Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

Dikeluarga Anderson dan Abraham yang telah membaik hubungannya dan sedang membahas perihal perjodohan antara Brian Dan Mbak Ani yang dilakukan oleh Breena. Breena begitu bersemangat ingin menjodohkan Brian duda anak satu dengan Mbak Ani yang masih gadis.


Bahkan Breena pun menunjukkan foto Mbak Ani kepada Brian dan keluarganya.


"Cantik iya Dad" puji Mommy Aletha ketika ia melihat foto Mbak Ani.


"Iya Mom. Sholeha juga Mom. Sejuk lihat wajah teduh nya. ini termasuk istri idaman dia Mom" puji Daddy Martin juga.


"Daddy setuju nggak kalau Brian sama dia Dad?" tanya Mommy Aletha tiba tiba membuat Brian menatap orang tua nya.


"Setuju banget Mom. Ayo Bri kapan kita berkunjung ke pesantren nya Dayyan?" tanya Daddy Martin membuat Brian semakin terkejut.


"Bri nggak tau Dad. Lagian belum tentu dia mau sama Brian Dad" ucap Brian yang tak ingin terlalu berharap.


"Iya usaha dong" saut Breena.


Brian hanya membalas sautan Breena dengan senyuman.


"Dia cantik. Sholeha dan berhijab. Pasti banyak yang menyukainya. Apa mungkin dia mau dengan ku yang sudah duda anak satu ini? Kalau pun dia mau, apa mungkin dia akan menyayangi putri ku seperti putrinya sendiri? Apa aku ikuti saja saran nya Breena untuk mendekatinya. Tapi mana mungkin dia mau aku ajak pacaran dulu" ucap Brian dalam hati. Iya sebenarnya Brian pun sedikit berharap kalau Mbak Ani mau dengan nya.


"Begini saja bagaimana kalau kita mengadakan acara makan malam dirumah kami. Dan saya akan meminta orang tua saya untuk datang bersama dengan Mbak Ani" ucap Dayyan memberi saran.


"Boleh juga. Kita kumpul dirumah kalian. Nanti Papa akan mengajak keluarga Danuarta juga" ucap Papa Doni.


"Oke aku setuju. Kapan kita adakan?" tanya Daddy Martin.


"Bagaimana kalau lusa?" saran Breena dengan antusias.


"Setuju" ucap semua orang kecuali Brian.


Akhirnya kesepakatan untuk mempertemukan Brian dengan Mbak Ani pun telah disepakati. Dan hal itu semakin membuat Brian kebingungan.


"Kenapa jadi mereka yang bersemangat seperti ini? Aku yang mau dijodohkan tapi mereka yang terlalu bersemangat" gumam Brian pelan melihat kelakuan Breena dan orang tua nya.


...----------------...


Sementara itu di mansion keluarga Danuarta, juga sedang sibuk mempersiapkan acara makan malam bersama dengan keluarga pacar anak nya.


Iya malam ini Daddy Steven mengundang keluarga Doni untuk makan malam bersama mereka.


Sebenarnya tujuan Daddy Steven mengundnag keluarga Doni untuk membahas kelanjutan hubungan anak nya. Walau pun mereka baru bertemu tetapi Daddy Steven sangat ingin menikahkan anaknya. Seperti yang dikatakan oleh Doni kalau Anggi hanya ingin menikah jika ia sudah bertemu dengan keluarga nya.


"Mom" panggil Anggi menghampiri Mommy nya yang sedang sibuk di dapur bersama para pelayan lainnya.


"Ada apa sayang?" tanya Mommy Rianti menghampiri anaknya.

__ADS_1


"Ada yang bisa Anggi bantu?"


"Kamu duduk aja di meja makan sayang. Semua uda dikerjakan sama pelayan" ucap Mommy Rianti yang tidak mau anaknya kecapekan.


"Tapi Anggi mau bantuin menyiapkan makan malam kita Mom" ucap Anggi menampilkan wajah sedihnya.


Ia baru kali ini dilarang memasak. Biasanya ia selalu memasak bareng bersama Bundanya Doni. Dan hal itu yang paling disukai oleh Anggi. Ketika memasak bersama maka kedekatan diantara mereka akan semakin dekat dan semakin akrab.


"Apa kamu tidak capek sayang?"


Anggi hanya menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya Anggi pengen masak bareng sama Mommy. Biasanya Anggi selalu masak bareng sama Bunda nya Mas Doni. Tapi kali ini Anggi pengen masak bareng sama Mommy. Karena kita tidak pernah masak bareng" ucap Anggi dengan wajah sendunya.


Mommy Rianti pun paham dengan maksud anaknya. Ia sebenarnya juga ingin masak bareng dengan putrinya.


"Baiklah ayo kita masak bareng untuk menjamu keluarga mereka. Pasti mereka senang kalau makan masakan kamu sayang" ucap Mommy Rianti mengajak Anggi memasak. Ia bahkan menggandeng tangan putrinya ke dapur.


Dan terjadilah keseruan didalam dapur mansion mewah Danuarta. Hal yang tidak pernah terjadi selama 26 tahun ini.


Hampir 1 jam mereka memasak menu untuk makan malam mereka. Dan sekarang semua nya sudah selesai. Tinggal menunggu kedatangan Doni dan keluarganya.


Anggi dan Mommy Rianti pun bersiap untuk menyambut kedatangan calon besan dan calon menantunya.


Sebuah mobil terlihat memasuki halaman luas sebuah mansion mewah.


"Iya Bunda" jawab Doni singkat.


"Apa kita tidak salah rumah nak. Ini rumah nya terlalu mewah. Bunda merasa nggak pantas masuk kedalam rumah ini" ucap Bunda yang merasa mereka tidak pantas bersanding dengan keluarga kandung Anggi.


"Nggak Bunda. Ini mansion Bunda bukan rumah. Sama aja sih sebenarnya. Hanya saja mansion itu lebih besar dan lebih lengkap lagi ruangan nya dari rumah. Bunda jangan bicara seperti itu. Keluarga Anggi baik kok Bunda. Mereka juga menerima Doni dengan baik" jelas Doni menenangkan kekhawatiran Bunda nya.


"Ayo kita masuk Bunda. Doni yakin mereka pasti sudah menunggu kita" ajak Doni.


Kemudian Doni dan kedua orang tuanya pun berjalan menuju ke pintu utama.


Ting Tong


Bell mansion mewah itu berbunyi. Kepala pelayan langsung membukakan pintu.


"Selamat malam Tuan Nyonya, silahkan masuk. Tuan Besar sudah menunggu diruang keluarga" ucap kepala pelayan menyambut keluarga Doni dengan ramah.


"Ayo Bunda" aja Doni dan menggandeng tangan Bunda nya. Sementara Ayah Doni hanya mengikuti anak dan istrinya dari belakang.


Sebenarnya Ayah Doni pun sama seperti istrinya. Ia mempunyai ketakutan tersendiri. Ia takut kalau anak nya tidak diterima dengan baik oleh keluarga Anggi. Ia bahkan tidak percaya bahwa Anggi kekasih anaknya ternyata anak dari salah satu keluarga konglomerat. Berbanding terbalik dengan keluarganya yang hanya keluarga sederhana.

__ADS_1


"Bundaaaaa" teriak Anggi sambil berlari menuruni tangga ketika melihat Bunda nya Doni.


"Hati hati sayang" ucap Bunda yang ikut belari menghampiri Anggi. Ia sangat takut Anggi terjatuh dari tangga.


"Anggi kangen Bunda" ucap Anggi manja ketika ia sudah memeluk Bunda nya Doni.


"Bunda juga kangen sayang. Kamu uda lama tidak main kerumah" balas Bunda Doni.


"Ayo duduk Bunda, Ayah, Mas. Kenalin Bunda ini Mommy dan Daddy nya Anggi. Kalau yang tampan ini adek nya Anggi" ucap Anggi mengenalkan keluarga nya.


"Saya Rianti Mommy nya Anggi" sapa Mommy Rianti sambil memeluk Bunda nya Doni.


"Saya Aisyah Nyonya. Bunda nya Doni" ucap Bunda Doni sambil membalas pelukan Mommy Rianti.


"Jangan panggil Nyonya Mbak. Kedengaran nya kurang enak. Seperti sama siapa aja. Kan kita juga calon keluarga" ucap Mommy Rianti yang tidak ingin di panggil Nyonya oleh orang tua kekasih anak nya.


"Iya Mbak"


"Perkenalkan Pak. Saya Steven Daddy nya Anggi" ucap Daddy Steven sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Hermawan Pak, Ayah nya Doni" ucap Ayah Doni membalas uluran tangan Daddy Steven.


"Ayo kita langsung keruang makan saja. Kita mulai makan malam dulu baru kita lanjutkan perbincangan kita" ajak Daddy Steven yang langsung menggiring Ayah Hermawan keruang makan.


Semua nya langsung mengikuti langkah Daddy Steven. Mommy Rianti pun menggandeng tangan Bunda Aisyah. Hal itu membuat Bunda Aisyah merasa lega. Ternyata kehadiran mereka disambut dengan baik.


"Sayang" panggil Doni.


"Iya Mas kenapa?" tanya Anggi menghentikan langkahnya.


"Apa kamu tidak merindukan Mas mu ini sayang? Apa kamu hanya merindukan Bunda saja? Terus kenapa kamu tidak mengajak Mas mu ini keruang makan juga?" protes Doni dalam mode manja nya.


"Astaga Mas. Harus kah Anggi bilang ke Mas kalau Anggi merindukan Mas juga? Pada hal kita setiap harinya bertemu" keluh Anggi yang tak mengerti dengan tingkah kekasih nya ini.


"Bahkan Mas selalu merindukan kamu sayang" ucap Doni yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Oohhh astaga. Mas kamu seperti bayi. Bayi besar Mas" omel Anggi.


"Baiklah. Iya Anggi juga merindukan kamu Mas. Sangat merindukan kamu. Jadi ayo kita makan malam dulu. Mereka sudah menunggu kita" ucap Anggi selembut mungkin sambil memeluk kekasihnya yang dalam mode merajuk.


Doni yang mendapat perlakuan tersebut langsung memeluk Anggi juga. Bahkan ia mendaratkan ciuman di kening Anggi.


"Mas sangat merindukan kamu sayang"


Anggi mendongakkan wajahnya. Ia tersenyum manis menatap wajah kekasihnya itu.

__ADS_1


"Hey kalian berdua. Mau sampai kapan disitu terus? Apa kalian tidak mau makan? Kalau iya, biar Bunda abiskan semua makanan nya" omel Bunda Aisyah yang sudah memasang wajah galak nya.


"Iya Bunda. Kami datang" ucap keduanya lalu mereka pun berjalan menuju keruang makan.


__ADS_2