
Anggi masih tak percaya melihat isi paper bag yang diberikan oleh Breena tadi. Ia melotot kan kedua mata nya melihat benda yang ada di tangan nya.
Baju dinas malam untuk seorang istri, yang tak lain adalah lingerie. Ia ragu apakah ia akan menggunakan baju itu atau tidak. Pasal nya ia tak membawa baju lain ke kamar mandi tadi.
Sudah 30 menit menunggu, Dion pun mulai gelisah kenapa istri nya itu tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. Ia pun mendekati kamar mandi itu.
Tok tok tok
"Sayang, apa kamu baik baik saja?" tanya Dion khawatir.
"I--iya Mas. Sebentar lagi Anggi keluar" ucap Anggi ragu.
Dion pun kembali ke tempat tidur menunggu Anggi keluar. Sedang kan Anggi yang masih bimbang antara menggunakan baju itu atau nggak pun. Akhir nya memilih menggunakan nya saja.
"Pakai aja lah. Dari pada berdiam didalam kamar mandi ini, ntar yang aku malah sakit" gumam Anggi.
Setelah yakin untuk keluar dengan menggunakan pakaian itu, Anggi pun membuka pintu kamar mandi nya
Ceklek
Anggi mulai melangkah dengan pelan keluar dari kamar mandi, ia berharap Dion tak melihat kearah nya. Namun harapan nya itu sia sia. Justru Dion sedang menatap nya tanpa berkedip.
"Saaa---ssaayyyaannnggg" panggil Dion terbata.
"Iya Mas. Maaf kalau Anggi pakai ini, tadi cuma ini yang ada di dalam paper bag yang diberikan Breena tadi" ucap Anggi sambil menunduk malu.
Dion berjalan mendekati istri nya, dan menuntun Anggi ke tempat tidur yang sudah dihias.
"Sayang" panggil Dion pelan.
"Iya Mas"
"Apa kamu lelah?"
"Sedikit Mas"
"Apa Mas boleh meminta hak Mas malam ini?" tanya Dion ragu.
Anggi tak langsung menjawab. Ia menatap lama mata Dion yang ada di hadapan nya. Dengan pelan Anggi memberikan anggukan tanda ia mengizin kan Dion meminta hak nya.
Dion tersenyum mendapati jawaban dari Anggi.
"Kita sholat dulu iya. Baru Mas akan meminta hak Mas" ajak Dion.
"Iya uda Mas ambil wudhu dulu. Anggi biar siapin sajadah sama baju dan sarung Mas" ucap Anggi dengan senyum manis nya.
Dion dan anggi pun bergantian mengambil Wudhu. Mereka akan melakukan sholat dua rakaat terlebih dahulu. Selesai sholat Dion membacakan doa di ubun ubun istri nya.
Dion pun memulai mengambil hak nya malam ini. Dan terjadi lah apa yang diingin kan oleh nya sedari tadi.
__ADS_1
"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah menjaga nya untuk Mas" ucap Dion sambil mencium kening Anggi yang sudah terlelap didalam dekapan nya.
Malam itu menjadi malam yang bahagia untuk Dion. Ia tak menyangka akan menjadi orang pertama yang menyentuh istri nya.
...----------------...
Sementara itu di Breena dan Dayyan sedang beristirahat di hotel milik keluarga Anderson. Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam. Mereka pun sampai dan langsung di jemput oleh orang suruhan Daddy Martin.
Saat ini semua orang sedang membersihkan tubuh mereka. Dan akan bertemu kembali di restauran hotel nanti di jam makan malam.
Breena sedang bermanja di dada bidang suami nya. Ia begitu bahagia sebab semua ngidam nya yang aneh menurut semua orang itu, selalu di penuhi oleh semua orang yang menyayangi nya.
Jam sudah menunjukan waktu makan malam. Breean dan Dayyan mulai menuju ke restauran hotel. Setiba nya di pintu restauran Dayyan dan Breena langsung di sambut oleh pelayan restauran.
"Selamat Malam Tuan Nyonya, Selamat datang di restauran kami. Ada yang bisa di bantu?" sapa salah satu pelayan restauran.
"Selamat malam. Kami mencari meja atas nama Brian Anderson" jawab Dayyan tanpa datar.
"Sebelah sini Tuan Nyonya. Tuan Brian memesan ruangan VVIP" jawab pelayan tersebut sambil menuntun langkah Dayyan dan Breena menuju ke ruangan yang telah di pesan oleh Brian.
Ceklek
Begitu pintu ruangan terbuka. Terlihat didalam ruangan itu sudah berkumpul semua. Breena dan Dayyan menjadi pendatang terakhir.
Mereka pun segera memesan makanan. Sesuai dengan ngidam nya, Breena memesan ayam taliwang, dan babulang sapi. Untuk serambi laklak nya besok pagi akan mereka cari.
Setelah memesan makan malam, mereka pun mulai berbincang. Semua dibahas oleh mereka dari pembahasan tentang bisnis sampai ke pembahasan random.
"Mau nanya apa Mas?" tanya Breena balik yang juga sama tanpa melihat Brian. Karena ia masih fokus dengan makan malam nya.
"Kenapa setiap ngidam kamu pasti ngidam nya yang aneh aneh. Dan yang lebih aneh nya, kamu selalu ngidam nya ke orang lain. Kenapa tidak ke suami kamu?" tanya Brian yang penasaran dengan ngidam nya Breena.
Breena pun menghentikan makan nya. Lalu menatap ke arah Brian.
"Bree juga nggak tau Mas. Tapi setiap Breena ngidam pasti ngidam nya ke orang lain. Pernah sih ke Mas Dayyan sekali. Waktu Breena masuk ke rumah sakit. Breena pingin rujak mangga muda dan belimbing pakai bumbu buatan Umma yang dibawa ke Jakarta" jawab Breena panjang lebar dengam ekspresi yang berbeda beda.
"Oiya Mas. Besok kita jalan jalan dulu gimana?" tanya Breena antusias.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Dayyan sambil mengelus perut Breena yang mulai membuncit.
"Dedek pengen ke Pantai Pink Mas. Boleh iya?" pinta Breena.
Dayyan pun menatap kearah yang lain. Dan seakan tau arti tatapan dari Dayyan. Mereka semua pun menganggukan kepala nya.
"Yyyeeeaahahhh makasih Abi, Aunty, Uncle. Sayang kalian banyak banyak" ucap Breena senang menirukan suara anak kecil.
"Oke karena kita besok mau perjalanan jauh. Jadi ayo kita istirahat sekarang" ajak Juan.
Mereka pun berpisah. Breena dan Dayyan menuju ke kamar mereka berdua. Ani, Selvi dan Quin menuju kamar nya. Sedang kan Juan dan Brian menuju ke ruang kerja Brian yang ada di hotel itu untuk memeriksa pemasukan bulanan hotel mereka.
__ADS_1
"Kamu bahagia sayang?" tanya Dayyan ketika mereka sedang berjalan ke kamar mereka.
"Banget Mas. Breena dan Dedek sangat bahagia. Semua sayang sama kami bertiga" ucap Breena dengan senyum yang masih tersungging di bibir nya.
"Alhamdulillah. Berarti kehadiran baby twins menjadi kebahagiaan tersendiri untuk mereka. Sebisa mungkin, apa pun yang di ingin kan oleh twins akan Mas lakukan dan penuhi sayang" ucap Dayyan yang juga ikut merasakan kebahagiaan Breena.
"Iya uda ayo istirahat. Besok kita perjalanan jauh. Semoga dedek nggak rewel iya" ajak Dayyan lalu menarik tubuh istri nya kedalam pelukan nya.
Breena pun tanpa protes menuruti ajakan suami nya. Malam itu Breena merasa bahagia. Bahagia yang sudah lama tak ia rasakan setelah 3 tahun terkurung dalam trauma nya setelah di khianati oleh Brian dan Nova.
"Breena sangat bersyukur Mas. Kamu datang dan menghapus semua trauma ku. Kamu juga yang membuat hubungan antara dua keluarga membaik. Terima kasih Mas. Breena sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu Mas. Terlebih ada buah hati kita di dalam rahim Breena. Semoga anak anak kita nanti akan menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah. Aminnn" ucap Breena dalam hati.
Breena pun semakin merapatkan pelukan nya. Dan menyusul suami nya ke alam mimpi.
Berbeda dengan Breena dan Dayyan, Di dalam ruang kerja nya Brian dan Juan sedang mengobrol tentang masalah percintaan mereka.
"Kamu serius sama Selvi Juan?" tanya Brian tegas.
"Serius. Kalau tidak serius tidak mungkin aku memperkenal kan nya sama Daddy dan Mommy. Bahkan aku juga membawa nya berlibur bersama kalian" jawab Juan santai.
"Aku percaya sama mu. Aku bertanya seperti ini karna tak mau Kau menyakiti hati seorang wanita. Ku lihat dia anak yang baik dan juga dari keluarga yang baik. Bahkan ia tak mau ikut dengan kita kalau tidak mendapatkan izin dari Ayah nya"
"Iya kau benar. Dia memang dijaga ketat oleh Ayah nya dan kedua kakak nya. Namun karena kakak nya sudah menikah semua. Jadi tanggung jawab itu diemban oleh Ayah nya saja. Aku pun dulu susah payah mendapatkan nya. Bukan hanya sebentar, tapi satu tahun aku baru diperbolehkan menjalin kasih dengan nya" jelas Juan dengan senyum kecut nya.
"Kenapa lama sekali?" tanya Brian penasaran.
"Kau tau apa alasan Ayah nya tak merestui aku dengan nya?" Brian hanya menggelengkan kepala nya.
"Yang pertama karena aku seorang pilot. Ayah nya berpendapat kalau seorang pilot pasti mempunyai banyak wanita diluaran sana. Ia tak mau anak nya disakiti oleh seorang pria. Dan yang kedua karena ia tau aku bagian dari keluarga Anderson. Walau pun aku sudah menjelaskan hubungan kita yang sebenar nya. Namun Ayah nya masih ragu untuk memberikan restu"
"Apa alasan nya?"
"Alasan nya hanya satu hal mereka merasa tak pantas bersanding dengan keluarga kaya raya" jawab Juan pasti.
"Lalu sekarang bagaimana cara mu mendapatkan restu dari Ayah nya?" tanya Brian yang semakin penasaran.
"Aku meyakin kan mereka kalau aku tak pernah memandang seseorang dari harta nya. Terutama Mommy dan Daddy. Aku jelaskan kalau Mommy dan Daddy orang yang baik. Dan aku juga menceritakan kalau Daddy pun sebenarnya bukan dari keturunan keluarga kaya raya. Daddy juga berasal dari keluarga sederhana, bahkan Daddy adalah anak yatim piatu yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tua nya. Aku juga menceritakan kalau semua usaha Daddy dibantu oleh sahabat nya, sampai sesukses sekarang. Dari itu lah mereka memberikan restu pada ku" jelas Juan.
Brian yang mendengar nya tersenyum bahagia. Ia tak menyangka Juan bisa meyakin kan orang tua Selvi agar memberikam restu pada nya.
"Semoga kau bahagia bersama nya Juan. Aku ingin melihat mu menikah dan berdiri dipelaminan dan senyum bahagia" ucap Brian tulus.
"Terima kasih Brian. Aku juga ingin melihat mu bahagia. Semoga Ani sumber kebahagiaan mu dan Quin"
"Sudah malam. Ayo kita istirahat. Besok kita harus memenuhi keinginan ibu hamil satu itu. Aku heran dia yang hamil dengan suami nya. Tetapi kita semua yang harus memenuhi ngidam nya. Sebenar nya anak itu, anak suami nya atau anak siapa" gerutu Brian.
"Iya pasti anak suami nya lah. Iya kali anak bersama, gila Lo. Uda turuti aja permintaan princess kita. Kau tau dari dia kecil pun semua yang dia minta selalu kita turuti. Mungkin karena itu jadi anak nya pun juga ingin seperti itu juga" ucap Juan kesal dengam pemikiran Brian.
Ia pun meninggalkan Brian sendirian di ruang kerja nya dengan Brian yang terkekeh mendengar Juan yang kesal terhadap nya.
__ADS_1
"Mas akam melakukan apa pun untuk mu Bree. Ini Mas lakukan sebagai tanda maaf dari Mas karena telah menyakiti kamu dulu nya. Sungguh penyesalan itu masih ada. Dan sampai saat ini Mas masih merasa bersalah kepada mu. Namun melihat senyum dan tawa bahagia mu, Mas juga ikut merasakan kebahagiaan yang kau rasa kan. Mas doa kan semoga kau selalu bahagia bersama suami mu. Dia lelaki yang sangat cocok untuk mu Bree" ucap Brian dalam hati.