami nya. Ia merasakan ketakutan di hati nya. Bagaimana bisa mereka mengetahui keberadaan nya selama ini di Bandung.


Sedangkan Bagaskara yang melihat akting pura pura sedih nya Arsenal pun berdecih. Ia benci dengan wajah pengkhianat itu.


Berbeda dengan Dayyan. Ia dengan tenang menatap tajam ke arah Arsenal yang ada di hadapan nya itu.


"Lalu mau sampai kapan kami menunggu kejelasan ini Tuan Arsenal. Kami hanya ingin tau pemilik sah Admaja Corporation itu masih hidup atau sudah meninggal. Kalau sudah meninggal saya mau melihat makam nya" ucap seorang investor.


"Dia masih hidup Tuan. Maka nya anak buah saya sedang berusaha menemukan nya. Jadi saya harap kalian semua bersabar untuk bertemu dengan nya" ucap Arsenal berusaha meyakin kan.


"Bandung itu luas Tuan. Mau sampai kapan kami akan menunggu. Atau memang Tuan Arsenal yang tidak tau dimana sebenar nya keponakan Anda. Atau apa Tuan Arsenal memang ingin menemukan nya lalu membunuh nya. Agar seluruh harta yang dimiliki nya dari Kakek nya jatuh ke tangan Anda yang merupakan anak tiri di keluarga Admaja ini?" tanya Dayyan dengan senyum meremehkan nya.


Arsenal terdiam. Ia merasa gugup sebab ada yang tau tujuan nya mencari Ani selama ini. Ia berusaha menutupi kegugupan nya di hadapan peserta rapat.


"I–itu tidak mungkin Tuan. Bagaimana pun saya ini adalah Paman nya. Paman yang sangat menyayangi nya. Mana mungkin saya berani untuk melakukan itu" ucap Arsenal membela diri nya sendiri.


"Oohh ya, apa kau yakin Arsenal?" tanya Bagaskara.

__ADS_1


"Aku yakin Aska. Karena aku memang meyayangi nya"


"Oke kalau begitu, mari kita lihat apa yang akan di tampilkan di layar itu" ucap Bagaskara sambil menekan sebuah tombol di dalam genggaman nya.


Layar itu pun menampilkan sebuah video. Di video itu ada Arsenal dan beberapa pembunuh bayaran.


"Saya mau kalian membunuh orang yang ada di dalam foto ini. Saya akan membayar kalian dengan sangat mahal. Kalau kalian bisa membunuh nya tanpa meninggalkan satu pun keluarga nya" ucap Arsenal di dalam video itu sambil menunjukkan foto keluarga Jonathan.


"Siap Bos. Kami mau DP nya dulu. Kemudian setelah urusan nya sudah selesai. Kami mau di bayar penuh." ucap ketua pembunuh bayaran itu.


"Oke akan saya transfer nanti uang nya. Ingat harus mati semua nya" ucap Arsenal penuh penekanan.


Video itu pun selesai. Membuat semua orang yang ada di dalam ruang rapat itu menatap tak percaya ke arah Arsenal. Sedangkan Ani berusaha menahan emosi di dalam hati nya dengan beristigfhar. Ia semakin mengencangkan genggaman nya. Bahkan mata nya sudah berkaca kaca.


Selanjutnya video menampilkan bagaimana mobil Jonathan di hantam dari arah depan oleh sebuah truk besar dengan sengaja. mobil itu pun berguling guling. Lalu kembali di hantam lagi dari belakang dengan truk lebih besar lagi dari yang pertama. Sampai mobil itu masuk ke dalam jurang. Kejadian itu terjadi di jalanan yang sepi.


Semua peserta rapat tercengang melihat kejadian itu. Bahkan Ani sudah memeluk erat tubuh suami nya. Ia menangis di dalam dekapan sang suami. Dayyan bisa melihat bagaimana hancur nya hati Adik angkat nya itu.


Kemudian video pun dilanjutkan kembali. Bagaimana Arsenal membunuh Leo Admaja. Kemudian ia mengganti surat wasiat yang sebenar nya dengan surat wasiat palsu yang di buat nya. Untuk melabui para pemegang saham. Di lanjut lagi Arsenal yang memerintahkan anak buah nya mencari keberadaan Ani. Dan setelah ketemu harus mereka lenyapkan juga.


Semua para pemegang saham dan investor menatap tak percaya kearah Arsenak serta anak dan istri nya.


Tidak ada yang tidak tau siapa itu Arsenal. Ia hanya lah anak dari seorang janda yang bekerja sebagai cleaning service di Admaja Corporation. Ibu nya di nikahi oleh Leo Admaja yang seorang duda anak 1 juga.


"Itu tidak benar. Video itu tidak benar. Aska bagaimana bisa kau membuat video seperti itu!!" bentak Arsenal dan menatap nyalang ke arah Bagaskara.

__ADS_1


Bagaskara yang di tatap seperti itu hanya tersenyum. Ia tau ini lah yang akan di katakan oleh Arsenal.


"Ini video yang ku ambil dari CCTV yang ada di jalan saat sepupu ku Jonathan kecelakaan. Semua video itu asli tidak ada yang editan. Kau memang merencanakan pembunuhan itu Arsen. Kau yang sudah membunuh keluarga yang sudah mengangkat derajat mu dari kemiskinan. Tapi kau yang tamak justru membunuh mereka, agar kau bisa mengusai harta mereka" teriak Bagaskara.


"Ini adalah wasiat asli dari Paman Leo yang di berikan nya kepada ku. Dengar baik baik saya akan membacakan nya sekali"


Dengan Hormat.


Saya Leo Admaja. Dengan ini menyatakan kalau semua aset dan harta yang saya miliki akan jatuh ke tangan cucu perempuan saya satu satu nya. Ani Yulia Admaja anak dari Jonathan Admaja. Semua harta saya bisa jatuh ketangan cucu saya setelah dia berusia 20 tahun. Surat ini saya buat dengan sadar dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.


Tertanda


Leo Admaja


Setelah membacakan surat wasiat itu. Bagaskara pun membagikan copyan dari surat yang asli kepada peserta rapat.


Arsenak dankeluarga nya pun kembali meradang. Ia bahkan semakin menatap nyalang ke arah Bagaskara yang dengan santai nya menampilkan senyum merekah nya.


"Lalu dimana sekarang putri Tuan Jonathan, Aska? Lia. Iya aku ingat Jo selalu memanggil nya Lia" tanya Arsyil.


Bagaskara terdiam. Ia hanya menatap ke arah Dayyan, Dion, Brian dan Ani yang berada di pelukan nya dengan tubuh yang bergetar.


"Bukan nya Lia ada di Bandung? Kenapa tidak sekalian kamu ajak kesini Aska?" lanjut Arsyil lagi.


"Iya, dia memang selama ini ada di Bandung" bukan Bagaskara yang jawab. Melain kan Dayyan.

__ADS_1


Ucapan Dayyan sukses membuat semua yang ada disana kompak menatap kearah nya. Semua pada bertanya tanya dan bingung. Bagaimana bisa orang yang tak ada sangkut paut nya dan hubungan darah dengan Keluarga Admaja taau dimana keberadaan Lia selama ini.


__ADS_2