
Breena, Dayyan dan Papa Doni pun terdiam mendengar apa yang baru saja di kata kan oleh Mama Ratih. Mereka bertiga masih mencerna ucapan Mama Ratih dan seorang bayi laki laki yang berada di gendongan Mama Ratih.
Bayi laki laki yang tak diketahui keberadaan nya selama mereka melakukan USG. Ini benar benar kejutan yang sangat sangat membuat mereka semua terkejut.
Berbagai pertanyaan berada dalam kepala mereka. Bagaimana bisa dari twins jadi triplet.
"Apa kalian tidak senang dengan bayi terakhir itu?" tanya Mama Ratih yang melihat keterdiaman mereka bertiga, setelah Mama Ratih memberikan bayi nya kesalah satu perawat disana untuk di bersih kan.
"Mah. Ini serius triplet?" tanya Dayyan tak percaya.
"Iya serius lah. Orang yang lahir memang tiga kok. Masa ia Mama kurangi" ucap Mama Ratih asal sambil membersihkan tubuh Breena.
Dayyan langsung sujud syukur, ia begitu bahagia telah diberikan kepercayaan sama Allah langsung sebanyak tiga.
"Alhamdulillah Ya Allah. Terima kasih atas kepercayaan-Mu kepada kami" ucap Dayyan.
Lalu ia kembali memeluk istri nya yang sedari tadi sudah meneteskan air mata. Namun terlihat jelas senyum bahagia nya.
Begitu pun dengan Papa Doni yang juga sangat bahagia. Ia yang mendambakan mempunyai anak lebih dari satu. Tetapi Allah berkata lain. Ia hanya di percayai mempunyai anak satu saja. Ketika ia tau Breena hamil anak kembar ia begitu bahagia. Dan sekarang bukan bayi kembar yang di lahir kan putri nya itu, melainkan bayi triplet. Ia langsung mempunyai tiga bayi sekaligus.
"Permisi Tuan. Bayi nya sidah siap di bersihkan dam sekarang bisa di adzani" ucap seorang perawat.
"Pah, mau bantu Dayyan Adzani salah satu putra Dayyan?" tanya Dayyan disela tangis nya.
"Boleh, Papa akan mengadzani bayi mu yang ketiga" ucap Papa Doni, lalu ia menyusul perawat itu dan menggendong bayi ketiga Dayyan dan Breena.
Sebelum mengadzani dua anak nya yang lain, Dayyan keluar dari ruang bersalin.
Di luar ruang bersalin, hanya terdapat Umma Hanum dan Abah Arsya. Mereka saling berpelukan. Abah Arsya terlihat sedang mengelus punggung sang istri yang bergetar. Istri nya itu terlalu bahagia cucu cucu nya sudah lahir.
"Abah, Umma" lirih Dayyan membuat Abah melepas kan pelukan nya.
"Ia Nang. Kenapa? Bayi nya uda lahir kan? Kedua nya sehat kan Nang?" tanya Umma Hanum beruntun.
"Satu satu Umma" tegus Abah Arsya yang hanya dibalas dengan cengiran saja.
__ADS_1
"Bayi nya sehat Abah. Tidaka da kurang nya sedikit pun."
"Lalu kenapa kamu keluar Nang? Apa kamu sudah selesai mengadzani kedua anak mu?" tanya Abah Arsya yang merasa heran dengan Dayyan.
"Abah bisa bantu Dayyan mengadzani anak laki laki pertama Dayyan?" pinta Dayyan sambil menunduk kan kepala nya.
"Bukan nya didalam ada mertua mu Nang? Kenapa tidak Pak Doni saja?"
"Iya Abah. Papa uda mengadzani bayi yang ketiga. Tapi bayi yang dua lagi belum. Maksud Dayyan, Abah mengadzani bayi laki laki pertama dan Dayyan mengadzani putri Dayyan" ucap Dayyan yang masih membuat teka teki dengan kedua orang tua nya.
Abah Arsya dan Umma Hanum berpikir sejenak. Lalu teriakan Umma Hanum pun membuat senyum Dayyan terkembang.
"Jadi Umma dapat tiga cucu Nang? Bukan dua?" teriak Umma Hanum yang hanya di balas anggukan oleh Dayyan.
"Ayo kita adzani Ian" ajak Abah Arsya sambil berjalan masuk ke dalam ruangan bersalin.
"Sebentar iya Umma. Umma tidak apa apa kan Dayyan tinggal sendirian?" tanya Dayyan tak enak hati.
"Tak apa Nang. Masuk lah. Segera adzani bayi bayi mu. Umma menunggu disini" ucap Umma Hanum dengan senyum teduh ny.
Dayyan oun akhir nya menyusul Abah Arsya. Di dalam ruangan di lihat nya Abah Arsya sudah mulai mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi laki laki pertama Breena dan Dayyan. Sedangkan Papa Doni sudah siap mengadzani bayi ketiga mereka.
Setelah semua nya selesai, Breena pun di pindah kan ke ruang rawat. Dayyan memilih di ruangan VVIP. Ia tak memikir kan lagi biaya di rumah sakit itu. Yang penting bagi nya anak dan istri nya serta keluarga yang akan menjenguk mereka merasa nyaman berada di ruangan nya.
Suster membawa ketiga bayi mereka yang berada di masing masing troli bayi ke dalam ruangan Breena. Karena Breena belum melakukan skin to skin kepada bayi bayi nya.
Satu persatu bayi bayi nya bergantian melakukan skin to skin sambil belajar meminum asi nya langsung dari Umi nya.
Breena dan Dayyan hanya di temani oleh Abah Arsya dan Umma Hanum. Sedangkan Papa Doni dan Mama Ratih saat ini berada di ruangan Dokter Erlangga.
"Terima kasih Dokter Erlangga karena sudah memperbolehkan saya menggunakan ruangan bersalin milik rumah sakit Dokter Erlangga ini. Pada hal saya bukan dokter di rumah sakit Anda" ucap Mama Ratih sopan.
"Sama sama Dokter Ratih. Saya senang bisa membantu. Selamat atas kelahiran ketiga cucu kalian. Senang rasa nya melihat wajah wajah imut mereka"
"Sebenarnya kami juga nggak tau kalau cucu kami akan tiga yang lahir dok. Karena selama USG, hanya dua saja yang terlihat" kekeh Papa Doni.
__ADS_1
"Berarti dia mau buat kejutan itu Dokter Doni"
"Mungkin Dokter. Kalau begitu kami permisi dulu. Mau lihat anak kami" pamit Papa Doni.
"Iya silahkan Dokter Doni. Sekali lagi selamat atas kelahiran cucu kalian" ucap Dokter Erlangga sambil menyalami tangan Papa Doni dan Mama Ratih.
...----------------...
Di dalam ruangan Breena telah terjadi kehebohan. Siapa yang jadi tersangka kehebohan nya? Ya, tentu saja Mommy Gantari, kakak Papa Doni.
Ia yang mendapat kabar dari Mommy Aletha kalau Breena mau melahir kan pun langsung mengajak suami nya untuk melihat keponakan nya itu.
Mommy Gantari yang membuka pintu ruangan Breena seketika dibuat terdiam. Begitu pun dengan Daddy Calvin. Mereka berdua sama sama saling memandang. Kemudian kembali menatap kedalam ruangan.
"Dad, apa kita salah masuk kamar? Bukan nya Breena hamil baby Twins? Tapi ini kenapa jadi Triplet?" tanya Mommy Aletha yang hanya di jawab gelengan kepala oleh suami nya.
"Ini memang kamar Breena Mom. Dan Bayi Breena memang triplet. Ayo masuk Mom. Apa Mommy tak mau melihat wajah wajah tampan dan cantik anak anak Breena?" ucap Breena yang sedang menggendong bayi perempuan nya.
"Apa? Jadi, beneran triplet?" ucap Mommy Gantari kaget.
"Iya Mom. Ayo kita masuk"
Daddy Calvin dan Mommy Gantari pun langsung menghampiri Breena. Ia ingin memeluk keponakan nya itu tapi langsung di cegah sama Papa Doni yang baru saja datang.
"Cuci tangan dulu Mbak. Abis dari luar jangan langsung pegang pegang cucu ku" omel Papa Doni.
"Iiisshh" dengus Mommy Gantari yang langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Mommy Gantari langsung mengambil alih bayi perempuan Breena.
"Hay sayang, Assalamualaikum. Ini Oma sayang. Duuhh kamu cantik banget sihh" puji Mommy Gantari.
"Kalau aku nggak cantik, nanti nggak ada teman Umi yang cantik Oma. Kan Abi uda ada dua teman nya yang tampan, jadi aku harus cantik." ucap Breena menirukan suara anak kecil.
"Iya kamu memang cantik sama seperti Umi kamu sayang"
__ADS_1
Setelah dengan bayi perempuan, Mommy Gantari kembali melihat bayi laki laki nya Breena. Ia pun juga memuji ketampanan kedua bayi itu.
"Woooww bayi sultan memang beda, tampan dan cantik. Wajah mereka begitu mulus dan halus" puji Mommy Gantari.