Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Tiga Sahabat Berkumpul Kembali


__ADS_3

"Lah si Anita ternyata. Kirain ntah siapa" ucap Ansel.


"Hehehhe kan mau ketemu sama Baby triplet Kak. Tadi itu kita uda ke rumah sakit. Tapi kata reseptionis nya Breena uda pulang dari semalam. Iya uda kami langsung kesini aja"


"Jadi cerita nya nyasar nih" goda Ansel membuat Anita mencebik kan bibir nya.


"Uda uda ayo masuk. Ajak juga tunangan kamu itu Nita" ajak Mama Ratih.


Mereka semua pun akhir nya masuk ke dalam. Mereka berkumpul di ruang tengah.


"Bree, mana triplet?" tanya Anita yang sudah clingak clinguk mencari keberadaan bayi kembar tiga itu.


"Ada di kamar lagi tidur"


"Lo kok gitu sih Bree, anak nya tidur bukan nya di jagain, malah di tinggal di dalam kamar. Aneh Lo iihh" omel Anita.


"Lo yang aneh Nit. Iya kali Breena ninggalin bayi baru lima hari di dalam kamar sendirian. Iya uda pasti lah mereka sama pengasuh nya"


"Hehehehe kirain Breena belum punya pengasuh"


"Kalau belum punya. Emang kamu mau jadi pengasuh nya triplet Nit?" tanya Ansel seirus.


"Ya kali Kak, aku jadi pengasuh. Iya nggak mungkin lah. Yang ada nanti malah kenapa kenapa lagi"


"Uda iihh kok malah jadi ribut sih. Kalian kesini apa cuma mau ribut aja? Kalau iya bagus pulang deh. Gue mau tidur" ucap Breena ketus.


"Iya iya kita nggak ribut lagi"


"Oiya Nit. Gue mau ucapin terima kasih sama Lo" ucap Windy.


"Terima kasih karena apa?" tanya Anita yang tak paham.


"Berkat Lo, akhir nya Kak Ansel cari Gue"


"Nggak perlu terima kasih segala Win. Kita sahabatan uda lama. Gue cuma mau Lo itu berada di tangan orang yang tepat" ucap Anita dengan senyum tulus nya.


"Tunggu dulu deh Nit. Kok Lo bilang Windy di tangan yang tepat. Itu maksud apa coba? Terus kenapa sekarang Lo bisa bareng sama Kakak Gue Win?" tanya Breena pada kedua sahabat nya itu.

__ADS_1


"Lo dulu deh Win, yang jawab" ucap Anita meminta Windy menjawab terlebih dahulu pertanyaan Breena.


"Kemarin Kak Ansel sama Mommy datangin kost'an Gue, Bree" lirih Windy yang masih bisa di dengar oleh Breena.


"Kak El tau dari mana kost'an nya Windy?"


"Itu orang nya yang ngasih tau" tunjuk Ansel pada Anita yang hanya dibalas dengan cengiran nya aja.


"Tunggu dulu deh. Ini maksud nya gimana sih?" tanya Breena tak paham.


"Maka nya dengerin dulu cerita nya Windy, jangan suka motong pembicaraan" omel Anita.


"Oke lanjut"


"Sebenar nya Gue nggak jadi nikah sama Mas Andri, Bree. Ketika akad nikah, dan Mas Andri siap mengucapkan ijab kabul nya. Tiba tiba seorang wanita datang dan menghentikan pernikahan itu. Wanita itu sedang hamil karena perut nya sudah buncit. Dia bilang kalau Gue pelakor. Perebut suami nya. Dia juga memaki Gue di acara pernikahan Gue itu. Ternyata wanita hamil itu istri siri nya Mas Andri. Mas Andri mau menikahi Gue karena syarat yang di ajukan nya di setujui oleh kedua orang tua nya. Dia minta status Gue sama istri siri nya itu harus sama. Mendengar itu, Ibu jatuh pingsan dan di larikan ke rumah sakit. Tapi nyawa Ibu tak tertolong. Ibu meninggal sewaktu di perjalanan menuju rumah sakit" jeda Windy sambil menghapus air mata nya.


"Pernikahan Gue batal Bree. Karena di kampung Gue nggak punya siapa siapa lagi, Gue jual rumah peninggalan orang tua Gue. Terus Gue pindah ke Jakarta juga. Gue KOAS di rumah sakit Umum" lanjut nya.


Breena yang mendengar itu pun juga ikut meneteskan air mata nya. Ia tak menyangka sahabat nya akan mengalami nasib seperti ini.


"Kenapa Hubby mikir nya gitu?" tanya Windy heran.


"Karena ketika dia melihat Hubby, wajah ya uda sangat pucat. Dia seperti orang yang ketakutan gitu"


"Hubby memang benar. Setelah kejadian itu Windy bertanya sama orang orang kampung. Ternyata Mas Andri memang suka mempermainkan wanita Mas. Setelah dia berhasil meniduri nya. Dia akan meninggalkan wanita itu. Windy sangat bersyukur tidak berjodoh dengan nya Hubby"


"Terus jangan bilang kalau selama ini Lo tau keberadaan nya si Windy iya Nit" ucap Breena menatap tajam sahabat nya itu.


"Hehehhehe iya Bree"


"Parah Lo berdua. Kenapa Lo berdua merahasia kan ini hah?" tanya Breena yang mulai marah.


"Ini semua permintaan Gue Bree. Gue malu kalau harus minta tolong sama Lo" ucap Windy yang sudah menunduk.


"Malu kenapa?"


"Malu karena Gue uda nyakitin abang Lo. Gue nggak mau semakin menyusah kan kalian. Apa lagi waktu tau kalau Kak Ansel mau pindah ke Belanda. Gue jadi semakin takut untuk bertemu dengan Lo dan Kak Ansel" jelas Windy.

__ADS_1


"Astaga Win. Gue nggak segitu nya kali sama Lo. Lagian jodoh nggak ada yang tau Win. Lo lihat Gue sama Mas Brian. Berapa lama Gue sama dia. Kedua keluarga juga memiliki hubungan yang sangat baik. Tapi apa? Gue memang nggak jodoh sama dia. Malah dia jadi adik ipar suami Gue"


"Sekali lagi Gue minta maaf Bree" ucap Windy tulus.


"Oke gue maafin. Lo juga uda Gue maafin"


"Lah gimana cerita nya? Gue aja belum minta maaf sama Lo" protes Anita.


"Nggak perlu. Yang penting uda gue maafin"


Mereka pun melanjut kan obrolan nya. Hingga tiba tiba terdengar suara tangis ketiga bayi itu dan suara mobil yanh berhenti didepan pintu utama yang terbuka.


Breena langsung menghampiri ketiga anak anak nya. Mungkin ketiga nya haus atau pempers nya yang sudah penuh.


Sedangkan Dayyan keluar melihat siapa yang datang. Dan ternyata yang datang adalah Mommy Gantari dan GrandMa Cloe.


"Loh Mommy sama GrandMa kenapa baru sampai? Kenapa nggak barengan sama Kak El?" tanya Dayyan setelah menyalami satu persatu wanita tua itu.


"Kami juga mendadak Ian. Oiya apa di dalam lagi kumpul semua?" tanya Mommy Gantari.


"Nggak Mom. Hanya teman nya Breena aja kok."


"Iya uda Mommy mau masuk dulu. Mau ketemu sama orang tua kamu dan Breena. Ayo Mom. Anggap rumah sendiri aja" ajak Mommy Gantari yang langsung masuk ke dalam rumah Dayyan.


"Mommy mau ngapain kesini? Mana ngajak GrandMa lagi" tanya Ansel


"Iya mau ketemu Mama Papa sama Umma dan Abi kamu lah"


"Mau ngapain?" tanya Ansel lagi.


Windy, Anita da tunangan nya Windy pun saling menatap. Seperti ada bau bau yang sedang di sembunyikan antara Ansel dan Windy.


"Mau aoa lagi kalau bukan bahas hari pertunangan kamu" jawab Momy Gantaari malas.


Semua yang ada di ruang tamu itu pun terkejut mendengar apa yang di ucap kan oleh Mommy Gatari.


"APA? MENIKAH?" tanya mereka berbarengan.

__ADS_1


__ADS_2