
Seminggu berlalu dari acara resepsi pernikahan Juan dan Selvi.
Setelah Brian memberikan ancaman pada Wulan, dan ketika Wulan mendengar kan pembicaraan Juan dan Dayyan waktu itu pun, sampai saat ini belum ada pergerakan apa apa yang di lakukan oleh Wulan.
Kenapa Brian dan Dayyan bisa tau? alasan nya karena, Brian dan Dayyan menyuruh anak buah Daddy Steven untuk mengikuti keseharian Wulan. Sejauh ini kegiatan Wulan hanya ke kantor dan rumah nya saja.
Saat ini di sebuah restaurant milik Nova, di sebuah ruangan vvip yang di pesan khusus oleh Brian terdapat beberapa pasangan. Yaitu, Breena dan Dayyan dengan ketiga anak nya dan pengasuh nya. Brian dan Ani bersama dengan kedua anak nya serta pengasuh nya juga. Anggi dan Dion. Ansel dan Windy. Nova dan Angga. Minus Anita karena dia sedang kebagian shift pagi hari ini. Sedang kan Juan akan menyusul karena dia harus menjemput Selvi terlebih dahulu.
Suasana di dalam ruangan itu pun sangat ramai sekali. Ramai dengan tawa dan tangis ke empat baby K. Serta tawa dari para istri, tak lupa para suami yang di bahas setiap berkumpul selalu saja bisnis mereka.
"Bree, nanti jadi iya kita besanan" ucap Ani memulai pembicaraan perihal menjodoh kan anak mereka.
"Kamu serius mau besanan sama aku mbak?" tanya Breena disertai kekehan nya.
"Serius lah. Siapa sih yang nggak mau sama Deera. Masih kecil aja cantik nya uda masya allah. Apa lagi nanti kalau uda besar. Bisa bisa banyak saingan nya Keenan nanti" ucap Ani semangat.
"Kalau Breena lihat nanti kedepan nya gimana aja mbak. Breena nggak mau menentukan jodoh anak anak Breena. Biar mereka aja yang mencari jodoh nya sendiri. Iya kalau memang Keenan nanti sesuai dengan harapan Abi nya iya alhamdulillah akhir nya mereka berjodoh" jelas Breena yang mendapat anggukan dari para wanita.
Ceklek
Pintu ruangan vvip itu terbuka. Dan masuk lah Juan yang menggandeng tangan Selvi.
"Sorry gue telat. Abis jemput Nyonya pulang sekolah dulu" ucap Juan disertai kekehan.
"Santai aja Bro, kita juga kan lagi nyantai disini" jawab Brian.
__ADS_1
Selvi pun langsung menuju ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan vvip tempat mereka berkumpul. Bukan tanpa alasan. Selvi mencuci tangan karena ingin menggendong Andra, bayi Breena yang selalu tersenyum itu. Sedang kan Juan langsung berkumpul dengan para suami.
"Saya sama istri ada rencana mau ke Bandung ke rumah orang tua saya. Apa kalian ada yang mau ikut?" tanya Dayyan tiba tiba.
"Kapan?" tanya Brian yang semangat mendengar kata Bandung.
"Lusa. Sekalian mau weekend disana. Gimana mau ikut?" tanya Dayyan lagi.
"Gue sama Ani uda jelas lah ikut. Secara Ani tumbuh dan besar disana. Pasti dia juga rindu sama Abah dan Umma" jawab Brian antusias.
"Kalian gimana?" tanya Dayyan lagi sambil menatap yang lain nya.
"Gue bisa bisa aja. Tapi Windy harus izin dulu sama Papa Doni. Kan dia masih KOAS. Ntar deh tanya Papa Doni dulu boleh apa nggak" ucap Ansel.
"Gue ikut. Tapi kaya nya Gue nyusul deh di hari jum'at nya. Kan sabtu Selvi libur. Ntar kita sekalian aja ke villa Gue yang ada di Bandung. Uda lama banget Gue nggak kesana." ucap Juan.
"Emang boleh?"
"Iya boleh lah. Lo ajak juga Nova. Dia kan belum pernah kesana" jawab Brian.
"Lo kenapa diam aja Dion? Lo ikut nggak?" tanya Juan yang melihat keterdiaman Dion.
"Gue sih pengen ikut. Tapi lihat noh bini gue. Perut nya uda mulai besar gitu. Aman nggak kalau dia ikut perjalanan jauh?" tanya Dion yang bingung.
"Masih enam bulan kan? Aman itu ntar kita santai santai aja di jalan nya. Lagian kita kan bawa empat anak bayi juga. Nggak mungkin kita ngebut" ucap Dayyan yang mencoba menenang kan sahabat sekaligus asisten nya itu.
__ADS_1
"Ntar deh gue tanya dia nya dulu. Sama izin juga ke Mommy Daddy. Kalian kan tau selama hamil yang posesif itu Mommy sama Daddy. Bahkan Anggi aja uda di suruh resign dari kantor" ucap Dion putus asa.
"Iya wajar sih kalau mereka seperti itu. Lo kan tau sendiri, mereka kehilangan Anggi dari umur tiga bulan baru ketemu lagi di umur 26 tahun. Pasti nya mereka akan berlaku posesif sama Anggi. Mana Anggi hamil anak pertama juga kan. Jadi iya Lo harus pasrah aja. Selagi itu juga yang terbaik untuk Anggi iya di ikutin aja kemauan mereka." ucap Brian.
"Bener juga sih. Kadang Mommy itu masih suka nangis kalau lihat Anggi. Pada hal Anggi uda di depan mata nya, uda tinggal bersama juga. Tapi tetap aja kadang di tangisi" ucap Dion yang heran dengan tingkah mertua nya itu.
"Kamu tau Dion. Penyesalan itu pasti akan ada di dalam hati kita untuk selama nya. Yang gue lihat, Mommy Rianti itu masih ada penyesalan dan rasa bersalah nya sama Anggi. Dia nyesal karena membawa Anggi ke taman dan mengakibat kan Anggi hilang. Dan rasa bersalah nya itu karena nggak bisa berada di dekat Anggi disaat Anggi tumbuh besar. Maka nya Mommy Rianti seperti membalas kasih sayang yang hilang untuk Anggi tuh sekarang, disaat dia hamil. Maka nya Mommy Rianti memberikan kasih sayang yang lebih untuk cucu nya. Dia berlaku posesif itu karena tidak mau terjadi hal hal yang tidak di ingin kan" jelas Dayyan yang membuat Dion mengangguk kan kepala nya. Dion setuju dengan yang di ucap kan oleh Dayyan.
"Iya maka nya itu, gue nanti izin dulu sama Mommy dan Daddy. Gue takut mutusin sendirian ntar malah jadi masalah" ucap Dion.
"Oke jadi fiks iya kita lusa ke Bandung sampai habis kan waktu weekend disana. Sekalian ke villa nya Juan?" tanya Dayyan memastikan.
"Iya" jawab semua nya serempak.
"Oiya tapi Gue boleh nggak nih ngajak sepupu nya Selvi sama suami nya?" tanya Juan yang teringat tentang janji nya mengajak Nindi dan Devano liburan bareng Brian dan yang lain nya.
"Siapa?"
"Nindi sama Devano. Kemarin itu dia mau ngikut kalau kita liburan bareng. Jadi boleh nggak sekalian Gue ajak dia juga?" tanya Juan memastikan.
"Boleh. Ajak aja. Nanti aku minta Umma nyiapin kamar untuk kalian. Kalau di ndalem nggak akan muat." ucap Dayyan yang mengizin kan Juan membawa sepupu istri nya ikut bersama mereka.
"Oke nanti gue tanya dulu dia nya. Dia ada jadwal terbang apa nggak"
"Iya uda atur aja. Kalau pun mau nyusul seperti Lo juga nggak masalah" ucap Brian.
__ADS_1
Acara perkumpulan mereka pun berakhir di jam lima sore. Mereka memilih membubar kan diri mereka, karena uda terlalu lama berada disana.